Gotong Royong Bergrilya Membantu Suku Rohingya dengan Sejuta Ancaman

Gotong Royong Bergrilya Membantu Suku Rohingya dengan Sejuta Ancaman



IMG-20160627-WA0014Jakarta, Menjadi relawan ditempat-tempat konflik memang tidak mudah dan memiliki tantangan sendiri, niat untuk saling membantu dan berbagi terkadang terhalang oleh situasi yang buruk, seperti yang terjadi di Myanmar baru-baru ini.
Sabtu malam 25 Juni 2016, suasana di daerah Thei Thamin , sebelah timur Kota Yanggon Myanmar tiba-tiba saja mencengkam, sekelompok orang dari daerah yang berbeda tiba-tiba menyerang permukiman Suku Rohingya.
Tanpa diketahui penyebab aslinya, yang pasti penyerangan itu ‎telah membuat suku Rohingya semakin menderita, rumah-rumah mereka dihancurkan, begitu juga masjid yang menjadi tempat ibadah kaum Muslim Rohingya.
Melihat itu, Andalan Nasional Gerakan Pramuka urusan Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana Kak Eko Sulistio semakin prihatin dengan kondisi kehidupan yang dihadapi suku Rohingya. Sudah bertahun-tahun lamanya mereka hidup dalam penindasan dan kekerasan.
Kak Eko salah satu relawan kemanusiaan yang sudah merasakan pahit getirnya hidup di daerah-daerah konflik. Usahanya memberikan bantuan paket Ramadhan terpaksa dilakukan secara sembunyi-sembunyi demi‎ keselamatan dan kelancaran kedua belah pihak.
‎”Sampai saat Ini pekerja-pekerja kemanusiaan kalau membantu mesti sembunyi-sembunyi biar tidak ada iri atau kesenjangan‎,” ungkap Kak Eko kepada Humas Kwarnas, Selasa (28/6/2016).
Penganiayaan dan perusakan yang dialami oleh suku Rohingya tentu membawa luka yang mendalam bagi ‎mereka yang hidup dalam ketidakpastian dan persamaan hak. Meski tidak ada korban jiwa, namun ancaman membuat mereka takut.
‎”Saya catat setidaknya ada 60 kepala keluarga kabur dan tinggal di pinggir pinggir kali,
mau balik takut dan trauma,” kata Kak Eko menceritakan kondisi di sana.
Tidak hanya itu, para relawan kemanusiaan dari berbagai negara juga dibatasi ruang geraknya. Aparat keamanan yang seharusnya memberikan kenyamanan dan perlindungan bagi warganya justru terlihat acuh dan berat sebelah, sehingga tidak bisa diharapkan. ‎
“Kita di tempat-tempat tertentu berpakaian muslim tidak boleh mencolok,” tuturnya.
Sampai-sampai Kak Eko menuturkan ada lelucon dari temannya Jamaludin Volunteers relawan warga Malaysia, ia mengatakan berbuat baik di pemukiman suku Rohingya seperti bisnis narkoba, karena harus dilakukan sembunyi-sembunyi dan mendapat berbagai ancaman.
‎”Pendistribusian bantuan kepada para pengungsi, ketauan pihak keamanan bisa ditangkap, dan bila ketauan pihak radikal atau musuh Muslim kita bisa di aniaya tak perduli kita dari mana,” ungkapnya.‎
Namun, Kak Eko bersyukur berkat perjuangan dan kerja keras para relawan, bantuan paket sembako untuk warga Rohingya sudah tersalurkan semua dengan aman. Kerja-kerja sosial seperti ini tentu membawa pengalaman dan kesan tersendiri bagi Kak Eko yang konsisten berada di jalannya.
Dari pihak KBRI sudah menghimbau kepada para relawan khususnya dari Indonesia untuk tidak mengunjungi camp-camp pengungsian suku Rohingya. Sebab, sampai saat ini kondisinya masih mencengkam. Dikhawatirkan terjadi apa-apa.‎
Bercerita tentang suku Rohingya memang bukan suatu hal yang baru, suku ini diperkirakan sudah ada di Myanmar sejak abad ke 7 Masehi yang berasal dari pedagang Arab. Keberadaan mereka sampai saat ini masih dipersoalkan oleh pemerintah Myanmar.
Mereka tidak diakui lagi sebagai warga negara Myanmar, dengan begitu mereka tidak bisa mendapatkan hak-haknya sebagai manusia, yaitu hak kesehatan, hak ekonomi, hak pendidikan, dan hak hidup tenang dan damai di atas persamaan hukum. (HA/Humas Kwarnas). ‎‎
Alhamdulillah Paket Ramadhan Sudah Tersalurkan ke Suku Rohingya

Alhamdulillah Paket Ramadhan Sudah Tersalurkan ke Suku Rohingya



Alhamdulillah Paket Ramadhan Sudah Tersalurkan ke Suku Rohingya
Kak Eko saat mendatangi camp-camp pengungsian suku Rohingya yang terkena konflik akibat perang saudara.
Jakarta, Sudah satu minggu lebih Andalan Nasional Gerakan Pramuka urusan Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana Kak Eko Sulistio berada di Myanmar. Kedatangan Kak Eko ke Myanmar bukan untuk berwisata melainkan ‎melakukan aksi kemanusiaan membantu suku Rohinya.
Kak Eko berangkat Ke Myanmar Sabtu 18 Juni 2016, ia mendatangi camp-camp pengungsian suku Rohingya yang terkena konflik akibat perang saudara. Salah satu tempat yang dikunjungi adalah ‎
Di Distrik Rakhine State, dan memberikan bantuan paket Ramadhan.
“Allhamdullillah paket bantuan Ramadhan hingga saat ini sudah tersalurkan ke camp-camp pengungsian Rohingya Myanmar,” kata Kak Eko, Senin (27/6/2016).
Selain memberikan paket lebaran, Kak Eko yang mewakili Kwarnas Gerakan Pramuka juga memberikan bantuan untuk pembangunan masjid di KBRI Myamnar. Bantuan diberikan kepada perwakilan KBRI Myamnar Nanang Kosim Ali Hamid Nanang merupakan Bendahara DKM Masjid Indonesia KBRI Myanmar. ‎
Kak Eko sejak awal memang kerap terlibat dalam aksi-aksi kemanusiaan, jiwa sosialnya sudah terbangun jauh sebelum menjadi Andalan Nasional Kwarnas. Menurutnya, Ia merasa punya kepuasan tersendiri apabila bisa menolong dan berbagi antar sesama.
Alhamdulillah Paket Ramadhan Sudah Tersalurkan ke Suku Rohingya
Kak eko memberikan paket bantuan Ramadhan ke camp-camp pengungsian Rohingya Myanmar
“Saya selalu merasa ‎bahagia bila ada orang yang sedang menderita bisa tersenyum gembira dengan sesuatu yang kita berikan, juga bisa mendoakan takala sedang bersama mereka,” katanya.
‎Dalam menjalankan tugasnya di Myanmar Kak Eko juga bergabung dengan lembaga-lembaga kemanusiaan  seperti  ICNA Muslim Canada, UKim (United Kingdom Humanitarian) My Care Malaysia, PKPU Indonesia, dan IHH Turkey. ‎
“Setelah‎ di Myanmar kita juga akan bertolak ke Suriah melakukan aksi yang sama,” tutupnya. ‎‎ (HA / Humas Kwarnas)

 Pengabdian Pramuka UNP di Talang Babungo

Pengabdian Pramuka UNP di Talang Babungo



Keseriusan Anggota Pramuka UNP saat Bhakti Fisik
Pramuka UNP gelar bakti sosial di masyarakat
Talang Babungo - Mengisi bulan suci Ramadhan 14.37 Hijriah, Pramuka Universitas Negeri Padang (UNP) yang dikenal dengan Racana Dang Tuanku dan Bundo Kanduang (RDTBK) menggelar kegiatan Aksi Sosial Ramadhan (ASR). Kegitan ASR ini dilaksanakan di Nagari Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Gumanti Kabupaten Solok dari tanggal 16 – 21 Juni 2016.
ASR rutin digelar tiap tahun, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, sesuai Tri Satya Pramuka yaitu menolong sesama hidup dan ikut serta dalam membangun masyarakat.
"Kami ingin terjun lansung ke masyarakat dan memberikan kontribusi nyata sebagai bakti kepada negeri" ungkap Eko Gusnardi, Ketua Racana Putra Pramuka UNP.
Mahasiswa Olahraga tersebut menyampaikan apa saja yang mereka lakukan selama di Nagari Talang Babungo tersebut. "Kegiatan ASR tahun ini adalah penyuluhan tentang bahaya narkotika, renovasi jalan dan jembatan serta pembetukan Pusat teknolgi Informasi dan Komunikasi Nagar (Pustikomri) yang bertempat di kantor Wali Nagari.
Ketua Sangga Kerja (panitia) ASR, Hafid mengatakan, kegiatan ASR ini salah satu bentuk pengabdian Racana Dang Tuanku Dan Bundo Kanduang kepada masyarakat. Kegiatan ASR tersebut rutin digelar sejak tahun 1984. Pada tahun lalu kegiatan ASR dilaksanakan di kota Padang tepatnya di daerah belimbing Kuranji.
???????????????????????????????"Salah satu kegiatan yang kami lakukan yaitu mendirikan Pustikomri, harapannya Pustikomri membentuk kader – kader pemimpin untuk melaksanakan program nagari agar efektif dan efisien. Selain itu. agar nantinya nagari dapat sejajar dan tidak tertinggal dari daerah perkotaan salah satunya dari segi teknologi informasi dan komunikasi, dan juga sebagai portal media informasi dan komunikasi bagi masyarakat nagari Talang Babungo," jelas Hafid.
Kegiatan ASR mendapat respon baik dari lapisan Masyarakat. Masyarakat Talang babungo sangat antusias dengan kegiatan ini, terbukti dengan peran aktif lapisan masyarakat untuk mengikuti berbagai kegitan mulai dari anak anak, remaja dan dewasa.
Amrizal salah seorang warga, meyebutkan bahwa kegiatan yang dilaksankan oleh Pramuka UNP ini sangat bermamfaat bagi masyarakat.
"Kegiatan ini sangat membantu masyarakat dan memberikan tentang ilmu, wawasan serta iformasi yang dibutuhkan remaja" ungkap Amrizal di sela sela dalam kegiatan renovasi jembatan.
Di lain kesempatan, saat diwawancarai Wali nagari Talang babungo, juga memberikan tanggapannnya terhadap kegiatan ini."Masyarakat sangat berterima kasih yang sebesar besarnya dengan adanya kegiatan ASR di nagari ini, karena memberikan perubahan,inovasi dan kontribusi nyata dalam membantu membangun Nagari Talang Babungo.
Harapan kami ke depan kegiatan ini terus berlanjut dan hubungan serta kerja sama antara masyarakat Talang Babungo dengan Racana Dang Tuanku dan Bundo Kanduang tetap terjalin dengan bagus" ungkap Zulfatriadi, Wali Nagari Talang Babungo. (Humas Pramuka UNP)
 PERKUAT GERAKAN PRAMUKA SEBAGAI WADAH PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA

PERKUAT GERAKAN PRAMUKA SEBAGAI WADAH PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA



PERKUAT GERAKAN PRAMUKA SEBAGAI WADAH PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA
Negara Indonesia adalah negara kepulauan , dan bangsa Indonesia terbentuk dari ratusan suku bangsa dengan bahasa, adat istiadat, kepercayaan dan agama yang berbeda. Negara dan bangsa yang seperti ini hanya dapat dipertahankan, jika seluruh masyarakat Indonesia bersatu mempertahankan persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tekad seperti ini harus ditanamkan sejak usia muda.salah satu wadah yang dapat menguatkan mental nasionalisme adalah gerakan pramuka
Semua kegiatan yang adakan  oleh gerakan Pramuka memiliki  unsur kepemimpinan, kerjasama, ketrampilan, kompetisi, dan kepedulian baik pada Sang Pencipta, pada sesama maupun pada alam dan lingkungan, Unsur-unsur ini menyatu dan berkesinambungan untuk membentuk karakter generasi bangsa Indonesia yang mempunyai mental nasionalisme tinggi. Oleh karena itu,  yang merupakan tugas Gerakan Pramuka saat ini adalah menjadi dambaan semua pihak agar  Gerakan Pramuka dapat menggalang sikap dan semangat persaudaraan dan persahabatan diantara sesama anggota Pramuka, sebagai bekal memupuk jiwa dan semangat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara seperti yang telah tertuang dalam visi Gerakan Pramuka yakni "Gerakan Pramuka sebagai wadah pilihan utama dan solusi handal masalah-masalah kaum".
Untuk mencapai tujuan tersebut, Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter generasi bangsa terus mengembangkan berbagai langkah-langkah strategis dan kegiatan kepramukaan yang dapat membangun keharmonisan, kerukunan dan kesetiakawanan bahkan kasih sayang diantara sesama kaum muda. Langkah strategis yang dapat di kembangkan antara lain :
  1. Memantapkan Sistem Among sebagai landasan Metode Kepramukaan.
  2. Mengembangkan permainan edukatif, yang rekreatif, menantang, menarik dan bermanfaat sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan kaum muda serta kebutuhan masyarakat.
  3. Mengembangkan model-model permainan serta mensosialisasikan permainan tersebut di dalam media cetak dan media elektronik.
  4. Menjadikan Bumi Perkemahan sebagai kampus Gerakan Pramuka.
Apabila langkah-langkah strategis yang diuraikan diatas diterapkan dalam Mengupayakan Gerakan pramuka  sebagai ujung tombak organisasi yang dapat berfungsi sebagai wadah pembentukan karakter generasi bangsa, maka yang kita harapkan dapat terwujud. Selain langkah strategis tersebut hal lain  yang dapat dilakukan dalam kepramukaan adalah  Kecermatan dalam memilih materi pendidikan yang tepat dan penerapan Metode Kepramukaan yang akurat,hal tersebut  menjadi kunci penting dalam menjamin tercapainya tujuan pendidikan kepramukaan yang berdampak positif terhadap peningkatan semangat bela negara, patriot pembangunan, dan perekat bangsa bagi generasi muda.
contoh yang tepat dalam pemilihan materi dan metode kegiatan yang tepat seperti dilaksanakannya program Pramuka Peduli yang pada saat ini telah menjadi bagian dari program kepanduan dunia. Untuk Indonesia, pelaksanaan program Pramuka Peduli dinilai sangat relevan. Banyak anggota masyarakat yang kehidupannya masih jauh dari memuaskan dan Indonesia merupakan negara rawan bencana, yang masih memerlukan banyak bantuan. Bagi Gerakan Pramuka pelaksanaan program Pramuka Peduli juga merupakan pembelajaran yang baik bagi generasi bangsa  sekaligus dapat meningkatkan citra Gerakan Pramuka. Untuk memaksimalkan gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter   dapat dilakukan dengan lebih memantapkan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai yang tercantum dalam Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka, yaitu nilai-nilai luhur yang menjunjung tinggi keimanan, kejujuran, cinta tanah air, kasih sayang sesama manusia, tolong menolong, gotong royong, bertanggung jawab, displin, hormat kepada orang tua, sederhana, suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
 Keberhasilan mengamalkan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka tidak hanya  penting bagi Gerakan Pramuka, tetapi juga bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka adalah nilai-nilai dasar yang harus dimiliki oleh segenap anggota, yang apabila telah terpatri dalam hati dan sanubari, akan berperan besar dalam membentuk karakter masyarakat, bangsa ,dan negara yang didambakan pada masa depan.Sehingga Trisatya dan Dasa Darma dapat diamalkan secara sungguh-sungguh. Inti dari Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka adalah semangat, tekad, kode etik termasuk pesan-pesan moral dan spiritual. Tekad, semangat, kode etik serta pesan-pesan tersebut bukan hanya harus dijunjung tinggi, melainkan harus dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari baik secara pribadi maupun secara bersama-sama dalam satu kelompok.
Oleh: Kak Tonci Yason Rafael
Posted: 25 Jun 2016 09:33 PM PDT
Pengurus Pramuka Kwarcab Tuban Resmi Dilantik
Ka Mabiran, Ka Mabisa, dan Ka Mabikel Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tuban Masa Bakti 2016-2021
TUBAN- Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tuban menyelenggerakan kegiatan Pelantikan Mabicab, Pengurus Kwarcab, LPK, DKC, Ka Mabiran, Ka Mabisa, dan Ka Mabikel Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tuban Masa Bakti 2016-2021. Di Pendopo Kabupaten Tuban, Rabu malam,(22/06/2016). Peserta Pelantikan berasal dari Jajaran Mabicab, Seluruh Pengurus Kwarcab, LPK, DKC, Ka Mabiran Se Kwarcab Tuban, dan Ka Mabikel.
Prosesi Pelantikan ini berjalan dengan sangat hikmat dan istimewa dikarenakan biasanya pelantikan dilaksanakan pada siang hari pada kali ini Pelantikan dilaksanakan pada malam hari serta berada di Bulan Ramadhan. Tak lupa dalam pelantikan ini juga di hadiri oleh seluruh Ka Kwarran Se Kwartir Cabang Tuban dan Kepala Desa Se Kabupaten Tuban.
Pelantikan dilantik oleh Ka Kwarda Jawa Timur Kak H Syaifullah Yusuf di damping oleh jajaran pengurus Kwarda Jawa Timur serta turut hadir Ka Mabicab Kak Fatkhul Huda selaku Bupati Tuban, Ka Polres Tuban, Komandan Kodim Tuban serta jajaran pemerintahan Kabupaten Tuban lainnya.
Bupati Tuban Kak Fatkhul Huda dalam sambutannya setelah Pelantikan berlangsung mengatakan " menghimbau kepada seluruh jajaran anggota dewasa baik yang ada di tingkat Kwartir Cabang maupun di tingkat Kwartir Ranting. Pimpinan dan Pamong Satuan Karya, serta terlebih yang berada di Gugus Depan mari bersama sama memberikan bekal dan mematangkan karakter anak untuk menyelamatkan generasi muda dan bisa menjadikan Indonesia kedepan karakter generasi pemuda akan lebih baik lagi,"
Kak Gus Ipul di sela sambutan mengatakan," dalam kajian pengertian kepramukaan dalam Undang Undang sebetulnya sangat mudah di fahami dan dapat di simpulkan bahwa pramuka merupakan pendidikan karakter di luar keluarga dan di luar sekolah jadi pendidikan pramuka itu hadir di antara pendidikan yang di dapatkan di sekolah dan keluarga,"
"jadi pendidikan kepramukaan digunakan untuk memberikan bekal karakter anak didik dalam menghadapi era globalisasi. Barang siapa generasi muda yang selamat dialah yang menang, barang siapa generasi muda yang tidak selamat maka dialah yang kalah, maka marilah kita bersama sama selamatkan generasi muda dari ancaman ancaman kenakalan remaja yang saat ini semakin marak," tegasnya
"lalu PR besar bagi kita semua anggota dewasa masalah kita saat ini adalah bagaimana cara menggairahkan peminat pemuda untuk bergabung di pramuka karena pada saat ini sudah mulai terkesan kuno, maka marilah kita bersama menciptakan kegiatan yang inovatif sehingga memberikan warna baru bagi para peserta didik agar peminat pramuka semakin banyak," Imbuhnya aktifis pramuka yang biasa di sapa Gus Ipul
Selamat dan Sukses atas terlantiknya Mabicab, Pengurus Kwarcab, LPK, DKC, Ka Mabiran, Ka Mabisa, dan Ka Mabikel Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tuban Masa Bakti 2016-2021. Semoga dapat mengemban amanat dengan baik serta dapat memberikan warna baru di kegiatan Pramuka Tuban.  (Fbk)
Game : Key Punch

Game : Key Punch

Key Punch
Setiap kelompok harus menemukan 10 nomor yang diacak dan di sebar di lapangan. Mereka harus menyebutkan bersamaan nomor yang ditemukan dengan syarat harus urut dari angka terkecil di tempat menemukannya.

Alat

Disc dengan angka 1-20 atau 30.
Lapangan yang luas

Peserta

Tiap kelompok terdiri dari 10-30 orang

Alokasi Waktu

5 menit untuk briefing
5 menit untuk diskusi kelompok
30 menit untuk pelaksanaan
10 menit untuk diskusi pengambilan kesimpulan

Cara Bermain

  • Siapkan angka dari 1 sampai 20 atau 30. tTiap kali permainan ambil secara acak 10 angka saja.
  • Buat 10 titik di lapangan yang mudah ditemukan peserta, misalnya beri tanda dengan bendera. lalu letakkan 10 angka acak tadi. Letakkan angka di bawah agar peserta harus mendekat untuk melihat angkanya.
  • Tugas tiap kelompok adalah melihat angka-angka tersebut, mengambil angkanya dan meneriakkan bersama-sama angka yang diambilnya. 
  • Aturannya: Saat mengambil dan meneriakkan angka, semua anggota kelompok harus jadi satu, tidak boleh ada anggota kelompok yang terpisah di titik lain.
  • Jika ternyata angka yang diambil tidak urut dari yang terkecil, maka kelompok tersebut dianggap gagal.
  • Beri waktu untuk diskusi merencanakan strategi.
  • Tiap kelompok biasanya akan menggunakan strategi yang berdeda-beda. Tapi strategi terbaik adalah menyebar semua anggota untuk melihat angka-angkanya, lalu berkumpul lagi untuk mengambil angka bersama-sama satu kelompok. karena jika mereka melihat angka bersama-samaakan butuh waktu lebih lama untuk meyakinkan bahwa angka yang mereka temukan adalah angka yang terkecil dahulu.
  • Kelompok dengan waktu tercepat untuk menemukan 10 angka tanpa kesalahan adalah pemenangnya.

Variasi

Buat cerita untuk mendramatisir dan membuat permainan lebih menarik. Misalnya, peserta adalah anti virus komputer yang harus menemukan virus-virus secara berurutuan dari yang terkecil. Jika urutan salah, maka virus akan aktif dan merusak software dalam komputer.

Kesimpulan

Bagaimana cara peserta mengatasi tugas dalam permainan ini?
Apa strategi mereka?
Apa pelajaran yang hisa diambil dari permainan ini?

Sumber:
https://simplescouting.wordpress.com
 Gerakan Pramuka Berikan Bantuan kepada Suku Rohingya dan Bangun Masjid di Myanmar‎

Gerakan Pramuka Berikan Bantuan kepada Suku Rohingya dan Bangun Masjid di Myanmar‎


Gerakan Pramuka Berikan Bantuan kepada Suku Rohingya dan Bangun Masjid di Myanmar‎
Kak Eko, Kak Adhyaksa dault, Kak Marbawi dan Kak Hariqo dalam program Gerakan Pramuka Berikan Bantuan kepada Suku Rohingya Myanmar

Jakarta, Kamis yang lalu (16/6) Andalan Nasional Gerakan Pramuka Bidang Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana Kak Eko Sulistio mendatangi rumah Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Kak Adhyaksa Dault di Kalibata Jakarta Selatan.

Kedatangan Kak Eko tidak lain ingin minta izin dan doa kepada Kak Adhyaksa untuk kembali terlibat dalam aksi-aksi kemanusiaan. Ia akan berangkat ke Myanmar untuk memberikan bantuan kepada para pengungsi dari suku Rohingya, dan dilanjutkan terbang ke Suriah pada Sabtu (18/6/2016)
‎Kak Eko adalah satu-satunya anggota Pramuka mewakili Kwarnas yang kerap terlibat dalam aksi-aksi kemanusiaan terhadap korban bencana baik di luar negeri maupun di dalam negeri. Kedatangan ke Myanmar juga sudah untuk kesekian kalinya.

Kepada Humas Kwarnas, Kak Eko menceritakan kondisi Suku Rohingya yang memprihatinkan, sebagai suku minoritas, Rohingya tidak pernah diakui sebagai warga negara Myanmar.
Mereka hidup dalam ketidakjelasan, tidak punya hak untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan, tidak punya hak untuk mendapat pekerjaan, dan tidak punya hak untuk hidup bebas dan mandiri.
“Jadi betul-betul memprihatinkan, mereka bisa hidup karena mengandalkan bantuan dari negara-negara lain, padahal mereka sudah ratusan tahun tinggal di Myanmar,” katanya.

Kak Eko berada  ‎di daerah Rakhine State Camp‎ selama kurang lebih satu minggu, di tempat ini setidaknya ada 300 ribu pengungsi yang membutuhkan pertolongan dari negara-negara luar. Selama dilokasi Kak Eko memberikan bahan-bahan logistik dan menu buka puasa.
“Karena Suku Rohingya ini kebanyakan Muslim,” ungkapnya. ‎

Sampai saat ini belum ada kepastian dari Pemerintah Myanmar kapan Suku Rohingya akan diakui sebagai warga negara, agar punya hak yang sama dengan yang lain. ‎Kak Eko selalu berharap situasi seperti ini tidak terjadi di Indonesia.

Selain memberikan bantuan kepada pengungsi Rohingya, ‎kak Eko juga akan memberikan bantuan untuk pembangunan masjid Indonesia di Myanmar oleh KBRI di Yanggon. Setelah itu ia langsung ke
Suriah ‎di camp pengungsian di Gaziantep daerah Killis Turkey Daerah perBatasan dengan Allepo.
“Pengungsi Suriah itu jutaan tersebar di seluruh negara, kalau di daerah Killis itu sekitar 120 ribu pengungsi karena konflik perang saudara. Belum jelas sampai kapan waktunya di sini,” tutupnya. ‎‎‎ (HA/Humas Kwarnas)‎

pramuka.or.id

Saat Turis Asing Ikut Aksi Bersih-bersih Sampah di Pantai Kuta Lombok

Saat Turis Asing Ikut Aksi Bersih-bersih Sampah di Pantai Kuta Lombok
Mataram - Sampah selalu menjadi suatu hal yang paling menyebalkan. Apalagi jikalau di objek wisata seperti pantai bertebaran sampah-sampah.

Hal itu membuat para wisatawan menjadi tidak nyaman dan tak ingin berlama-lama menikmati keindahan pantai tersebut. Untuk itu, Emeline salah satu turis asal Austria ikut ambil bagian dari aksi bersih-bersih yang dilakukan oleh Lombok Keep Clean Community (LKCC).

Emeline yang memang sedang berlibur ke Lombok mengatakan dirinya sangat senang melakukan aksi bersih ini. Karena bila tempat-tempat seperti objek wisata bersih, maka akan banyak turis yang betah untuk berada di lokasi seperti Pantai Kuta.

"Saya ke sini (Lombok) berlibur. Hari ini saya memang niat ke Pantai Kuta. Pas saya tiba saya lihat banyak orang. Sama seperti Ronald, saya langsung tanya ternyata ada aksi bersih-bersih," ucap Emeline yang berprofesi sebagai pelukis ini, Rabu (22/6/2016).

"Saya rasa aksi ini harus selalu ada. Sebelum kemari, kita ke Bali. Di sana pun ada aksi bersih dan saya ikut. Dan lokasinya pun sama di Pantai Kuta. Memang harus ada kesadaran dari dalam diri untuk ingat bahwa buang sampah sembarangan itu tidak baik," lanjutnya.

Emeline pun berbaur dengan masyarakat dan anggota LKCC untuk mengambil sampah dan memasukkannya ke dalam kantong plastik hitam yang telah disediakan. Ia menambahkan aksi bersih ini tak membutuhkan waktu lama.

"Ini kan hanya sebentar (aksi bersih-bersih). Jadi setelah ini i go to the beach dan saya akan bersenang-senang. Pesan saya kalau Anda ke tempat wisata lihat sampah, ambil. Lalu Anda bisa bermain dengan tenang," ucap Emeline.

Sementara itu menurut anggota LKCC Bayu Kris Aprian kegiatan ini akan terus dilakukan sampai masyarakat sadar akan pentingnya kebersihan. Dan juga untuk mengetuk hati pemerintah kota dan provinsi untuk memperbanyak tempat sampah.

"Sekarang kita bisa lihat, tempat sampah di sini minim sekali. Jarang. Oleh karena itu kegiatan ini sekaligus pengin kita tunjukkan kepada pemprov, pemkot agar ayo sediakan dong tempat sampah yang banyak. Siapa tahu dengan cara itu makin sedikit yang buang sampah sembarangan," tutur Bayu. 
(yds/try)

Source: http://news.detik.com/

Permainan Siaga: Tebak benda

Siapkan benda-benda gelas kaca, sendok, kertas, karet dan daun.
Semua siaga membentuk lingkaran. Lalu disuruh balik kanan. Bunda/ Yanda memberi kesempatan kepada siaga satu persatu. Bunda/ Yanda menempelkan satu benda di “tengkuk” salah satu siaga. Siaga tersebut diminta menyebutkan benda apakah itu. Jika benar, semua siaga diajak tepuk tangan.
Benda-benda bisa diganti dengan yang lain, tetapi yang penting memiliki karakteristik yang berbeda. Sehingga jika disentuh kulit, bisa dibedakan rasanya.

Inspirasi: Belum Cukup Kalo Baru Teori

Belum Cukup Kalo Baru Teori
Suatu hari seorang Murid menulis surat kepada gurunya yang tinggal di seberang sungai.

“Guru, kini murid sudah mencapai tingkat spiritual ‘Tidak goyah oleh goncangan 8 angin’ .

Kini jiwa murid tenang dan tegar bagai gunung, hening bagai air telaga dan … (seterusnya…)

Delapan angin yang dimaksud adalah delapan kondisi hidup, yaitu :

Pujian dan Penghinaan, Popularitas dan nama buruk, aman sejahtera dan Bahaya, Berkah dan Musibah.

Setelah membaca, Sang guru dengan senyum sabar membalas surat muridnya. Su Dong Bo dengan bangga membuka surat gurunya.

Dalam surat hanya tertulis satu kata: “Kentut (bohong)”

Si Murid langsung naik pitam,” Guru sungguh keterlaluan, selalu negative thinking, suka curiga, prejudis, prasangka buruk, aku harus segera menemui guru, ku ajak debat terbuka, akan kubuktikan kalau aku tidak bohong!”

Si Murid segera mendayung sampan menyeberang sungai. Setelah tiba di seberang sungai bergegas menuju biara gurunya.

Baru mau mengetuk pintu biara, tangannya tertahan, mukanya yang merah padam berubah pucat. Kesombongannya hilang berganti rasa malu. Dengan kepala menunduk, melangkah pelan kembali ke sampannya, mendayung pulang.

Apa yang terjadi?

Di depan pintu biara gurunya menempel secarik kertas :

“Katanya tidak goyah oleh goncangan 8 angin, ternyata hanya dengan sebuah kata Kentut saja kamu sudah terpukul dan terpelanting hingga menyeberang sungai.”

Kebenaran itu bukan hanya sekedar pemahaman, pemahaman hanyalah sebuah konsep dan konsep bukanlah kebenaran itu sendiri. Kebenaran yang hidup adalah pengalaman yg harus langsung dijiwai dan diterapkan dalam prilaku kehidupan sehari-hari.

Si Murid hanya berteori, tetapi gurunya mau dia langsung mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Si Murid hanya mengetahui sebatas teori dan pemahaman, sementara gurunya mau muridnya memasuki pengalaman langsung dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari !!

Inspirasi: Kerjakan Yang Kamu Mampu

Di suatu hari saat musim gugur, seorang petani melihat seekor burung walet kecil berbaring telentang di tengah ladangnya.
Petani itu berhenti mencangkul, dan menghampiri mahkluk kecil bersayap itu, lalu bertanya, “Mengapa kau berbaring dengan kaki ka atas seperti itu ?”
“Aku dengar musim gugur ini akan dahsyat sekali, kata burung-burung disana, langit juga akan gugur dan runtuh seperti daun-daun itu.”
Petani itu heran. “Apakah menurutmu kau dapat menahan langit dengan sepasang kaki kecilmu itu ?”
“Bukankah setiap hewan harus mengerjakan apa yang mampu diperbuatnya?” jawab sang burung dengan tegas.

HIKMAH KISAH INI

Sepertinya kisah di atas hanya kisah pendek biasa tentang seekor burung yang bias berpikir layaknya manusia. Tapi, coba anda perhatikan kata-kata terakhirnya.
Dalam kehidupan ini, saat kita bersosialisasi dengan orang lain, pastilah akan menemui hal-hal yang tidak benar. Atau bahkan diri kita sendiri yang melakukan kesalahan itu. Nah, jika anda menemui tindakan-tindakan salah itu, yang sebaiknya dilakukan adalah berusaha merubahnya. Jika tidak mampu, berusahalah mengingatkan bahwa itu salah dan perlu diperbaiki. Jika masih tidak mampu, minimal jangan ikut-ikutan berbuat salah.
 Kwarcab Mempawah siap Berpartisipasi pada Jamnas 2016

Kwarcab Mempawah siap Berpartisipasi pada Jamnas 2016



1Kwartir Cabang Mempawah menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi pada kegiatan Jambore Nasional X tahun 2016 yang akan dihelat di Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur, Jakarta 14 s.d 21 Agustus 2016.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Kwartir Cabang Mempawah, DR.H.Rahmad Satria, SH., MH. setelah menggelar rapat evaluasi persiapan Jamnas X, Kamis 16 Juni 2016 yang diikuti oleh Pimpinan Kontingen, Pembina Damping dan Panitia persiapan Jamnas X Kwartir Cabang Mempawah.
Jumlah Peserta kontingen Kwartir Cabang Mempawah pada Jambore Nasional X Tahun 2016 berjumlah 32 orang, dengan rincian dua Regu putra dan dua Regu putri dengan jumlah masing-masing Regu sebanyak 8 Orang, dimana masing-masing Regu Putra dan Putri akan didampingi oleh dua orang pembina damping dan dua orang pimpinan kontingen (Pinkon).
Ketua Pimpinan Kontingen (Pinkon) Jamnas X Kwartir Cabang Mempawah, H. Dudung Agus Suharto, S.Sos dalam laporannya menyampaikan bahwa persiapan keikutsertaan Kwarcab Mempawah pada Jamnas kali ini sudah mencapai 80%. Tinggal beberapa hal saja yang perlu dipersiapkan seperti proses keberangkatan peserta dan beberapa perlengkapan kontingen yang sampai saat ini sedang diproses.
Jambore Nasional merupakan kegiatan pesta bagi Pramuka penggalang, yang diselenggarakan setiap 5 (Lima) tahun sekali, dan menurut perkiraan Jambore Nasional tahun ini akan diikuti sekitar 35.000 anggota Pramuka penggalang se-Indonesia. ( Rudi )

Thanks to
pramuka.or.id
Polda Metro Jaya Siap Amankan Jamnas 2016

Polda Metro Jaya Siap Amankan Jamnas 2016

Kak Adhyaksa Dault diterima dengan baik oleh Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Moechgiyarto

Jakarta, Rombongan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang dipimpin oleh Kak Adhyaksa Dault diterima dengan baik oleh Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Moechgiyarto di Kantornya, Rabu 14 Juni 2016.

Pertemuan terbatas ini secara khusus membahas mengenai persiapan pelaksanaan kegiatan Jambore Nasional di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur Jakarta Timur, 14-21 Agustus 2016.

Mengingat waktu yang sudah semakin dekat, Ketua Kwarnas Kak Adhyaksa berharap Polda Metro Jaya terut serta mendukung kegiatan ini, dengan memberikan pengamanan yang maksimal agar Jamnas berjalan dengan lancar.

“Jamnas ini pesertanya lebih dar 25.000, kami ingin suasana selama acara ini, berlangsung dengan aman dan nyaman,”kata Kak Adhyaksa.

Sementara itu, Wakil Ketua Kwarnas Bidang Badan Usaha dan Aset Milik Gerakan Pramuka Kak Fahmi Assegaf menambahkan, pihaknya meminta ada pengamanan dalam dan luar. Sebab, agenda Jamnas tidak hanya dilakukan di ‎Cibubur.

“Kegiatan Jamnas tidak hanya terpusat di Cibubur, setiap hari nanti ada 5000 orang akan keluar, untuk mengunjungi instansi pemerintahan dan wisata,” tuturnya.

Beberapa wisata yang akan dikunjungi yakni Taman Mini Indonesia Indah, Monumen Nasional dan Jungle Land di Sentul Bogor. “Jadi setidaknya nanti ada 202 bus setiap hari keluar dari Cibubur, mungkin Polda bisa memberikan pengamanan lalu lintas agar lancar,” terangnya. ‎

Menanggapi hal itu, Irjen Pol ‎Moechgiyarto‎ menyatakan siap mendukung dan mengamankan Jamnas sampai akhir acara. Ia meminta, segera diberikan jadwal acara secara lengkap sehingga, pihaknya bisa memetakan untuk penempatan pasukan.

‎”Kami siap kita amankan, kilta akan backup, minimal jadwalnya harus detail, karena setiap event kita sudah buat perencanaan,‎” terangnya.

‎Moechgiyarto‎ ‎belum bisa menyampaikan berapa personel yang akan ditugaskan untuk mengamankan Jamnas. Namun, yang pasti pelaksanaan Jamnas yang aman dan nyaman menjadi tugas utama Kepolisian.

“Yang pasti disetiap post-post nanti akan ada dirikan tenda. Anggota akan disiapkan untuk menjaga keamanan,” jelasnya. ‎

Tidak hanya itu, ‎Moechgiyarto‎ juga menjamin tidak akan memberatkan Kwarnas selaku pelaksana kegiatan ini. Sebab, biaya operasional pengamanan ditanggung sendiri oleh Polda Metro Jaya. “Untuk biaya pengamanan kita tidak minta Kwarnas,” katanya.

Selain Kak Adhyaksa dan Kak Fahmi, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Waka Kwarnas Bidang Bina Anggota Dewasa Kak Susi Yulianti, Waka Bidang Perencanaan Pengembangan dan Kerjasama Kak Marbawi dan Sekretaris Jenderal Kak Rafli Effendy. ‎

(HA/Humas Kwarnas)

Thanks to pramuka.or.id

Kwarnas Gerakan Pramuka dan Kemenko PMK Siapkan Kerjasama Revolusi Mental

Kwarnas Gerakan Pramuka dan Kemenko PMK Siapkan Kerjasama Revolusi Mental

Kak Puan Maharani (Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI) dan Kak Marbawi (Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka)

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyiapkan program penanaman nilai-nilai Revolusi Mental kepada generasi muda, khususnya anggota Gerakan Pramuka. Program ini bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

"Ada tiga nilai yang akan kita tanamkan, integritas, etos kerja dan gotong royong", jelas Kak Marbawi, Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka di Gedung Kwartir Nasional Gerakan Pramuka di Jakarta (16/062016).

Pembicaraaan kerjasama ini bermula dari pertemuan anggota Pokja Revolusi Mental, Prof. Dr. Paulus Wirutomo dengan Pimpinan Kwarnas. Hadir ketika itu Kak Marbawi (Waka), Kak Abdul Shobur (Waka), Kak Rafli Effendy (Sekjen) dan beberapa Andalan Nasional. Ada kesamaan pandangan antara tentang pentingnya gerakan ini bagi seluruh anak bangsa, khususnya generasi muda.

Selanjutnya dalam FGD Revolusi Mental tanggal 10 November 2015 di Jakarta yang diinisiasi oleh Kemenko PMK, Kwarnas diwakili oleh Kak Marbawi selaku Wakil Ketua Kwarnas, menegaskan bahwa massifikasi revolusi mental bagi generasi muda sebaiknya melalui Gerakan Pramuka, khususnya usia 7 – 25 tahun. Menurut Marbawi, dari semua organisasi kaum muda, Gerakan Pramuka paling acceptable bagi semua kalangan.  Ini modal sosial terkuat hari ini. Kita akan berdayakan bagi kepentingan bangsa lebih besar. "Kita akan tanamkan nilai-nilai revolusi mental di kalangan Gerakan Pramuka melalui tiga cara; penyadaran massif, permainan kepramukaan, dan kaderisasi", tambah Marbawi.

Marbawi, yang juga Anggota Pokja Nasional Revolusi Mental, menambahkan bahwa membangun generasi adalah sebuah kerja besar yang harus melibatkan semua komponen bangsa. "Kerja Besar Membangun Generasi adalah sebuah visi dan misi kita hari ini dan seterusnya, dimanapun kita berkiprah. Dan revolusi mental adalah bagian dari kerja besar tersebut", pungkasnya.

Sementara itu Ketua Pokja Revolusi Mental, Arif Budimanta mengatakan bahwa Pramuka adalah elemen strategis nasional pendorong perubahan lewat revolusi mental. "Sekarang setidaknya ada 20 juta anggota Gerakan Pramuka di Indonesia, kita ingin tiga revolusi mental menjadi budaya mereka. Jika berhasil, dampaknya akan luar biasa bagi generasi muda Indonesia secara lebih luas", ungkap Budimanta yang juga Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) ini

Dalam audiensi antara Kwarnas dengan Menko PMK Puan Maharani, telah disampaikan bahwa untuk langkah awal dimulai dengan partisipasi revolusi mental di Jambore Nasional X 2016. Hasil pertemuan ini ditindaklanjuti secara bertahap dan semua langkah-langkah sistematis revolusi di Gerakan Pramuka akan dikukuhkan dalam perjanjian kerjasama antara dua lembaga.

Sebelumnya dalam berbagai kesempatan, termasuk di hadapan Presiden Joko Widodo saat peringatan Hari Pramuka 14 Agustus 2015, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault selalu menekankan bahwa Gerakan Pramuka paling siap mendukung pemerintah untuk penanaman nilai-nilai revolusi mental. "Ada tiga kualifikasi yang harus dimiliki anggota Gerakan Pramuka hari ini untuk menyongsong masa depan, yaitu karakter, kompetensi dan kolaborasi, kita menyebutnya tiga K. Ini sama dengan intisari dari Revolusi mental", jelas Adhyaksa Dault.

Adhyaksa menambahkan, tahun 2016 ini Pramuka akan mengadakan kegiatan besar yaitu Jambore Nasional X 2016 di Cibubur (14 – 21 Agutus 2016), Perkemahan Pramuka Penegak dan Pandega Putri di Kalimantan Timur.

Perkembahan Bakti Saka Bakti Husada di Blitar Jawa Timur, dan lain sebagainya.

"Jamnas 2016 ini istimewa, 14 Agutus pembukaan, sekaligus peringatan 55 tahun Gerakan Pramuka, 17 Agustus hari Proklamasi kemerdekaan. Kita ingin bergotong royong dengan semua pihak untuk penanaman nilai-nilai kebangsaan kepada 25 ribu Pramuka ini, untuk program revolusi mental tentunya dengan Kementerian PMK", pungkas Adhyaksa Dault (hws / Humas Kwarnas)

Thanks to pramuka.or.id

Orientasi Pramuka SMPN 1 Kalibening

Orientasi Pramuka SMPN 1 Kalibening

Kalibening -  Sebanyak 23 orang dewan guru, staff dan karyawan SMPN 1 kalibening akhir pekan kemarin mengikuti kegiatan Kursus Orientasi Pendidikan Kepramukaan. Kegiatan yang digelar selama tiga hari tersebut dilaksanakan di komplek sekolah dan lingkungan sekitar dengan menggunakan metode learning by doing dan aplikasi praktek lapangan.

Pembina Gugus Depan Pramuka SMPN 1 Kalibening Abdul Manaf Hidayat mengatakan, kegiatan Kursus Orientasi bagi dewan guru, staf dan karyawan tersebut diharapkan mampu menjadi pemicu semangat dan penyamaan visi misi dalam membina karakter generasi muda.

"Diharapkan lewat momen tersebut dapat terwujudnya pembina dan pembantu pembina yang hebat, yang sesuai dengan rasio jumlah pembina dan peserta didik guna menyongsong penerapan Kurikulum Nasional " ujarnya

Dengan demikian penerapan kegiatan Kepramukaan sebagai ektrakulikuler wajib disekolah nantinya dapat dipahami oleh seluruh warga disekolah yang bermuara pada pelaksanaan pembelajaran bagi peserta didik yang efektif dan efisien.

Kepala SMPN 1 Kalibening selaku Kamabigus Partono mengatakan, dengan melekatnya pendidikan pramuka disekolah diharapkan mampu mencetak dan mendidik generasi muda yang lebih baik lewat polesan dan bimbingan Pembina yang berkualitas.

"Tantangan membina generasi muda saat ini semakin berat, untuk itu tugas Pembina pramuka saat ini menjadi hal yang tidak mudah, butuh adanya sistem dan penyamaan visi yang kuat agar tujuan utama dapat terwujud" paparnya

Dengan metode yang menarik dan menyenangkan dan diintegrasi dengan kemajuan teknologi yang ada diharapkan kegiatan kepramukaan dapat semakin relevan dijalankan di sekolah.

Dalam kegiatan Kursus Orientasi tersebut diisi dengan beberapa materi seperti, Motto dan kiasan Pramuka dasar, Analisis SKU penggalang, Teknik Pengujian SKU penggalang, Scouting Skill, PBB, yel-yel dan patriotisme.

Menarik menyenangkan

Ketua kwarcab Pramuka Setiawan menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan SMPN 1 Kalibening tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat berjalan diseluruh sekolah.

"Konsep penyamaan visi misi dan koordinasi harus terus dilakukan dalam membina generasi muda yang diiringi dengan pembelajaran teknik serta inovasi baru dalam proses pembinanaan " ujarnya.

Hal tersebut sangat penting dilakukan untuk menarik minat dan bakat peserta didik, metode menarik dan menyenangkan serta aplikasi penerapan hal baru harus terus dilakukan, mengingat perkembangan jaman yang semakin pesat saat ini, menuntut dan mendorong para Pembina pramuka untuk terus dapat bereksperimen agar pola pembinaan pramuka dapat terus diterima oleh seluruh elemen disekolah terutama kepada peserta didik.**Alwan

[sumber: Humaskwarcabbanjarnegara]
Thanks to pramuka.or.id

Pramuka Peduli Bagikan Ratusan Tajil

Pramuka Peduli Bagikan Ratusan Tajil

16 Juni aBanjarnegara – Puluhan anggota Satgas Pramuka Peduli dan Satuan Karya Pramuka Bhayangkara Polres Banjarnegara kemarin menggelar aksi solidaritas dengan membagikan ratusan tajil menu buka puasa. Kegiatan yang digelar di komplek pertigaan Samsat Banjarnegara tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Satgas Pramuka Peduli Kwarcab Banjarnegara dan Pimpinan Bhayangkara Polres Banjarnegara.

Pimpinan Saka Bhayangkara Polres Banjarnegara Rusmiyatun mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan dalam rangka bulan ramadhan sekaligus wujud penanaman karakter positif bagi generasi muda.

"Kami membagikan sedikitnya 260 dus tajil dan menu buka puasa yang diperuntukkan gratis kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan" paparnya.

Momen tersebut diharapkan menjadi salah satu sarana pendidikan efektif dan efisien kepada anggota dan peserta didik dalam rangka penanaman karakter dan implementasi pengamalan Trisatya dan Dasa Dharma Pramuka.

Aksi nyata

Komandan Satgas Pramuka Peduli Kwarcab Banjarnegara Prihatin Sediono mengatakan, tahun ini berbagai program dan aksi nyata pramuka ditengah masyarakat terus dilakukan dengan harapan keberadaan Gerakan Pramuka akan semakin dekat dengan masyarakat.

"Program bagi tajil ini selain untuk menyemarakkan bulan ramadhan, juga sebagai upaya mendidik anggota agar mempunyai rasa empati kepada sesama" ujarnya.

Tahun ini, selain pembagian Tajil dan menu buka puasa, beberapa program aksi nyata ditengah masyarakat telah dilakukan diantaranya aksi cabut paku, bersih bukit pangonan, penanaman seribu pohon, pembagian sembako, promosi kebersihan, pembagian ketongan, pengecatan pos kamling, dan rehab mushola. **Alwan

[sumber: Humaskwarcabbanjarnegara]


Gedung Kwarnas Pramuka Terbakar

Gedung Kwarnas Pramuka Terbakar

Gedung Kwarnas Pramuka TerbakarKebakaran terjadi di Gedung Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat. Sebanyak 11 unit pemadam kebakaran dikerahkan. Kebakaran sejak pukul 16.45 WIB.

Kebakaran disebut hanya terjadi di bagian atap saja.

"Hanya Ruang Panel Listrik kakak2... alhamdulillah sudah terkendali."

Info dari kak Eko (Annas Abdimasgana) yang saat kejadian berada di Kwarnas.

Gedung Kwarnas Pramuka Terbakar

 Saka Wirakartika Banjarnegara Terbaik Se Korem 071 Wijayakusuma

Saka Wirakartika Banjarnegara Terbaik Se Korem 071 Wijayakusuma



Banjarnegara – Kontingen Satuan Karya Pramuka Wirakartika Kodim 0704 Kwarcab Banjarnegara berhasil menorehkan hasil gemilang dalam event Perjusami Saka Wirakartika se Korem 071 Wijayakusuma dengan menjadi yang terbaik atau Juara Pertama.
??????????
Kegiatan yang digelar akhir pekan kemarin di Bumi Perkemahan Munjuluhur Purbalingga tersebut diikuti oleh ratusan Anggota Pramuka Saka Wirakartika se eks karesidenan Banyumas dan Pekalongan.
Pamong Saka Wirakartika kodim 0704 Kwarcab Banjarnegara Pujiono mengatakan, torehan hasil gemilang tersebut merupakan kerja keras dan semangat pantang menyerah seluruh anggota kontingen. "ini merupakan buah dari hasil pembinaan yang kontinyu dan berkesinambungan tak kenal henti, karena dari hasil pembinaan tersebut kita pasti yakin akan ada hasil yang mengikuti" ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kontingen Banjarnegara mampu menyabet beberapa hasil kejuaraan diantaranya Juara I Pentas Seni, Juara I Survival, Juara I Navigasi Darat, Juara I Pionering dan Peringkat ke 4 K3 Pertendaan.
Dengan Torehan akumulasi prestasi yang diraih tersebut, kontingen Banjarnegara dinobatkan sebagai yang terbaik dalam event se Banyumas Raya dan Pekalongan di bawah wilayah Korem 071 Wijayakusuma.
Diapresiasi
Ketua Kwarcab Pramuka Banjarnegara Setiawan mengapresiasi pencapaian yang diraih oleh Saka Wirakartika dan berharap dengan hasil yang diraih lantas membuat berpuas diri. "saya ucapkan selamat dan terima kasih yang setinggi tingginya karena usaha dan kerja keras anggota Kontingen Saka Wirakartika Banjarnegara terbayar lunas dengan hasil yang membanggakan " ujarnya.
Dengan torehan hasil tersebut, diharapkan proses pembinaan dan pendidikan karakter kuat terus dilaksanakan dengan baik sehingga regenerasi dan roda organisasi dapat terus berjalan dengan baik dan diimbangi dengan prestasi gemilang.
Dengan hasil tersebut, memperpanjang dominasi dan sejarah bagi Saka Wirakartika Banjarnegara yang sebelumnya berhasil menjadi yang terbaik tingkat Nasional dua tahun silam di cibubur Jakarta, terbaik tingkat Propinsi setahun kemarin dikabupaten Blora dan saat ini terbaik diwilayah korem 071 Wijayakusuma.** Alwan
[Sumber berita: kwarcabbanjarnegara]
 Bulan Ramadhan Pramuka Isi Dengan Kegitan Pesantren Kilat‎

Bulan Ramadhan Pramuka Isi Dengan Kegitan Pesantren Kilat‎



Pesantren Kilat bertema Kumpul Gaul Ramadhan yang diselenggarakan di Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur Jakarta Timu

Jakarta- Pesantren Kilat bertema Kumpul Gaul Ramadhan yang diselenggarakan di Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur Jakarta Timur oleh Ikatan Ibu-ibu Kwartir Nasional Gerakan Pramuka berjalan lancar. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 10-12 Juni 2016.
‎Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memotivasi anak-anak agar punya kegiatan positive di bulan ramadhan, juga bertujuan untuk menjawab tantangan zaman yang semakin hari terus mengalami perubahan dari generasi ke generasi.
“Kakak berharap semoga kegiatan sanlat ini dapat memberikan bekal untuk masa depan adik-adik dan dapat di teruskan di tahun-tahun berikutnya.” tutur istri Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dalam sambutannya, Mira Adhyaksa.‎
Sementara itu, Wakil Ketua Kwarnas Bidang Perencanaan Pengembangan dan Kerjasama Kak Marbawi menyampaikan pesan kepada peserta untuk mengikuti kegiatan ini sampai selesai, karena banyak ilmu dan pengalaman yang akan didapatkan.
Pesantren Kilat bertema Kumpul Gaul Ramadhan yang diselenggarakan di Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur Jakarta Timur“Adik-adik disini adalah sedang thoolabul ilmi, yaitu mencari ilmu, maka manfaatkanlah kesempatan ini untuk mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya.” Ungkap kak Marbawi saat membuka kegiatan ini.
Meski waktu yang disediakan panitia cukup singkat, namun banyak hal yang didapatkan oleh peserta, beberapa diantaranya adalah materi mengenai keutamaan menuntut ilmu, tauhid, islam kini, sejarah Rasul, dan pergaulan. Selain berinteraksi aktif, Grouping dan games adalah salah satu cara yang digunakan panitia agar peserta satu dengan lainnya mudah akrab.
Karena acara ini dikemas dengan menarik, maka tak heran ‎diakhir acara sebelum penutupan banyak peserta yang mengajukan untuk melanjutkan kegiatan pesantren kilat ini.

Peserta saat mengikuti Pesantren Kilat bertema Kumpul Gaul Ramadhan
“Menurut saya, bagaimana jika kegiatan ini terus berlanjut, jangan hanya terputus sampai hari ini. Kita bisa mengadakan pengajian dan pertemuan rutin bulanan kak. Kalau bisa kita membuat grup untuk berkomunikasi.” Usul salah satu peserta putri.
Diketahui, kegiatan yang diadakan oleh Ikatan Ibu-Ibu Kwarnas ini diikuti oleh pramuka penggalang sampai bantara dengan jumlah 78 peserta dari berbagai sekolah bahkan universitas di Jakarta.
Kak Mira Adhyaksa yang menutup acara ini, sangat mendukung usulan adik-adik tersebut. Ia pun menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada peserta yang antusias mengikuti pertemuan ini dari awal sampai akhir.‎ (Mia/HA/Humas Kwarnas)

Kategori

Kategori