Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka


Pengurus Kwartir Ranting Bojong Dikukuhkan

Posted: 29 Nov 2015 11:59 PM PST

 

Penyematan (2) Pelantikan (1)

 

BOJONG – Pengurus Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Bojong masa bakti 2015-2020 resmi dikukuhkan, Jum'at (27/11) lalu di SD Negeri Bojong 01. Pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Kwartir Cabang Tegal, dr HW Djoko Mulyono MKes MMR yang sekaligus melantik Pengurus Mabiran dan Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Kwarran Bojong masa bakti 2015-2020.

 

Selanjutnya, giliran Camat Bojong selaku Ketua Mabiran yang diwakili Sekcam Bojong, Aminudin, S.IP mengukuhkan dan melantik Pengurus Kwarran Bojong masa bakti 2015-2020 hasil Musran Mei 2015 yang dinahkodai, Seger Panunggal, S.Pd.SD dengan ditandai Pengucapan janji Trisatya.

 

Hadir dalam kesempatan itu, jajaran Muspika Kec. Bojong yang juga anggota Mabiran, Kepala UPTD Kecamatan, Pengurus Kwarran Bojong, para Ka Mabigus SD, MI, SMP, MTs,  SMA, SMK se kecamatan Bojong serta ratusan undangan lainnya.

 

Dalam sambutannya, Ketua Kwartir Ranting Bojong, Seger Panunggal, S.Pd.SD mengatakan, dalam dunia Pramuka tidak mengenal batas usia. Dari usia muda hingga usia tua sekalipun bisa berpartisipasi dalam kegiatan pramuka. "Juga dalam dunia pramuka tidak ada istilah pensiunan pramuka. Banyak sekali para tokoh berusia lanjut masih berkecimpung dalam dunia pramuka," ujarnya

 

Dirinya yang juga Kepala SDN Lengkong 02 berharap, para pengurus yang baru dilantik agar tetap bersatu, kompak, cancut taliwondo dalam menjalankan tupoksinya masing-masing. "Mohon dukungan dari semua lapisan masyarakat untuk ikut membantu menghidupkan Gerakan Pramuka di wilayah Kecamatan Bojong khususnya dan Kabupaten Tegal pada umumnya," ungkapnya

 

Ketua Mabiran Bojong yang diwakili oleh Sekcam Bojong, Aminudin, S.IP menuturkan, Gerakan Pramuka merupakan kawah candradimuka dan wadah generasi muda untuk berkarya, untuk mengabdi pada masyarakat. "Pramuka juga sebagai tolok ukur generasi muda harapan bangsa," tandasnya.

 

Senada Ketua Kwarcab Tegal, dr. H. Widodo Djoko Mulyono, M.Kes.MMR mengemukakan, Pramuka merupakan wadah pembentukan karakter pemuda dan masyarakat untuk mengabdi kepada nusa bangsa. "Pramuka merupakan lembaga yang heterogen, artinya dalam pramuka melibatkan banyak tokoh dari kalangan profesi, latar belakang pendidikan, dan kebudayaan," pungkasnya. (Humas/s@n)

Polemik Renovasi Bumi Perkemahan Cibubur, Adhyaksa Dault Tanggapi Sikap Kemenpora  

Posted: 29 Nov 2015 09:50 PM PST

6

Jakarta— Polemik soal rencana renovasi Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta, kembali bergulir. Kali ini Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault, menanggapi sikap Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang disampaikan melalui siaran persnya tentang berhentinya rencana renovasi Buperta tersebut.

 

Dalam siaran persnya, Kemenpora menyayangkan sikap Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang dianggap menghentikan secara pihak. Menurut Adhyaksa, itu justru terbalik. "Kami yang lebih patut menyayangkan sikap Kemenpora yang tidak serius membantu Gerakan Pramuka, khususnya dalam upaya merenovasi Buperta yang akan dipakai sebagai venue Jambore Nasional 2016," ujarnya.

 

Rencana renovasi Buperta ini bukan hal baru. Menurut Adhyaksa, tercatat sejak tahun 2014, Kwarnas sudah menyampaikan secara resmi ke pemerintah dan DPR, tapi baru enam bulan lalu anggarannya disetujui. Awalnya sebesar Rp 96 miliar lalu direvisi menjadi Rp 62 miliar, dan itu pun akan proyek renovasi Buperta akan dikerjakan oleh pihak Kemenpora.

 

Persoalan muncul ketika Kwarnas Gerakan Pramuka diminta juga untuk menyerahkan sertifikat tanah Buperta yang notabennya merupakan hak pakai atas nama Gerakan Pramuka, untuk menjadi tanah milik Kemenpora. "Tentu saja kami menolaknya. Kalau saya menyetujuinya, saya bisa dikutuk tujuh turunan oleh seluruh pramuka se Indonesia," tandas Adhyaksa.

 

Selain itu, menurut Adhyaksa, pihaknya juga tidak mau menerima proyek besar dengan waktu pengerjaan yang sangat singkat.  Bersama jajaran pimpinan Kwarnas lainnya, Adhyaksa melakukan audiensi dan berkonsultasi dengan lembaga hokum, seperti KPK, Jaksa Agung dan BPK, yang intinya, agar Kwarnas Gerakan Pramuka lebih berhati-hati.

 

"Mengingat waktu yang super mepet, November dan Desember tahun ini, dan setelah menerima berbagai masukan, kami putuskan untuk menolak dana renovasi Buperta itu. Sejujurnya, kami sangat membutuhkan dana itu untuk kegiatan Jambore Nasional 2016, tapi kalau diteruskan ini bisa sangat berbahaya," ujar Adhyaksa Dault, yang juga mantan Menpora ini.

 

Adhyaksa menambahkan, Kwarnas Gerakan Pramuka telah mengirimkan surat penolakan pengerjaan proyek renovasi Buperta ini dengan tembusan kepada Presiden, Wakil Presiden, DPR dan seluruh Kwartir Daerah di seluruh Indonesia. Selain itu, juga akan meminta audiensi khusus dengan Presiden RI, Joko Widodo. "Saya berharap Kemenpora serius membantu Gerakan Pramuka! Tidak dengan cara seperti ini. Kalau memang mau bantu, kenapa tidak sejak bulan Agustus lalu? Sejak ada perintah Presiden pada acara HUT Gerakan Pramuka?" tambahnya. (LHA)

PERKEMAHAN WIRAKARYA NASIONAL 2015 RESMI DITUTUP.

Posted: 29 Nov 2015 09:45 PM PST

 

 

 

An3YYi9ELG074we998oXYs9bdJeZyrRHWeTmaM279n1H ArX_K7guIZ0nCLtK4HM66t1HkTX8bRYcrShTxL169uT9

Perkemahan Wirakarya Nasional Tahun 2015 yang dilaksanakan sejak tanggal 23 s.d 30 Nopember 2015 di bumi perkemahan Gunung Jae, resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Nusa Teggara Barat, Kak Muhammad Amin pada Minggu malam, pukul 20.00 WITA. 29/11/2015.

Kegiatan yang bersifat bakti kepada masyarakat ini telah berhasil memupuk rasa kepedulian 2500 Pramuka Penegak-pandega. Terbukti dengan terbangunya jalan, tertanamnya 10.000 pohon, terpagarnya makam, terbuatnya MCK, terbangun nya pos kamling, terenovasi nya sarana ibadah dan bayak hal lagi di NTB.

Kegiatan bakti fisik dan non-fisik ini dilaksanakan selama 4 hari di 5 desa, yaitu Desa Sedau Lombok Barat , Desa Karang Sidemen Lombok Tengah, Desa Wajageseng Lombok Tengah, Kotaraja Lombok Timur dan Desa Gili Indah Lombok Utara.

"Alhamdulillah kegiatan ini bisa berjalan dengan baik, saya mewakili Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Kak Adhyaksa Dault mengucapkan terimakasih kepada masyarakat NTB yang telah menerima anak-anak kami dengan suguhan yang baik" Ujar Kak Editha Rahaded selaku Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang Binamuda sekaligus penannggung jawab utama kegiatan ini.

"Kita harus menyadari sepenuhnya, bahwa kegiatan ini sangat penting bagi generasi bangsa agar dapat ikut serta dalam membangun masyarakat sesuai tri satya dan dasa dharma. Banyak kepala desa yang berkata, kalau kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, bahkan mereka minta tambahan hari. Ini lah kontribusi pramuka positif pramuka yang sudah terasa mafaatnya oleh masyarakat. Ini luar biasa!" tambah kak Editha

Lebih lanjut, Kak Editha mengarpesiasi Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Nusa Tenggara Barat selaku tuan rumah yang telah maksimal menghelat kegiatan ini. "Kegiatan perkemahan wirakarya Nasional 2015 sukses, dan semua itu akibat peran dan dukungan dari kwada NTB. Terimakasih kakak-kakak, Kwarda NTB luar biasa. meskipun kita sadari bahwa ada beberapa kendala, tapi kendala tersebut dapat kita atasi bersama-sama secara kolektif-kolegial". Imbuh Kak Editha Rahaded disela-sela upacara penutupan PWN2015.

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka


Giatkan Kepedulian pada lingkungan, pramuka Tegal ikuti perkemahan bakti saka kalpataru

Posted: 26 Nov 2015 04:28 PM PST

 

Pertikalpataru

SLAWI – Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Tegal, Drs Agus Subagyo MM melepas 11 anggota Pramuka terdiri dari Penegak, Pandega dan Pembina yang tergabung dalam kontingen Perti Kalpataru Kwartir Cabang Tegal Binaan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Tegal. Pelepasan berlangsung di kantor BLH setempat, Rabu (25/11) sore kemarin.

 

Kontingen tersebut akan mengikuti Perkemahan Bakti Saka Kalpataru tingkat Kwartir Daerah Jawa Tengah yang dilaksanakan mulai Kamis (26/11) hingga Minggu (29/11) di Bumi Perkemahan Puskepram Candra Birawa, Gunungpati, Kota Semarang.

 

Turut hadir dalam kesempatan itu, anggota Mabisaka Kalpataru, Pinsaka Kalpataru Pangkalan BLH Kab. Tegal, Wakil Sekretaris Kwarcab Tegal, Pembina dan Pengurus Dewan Kerja Cabang (DKC) Tegal.

 

Dalam sambutannya, Kepala BLH Pemkab Tegal, Drs Agus Subagyo MM selaku Ketua Mabisaka Kalpataru Perkemahan Bakti (Perti) Saka Kalpataru merupakan alat pembinaan bagi Pramuka Penegak Pandega dalam bentuk perkemahan yang diikuti oleh anggota Saka Kalpataru se Jawa Tengah.

 

“Kegiatan digelar dalam rangka integrasi Pramuka dengan masyarakat dan ikut serta dalam kegiatan pembangunan masyarakat sebagaimana tersirat dalam Trisatya dan Dasadharma Pramuka,” ujarnya.

 

Dirinya berharap, kontingen Kabupaten Tegal mampu berprestasi dan membawa nama baik Kabupaten Tegal ditingkat Jawa Tengah serta dapat mengembangkan kegiatan yang diperoleh di Kwarcab Tegal dan pangkalannya.

 

“Ikuti kegiatan dengan baik, dan jangan lupa selalu menjaga kesehatan sehingga mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Dan hasilnya dapat dipraktekan di Cabang maupun pangkalannya,” pungkas Agus yang juga menjabat Wakil Ketua Kwarcab Tegal.

 

Sementara itu, Andalan Cabang Urusan Saka, Yuliadi menjelaskan BLH selaku instansi yang menaungi Saka Kalpataru bersama Kwarcab Tegal mengirimkan 11 anggota Pramuka yang terdiri dari 4 peserta Putra, 4 peserta Putri, 2 orang Pendamping dan 1 Pimpinan Kontingen dalam Perti Saka Kalpataru Jawa Tengah.

 

“Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan yakni pemantapan Krida Kalpataru meliputi krida 3R (reduce, reuse, recycle), Krida Perubahan Iklim (climate change) dan Krida Keanekaragaman Hayati (bio-diversity),"bebernya.

 

Selain itu, Perkemahan juga bakal diisi dengan kegiatan prestasi berupa Lomba Karya Tulis (LKT) dan lomba rangking satu kontingen. "Mudah-mudahan kontingen Kab. Tegal mampu berprestasi dan membawa nama baik daerah,"pungkasnya.

Gerakan Pramuka dan UNICEF Tingkatkan Komitmen Perlindungan Terhadap Hak Anak

Posted: 26 Nov 2015 04:23 PM PST

HKN_2610 HKN_2561

 

Jakarta –Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menandatangani perjanjian kerja sama dengan UNICEF dalam meningkatkan perlindungan dan meningkatkan kesejahteraan anak Indonesia. Perjanjian yang dirumuskan lewat Nota Kesepahaman ini ditandatangani dalam suasana peringatan 25 tahun Ratifikasi Konvensi Hak Anak. Kerjasama kedua lembaga ini akan meliputi tiga hal: Pertama, perlindungan anak. Kedua, peningkatan kesejahteraan anak, terutama dalam bidang kesehatan, air sanitasi, dan gizi. Ketiga, penggunaan media sosial sebagai sarana penyampaian aspirasi anak-anak yang positif dan membangun.

 

Perjanjian kerja sama ini ditandatangani oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault dan Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia Gunila Olsson pada kesempatan Pramuka Expert and Executive Forum di Jakarta  (Kamis, 26/11/2015). Keduanya sepakat untuk memperkuat perlindungan dan penghormatan hak-hak anak di Indonesia yang diimplementasikan dalam bentuk kerja sama di area-area program prioritas Pramuka dan UNICEF.

 

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Indonesia, Adhyaksa Dault mengatakan penandatanganan perjanjian kerja sama ini merupakan salah satu langkah yang dibuat guna memastikan hak-hak anak Indonesia terpenuhi. Gerakan Pramuka sangat berkepentingan memastikan hak anak, yang merupakan peserta didik utama dalam kegiatan Kepramukaan, dilindungi dan selalu dijunjung tinggi.

 

"Melalui momentum ini Gerakan Pramuka akan terus mempromosikan upaya perlindungan terhadap hak anak dan menjamin kebebasan anak berekspresi serta memastikan anak Indonesia sehat dan sejahtera," kata Adhyaksa.
Kak Adhyaksa juga menegaskan bahwa penting dan mendesaknya sikap tegas terhadap para pelaku kejahatan anak saat ini. Menurut Kak Adhyaksa, Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan mentalitas anak bangsa wajib mendukung upaya-upaya menjaga masa dan depan dan nyawa anak bangsa Indonesia.

 

“Anak itu masa depan bangsa. Ini mungkin gagasan baru (kejahatan anak sebagai extraordinary crime), tapi keberadaannya sangat penting untuk menyelamatkan nasib anak bangsa kita. Kita harus mendukung bersama seluruh elemen bangsa agar anak-anak kita terlindungi,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Perwakilan UNICEF Indoneia Gunilla Olsson mengaku sangat senang dengan penandatanganan MOU ini, hal ini karena Gerakan Pramuka merupakan kepanduan dengan anggota terbesar di dunia. Ia juga menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Gerakan Pramuka dilaksanakan di awal siklum program baru antara UNICEF dengan pemerintah Indonesia. "Kami ingin bekerja sama dengan pramuka dalam bidang-bidang sepergi aya hidup sehat, perilindungan anak, sanitasi, danpromosi kebersihan hingga kesiapan menghadapi bencana yan gmenjadi prioritas dalamprogram kami mulai tahun 2016 hinga 2020," kata ibu Gunilla.

[Pos baru] Survival Scenario 2.0

[Pos baru] Survival Scenario 2.0

LK menulis:" Versi lain permainan diskusi yang menguji kelompok dalam mengatasi masalah dan mengambil keputusan. Aturan penting dalam permainan ini adalah setiap pengambilan keputusan tidak boleh dilakukan dengan voting (suara terbanyak). Persiapan Idealnya dilak"
[Pos baru] Survival Scenario

[Pos baru] Survival Scenario

LK menulis:"permainan ini menguji kelompok untuk melakukan diskusi dan melatih mereka dalam mengatasi masalah dan mengambil keputusan. Aturan penting dalam permainan ini adalah setiap pengambilan keputusan tidak boleh dilakukan dengan voting (suara terbanyak). Ada du"

[Pos baru] Drop the Egg

LK menulis:" Permasalahan nyata, membutuhkan solusi nyata. Permainan berbasis problem solving ini menjadi analogi pentingnya keutuhan dan kerjasama yang teroganisir dalam suatu kelompok jika ingin sukses.   Alat Telur  Sedotan Plester Jumlah sedo"
[Pos baru] Key Punch

[Pos baru] Key Punch

LK menulis:"Setiap kelompok harus menemukan 10 nomor yang diacak dan di sebar di lapangan. Mereka harus menyebutkan bersamaan nomor yang ditemukan dengan syarat harus urut dari angka terkecil di tempat menemukannya. Alat Disc dengan angka 1-20 atau 30. Lapangan ya"

Pramuka SIT

Pramuka SIT


Catatan Kembaranas 2015

Posted: 18 Nov 2015 06:40 PM PST

Kembara Nasional SAKO Pramuka SIT Indonesia

Kegiatan ini dilaksanakan di Ujung Kulon Banten 30 Sept-04 oktober 2015 lalu. Kembaranas di ikuti oleh 66 penegak SMAIT seluruh Indonesia. Yang menarik dari kegiatan ini adalah pembekalan sebelum berangkat ke Ujung Kulon berupa Gladian di Pusdiklatnas Pramuka  Cibubur berupa Wawasan Kebangsaan dari salah satu tokoh Pemuda Nasional dan anggota DPR RI Mustafa Kamal. Materi Basic Survival dihutan dan dipantai dipandu oleh Kak Fauzi Nahdi sebagai Ka. Div Bina Muda Pinsakonas Pramuka SIT dilanjutkan dengan Motivasi dan Teknik Komunikasi Massa oleh Kak Fikri selaku Ketua Pinsakonas Pramuka SIT.



Tantangan dimulai manakala peserta harus berangkat menggunakan bis kecil tengah malam menuju Ujung Kulon sepanjang malam sampai siang hari.
Tidak perlu lama peserta dan panitia beristirahat yang kemudian mendapat wejangan spesial dari petugas kawasan cagar alam Ujung Kulon mengenai kelestarian lingkungan cagar alam Ujung Kulon terutama Banteng Liar dan Badak Bercula Satu satwa langka khas Indonesia. 

Pengembaraan pun dimulai ketika menyebrang dengan 3 perahu kecil menuju Pulau Peucang selama 3 jam perjalanan laut. Apatah dikata sampai di Pulau Peucang ternyata awal malam sdh tiba. Rombongan langsung mempraktekan teknik Survival dgn membuat bivak sebagai tenda darurat di pinggir pantai, angin pantai yg keras tidak menyurutkan setiap sangga bahu membahu membuat tenda. Rasa lelahpun mempercepat peserta untuk segera masak dan makan malam. Namun aroma masakan peserta mampu menarik penciuman para penghuni pulau, satu persatu muncul babi hutan yg kemudian diiringi rusa yg mengincar makanan peserta. Kehebohanpun terjadi manakala peserta dan panitia harus mengusir gerombolan binatang tersebut. Semakin malam semakin seru, tapi akhirnya peserta kewalahn hanya mampu bertahan di bivaknya masing-masing sambil mengamankan perbekalan. Kembali rasa lelah dan angin kencang akhirnya membuat kami terbuai lelap tidur.

Pagi pukul 04.00 hampir semua peserta sudah berada di lapangan untuk sholat tahajud dilanjutkan dengan sholat Shubuh berjamaah, kultum dan dzikir Ma'tsurat. Pagi itu kita harus segera bergegas packing peralatan membuat masakan sarapan masing-masing sangga. Karena bila terlambat dan tidak awas diri penghuni pulau lain segera berdatangan, ya segerombolan kera kecil mengicar apa saja yg bisa mereka rebut dari kami. Kehebohanpun terjadi kembali setelah beberapa kera berhasil merampas perbekalan, seru dan lucu jadinya karena mereka mungkin mengangap kami penyedia makanan gratis apalagi dimusim panas yg makanan mereka agak langka.

Pengembaraan berlanjut melintasi hutan Pulau Peucang sampai ke Karang Copong. Satu persatu setiap sangga menikmati pemandangan pantai yg mengarah ke laut selatan sekaligus selat Sunda sambil mendapatkan taujih tentang kebesaran Allah atas ciptaanNya oleh para Pembina mereka.

Rasanya tidak puas berada di Karang Copong tapi kami harus segera melintasi Pulau dan kembali ke Pulau Jawa. Kapal merapat di Cibom tempat pengembalaan Banteng Liar, sepintas kami lalui karena hari sudah siang dan kami harus mengembara melewati hutan Ujung Kulon. Semangat dan kekompakan menyatu dalam kekuatan disetiap diri-diri kami, saling membantu sesama dan mawas diri juga segala keterampilan dan pemahaman kepramukaan ternyata bermanfaat besar pada pengembaraan ini. Selalu bersiap siaga karena melintasi hutan belantara diantara tapak-tapak binatang liar semisal ular, serangga, badak dan banteng liar.

Tepat di tengah hutan disekitar tempat satu-satunya sumber air yg bisa diminum kami melepas lelah dgn sholat dan masak  makan siang. Semangat kami membara kembali seakan di charge dengan sholat dan makan siang yg hampir sore. Medan pengebaraan semakin menantang, jalan menyempit diantara pepohonan dan jurang, menaiki bukit terjal, menuruni lembah curam, melintasi sungai dan itu kami lewati dengan tas ransel dipunggung. Deburan ombak sayup terdengar diantara bukit-bukit terjal yg kami daki menjadikan semangat makin menggelora mengalahkan letih dan luka-luka goresan tumbuhan berduri sepanjang perjalanan. Tepat pukul 17.00 sangga terakhir sampai di ujung pantai indah tak terlupakan. Deburan ombak pantai selatan menghampar luas samudera Hindia dan pantai Karang memberikan pandangan keajaiban ciptaan Allah.  Tak kuasa menahan haru campur gembira atas keindahan alam membuat kami terbuai dengan foto-foto selfie. Subhanallah.

Malam menjelang kamipun harus kembali kepenghambaan ibadah kepada Rabb yang Maha Agung. Sholat berjamaah kultum dan dzikir mengingat Allah. Bagi kami ini saat yang tepat untuk mempraktekan pengetahuan survival di pantai, masak rimba, membuat bivak dan membuat acara ukhuwah persaudaraan. Malam persaudaraanpun digelar dengan sederhana dibuat dan direncanakan langsung oleh para peserta tanpa bantuan Pembinanya. 

Deburan Ombak Samudera Hindia seakan menina bobokan kami, tapi pukul 2 pagi kami hrs segera berkemas kembali. Bongkar bivak, masak untuk sarapan kemudian berwudhu dgn air payau,  bersegera sholat tahajud, sholat Shubuh, kultum dan dzikir Ma'tsurat. Pukul 5 pagi diantara remang-remang menjelang pagi kami mengatur diri berbanjar melintasi pantai ujung laut selatan diiringi deburan ombak yg menenerpa dinding-dinding karang tegar sedalam 10-20 meter ke bawah pantai.

Setelah komitmen bersama dan mencanangkan lating kegiatan dengan nama Badai Rimba Selatan (BRS) kami pun bertolak kembali mengembara melintasi hutan dan pengembalaan Banteng Liar menapaki jejak-jejak Badak Jawa. Setelah melewati 5 jam perjalanan menembus Rimba kamipun tiba kembali di Cibom dan mempraktekkan persiapan survival laut, sampai kapal menjemput kami. Perjalanan laut selama 4 jam kami lampaui dgn istirahat dan menikmati keindahan laut sepanjang perjalanan.
Pukul 15.30 kami tiba di Taman Jaya tempat 2 hari yang lalu kami transit ke Pulau Peucang, disambut oleh para Penggalang yg sengaja berlatih pramuka dan melakukan kegiatan Persami bersama kami. Segar ketika bisa mandi dengan air bersih setelah 3 hari menundanya. 

Sambutan meriah juga datang dari Kak Sukro Muhab selaku Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka yg diiringi para pengurus Pinsakonas Pramuka SIT beserta Ka. Kwaran Sumur. Malam itu cukup meriah karena kami bisa berkumpul bersama masyarakat dan adik-adik penggalang Kwaran Sumur. Saling berbagi sesama saudara dengan memberikan santunan berupa sembako, kornet qurban, buku tulis dan pencil.
Pada malam kebersamaan ini juga diberikan scraft Kembaranas, sertifikat dan 7 badge kelulusan Kembaranas ,  Tigor (Tiska Gotong royong) sedang penyematan wing pengembaraan diberikan di Pangkalan Sekolah masing-masing.

Esok harinya, di Taman Jaya seakan waktu tidak ingin berlalu begitu saja. Kegiatan berikutnya adalah penanaman pohon Butun di sepanjang pesisir Ujung Kulon bukti bahwa Pramuka SIT peduli akan lingkungan dengan menanam pohon Butun sebagai upaya mencegah abrasi air laut yang terus merangsek ke pemukiman penduduk.
Siang itu rasanya kaki berat meninggalkan Ujung Kulon dengan segala kenangan perjuangan hidup di alam terbuka, pengembaraan siang dan malam, ukhuwah kebersamaan sesama penegak dari berbagai daerah Nusantara. Tugas Berat menanti dihadapan dan kami siap memikulnya karena nyatanya adalah "Kamilah Indonesia".


Salam Pramuka…!!!

Kategori

Kategori