Responsive Ads Here

Saturday, October 22, 2016

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka


Pertinas SBH ke-V Kukuhkan Kader Pramuka Pemantau Jentik

Posted: 22 Oct 2016 12:14 AM PDT

Bupati Blitar Kak Rijanto bersama Menteri Kesehatan RI Kak Nila F. Moeloek mengukuhkan  Kader Gema Pramantik (Gerakan Bersama Pramuka Pemantau Jentik) pada acara Perkemahan Bakti Saka Bakti Husada ‎di Bumi Perkemahan Serut Blitar (Foto: Humas Kwarnas)

Bupati Blitar Kak Rijanto bersama Menteri Kesehatan RI Kak Nila F. Moeloek mengukuhkan Kader Gema Pramantik (Gerakan Bersama Pramuka Pemantau Jentik) pada acara Perkemahan Bakti Saka Bakti Husada ‎di Bumi Perkemahan Serut Blitar (Foto: Humas Kwarnas)

Blitar – Bupati Blitar Kak Rijanto bersama Menteri Kesehatan RI Kak Nila F. Moeloek mengukuhkan  Kader Gema Pramantik (Gerakan Bersama Pramuka Pemantau Jentik) pada acara Perkemahan Bakti Saka Bakti Husada ‎di Bumi Perkemahan Serut Blitar Jumat 21 Oktober 2016.

‎Kak Rijanto selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Blitar mengatakan, pembentukan Gema Pramantik ‎ini didasari karena banyaknya perkembangan penyakit demam berdarah saat awal musim penghujan.
Gerakan ini bekerja sama dengan ‎Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Blitar.

‎”Gerakan ini dibentuk sebagai upaya prepentif untuk memberantas sarang nyamuk. Akhirnya kita merumuskan suatu gerakan anak-anak sekolah dengan nama Gerakan Bersama Pramuka Pemantau Jentik disingkat Gema Pramantik,” ujar Kak Rijanto.

Melalui gerakan ini, Kak Rijanto merasakan banyak manfaat yang bisa diambil oleh masyarakat Blitar. Anggota Pramuka dari Siaga dan Penggalang setiap Sabtu dan Minggu diminta untuk memantau jentik nyamuk di rumahnya. Kemudian mereka diwajibkan untuk melaporkan kepada guru kelasnya.  ‎

“Guru kelasnya melaporkan kepada kepala sekolahnya kepala sekolah melaporkan kepada kepala puskesmas/kwarran pramuka dan berlanjut berjenjang sampai bupati pun tahu bagaimana preventifnya gerakan ini. Sungguh luar biasa,” terangnya.

Kak Rijanto mengatakan, bila gerakan ini bisa diangkat secara nasional, ia yakin dampak sangat luar biasa. Di mana masyarakat bisa terhindar dari nyamuk demam berdarah yang membahayakan. ‎
“‎Kalau kita mengatasi dengan represif ini tentunya sangat tidak efisien, pemborosan dan ini tidak memberantas nyamuk dengan tuntas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kak Rijanto menilai gerakan ini bisa menjadi bagian dari pendidikan karakter bangsa. Ia berharap semua pihak mendukung adanya gerakan ini sehingga, Gema Pramantik bisa menjadi percontohan prilaku gaya hidup sehat dengan memperhatikan hal-hal disekitar lingkungan.

Sejarah Gema Pramantik‎

Pada tanggal 24 September 2013 diadakan rapat lintas sektor terdiri dari Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Kwarcab Gerakan.  Pramuka Kabupaten Blitar menawarkan sebuah usulan perlunya gerakan  bersama pramuka dalam pemberantasan sarang nyamuk.

Dari usulan itu, kemudian diadakan beberapa kali pertemuan dan akhirnya menghasilkan sebuah nama yakni  Gerakan Bersama Pramuka Pemantau Jentik atau Gema Pram‎antik. Gema Pramantik diminta untuk  segera disosialisasikan dan ditetapkan.

Pada tanggal 19 November 2013 Kak Rijanto yang waktu itu masih menjabat sebagai Ketua Kwarcab Blitar menetapkan Gema Pramantik di Lapangan Tawangsari Blitar. Deklarasi Gema Pramantik ini juga bertepatan dengan peringatan‎ Hari Kesehatan Nasional yang ke 49 tahun 2013.‎

Menteri Kesehatan Tetapkan Lagu Mars Pertinas SBH

Posted: 21 Oct 2016 11:53 PM PDT

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek pada acara Pertinas SBH Ke-V di Bumi Perkemahan Serut Blitar (Foto: Humas Kwarnas)

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek pada acara Pertinas SBH Ke-V di Bumi Perkemahan Serut Blitar (Foto: Humas Kwarnas)

Blitar – Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek selaku Ketua Majelis Pembimbing Satuan Karya Pramuka Bakti Husada menetapkan lagu mars Perkemahan Bakti Saka Bakti Husada (Pertinas SBH) yang diciptakan oleh Kak Dyah. ‎

Penetapan ini berlangsung pada saat acara Pertinas SBH Ke-V di Bumi Perkemahan Serut Blitar. ‎Kak Nila mengapresiasi adanya lagu mars Pertinas. Ia berharap dengan lagu tersebut bisa menjadi menyemangat dan tanda bahwa Saka Bakti Husada akan selalu hidup dan aktif melakukan bakti terhadap masyarakat.

“Mars ini menjadi bukti dan tanda Pertinas SBH akan selalu hidup dengan memberikan bakti kepada masyarakat melalui wadah kesehatan,” ujarnya Kak Nila, di Serut Blitar, Jumat (21/10/2016).

Kak Nila kembali mengingatkan pentingnya berprilaku hidup sehat. Menurutnya, masyarakat yang sehat menjadi tolak ukur negara itu kuat. Sehingga, persoalan kesehatan ini ‎harus menjadi fokus utama yang perlu diperhatikan, baik oleh pemerintah, masyarakat maupun individu.

“Apa pun dengan kita bersama kita akan jauh lebih baik. Dan ke depan kita harapan kan membawa perubahan yang lebih baik jadi negara yang kuat,” jelasnya. ‎

Berikut lirik ‎Mars Pertinas Saka Bakti Husada V
(ciptaan: drg. Dyah Retno AP., M.Si.)

Bangkitlah penegak pandega
Di sluruh nusantara
Sambut suka cita
Sukseskan Pertinas Saka Bakti Husada

Ajang pererat persaudaraan
Tambah pengalaman serta wawasan
Sehat terampil mandiri semboyannya
Bakti pada nusa bangsa

Ref
Satyaku kudarmakan
Darmaku kubaktikan
Wujudkan baktimu dalam karya nyata
Membangun Indonesia sehat sejahtera

Bangkitlah… majulah
(Bangkitlah… sukseskan Pertinas)
Hai kader kesehatan bangsa
Majulah jayalah Saka Bakti Husada
Jayalah Indonesia‎.

(HA/Humas Kwarnas)

Kwarda NTT Adakan Kemah Pendidikan Tingkat SMA dan SMK

Posted: 21 Oct 2016 06:52 AM PDT

Kak Lusia saat berfoto dengan peserta Perkemahan Pendidikan Kepramukaan untuk SMA dan SMK se Provinsi NTT (Foto:Humas Kwarda NTT)

Kak Lusia saat berfoto dengan peserta Perkemahan Pendidikan Kepramukaan untuk SMA dan SMK se Provinsi NTT (Foto:Humas Kwarda NTT)

Jakarta – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Nusa Tenggara Timur mengadakan Perkemahan Pendidikan Kepramukaan untuk SMA dan SMK se Provinsi NTT. Kegiatan yang bekerjasama dengan Dinas P & K  NTT ini diadakan‎  di Desa Oematnunu, Kabupaten Kupang dan dibagi dalam dua tahapan‎

Tahap pertama 10 -13 Oktober 2016, terdiri dari 165 peserta dari 22 Kwarcab. Sedangkan tahap kedua berlangsung ‎14-16 Oktober terdiri dari 198 peserta. Mereka adalah anggota Pramuka tingkat Penegak yang berada di Gugusdepan.

Dalam sambutannya, Ketua Kwarda NTT Kak Lusia Adinda Lebu Raya meminta seluruh peserta untuk aktif menyampaikan kabar baik mengenai Gerakan Pramuka kepada masyarakat melalui kegiatan yang positif‎. Seperti bakti masyarakat membersihkan lingkungan, dan gotong royong.

“Pramuka bisa tumbuh dan besar karena kehadirannya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu teruslah menjadi anggota Pramuka yang selalu berpegang teguh pada Dasa Dharma,” ujar Kak Lusia.

Melalui kegiatan ini Istri Gubernur NTT ini be‎rharap anggota Pramuka bisa menjadi contoh yang baik di masyarakat. Tidak lupa di eras globalisasi ini, Kak Lusia juga meminta kepada anggota Pramuka untuk menyebarkan virus kebaikan dengan menggunakan media sosial.
‎‎
“Kalau di luar sana, orang sibuk memecah belah persatuan dengan membeda bedakan Suku, Ras, Agama, antar Golongan, maka Pramuka mesti tampil untuk mengeratkan kembali kesenjangan ini,” jelasnya.

Sebagai Ketua Kwarda, Kak Lusia merasa kehadiran Pramuka bisa membangun NTT. ” Bagi saya membangun Pramuka sam dengan membangun NTT, sama juga dengan membangun bangsa, karena bagi saya semua sama pentingnya,” ujar Kak Lusia menutup sambutannya di depan peserta dan tamu undangan . (HA/Humas Kwarnas)

No comments:

Post a Comment

Terimakasih atas kunjungannya, Tinggalkan komentar untuk perbaikan blog ini.
Pilih "Nama/Url" kalau tidak punya akun google