Kegiatan Daerah Pramuka Bantu Polisi Tertibkan Lantas

Kegiatan Daerah Pramuka Bantu Polisi Tertibkan Lantas

BOGOR- 24 Januari 2012, Anggota Pramuka SMK Yayasan Baitul Mukaromah, Kota Bogor, mengatur lalulintas di Jalan Empang Raya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, kemarin. Mereka membantu polisi menangani kemacetan di lampu merah saat perayaan Imlek berlangsung.

Anggota pramuka di bawah binaan Polsek Bogor Selatan yang terlibat dalam aksi tersebut yakni Siti Holipah, Ahmad Kosasih, Abdul Rahman, Jalaludin, Krisna Sutisna, Siti Nurfah, Esa Putra Tanjung, Aldi Septian dan Tentri Alvina Isma.

Pembina Satuan Karya Bhayangkara, Dadang Sadikin mengatakan, kegiatan ini merupakan wadah bagi siswa untuk melatih mental serta menerapkan peraturan lalulintas.
“Kegiatan mengenai peraturan lalulintas ini akan menjadi bekal mereka, sekaligus mempraktikkan yang sudah diajarkan selama latihan,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.

Sumber: http://www.radar-bogor.co.id
Australia and Timor Leste enjoy a special bond in Scouting

Australia and Timor Leste enjoy a special bond in Scouting

As part of its strategy of supporting the growth and development of Scouting in Timor Leste, Scouts Australia continues to assist in various ways including sponsorship of young people from that country to international events.

Timor Leste is the world’s second newest sovereign nation rich in history, with 1.1 million people, nestled between Australia, Papua New Guinea and Indonesia.

“Following an approach from the World Organization of the Scout Movement/Asia-Pacific Region, Scouts Australia is assisting to enhance the capability of Uniao Nacional Dos Escuteiros De Timor Leste (UNE-TL) to grow Scouting across Timor-Leste”, Neville Tomkins, the International Commissioner of Scouts Australia said.

“Through an Australian young people Ambassador for Development (AYAD), and other measures, Scouts Australia is assisting UNE-TL to establish its National Office, and to undertake its inaugural membership census”.

“Late last year, Scouts Australia facilitated a 4 day Advanced Training Course for 32 participants from UNE-TL”, Mr Tomkins added. “It was extraordinarily successful, with credit to the three highly qualified Australian trainers, Paul Parkinson, Peter Blatch and Bryan Brown. Scouts Australia hopes to provide further training this year”.

It is anticipated that these support arrangements will assist UNE-TL to seek membership over the coming years of World Scouting.

Tomkins said that the newly elected Council of UNE-TL were delighted that the President of the Republic of Timor-Leste, His Excellency José Ramos-Horta, accepted their invitation to be the Patron which investiture took place on 12 January in Dili.

Tomkins said that “Scouts Australia is also keen to support young people from Timor Leste to experience Scouting in Australia, and elsewhere.”

It was in this context that Scouts Australia has sponsored 4 UNE-TL young people to the 15th Australian Venture (‘Wild Dayz’) in Tasmania earlier this month. It was their first time out of Timor-Leste, or on a plane and enjoyed participating in a wide-range on-site activities during the Australian Venture, and even visited a wildlife park.

“Initially it was a daunting experience for the four young people: Joanna, Cacilio, Bonifacia and Juvinal and each had an extraordinary Scouting experience. And it was Scouting that gave them this international experience, and the opportunity to meet Scouts from other parts of the world,” Tomkins said.
He concluded by explaining about the special bond that exists between Australia and Timor-Leste. During World War II, the local Timorese people gave invaluable support to the Australian government and in expressing their gratitude, Australia remarked that “we will never forget you”.

It is through Scouting that Australia is also showing that it will never forget the people of its nearest neighbor.


Source: www.scout.org
Action learning in practice

Action learning in practice

Training Commissioners, 40 of them from 20 countries and 23 national Scout and Guide associations met for the third time from 13 to 15 January 2011. The aim of the Meeting was to offer a motivating and informative opportunity for experts in the field of volunteering and youth leaders training to share experiences and learn from each other.
Three key topics chosen for the Meeting were:
  • Implementing new Training Systems
  • Quality of training
  • Woodbadge courses
One full day was used for intensive work, practicing action learning method, which appeared to be a good tool.
Much more topics was discussed the next day, in an open-space setting, including measuring impact of training, transferability of training, evaluation of trainers, and others.
Magyar Cserkészszövetség (Hungarian Scout Association) was an excellent host, and the European Youth Centre Budapest was as always a perfect venue for such an event.

Source: www.scout.org
Pramuka Maros Latihan Antisipasi Bencana

Pramuka Maros Latihan Antisipasi Bencana

MAROS, Terkait ancaman bencana yang melanda Kabupaten Maros setiap tahunnya, Pramuka Peduli menggelar kegiatan Siaga Penanggulangan Bencana yang dimulai 22-23 Januari di Sekretariat Kwartir Cabang Pramuka Maros, Jl Poros Maros-Bantimurung.

Ketua Pramuka Peduli Kwartir Cabang (Kwarcab) Maros, Muh Yusuf, mengatakan dalam rangka menggalakkan siaga bencana yang mengancam wilayah Kabupaten Maros, Kwartir Cabang Pramuka Maros berinisiatif melaksanakan pelatihan dasar penanggulangan bencana. Mereka melibatkan pramuka penegak dan pandega se-Kabupaten Maros. Mulai usia 16-25 tahun.

Kegiatan dihadiri sekitar 50-an peserta utusan dari tiap-tiap kecamatan. Sasaran kegiatan diharapkan agar setiap peserta nantinya akan menjadi sukarelawan di daerahnya masing masing. Setelah dikembalikan ke daerahnya, para kader diharapkan senantiasa menyampaikan situasi dan keadaan. Baik berupa ancaman atau kejadian bencana di wilayahnya kepada posko Pramuka Peduli Kwarcab Maros.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Pramuka Peduli Kwarcab Maros, SA Rasul Assagaf, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya mereka untuk mengembalikan citra kepramukaan yang berjiwa sosial dan bermanfaat kepada masyarakat.

"Selama ini kegiatan pramuka hanya dikenal aktif berkemah, sehingga kita ingin tunjukkan kepada masyarakat bahwa pramuka sebenarnya dapat berbuat dan ikut serta membantu masyarakat, khususnya yang menjadi korban bencana alam", jelasnya.

Sumber : tribunnews.com
Program Kerja Pramuka Harus Bisa Dirasakan Masyarakat Luas

Program Kerja Pramuka Harus Bisa Dirasakan Masyarakat Luas

Gerakan Pramuka Jatim diharapkan lebih meningkatkan kegiatannya, supaya hasil kerjanya bisa dirasakan masyarakat, dan keberadaannya diakui banyak orang. Harapan ini disampaikan Gubernur Jatim Dr H Soekarwo selalu  Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) Gerakan Pramuka Jawa Timur, ketika membuka Rapat Kerja Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, di Agro Wisata Bhakti Alam Pasuruan, Minggu (17/4).

Salah satu peningkatan kegiatan gerakan Pramuka dapat diimplementasikan denganmembantu pemerintah melaksanakan program pembangunan yang selama ini belum dapat dilaksanakan atau tersentuh pemerintah.
"Untuk mengisi kekosongan program pemerintah , Pramuka harus berkoordinasi dengan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), misalnya dengan dinas sosial, dinas pertanian, dinas kehutanan, dinas pendidikan, dinas kesehatan   atau lembaga lainnya sesuai dengan satuan karya (Saka) yang ada di dalam tubuh Pramuka,"ujarnya.

Pramuka diharapkan bisa menjadikan masyarakat yang termarjinalkan karena kemiskinan menjadi lebih berdaya. Sehingga kaum pinggiran ikut merasakan hasil pembangunan yang telah dilaksanakan. 
Gubernur mengatakan,  masyarakat sekarang pandai menilai kinerja pemerintah. Jika ada janji pemerintah yang belum teralisasi, masyarakat tak akan segan-segan menagihnya. Terutama janji untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran.  

Untuk itu, Pakde Karwo sangat mengharapkan Pramuka bisa berdayaguna, ikut membantu pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan. ''Pramuka harus bisa mewakili pemerintah untuk menjawab kegalauan masyarakat akan situasi negara saat ini,'' katanya.

Pakde Karwo mencontohkan, lewat Saka Taruna Bumi yang menangani  bidang pertanian, Pramuka bisa bekerjasama dengan Gapoktan dalam pengadaan pupuk organik, atau memberikan penyuluhan kepada petani agar tidak menjual hasil panennya dalam bentuk gabah kering panen, tapi sudah dalam bentuk gabah yang telah kering giling, karena mempunyai lantai jemur sehingga dapat menerima hasil penjualannya lebih mahal.
Pramuka juga bisa ikut andil dalam memperbaiki infrastruktur di daerah-daerah terpencil. Misalnya, kata gubernur, ikut  melaksanakan program pavingisasi. Sehingga masyarakatnya di daerah terpencil tidak menjadi masyarakat terasing.

Gubernur mengharapkan, Raker yang diadakan kali ini tidak sia-sia dan menghasilkan perumusan program kerja yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Yang terpenting kepengurusan Pramuka harus dapat menarik para pemuda. Tentang kepengurusan yang didominasi mereka yang lanjut usia, gubernur mengharapkan adanya regenarasi. 

Sebelumnya Wakil Gubernur Jatim Drs Saifullah Yusuf selaku Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur menyampaikan bahwa Rakerda 2011 mempunyai tujuan menerjemahkan hasil musyawarah dalam lima kluster, yaitu pertama penguatan terhadap gugus depan (gudep) instruktur, dengan cara peningkatan pengetahuan, kualitas dan kuantitas. Kedua Pramuka Peduli, peduli terhadap masalah sosial dan lingkungan hidup,  ketiga penguatan gudep komunitas dengan cara pembentukan komunitas atlet, pengusaha, cendekiawan sehingga dapat berkiprah disegala komunitas dan dikenal keberadaannya oleh segala lapisan masyarakat.
Keempat penguatan Gudep hubungan antarlembaga atau penguatan jaringan agar hasil kerja program dapat lebih berdaya guna dan yang terakhir adalah penguatan Gudep pelayanan umum agar kegiatan yang mereka laksanakan sesuai dengan kemajuan jaman dan teknologi.

Pada Rakerda tersebut diluncurkan pula Desa Pramuka yang terletak di Desa Lebak Harjo, Kecamatan Gading Kabupaten Malang yang mendapat bantuan dari Pemprov Jatim  disampaikan Pakde Karwo berupa peralatan kemah seharga Rp 80 juta. Sebagai organisasi yang peduli lingkungan, pada saat itu Pakde Karwo dan Gus Ipul menanam pohon durian diareal Agro Wisata Bhakti Alam. Hadir dalam rakerda tersebut antara lain seluruh pengurus Kwarcab se Jawa Timur dan Andalan Cabang Urusan.


Sumber: http://www.harianbhirawa.co.id
President of East Timor reaffirms Scouting contribution to peace

President of East Timor reaffirms Scouting contribution to peace

East Timor President José Ramos-Horta was invested as the Patron of Uniao Nacional dos Escuteiros de Timor-Leste (UNE-TL) on 12th January 2012 at the President Palacio in Nicolau Lobato, Timor Leste. Ramos-Horta is the second President of East Timor since independence and was a co-recipient of the 1996 Nobel Peace Prize.

The investiture ceremony was largely covered by the media where the President was seen in Scout uniform, wearing the Scout scarf and signing the resolution.
Speaking before the crowd of key Scout leaders, dignitaries and guests from various international organizations based in Dili, President Ramos-Horta said he acknowledged the important role that Heads of States in many other countries play as Patrons of their Scouting organisations and said he was honoured to fill this role in his country.

He promised to uphold the Scout Promise and Law and in his speech he stressed the role the Scout Movement has in assisting reconciliation in Timor. He also emphasized the positive role Scouting plays in youth development and promised to assist Scouting in whatever way he could through his role as Patron.
“I am ready together with you to promote Scouting through UNE-TL. Mostly in other countries, the Head of State becomes the Patron of the Scout association. Here in Timor-Leste, we follow this tradition in Scouting. Even though my mandate will finish in the next four months but I am ready to support UNE-TL.”
At the opening ceremony, UNE-TL President Idelta Maria Rodrigues talked about how Scouting evolved and the process of the establishment of UNE-TL. She emphasized how Scouting plays the role of equipping the young people of Timor Leste with leadership skills and self-discipline and how they play the positive role in the society. She thanked the Secretary of State for Youth and Sports for their support and hoped that this will continue. However, she explained that lack of resources is significantly limiting UNE-TL’s capacity to provide quality programs. International Commissioner Ms Filomena Reis read out the UNE-TL Resolution.

Scouting in Timor Leste started since 1971. The working visits from WOSM started as far back as September 2003. In January 2004 the National Scout Constitution was drafted, followed by the regional team visit in December 2005 where the first Annual General Meeting adopted their Constitution. This was followed by a training course also in the same month conducted by overseas trainers.
Presently, Scouts Australia is extending some valuable assistance to UNE-TL by responding to some of its needs for sustainability. South Australian Commissioner Phil Radoslavich and his daughter Kathy, who is the Australian Youth Ambassador for development in Dili were present at the ceremony.
– with report from Phil Radoslovich, Scouts Australia SA Branch



Source: http://scout.org
Seeing beyond: An inside story of Scouting

Seeing beyond: An inside story of Scouting

In one rare opportunity, Oliver Lim, a Young Adult Member Group of APR, visited Manila and spent time with Scouts under the Ticket to Life troop discover about the unique things in their way of life.

Oliver visited some of the homes of these Scouts and met their families. Growing up in a busy and cosmopolitan Singapore, he was amazed when he entered their houses walking in a dark, narrow alley, the roof almost touching the head of anyone who enters it, and a family of five lives there. A home with no proper ventilation and facilities, Oliver was surprised to meet families of happy and hopeful faces.

One family rents a small house at US$70.00 a month and that’s the best they can afford with their present earning. When interviewed, the father of a Scout said that he was glad his son joined a Scout troop. He said his son could be a good leader and is proud of him.
In another family, Oliver saw how they live in the streets, the streetlight serves as their light during dinner.
The following day, Oliver joined the first troop meeting for this year where he shared a couple of Scout songs and games. He shared his plans of encouraging other Scouts and leaders he knew to support the project.
One Scout told Oliver how he plans to share to his friends and other street children, especially those who are hooked in vices, the practical skills he learned from Scouting.

Oliver promised to join them in their Advancement Summer Camp this year.
Reaching the end of his Manila visit and seeing the daily lives of these Scouts, Oliver realized how blessed he was for having the comforts of home and at some point felt guilty for sleeping in a good bed.
“My experience with Ticket to Life Scouts in Manila was an eye-opener for me. Though lacking in many material things, I saw a lot of good things inside them, which I believe Scouting has placed in them. I admire how they wanted to be a good example to their peers, and to impart what they receive from being Scouts and most especially their love for their families.”
Oliver is a 22 year-old Rover from The Scout Association of Singapore currently studying Geography and Archaeology at the University of Edinburgh in Scotland.

Kukar kirim 30 Pramuka ke Ajang Nasional

Kukar kirim 30 Pramuka ke Ajang Nasional

JAKARTA- 16 Januari 2011, Sebanyak 30 orang Pramuka  SMP Islam Terpadu Nurul Ilmi ikuti  Kemah Nasional ke 2 Pramuka khusus untuk Sekolah Islam Terpadu  pada Rabu (11-14/01) di perkemahan Cibubur, Jakarta.

SMP Nurul Ilmi yang terpilih mewaliki Kukar menurunkan 2 regu putra dan 1 regu putri dengan 4 pendamping guru putra dan 1 pendamping guru putri.

Untung selaku Kepala sekola SMP IT Nurul Ilmi sekaligus pimpinan rombongan saat ditemui mengatakan sangat antusias dengan acara perkemahan yang diadakan setiap 3 tahun sekali ini. Menurutnya kegiatan ini bisa memberikan pengetahuan yang luas kepada para siswa karena diajang ini selain berkemah peserta juga mendapat kesempatan mengunjungi museum nasional, mengembangkan bakat dengan beberapa permainan seperti  roket air, robotik,  pinbal dan masih banyak kegiatan yang memicu daya kembang anak-anak serta berbagi pengalaman dengan pramuka-pramuka lainnya dari seluruh Indonesia dan tak lupa bimbingan akhlak juga diutamakan.

“Kegiatan ini khusus Sekolah Islam Terpadu saja dan kebetulan dari Tenggarong SD IT dan SMP IT Nurul Ilmi yang mempunyai kesempatan mewakili” ujar Untung.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat menambah kepercayaan diri bagi anak-anak, lebih mandiri, memiliki akhlak yang mulia dan berwawasan luas  sehingga memacu teman-teman yang belum bisa berangkat.
Program 3 tahunan ini sudah dipersiapkan sekitar 1,5 Tahun, baik pendanaan,  fisik, mental, materi  dan lainya agar siap bersaing dengan tim-tim lain dari seluruh Indonesia dan dapat menunjukan bahwa Kukar selain memiliki pramuka yang tangkas dan cekatan juga soleh dan solehah. 

 (Sumber Berita : http://www.vivaborneo.com)
Persiapan Raimuna Nasional 2012 Telan Rp 32 Miliar

Persiapan Raimuna Nasional 2012 Telan Rp 32 Miliar

Persiapan penyelenggaraan Raimuna Nasional 2012 di Papua diperkirakan menelan dana Rp32 Miliar untuk perbaikan seluruh fasilitas seperti jalan, stadion, MCK (mandi, cuci, kakus) dan sebagainya, kata Ketua Harian Pramuka Cabang Papua, Amos Asmuruf, di Sentani, Rabu.

"Untuk menghadapi perhelatan akbar pramuka ini, mulai sekarang dilakukan pembenahan dan perbaikan seluruh fasilitas di bumi perkemahan Buper Waena (Kota Jayapura)," katanya.

Sehubungan itu, ia meminta dukungan material maupun moril dari seluruh kepala daerah di provinsi tertimur Indonesia ini.

Dikatakannya, untuk mensukseskan perhelatan akbar Pramuka tersebut Kwarda Papua harus mempersiapkan fisik dan SDM, karena Raimuna Nasional 2012 akan dihadiri puluhan ribu peserta baik dalam� maupun luar negeri termasuk kepanduan dunia.

Kata "Raimuna" berasal dari daerah Yapen, tepatnya dari Pulau Ambay, Papua.

Menurut Amon, Raimuna berasal dari kata Rai dan Muna yang artinya pertemuan ketua suku dalam suatu forum yang menghasilkan suatu tujuan suci untuk kepentingan bersama.

Dalam dunia kepramukaan, Raimuna adalah sebutan untuk pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega dalam bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka, seperti Raimuna Ranting, Raimuna Cabang, Raimuna Daerah, Raimuna Nasional.

Raimuna Nasional VIII yang diadakan pada 2003 merupakan Raimuna Nasional pertama yang diadakan diluar "kebiasaan" , Raimuna Nasional VIII diadakan di Taman Candi Prambanan-Yogyakarta , biasanya Raimuna Nasional diselenggarakan di Bumi Perkemahan WILADATIKA - Cibubur-Jakarta.




Kurikulum Pendidikan Pramuka Harus Segera Dibuat

Kurikulum Pendidikan Pramuka Harus Segera Dibuat

SEMARANG–MICOM: Wakil Presiden Boediono menginstruksikan pihak-pihak terkait agar kurikulum atau bahan pendidikan Pramuka yang baku segera dibentuk atau diperbarui dengan cara menarik sehingga bisa menjadi pegangan bagi kemajuan Pramuka.
“Kurikulum harus segera dibentuk dengan cara menarik pokok substansinya dan segera saja dibagikan kepada semua dan gugus depan. Kalau bisa tahun ini juga bisa dibagikan kepada instruktur juga,” kata Wapres Boediono saat memberikan arahan pada Sosialisasi Nasional Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (26/3).
Hadir dalam acara sosialisasi yang diadakan di Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Gubernur Jawa Tengah H Bibit Waluyo, serta Ketua Kwarnas Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar.
Wapres mengatakan, kantor Wapres akan mendukung pembentukan kurikulum Pramuka dan akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pendidikan Nasional, serta Kementerian Agama.
“Saya akan dukung sepenuhnya untuk memajukan Pramuka bersama kementerian yang ada saat ini. Tadi saya juga mendapat khabar kalau TNI dan Polri juga siap memajukan Pramuka,” kata Boediono.
Boediono juga mengharapkan adanya undang-undang ini agar bisa memberikan semangat bagi semua pihak untuk merevitalisasi Pramuka.
Dalam sambutannya Wapres juga menjanjikan bahwa pihaknya akan memberi dukungan bagi gerakan Pramuka.
“Saya ingin janjikan bahwa kantor Wapres akan beri dukungan penuh kepada gerakan pramuka. Apapun yang bisa dilakukan di tingkat pemerintahan pusat, saya siap lakukan koordinasi,” kata Wapres Boedionpo yang disambut tepuk tangan.
Menpora Andi Mallarangeng mengatakan, Pramuka saat ini dianggap tidak seksi lagi sehingga ditinggalkan oleh remaja.
“Remaja sudah banyak yang tidak berminat terhadap Pramuka karena dianggap tidak seksi lagi sehingga ditinggalkan oleh mereka. Pramuka kalah dengan kesenangan remaja seperti narkoba dan geng motor,” kata Andi.
Dengan disahkan UU Gerakan Pramuka, maka Pramuka di Indonesia telah memiliki payung hukum dan lebih bergairah dalam melakukan berbagai kegiatan.
Pramuka selama ini telah memberikan kontribusi yang cukup penting dalam perjuangan negeri ini.
Dengan disahkan UU Gerakan Pramuka, maka akan menjadi pijakan penting untuk melakukan Revitalisasi Gerakan Pramuka sesuai yang diinginkan pemerintah.
Lahirnya UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Gerakan Pramuka, sangat penting artinya bagi perkembangan Kepramukaan di In donesia, mengingat sebelumnya gerakan Pramuka hanya berpedoman pada Keputusan Presiden (Keppres).
UU gerakan Pramuka mengatur berbagai hal, mulai asas, fungsi dan tujuan, pendidikan Kepramukaan, hak dan kewajiban.
Tujuan UU diharapkan bisa tercapai yaitu membentuk Pramuka memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin dan menunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa Indonesia



MUSCAB II KWARCAB TOMOHON SUKSES DIGELAR

MUSCAB II KWARCAB TOMOHON SUKSES DIGELAR

6 Januari 2012, menjadi momentum sejarah baru bagi dunia KePRAMUKAan Kota Tomohon. Gelaran Musyawarah Cabang Ke-II berlangsung dengan lancar dan sukses.... Musyawarah yang dihadiri oleh Utusan Kwarcab,Utusan Kwarda Sulut, Unsur Mabicab dan Utusan Ranting dan para udangan lain se Kota Tomohon berlangsung mulai jam 14.30 Wita diawali dengan pembukaan kegiatan secara resmi Oleh Kak. Arnold Poli, SH.,Msi yang adalah Sekda Kota Tomohon. Dalam sambutan, Kak Arnold yang membacakan sambutan tertulis Walikota Tomohon selaku Ketua MABICAB berharap Mucab ini dapat berlangsung baik dan dpat menyusun program2 terobosan untuk kemajuan Gerakan Pramuka Kota Tomohon. selesai acara Pembukaan, Musyawarah dilanjutkan dengan sidang2 sebagaimana diatur dalam AD/ART Gerakan Pramuka. sidang baru dibuka, langsung diawali dengan diskusi alot oleh peserta sidang. Kak. Yongkie Sumual salah satu delegasi Kwarcab beberapa kali menyampaikan interupsi mengkritisi beberapa hal terkait pembahasan Tatib, kak Rony wenur (delegasi Tomut) ta kalah garangnya, demikian hal juga kak Simoa Kilis.... namun kepiawaian dan ketenangan dari pimpinan sidang sementara (Kak. Ventje Goni, Kak. J. Rondonuwu, dan Kak. Fargo Tular) mampu menjembatani berbagai pemikiran yang berbeda dari peserta. sesekali Pimpinan Sidang harus mengundang Kak. ABC Dompas (Sekkwarda Sulut) sebagai nara sumber untuk memberikan klarifikasi hal2 terkait aturan organisasi.... namun terlepas dari suasana "panas" dan alot, suasana kekeluargaan tetap tergambar kuat dari seluruh peserta, ditambah lagi dengan job2 segar dari pimpinan sidang kak.Fargo Tular mampu menghangatkan suasana dingin Hotel Home Stay Walian..... sidang pleno I berakhir setelah terpilihnya Kak. Fargo Tular, Kak. Syana Aror dan Kak Neltje Rau sebagai Presidium Musyawarah... Sidang Pleno II diawali dengan mendengarkan laporan pertanggungjawab pegurus lama... Secara Bulat dan Utuh Seluruh Peserta menerima laporan pertanggungjawaban tersebut, setelah penetapan program kerja masa bhakti 2012-2017, Sidang dilanjutkan dengan Penetapan calon dan pemilihan Ketua Kwartir Cabang... suasana kembali sedikit berbeda... raut muka para peserta sedikit terlihat tegang karena dari 5 Calon Ketua Kwarcab, 2 peserta yakni Kak. Fentje Goni, SH dan Kak. Fargo J. Tular menyatakan bersedia di calonkan dan siap dipilih oleh peserta.... Kak. Fentje dengan modal "incumbent" yang sukses memimpin Kwarcab Tomohon periode sebelumnya di "tantang" oleh Kak. Fargo dengan modal Ketua DKC dan matang dalam berbagai organisasi kepemudaan (saat ini kak. Fargo masih menjabat sebagai Ketua KNPI Kota Tomohon).... pertarungan generasi Tua dan muda ini menghadirkan sebuah proses demokrasi yang menarik di tengah gelaran muscab ini... voting secara terbuka juga membuat situasi semakin menarik... akhirnya dengan berbagai argumen yang mantap dari peserta, satu poersatu kwartir ranting menyatakan pilihan mereka.... pemilihan berakhir dengan kemenangan Kak. Fentje Goni ketika 4 Kwarran menyatakan memilihnya... 1 suara dari kwarcab melalui juru bicaranya kak. Yongki sumual menyatakan abstain... "kami salut dengan kedua calon ini, namun melihat prestasi dan kematangan memimpin dari kak Fentje, maka untuk kali ini kami memilih Kak. Fentje Goni sebagai Ketua Kwarcab, kak Fargo jangan kecewa dulu karena usia masih muda dan masih banyak kesempatan untuk maju lagi sebagai calon Ketua" Ujar Kak. Ronny Wenur jubir Kwarrab Tomohon Utara.... "Selamat kepada kak Fentje Goni, SH" ujar kak. Fargo tular, sambil berjabatan tangan dengan kak Fentje...... sidang kemudian dilanjutkan dengan pemilihan Tim Formatur yg berhasil memilih 4 orang yg akan mendampingi ketua terpilih dalam menyusun kepengurusan lengkap Kwarcab Tomohon Masa Bhkati 2012-2017... secara lengkapnya 5 orang Tim Formatur yakni : - Kak. Ventje Goni (ketua terpilih) - Kak. fargo Tular - Kak. Jhon Rondonuwu - Kak. Syane Aror - Kak. Neltje Rau Sidang Selesai dan Musyawarah ditutup secara resmi oleh Kak. A.B.C. Dompas selaku Sekretaris Kwarda Sulut... kak Dompas mengapresiasi penyelenggaraan Muscab yang sudah berlangsung demokratis, alot namun penuh rasa persaudaraan.... Peserta saling berjabatan tangan dan potret bersama.... Sayonara.... sampai bertemu di MUSCAB III Kwarcab Tomohon!!!


Pengirim: kwarcabtomohon@yahoo.com

Kategori

Kategori