Gubernur JATIM Restui Pertinas SBH V

Dalam kegiatan Perkemahan Nasional Saka Bhakti Husada (Pertinas SBH) V di Blitar, 17-23 Oktober, Gubernur Jatim Soekarwo meminta agar Pramuka harus melibatkan gerakan masyarakat bidang kesehatan. Menurut gubernur, gerakan masyarakat tersebut akan memberikan kontribusi nyata dalam aplikasi kepramukaan yakni mengabdi kepada masyarakat.

Pakde Karwo — sapaan akrabnya — mengatakan, gerakan masyarakat yang dimaksud seperti memberikan pendampingan kepada rumah tangga di bidang kesehatan.  Salah satunya yakni pendampingan satu kader di setiap satu  rumah tangga. Artinya, setiap rumah tangga harus didampingi kader kesehatan yang dapat membantu masyarakat dalam pencegahan penyakit, baik penyakit menular maupun yang diakibatkan dari jentik nyamuk.

Ditambahkan, Pertinas SBH V tersebut harus menjadi gerakan masyarakat agar berperilaku dan hidup secara sehat. Dalam Pertinas nanti, Pramuka dapat memasukkan materi kegiatan kesehatan masyarakat seperti pemantauan jentik nyamuk beserta penangananya hingga penanganan penyakit menular lainnya agar masyarakat lebih peduli kepada lingkungan.

Menurutnya, lebih baik menggunakan upaya promotif dan preventif daripada mengobati. “Kegiatan Pramuka di Blitar ini harus dijadikan model gerakan masyarakat dalam bidang kesehatan secara nasional. Problem kesehatan dapat teratasi jika semua unsur melibatkan diri. Pramuka harus mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam mengaplikasikan program kesehatan,” ungkapnya, Selasa (19/1).

Sementara Bupati Blitar terpilih Rijanto mengaku, Pemkab Blitar siap menyambut event ini dengan baik. Dia menjelaskan, bahwa segala persiapan dan sosialisasi dalam kegiatan tersebut telah mulai di susun dan dilaksanakan.
​Bupati sependapat dengan gubernur yang akan menggerakan peran serta masyarakat di bidang kesehatan. “Semoga dalam Pertinas SBH V nanti, kegiatan ini bisa dijadikan model pendampingan secara nasional,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, anggota Pimpinan SBH tingkat Nasional dari Kementerian Kesehatan, Dyah Yuniar Setiawati mengatakan, Pertinas SBH V 2016 ini merupakan wahana pertemuan bagi Pramuka Penegak dan Pendega anggota Satuan Karya Pramuka Bhakti Husada guna menggalang persaudaraan, peningkatan kualitas SDM Pramuka.

Selain itu, kegiatan ini juga akan menambah pengalaman, keterampilan dan inovasi dan rekreatif yang mengandung unsur bhakti kepada masyarakat.

Sumber : BeritaMetro.com

Penerimaan Calon Guru Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) Tahun Anggaran 2016 dibuka

Pendaftaran Seleksi Penerimaan Calon Guru Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) Tahun Anggaran 2016 dibuka. Pendaftaran bagi calon pelamar guru Sekolah Indonesia di luar negeri.
Dalam rangka mempersiapkan calon pengganti Guru Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur, Yangon dan Tokyo yang berkahir masa tugasnya tahun 2015 ini.

Kemdikbud RI Membuka kesempatan bagi Guru Non PNS yang memenuhi persyaratan yang akan kami lampirkan dibawah ini serta berminat menjadi Guru Sekolah Indonesia di Luar Negeri berdasarkan perjanjian kerja selama dua tahun. dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan.

Pendaftaran dapat dilakukan pada tanggal 31 Desember 2015 s.d. 15 Januari 2016. Calon pelamar yang berminat mengikuti proses seleksi kualifikasi dapat mengisi formulir pada tautan goggle docs untuk pelamaran secara online Klik Tautan  Isi  Formulir Ini

Pengumuman lebih lanjut tentang daftar nama pelamar yang dapat mengikuti proses tahapan seleksi berikutnya akan diinformasikan melalui portal kemendikbud pada tanggal 18 Januari 2016
DOWNLOAD PEDOMAN PENDAFTARAN SILN.

FAS DPD LDII Jaksel Terinspirasi Pramuka

FAS DPD LDII Jaksel Terinspirasi Pramuka

Jakarta (28/12). DPD LDII Jakarta Selatan menggelar Faestival Anak Soleh (FAS) yang ke-10. Sebagaimana perhelatan FAS sebelumnya, acara ini diisi 14 perlombaan, antara lain lomba adzan, tilawati quran, pemilihan dai cilik (Pildacil), hafalan doa, tepak tilu, dan sebagainya. Acara ini diikuti 500 orang peserta,yang merupakan hasil saringan dari perlombaan di tiap-tiap PC dan PAC LDII diJakarta Selatan.

Tak seperti pada FAS sebelumnya, FAS 2015 kali ini bertemakan Dasa Darma Pramuka – merujuk kepada perhelatan yang ke-10. Maka panitia mengambil tema Dasa Darma Pramuka yang berarti 10 Darma (Kepribadian yang baik). Menurut Ketua Panitia FAS, M. Hidayatullah, tema Dasa Darma ini memiliki tujuan agar setiap peserta memiliki kepribadian yang baik, dalam kehidupan bermasyarakat.

Hal lain yang membedakan dengan FAS sebelumnya -- yang mengedepankan akhlakul karimah -- pada perhelatan kali ini, panitia mengangkat tema kemandirian, sebagai modal dasar pembinaan generasi penerus.

Kepramukaan diambil sebagai tema utama, bertujuan untuk mengenalkan Pramuka sejak dini kepada generasi penerus. Kegiatan Pramuka yang banyak memanfaatkan luar ruang, diharapkan dapat menarik minat generasi muda. “Selama ini Pramuka hanya dikenal sebagai ekstrakulikuler di sekolah saja, padaha ilmu kepramukaan sangat bagus apabila diterapkan dalam keseharian dan bermasyarakat,” kata Yuadhim sebagai ketua Pembina Penggerak Generus Jakarta Selatan.

Harapannya dengan mengikuti kegiatan Pramuka, mereka bisa menjadi pribadi yang mandiri dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. (Inggri, Prima/LINES)

http://www.ldii.or.id

Kategori

Kategori