Seleksi Dewan Kerja Nasional

Seleksi Dewan Kerja Nasional

Persyaratan Peserta Rekrutmen Dewan Kerja Nasional
Masa Bakti 2013 - 2018

Tahap I
Peserta wajib mengirimkan :
a. Curriculum vitae
b. Surat kesediaan mengikuti rekrutmen DKN
c. Pas photo dengan seragam Pramuka
    ke alamat email   : nasional@dkpramuka.org
    subject                : ( nama peserta, Kwartir Daerah )
    batas akhir pengiriman paling lambat tanggal 28 Januari 2014

Tahap II
Berikut ini adalah persyaratan yang wajib dibawa pada saat registrasi ulang tanggal 5 Februari 2014 antara lain:
1. Persyaratan
    a. Umum
        1) Aktif di Gugusdepan
        2) Memiliki syarat kecakapan umum minimal Pramuka Penegak Bantara
        3) Berusia 16 s.d 25 tahun
        4) Mempunyai semangat dan berdisiplin tinggi
        5) Sehat jasmani dibuktikan surat keterangan sehat jasmani dari dokter
        6) Sehat rohani

    b. Khusus
       1) Menyerahkan fotocopy KTA (2 lembar)
       2) Membawa surat mandat dari Kwartir Daerah
       3) Surat keterangan keaktifan di gugusdepan
       4) Testimoni tentang calon peserta seleksi dari Pembina Gugusdepan
       5) Surat ijin orang tua/wali
       6) Surat pernyataan diri mengikuti seleksi
       7) Curriculum Vitae
       8) Fotocopy SKU ( 2 rangkap )
       9) Pas foto berseragam Pramuka lengkap  4x6 = 2 lembar
       10) Melampirkan fotocopy sertifikat dan piagam kegiatan Daerah dan Nasional yang pernah diikuti
       11) Diutamakan pernah menjadi anggota Dewan Kerja minimal di tingkat Cabang

DISPOTMAR GELAR PELATIHAN SELAM DASAR BAGI PRAMUKA SAKA BAHARI

DISPOTMAR GELAR PELATIHAN SELAM DASAR BAGI PRAMUKA SAKA BAHARISatuan Koordinator Asosiasi Pelatihan Layar dan Asosiasi Penyelam Profesional (Satkoor APLI dan APPI) Dinas Pembinaan Potensi Maritim (Dispotmar) Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), menggelar pelatihan selam dasar kepada anggota Pramuka Saka Bahari. Pelatihan yang diikuti oleh delapan anggota Pramuka Saka Bahari ini merupakan salah satu bentuk kegiatan pembinaan potensi maritim (Binpotmar), yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta bahari melalui pengenalan olahraga perairan khususnya olahraga selam kepada generasi muda.

Kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari mulai dari tanggal 6 s.d. 10 Januari 2014 ini, meliputi pelatihan teori selam dasar, pengenalan peralatan selam, uji coba renang dan fin sweeming, serta dasar-dasar penyelaman dengan kedalaman lima meter yang dilaksanakan di Kolam Renang Jalatirta Mabesal Cilangkap.

Setelah peserta mahir di kolam renang, dilanjutkan dengan praktek renang atau fin sweeming dan menyelam di laut sampai dengan kedalaman sepuluh meter, yang dilaksanakan di perairan Pulau Pramuka dan Pulau Karya, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara.

Kegiatan pelatihan selam dasar ditutup dengan melalui suatu prosesi pembrevetan kepada para peserta. Prosesi ini diawali dengan melaksanakan renang atau fin sweeming di laut sejauh satu mil dari pantai, diteruskan menyelam pada kedalaman sepuluh meter, dan pada kedalaman sepuluh meter tersebut Kepala Seksi Selam APLI & APPI Dispotmar Letkol Laut (PM) Drs. Lutfi Adin Affandi yang juga selaku Ketua Tim Pelatih menyematkan brevet kepada para peserta. 

Menurut Letkol Laut (PM) Drs. Lutfi Adin Affandi, diharapkan kegiatan pelatihan selam dasar ini dapat memberikan manfaat kepada para anggota Pramuka Saka Bahari, sehinga ke depan mampu menumbuhkan rasa cinta bahari, sekaligus kemampuannya dapat diberdayakan guna mendukung kepentingan pertahanan di laut.

 Sumber : http://www.tnial.mil.id

Siswa Lebih Kenal Pejabat Timor Leste, Guru Dilatih Pramuka


KEFAMENANU, KOMPAS.com - Banyak siswa sekolah dasar di Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, yang berbatasan dengan Distrik Oekusi, Timor Leste, disebut lebih mengenal para pejabat Timor Leste daripada Indonesia. 

Siaran media elektronik yang lebih banyak datang dari negara tetangga, menjadi penyebab. Maka, para guru pun dilatih kepramukaan untuk memperluas wawasan untuk diturunkan ke siswa.

“Alasan utama kami memberikan kursus pramuka kepada 42 orang guru dari 39 SD di perbatasan karena kami melihat perkembangan saat ini anak-anak sekolah di daerah perbatasan kurang memiliki wawasan," kata Sekretaris Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Krispinus Boro, Senin (13/1/2014). 

Salah satu contoh konkret yang Krispinus temui adalah fakta anak-anak itu lebih tahu jajaran pejabat Timor Leste daripada Indonesia itu. Pelatihan pramuka ini dilakukan di Aula gedung Pramuka Kwarcab TTU, Senin.

“Ini menjadi persoalan karena mereka melihat dari media elektronik, yang di perbatasan lebih banyak mereka terima dari Timor Leste sehingga pejabat Timor Leste lebih mereka kenal," tutur Krispinus.

“Jadi dengan pramuka ini, lebih ditonjolkan pola pendekatan yang sangat bagus, kami memberikan kursus kepada guru untuk kemudian ditransformasikan kepada murid-murid,” kata Krispinus. Menurut dia, sudah lama direncanakan ada program pemberdayaan bagi para guru yang juga adalah pembina pramuka di sekolahnya ini.

"Kami berikan kepada mereka bekal-bekal pengetahuan, agar ketika mereka memiliki pengetahuan kepramukaan bisa diturunkan ke sekolah masing-masing," papar Krispinus. Pelatihan juga memberikan motivasi dan dorongan membangun jiwa kerelaan, pengorbanan, dan pengabdian.

Pantauan Kompas.com, kegiatan yang berlangsung 13 sampai 18 Januari 2014 dibuka oleh Asisten 2 Setda TTU Agustinus Kasenube. Hadir dalam pembukaan, para pengurus pramuka tingkat provinsi NTT dan pengurus kwartir cabang TTU. SUMBER

Pembina Pramuka Harus Kreatif Kemas Latihan

Pembina Pramuka Harus Kreatif Kemas Latihan
Magelang - Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Magelang, Jawa Tengah, mendorong kalangan pembina untuk kreatif mengemas pola latihan agar menarik minat anak-anak di daerah itu dalam mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan secara sukarela.

"Kegiatan kepramukaan dikemas, agar anak-anak tidak terpaksa mengikuti latihan pramuka, hanya karena dianggap wajib. Akan tetapi, mereka dengan sukarela untuk kegiatan kepramukaan," kata Sekretaris Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Magelang Waluyo di Magelang, Sabtu.

Ia mengatakan hal itu saat Temu Pembina Pramuka bertema "Menjadi Pembina Ideal di Abad 21" , sebagai rangkaian kegiatan HUT ke-43 SDK Santa Maria Kota Magelang. Narasumber lainnya dalam kegiatan yang dibuka oleh Kepala Seksi Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Magelang Mursidi dan diikuti puluhan pembina pramuka berbagai sekolah dasar di daerah itu, adalah pegiat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Zainul Arifin.

Waluyo mengemukakan tentang kecenderungan anak-anak saat ini yang lebih senang bermain dengan komputer jinjing, telepon seluler, dan dunia maya, ketimbang mengikuti latihan pramuka.

"Ini bukan beban untuk para kakak pembina, akan tetapi menjadi tantangan agar bisa membuat format dan modul latihan yang menarik, agar anak-anak senang ikut kepramukaan," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa kecenderungan makin kuat berbagai bentuk "out bond" yang ditangani secara menarik oleh kalangan penyelenggara kegiatan dengan biaya yang tidak murah.

"Sekarang ini kegiatan 'workshop' dan diklat (pendidikan dan latihan) saja, diawali dengan 'out bond' dengan biaya tidak murah. Basis 'out bond' itu adalah kepramukaan. Kalau dicermati, semua bentuk permainan dalam 'out bond' ada di pramuka. Sebenarnya pramuka lebih dulu melakukan kegiatan-kegiatan itu, tetapi mereka (event organizer, red.) pinter melihat peluang itu, untuk bisa dimanfaatkan," katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga menjelaskan tentang kebijakan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan pendidikan budi pekerti untuk membangun karakter anak didik.

Pendidikan karater, katanya, sejak dahulu juga sudah menjadi basis berbagai bentukkegiatan kepramukaan.

"Dalam pendidikan karakter itu, bukan dengan omongan, tetapi dengan memberikan contoh atau keteladanan kepada anak-anak. Itu yang sulit," katanya.

Zainul yang juga jajaran pimpinan Kelompok Kerja Saka Bakti Husada Kwarnas Gerakan Pramuka itu, mengemukakan pentingnya para pembina pramuka memahami pedoman dasar kepramukaan agar bisa mengelola latihan untuk anak-anak secara menarik.

Pembina pramuka, katanya, harus kreatif, aktif, dan mampu menganalisa berbagai kebutuhan anak didik.

Ia mengatakan kalangan pembina dituntut kemampuan mengembangkan metode latihan kepramukaan.

"Karena pramuka itu pilihan. Kalau tidak jeli menjadikan kegiatan yang menarik, menantang, dan menyenangkan, siap tidak dipilih anak-anak," katanya.

antarajateng.com
Saka Bhayangkara, Kelompok Pramuka yang ‘Polisi’

Saka Bhayangkara, Kelompok Pramuka yang ‘Polisi’

Berdiri sejak 36 tahun lalu, kiprah Saka Bhayangkara Polres Malang Kota, tidak perlu diragukan. Berada di bawah Satuan Bimas Polres Malang Kota, mereka tidak hanya hadir sebagai organisasi pemanis. Keberadaannya, sangat membantu polisi di lapangan. 

Mulai ikut mengatur lalulintas, sampai membantu berbagai pengamanan. Termasuk saat ada peristiwa criminal, tenaga anggota Saka Bhayangkara ini, juga dilibatkan. 

‘’Saat mengetahui ada kejadian kriminal, mereka juga menjaga di tempat kejadian perkara (TKP). Mereka ikut mengamankan, agar orang-orang tidak masuk dan menganggu proses penyelidikan berjalan lancar,’’ kata Kasat Bimas Polres Malang Kota, AKP H Susanto. 

Saka Bhayangkara di Polres Malang Kota, berdiri tahun 1978 lalu. Saat itu, anggotanya hanya 10 orang. Jumlah tersebut terus bertambah, seiring banyaknya anggota pramuka, yang ingin bergabung pada wadah ini. 

‘’Saka Bhayangkara sebetulnya merupakan wadah kebhayangkaraan, untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan praktis dalam bidang keamanan, dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas),’’ katanya mengawali cerita.

Tak heran jika anggota saka ini, tidak sekadar focus pada kegiatan kepramukaan. Mereka juga belajar banyak seputar kebhayangkaraan, atau yang terkait dengan kepolisian. 

‘’Tidak terlalu sulit untuk mengajarkan kebhayangkaraan kepada anggota Saka, mengingat mereka ini sudah memiliki basic sebelumnya,’’ tambahnya. 

Meski demikian, tidak semua anggota pramuka, bisa masuk organisasi ini. Apalagi pihak Polres Malang Kota melalui Pamong Saka, juga memberikan syarat-syarat tertentu. 

‘’Yang ikut atau boleh menjadi anggota, adalah anggota pramuka penegak dan pandega. Atau anggota penggalang yang berminat di bidang kebhayangkaraan dan memenuhi syarat tertentu,’’ kata bapak dua anak ini. 

Dari sekian anggota Saka Bhayangkara, ada beberapa yang ikut karena ingin dekat dengan polisi. Anisa salah satunya. Dia mengatakan, ikut dalam organisasi ini karena kekagumannya dengan anggota polisi. ‘’Polisi itu gagah. Saya juga bercita-cita jadi anggota polisi, jika lulus nanti,’’ kata siswi kelas 12  SMAN 3 ini. 

Sementara beberapa anggota lain, mengaku keikutsertaannya karena suka berpetualang. Karena anggota saka ini, tidak sekadar berlatih di ruangan. Tapi juga di lapangan. 
‘’Saya pernah tidak pulang sampai tiga hari karena ikut baksos di daerah banjir di Malang Selatan. Meskipun saat itu istirahat kurang, tapi sangat seru. Kita bisa belajar mandiri, sekaligus memberikan bantuan kepada yang membutuhkan,’’ katanya.

Aktivitas-aktivitas itu, bisa terjadi karena Saka Bhayangkara tidak berbeda jauh dari kepolisian. Ada waktu tertentu, anggota Saka Bhayangkara mendapat pembelajaran tentang ilmu kelalulintasan. Bahkan, untuk melihat kemampuan tersebut, tidak jarang para anggota Saka Bhayangkata, ikut terjun langsung bersama anggota satlantas Polres Malang Kota untuk melakukan pengaturan lalulintas. 

‘’Biasanya hari Minggu. Karena teman-teman anggota Saka yang sekolah libur. Kita bersama-sama mengurai kemacetan dan ikut terlibat langsung melakukan pengaturan arus,’’ kata Pamong Saka Bhayangkara, Sugeng Riyadi. 

Yang paling sering, menurut pria yang bekerja sebagai PNS Polri ini, anggota Saka Bhayangkara ikut terlibat dalam berbagai even pengamanan. 

Seperti baru-baru ini, anggota Saka Bhayangkara ikut dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru, termasuk operasi Lilin Semeru. Sekitar 30 anggota Saka Bhayangkara, yang terlibat langsung.

Mereka tidak sekedar datang, duduk atau jaga pos saja, anggota Saka Bhayangkara yang dibagi di masing-masing pos pengamanan, juga ikut melakukan patrol bersama anggota kepolisian serta berbagai unsur yang terlibat pengamanan. 

‘’Seru. Kita tidak lagi berteori. Tapi terjun langsung. Kadang-kadang sampai gak pulang, karena terlibat dalam operasi pengamanan,’’ kata Riris Septiani.

Selain memiliki pengalaman yang luar biasa, di organisasi ini, dirinya juga berlatih mandiri, sekaligus berpetualang. ‘’Kami cinta pramuka, dan saat ini kami sedang menyiapkan even besar. Doakan sukses ya,’’ kata Riris dengan nada akrab. (ira ravika)

malang-post.com
Tantangan Baru Pengurus Pramuka

Tantangan Baru Pengurus Pramuka

"Pengurus daerah perlu memacu cabang agar konsisten menyelenggarakan kegiatan, bahkan meningkatkan"

Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah dalam bulan ini secara resmi mempunyai pengurus baru. Kepengurusan yang merupakan hasil musda 2013 itu diagendakan dilantik oleh Gubernur Ganjar Pranowo, selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka.

Kepengurusan masa bakti 2013-2018 itu membawa banyak harapan bagi anggota untuk berbuat lebih baik lagi. Komposisi kepengurusan diisi mereka yang benar-benar ahli dalam bidang masing-masing. Sebagian adalah personel lama yang masuk dalam kepengurusan baru guna kesinambungan.

Sebanyak 79 personel dalam kepengurusan itu diharapkan bisa mengatasi sejumlah permasalahan kepramukaan di Jawa Tengah. Terlebih belum lama ini, Jateng meraih gelar terhormat sebagai kwarda tergiat se-Jawa, dan se-Indonesia. Tantangan bagi pengurus baru adalah mempertahankan predikat itu dalam 5 tahun ke depan.

Kegiatan yang diadakan Kwarda Jateng sudah sejak lama menjadi barometer kegiatan kepramukaaan bagi provinsi lain. Jawa Tengah dengan 35 kwartir cabang (kwarcab) di kabupaten/kota dikenal memiliki banyak kegiatan. Kegiatan yang menjadi kekhasan, antara lain Estafet Tunas Kelapa (ETK).

Masyarakat lebih akrab dengan istilah gerak jalan cikal, yang biasanya diadakan tiap menjelang peringatan Hari Pramuka tingkat regional. Kegiatan itu melibatkan ribuan anggota, ditambah partisipasi dari masyarakat dan pemda. Secara beranting peserta ETK berjalan melewati 14 titik di Jateng menuju ke satu titik tujuan tempat pelaksanaan upacara Hari Pramuka.

Kegiatan lain yang juga menjadi kekhasan adalah lomba kwartir, menyangkut antara lain  lomba kerapihan dan ketertiban administrasi kegiatan tingkat regional. Kegiatan rutin ini  memacu tiap cabang untuk lebih tertib melaksanakan aktivitas kepramukaan, terutama aspek  administrasi.

Predikat sebagai juara yang tergiat tingkat nasional, memang membuat gembira pengurus dan anggota Pramuka di Jateng. Namun hendaknya capaian itu tidak membuat jajaran pengurus terjebak euforia berkepanjangan. Mau tidak mau, pengurus dan anggota harus segera bersiap menjawab tantangan ke depan.

Pengurus perlu terus memacu cabang-cabang agar konsisten menyelenggarakan kegiatan, bahkan meningkatkannya. Situasi dinamis yang selama ini sudah berjalan dengan baik harus dipertahankan. Bahkan tantangannya adalah dengan meningkatkan kualitas, bukan hanya kuantitas.

Mempertahankan Gelar Untuk itu pengurus diharapkan bisa lebih kreatif merencanakan dan melaksanakan kegiatan. Yang patut diingat adalah bahwa mempertahankan gelar juara tentu lebih berat dibanding  upaya awal untuk meraihnya. Logikanya adalah kwarda provinsi lain pasti juga berkeinginan menjadi juara.

Bagi Kwarda Jateng hal itu tentunya tidaklah menjadi masalah. Karena bisa membagi ide dengan Kwartir Daerah yang lain bukanlah sesuatu yang menakutkan, bahkan bisa menjadi tantangan tersendiri.  Karena  itu perlu segera menyusun strategi yang lebih jitu dan langkah-langkah konkret pelaksanaan.

Tentu saja kegiatan yang diselenggarakan tidaklah semata-mata mengejar target supaya bisa kembali meraih predikat tergiat. Pengurus perlu mendasarkan kepentingan guna melatih anak didik, dari tingkat siaga hingga pandega.  Demikian juga kegiatan yang khusus diperuntukkan bagi para pembina, pelatih, dan andalan. 

Tidak saja banyak secara jumlah tetapi juga menyangkut banyak ragam kegiatan. Hal itu akan menjadi modal besar bagi Jawa Tengah sebagai bahan penilaian berikutnya. Partisipasi Jawa Tengah pada kegiatan yang berskala nasional pun tak hanya sekali tetapi berkali-kali. Meskipun demikian kwarda tak boleh lengah, tetap harus berbenah. Pengurus baru perlu menciptakan berbagai macam kegiatan baru, dengan demikian secara otomatis ada penambahan jumlah kegiatan. Hal itu akan menghadirkan optimisme bahwa dalam 5 tahun ke depan, Jateng tetap tergiat. (10)

— Dicky Hendra Hafiz, staf Bidang Humas dan Pengabdian Masyarakat Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah

suaramerdeka.com

Sandi Turba

Membaca sandi Turba atau Turun, itulah teknik kepramukaan yang akan kita pelajari selanjutnya. Sandi Turba atau sering disebut juga sebagai sandi turun merupakan salah satu sandi yang sering dipelajari di latihan pramuka. Tidak mengherankan karena selain mudah untuk membacanya, sandi turba juga mudah dalam pembuatannya.

Namun meskipun demikian, sebagaimana sandi-sandi lainnya, bagi anggota pramuka yang kurang memahami cara membacanya, bisa jadi sandi turba akan terasa membingungkan. Sehingga yang seharusnya bisa dipecahkan hanya dalam hitungan menit, memerlukan waktu hingga bermenit-menit untuk bisa membaca pesan yang disampaikan dalam sandi ini.

Kata kunci dan pengenal sandi ini sebagai sandi turba biasanya dilukiskan dengan kalimat yang di dalamnya mengandung kata "turba", "turun", atau "bawah". Sebagai contoh misalnya: 
  1. "Bapak Bupati sedang Turba untuk meninjau korban tanah longsor"
  2. "Semakin turun akan semakin nikmat, semakin turun akan semakin asoy"
  3. "Adik-adik Pramuka, janganlah selalu melihat ke atas, sesekali lihatlah ke bawah, karena di sana akan ditemukan kedamaian"

Cara Membaca Sandi Turba

Terdapat dua versi penulisan sandi Turba atau Turun. Kedua versi itu adalah:

sandi turba sandi turun
Sandi Turba atau Turun Versi 1

Sandi Turba Sandi Turun
Sandi Turba atau Turun versi 2
Sesuai dengan namanya, Turba (Turun Bawah) atau Turun, cara memecahkan sandi ini pun dengan membacanya dari huruf paling atas ke bawah pada masing-masing banjar (kolom) di mulai dari kolom paling kiri hingga yang terakhir. 

Sedangkan pada versi yang kedua, perhatikan bahwa sandi tersebut ditulis dalam tiga kelompok di mana pada masing-masing kelompok terdiri atas dua kolom. Perbedaannya dengan versi pertama pada urutan banjar (kolom) yang dibaca adalah yang paling kiri dari masing-masing kelompok. Setelah kolom pertama pada masing-masing banjar telah dibaca baru dilanjutkan pada kolom yang kedua.

Sehingga pada soal sandi Tuirba atau Turun di atas setelah dipecahkan akan terbaca pesannya yang berbunyi "Satyaku Kudharmakan Dharmaku Kubaktikan".


Sumber: pramukaria

Kwarcab Tanah Datar Laksanakan Oriantasi Pamong Saka

Kwarcab 0304 Tanah Datar Laksanakan Oriantasi Pamong Saka
Dandim 0307 Tanah Datar, Letkol.Kav. Sutrisno Wibowo membuka
secara resmi kegiatan Oriantasi Pamong Satuan Karya Pramuka
Selasa (31/12).Humas
Kwarcab Tanah Datar Laksanakan Oriantasi Pamong Satuan Karya Pramuka (SAKA) yang dibuka secara resmi oleh Dandim 0307 Tanah Datar, Letkol.Kav. Sutrisno Wibowo yang dilaksanakan di aula Dinas Budparpota Tanah Datar, Selasa (31/12). Dihadiri oleh  Sekretaris Dinas Budparpora Tanah Datar,pengurus kwarcab 0304 Tanah Datar.
Ketua Pelaksana Aiptu Nazirman didampingi Sekretaris Bambang Heryanto menyampaikan kegiatan oriantasi pamong saka yang dilaksanakan yang digelar sealama satu hari penuh (31/12) yang diikuti oleh Pengurus Ranting Saka di masing-masing kecamatan dan perwakilan dari SKPD terkait sebanyak 25 orang dengan pemateri Dandim 0307 Tanah datar, Letkol.Kav. Sutrisno Wibowo, Kapolres Tanah Datar AKBP Nina Febri Linda dan kepala Pusdiklatcab Tanah Datar.
Kegiatan oriantasi pamong saka ini bertujuan untuk menjalin hubungan silaturahmi sesama pembina pramuka dan menambah wawasan tentang kepramukaan sesuai hasil materi kegiatan Pamong saka tingkat nasional, ungkap Nazirman.
Sementara itu Dandim 0307 Tanah Datar, Letkol.Kav. Sutrisno Wibowo mengungkapkan kegiatan kepramukaan membutuhkan keterampilan dan program. Secara umum kegiatan kepramukaan adalah kegiatan yang diharapkan kekompakan.
Kegiatan kepramukaan yang ada di kabupaten Tanah Datar terutama pamong saka yang tersebar di masing-masing kecamtan diharapkan dapat mengelola kegiatan dengan baik dan pada kegiatan pamong saka nantinya bisa menemukan solusi yang baik untuk kegiatan kepramukaan yang akan datang sesuai dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka UU No. 154  tahun 2011 tentang Petujuk Penyelenggaraan Satuan karya Pramuka  Gerakan Pramuka, harap Dandim 0307 Tanah Datar, Letkol.Kav. Sutrisno Wibowo
Pada kesempatan tersebut Dandim 0307 Tanah datar, Letkol.Kav. Sutrisno Wibowo juga mengharapkan kepada seluruh peserta oriantasi Saka untuk selalu menjalin kekompakan dan lakukan pengelolaan kegiatan debngan baik.. Humas /Heri

Kategori

Kategori