PERTIKABUMI NASIONAL

PERTIKABUMI NASIONAL


Sesaat lagi, beberapa minggu lagi Dewan Kerja Nasional Bersama Dewan Kerja Daerah Sumatera Barat dan Dewan Kerja Se-Sumatera Barat akan mempersembahkan sebuah kegiatan untuk mengapresiasi Pramuka Penegak dan Pandega Se Indonesia yang menjadi anggota dalam satuan karya tarunabumi.

Kegiatan ini dinamakan Perkemahan Bakti Satuan Karya Taruna Bumi Nasional V Tahun 2013 yang disingkat menjadi Pertikabumi Nasional V Tahun 2013. Kegiatan nasional saka tarunabumi ini sebelumnya dilaksanakan di Cibubur, DKI Jakarta. Kegiatan ini dilaksanakan selama 7 hari dari hari senin hingga hari minggu pada tanggal 24 s.d. 30 Juni 2013. Bertempat di Wilayah Kampus SMK PP Negeri Padang, Lubuk Minturun, Kota Padang, Sumatera Barat.

Dalam Pertikabumi Nasional V Tahun 2013 ini Kegiatan dibagi menjadi 8 Jenis yaitu Giat Umum, Giat Bakti, Giat Bakti Non Fisik, Giat Wawasan dan Keterampilan, Giat Prestasi, Giat Seni Budaya, Giat Wisata dan Giat Pinkonda & Bindamping. Semua kegiatan yang ada di Pertikabumi Nasional V Tahun 2013 dikemas dengan tema “ Bersama Kita Tingkatkan Semangat Tarunabumi Untuk Mewujudkan Kemandirian Pangan”. 

Kegiatan ini diharapkan tak hanya kita berbakti dan berkarya sesuai dengan roh Perkemahan Bakti ini namun juga peserta akan diberikan wawasan dan keterampilan guna setelah mereka pulang ke daerah masing masing dapat diterapkan, dibagi dan dibaktikan ke wilayah masing – masing. Kemudian ada juga kegiatan yang mengevaluasi pengetahuan dan keterampilan para peserta dikemas dalam kegiatan Prestasi. Sistim perkemahan kali ini juga menganut kearifan lokal yang ada di sumatera barat yaitu Nagari yang dipimpin oleh Wali Nagari sehingga para peserta nantinya dapat pengalaman dan pengetahuan tentang budaya setempat.


Bagaimana ? sudahkah teman teman mengikuti seleksi di Kwartirnya masing masing ? Siap menjadi saksi sejarah kegiatan bakti nasional di Ranah Minang nanti ? Kami tunggu kakak – kakak semua di Ranah Minang... Salam Pramuka !! 


Twitter : @dk_nasional - @dekade03sumbar
Facebook : Dewan Kerja Nasional – Dewan Kerja Nasional II
Fanpage : Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega Nasional
Email : nasional.dewankerja@gmail.com

Pertemuan Pramuka Luar Biasa Nasional 2013

Pertemuan Pramuka Luar Biasa Nasional 2013
Anggota Gerakan Pramuka yang berkebutuhan khusus akan melakukan perkemahan tingkat nasional di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta. Kegiatan yang bertajuk Pertemuan Pramuka Luar Biasa Tingkat Nasional Tahun 2013 atau disingkat PPLB Nasional 2013 itu akan dilaksanakan pada tanggal 30 Juni – 5 Juli 2013.

Dijadwalkan sebanyak 2.343 pramuka luar biasa/berkebutuhan khusus akan ambil bagian mengikuti lima mata kegiatan yaitu, spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik. Termasuk kegiatan interaktif dengan pramuka penggalang biasa serta kegiatan rekreatif edukatif. Mereka adalah Pramuka golongan Tunanetra, Tunadaksa, Tunarungu, Tunagrahita, dan Tunalaras.

Secara garis besar, kegiatan PPLB Nas 2013 yang mengangkat tema “Bertakwa, Mandiri, Peduli, dan Berpestasi” akan dibagi menjadi dua kelompok besar kegiatan yaitu untuk Peserta Didik dan untuk Pembina Pendamping. Kegiatan untuk Pembina Pendamping meliputi kegiatan Gelang Ajar.

Kegiatan Gelang Ajar diharapkan dapat menjadi ajang berbagi pengalamaan dalam hal membina pramuka luar biasa, dalam kesepatan ini, Kwarnas Gerakan Pramuka juga akan mensosialisasikan buku “Panduan Membina Pramuka Luar Biasa” dan “Permainan Pramuka Luar Biasa”
Pertemuan Pramuka Luar Biasa atau Pramuka yang berkebutuhan khusus ini diharapkan, Gerakan Pramuka tetap menjadi rumah bagi generasi muda terlebih yang memiliki kebutuhan khusus, agar terus menerus membentuk karakter yang berguna bagi dirinya sendiri dan masa depannya.

Gerakan Pramuka sebagai organisasi pendidikan generasi muda, sudah selayaknya menjadi wadah pilihan utama bagi pembinaan generasi muda. Pada aplikasi kegiatan di masyarakat, Gerakan Pramuka bukan hanya milik generasi muda yang sehat fisik jasmani dan rohaninya saja, tetapi juga bagi pramuka yang memiliki kebutuhan khusus.

Semua peserta didik mulai dari Golongan Pramuka Siaga hingga Pandega memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan karakter dan juga keterampilan.

Untuk informasi lebih lanjut, tersedia di laman (website)
www.pramuka.or.id 
Humas Kwarnas
1. Septembri Yanti: 08129650663
2. Saiko Damai: 081310769003
 Sumber : Humas Kwarnas

Panduan Penyelesaian Syarat Kecakapan Umum (SKU) Pramuka Golongan Penggalang

1. Materi SKU Pramuka Penggalang
Panduan Penyelesaian Syarat Kecakapan Umum Pramuka Golongan Penggalang

Areal
Pengembangan
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Materi SKUPencapaian
Pengisian 
SKU
SPIRITUALTaat beribadah
sesuai agama dan
kepercaya-annya
dan mampu hi-dup
rukun dalam keberagaman
tanpa
ada-nya
diskriminasi.
Dapat melaksanakan
ibadah sesuai dengan
agama dan kepercayaan
atas kemauan sendiri
dan mengetahui adanya
perbedaan keyakinan
Selalu taat menjalankan ibadah
agamanya secara pribadi ataupun
berjamaah
Pemberian penugasan
pengamatan kepada Orang
Tua, akan kebiasaan
putera/puterinya menjalankan
ibadah di rumah




Tahu sebutan nama pemimpin
umat dari setiap golongan
agama

Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai "Panduan Penyelesaian Syarat Kecakapan Umum Pramuka Golongan Penggalang" Bisa di download dengan cara mengklik gambar Tunas Kelapa dibawah ini.



Komersialisasi Buperta Cibubur Berpotensi Rugikan Negara

Komersialisasi Buperta Cibubur Berpotensi Rugikan Negara

Komersialisasi Buperta Cibubur Berpotensi Rugikan Negara
tamanlebahmadupramuka
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengelola aset Bumi Perkemahan Graha Wisata (Buperta) dan Taman Rekreasi Wiladatika (TRW, Cibubur. Biaya pengelolaan setiap tahun terus mengalami kenaikan. Tahun 2012 mencapai Rp 12,6 miliar
JAKARTA, KOMPAS.com -  Isu komersialisasi Bumi Perkemahan Graha Wisata (Buperta) dan Taman Rekreasi Wiladatika (TRW), Cibubur, kembali mengemuka pasca salah satu pengembang besar Nasional melansir rencana strategis mereka pada 8 Mei 2013. Pengembang ini akan membangun sejumlah superblok alias properti multifungsi berisi hotel, apartemen, pusat belanja, ruang konvensi dan taman rekreasi di beberapa lokasi. Termasuk di antaranya di kawasan Cibubur.
PK tersebut gagal direalisasikan, karena tidak disetujui Majelis Pembimbing Nasional (Mabinas) yang diketuai Presiden Republik Indonesia sebagaimana diatur dalam AD/ART Gerakan Pramuka.
-- Rachmad Junizar
Adalah Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (Pramuka) yang berkeinginan meningkatkan pendapatan demi menambal biaya operasional yang kian hari semakin membengkak. Mereka harus mengelola dua aset utama yakni Buperta dan TRW Cibubur seluas total 240 hektar. Jika hanya mengandalkan penghasilan selama ini dari hasil usaha unit bisnis, bantuan luar negeri dan pajak penghasilan karyawan, tidak akan mencukupi.
Selama 2012 saja, sesuai dengan Laporan Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran Keuangan Kwarnas Gerakan Pramuka, jumlah pengeluaran mencapai Rp 12,606 miliar. Angka ini melonjak ketimbang tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 6,545 miliar. Sementara pendapatan 2012, Pramuka membukukan angka Rp 12,839 miliar. Meroket dari tahun sebelumnya yang hanya berhasil meraup senilai Rp 9,185 miliar. Nah, melambungnya biaya operasional ini yang menstimulasi pengurus Pramuka mencari cara agar dapat menambah penghasilan mereka.
Menurut pegiat Gerakan Peduli Aset Pramuka (GPAP), Rachmad Junizar, jalan pintas pun ditempuh pengurus Pramuka. Mereka memilih opsi "mengkomersialisasi" aset Pramuka. Tahun 2006 mereka membuat perjanjian kerjasama (PK) berskema build, operate, transfer (BOT) dengan PT Prima Tangkas Olahdaya (PTO) selama 30 tahun. Dalam PK bernama Penataan, Pengembangan dan Pengelolaan Buperta Cibubur No. 13, tertanggal 20 November 2006 tersebut Pramuka akan menerima dana kontribusi dari PTO sebesar Rp 125 juta per bulan selama masa berlakunya perjanjian kerjasama.
"PK tersebut gagal direalisasikan, karena tidak disetujui Majelis Pembimbing Nasional (Mabinas) yang diketuai Presiden Republik Indonesia sebagaimana diatur dalam AD/ART Gerakan Pramuka," ujar Rachmad kepada Kompas.com, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Pantang menyerah, pengurus Pramuka pun banting setir. Mereka mencari cara lain. Hingga kemudian pertengahan Desember 2011 dibuat nota kesepahaman dengan PT Purnama Alam Sakti. Nota kesepahaman dibuat dalam rangka mempersiapkan PK baru secara BOT selama 30 (tiga puluh) tahun untuk lahan seluas 18,9 ha di Taman Rekresi Wiladatika (TRW) dan lahan Pusdiklatnas.
Di atas lahan TRW tersebut PAS akan mengembangkan pusat bisnis, hotel, kolam renang dan tempat rekreasi yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan pendidikan Pramuka. Sedangkan Pusdiklatnas dan beberapa bangunan di TRW akan diganti dengan bangunan baru di lahan Buperta senilai Rp 60 miliar dan selama 30 tahun Pramuka akan menerima dana kontribusi yang dibayarkan setiap tahun dengan jumlah kumulatif senilai Rp 510 miliar.
Tanggal 21 Maret 2012 tanpa melalui rapat pleno pimpinan sebelumnya, Pramuka dan PAS menandatangani perjanjian kerjasama. PK tersebut mengatur hak dan kewajiban masing-masing.
"Kembali Pramuka, dalam hal ini Kepala Kwarnas mengabaikan AD/ART karena penandatanganan ini tanpa melalui pembahasan Sidang Paripurna Andalan Nasional dan  konsultasi dengan Mabinas. Lebih dari itu, PK ini berpotensi merugikan negara karena Pramuka sebagai pengelola Buperta dan TRW hanya menerima dana kontribusi sebesar Rp 510 miliar selama 30 tahun," imbuh Rachmad.
GPAP sendiri telah menghitung, jika menggunakan patokan Kementrian Keuangan, maka nilai sewa yang akan didapat oleh Pramuka jauh lebih besar dari nilai kumulatif yang ditawarkan PAS. Setidaknya Pramuka akan mendapat nilai akumulasi sewa selama 30 tahun sebesar Rp 2,1 triliun, dari harga lahan sesuai NJOP Rp 2.000.000 per meter persegi, pertimbangan suku bunga 8 persen dan faktor pertumbuhan harga sebesar 10 persen.
"Jika PK tersebut dijalankan, maka berpotensi merugikan negara senilai Rp 1,59 triliun," imbuh Rachmad.




Editor :
Hilda B Alexander

Kategori

Kategori