Responsive Ads Here

Saturday, May 30, 2015

Pramuka Kota Bandung

Pramuka Kota Bandung


Museum Perundingan Linggarjati

Posted: 28 May 2015 08:34 PM PDT

Caption : Seorang pengunjung asal Kota Bandung, Willy melihat beberapa foto terkait peristiwa saat dilakukannya upaya perundingan perdamaian antara Indonesia dan Belanda yang terjadi pada 11 hingga 13 November 1946 lalu di Museum Perundingan Linggarjati, Kuningan Jawa Barat, Rabu (27/5/2015).

 

Musyawarah Daerah Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Jawa Barat ke-XIII Tahun 2015 yang dipusatkan di Kabupaten Kuningan merupakan suatu kebanggaan sekaligus kebahagiaan tersendiri terutama bagi pihak tuan rumah, dimana pada saat yang bersamaan Kabupaten Kuningan yang memiliki luas daerah lebih kurang 1110, 56 km persegi tersebut, saat ini sedang giat-giatnya mempromosikan pembangunan semua potensi daerahnya. Termasuk salah satunya potensi kepariwisataan baik wisata alam, wisata sejarah, hingga wisata jiarah." Keberadaan Museum naskah perundingan Linggarjati ini, sangat direspon warga masyarakat, terutama generasi mudanya, bagaimana dengan kunjungan mereka ke museum ini ingin menggali dan mengetahui bagaimana sejarah para pahlawan nasional memperjuangkan kemerdekaan Indonesia secara diplomasi," ujar Staf Pengelola Museum Linggarjati Toto Rudiarto kepada BSN di kompleks Museum Naskah Perundingan Linggarjati, Desa Linggarjati, Cilimus, Kuningan, Rabu (27/5/2015). Selain Museum Perundingan Linggarjati satu lagi obyek wisata sejarah unggulan Kabupaten Kuningan ialah Taman Purbakala Cipari yang memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai kehidupan dari zaman prasejarah atau megalitikum. " Secara pendidikan, masyarakat yang datang ke museum ini tidak hanya sekedar berkunjung, ada pula yang mengadakan penelitian atau observasi mulai dari  hal-hal yang berkaitan dengan keberadaan gedung, artefak atau barang-barang di dalamnya maupun tanah dan kondisi cuaca di daerah ini, biasanya dari kalangan pelajar dan mahasiswa," ujar Toto. Menurut Toto, jumlah pengunjung yang datang ke museum ini angkanya berpariatif. " Untuk jumlah pengunjung relatif, kadang turun kadang naik, biasanya jumlah pengunjung akan naik pada saat masa liburan sekolah atau liburan hari-hari besar dan kami berupaya melalui kegiatan tambahan seperti mengadakan festival kesenian dan hiburan rakyat agar jumlah pengunjung yang mau datang ke museum ini lebih meningkat," terang Toto. Sebelum digunakan sebagai tempat perundingan dan museum, bangunan berarsitektur Belanda ini sempat dijadikan Hotel oleh pihak Belanda, Jepang dan Indonesia dan sempat pula dijadikan Sekolah Negeri Linggarjati pada tahun 1950-1975. Hingga pada 1976 gedung tersebut oleh Pemerintah Republik Indonesia ditetapkan sebagai museum memorial yang pengelolaanya diserahkan kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan kini oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. " Pada November 2014, kami menggelar ulang tahun Perundingan yang diisi dengan acara kilas balik sejarah perundingan, do'a bersama, syukuran , dan pentas seni rakyat selama tiga hari berturut-turut ," terang Toto yang telah bertugas sebagai staf pengelola Museum Linggarjati selama 16 tahun. Toto berharap kepada pemerintah pusat maupun daerah untuk mempromosikan keberadaan Museum Linggarjati agar lebih berkembang." Melalui program promosi, edukasi maupun program pelestarian dari pemerintah, termasuk perbaikan sarana prasarana museum, " harap Toto. Ditempat yang sama salah satu pengunjung asal Cirebon Ivan berharap agar kaum muda masa kini tidak mudah melupakan sejarah perjuangan bangsa." Keberadaan Museum ini sangat bagus sekali sebagai sarana edukasi pelajar dan kalau bisa satu bulan sekali diadakan kegiatan menarik bersama masyarakat agar masyarakat mau turut berpartisipasi memelihara dan melestarikan museum sejarah ini. ( Benny K/RoniSF / BSN)

 

No comments:

Post a Comment

Terimakasih atas kunjungannya, Tinggalkan komentar untuk perbaikan blog ini.
Pilih "Nama/Url" kalau tidak punya akun google