Wujudkan Pramuka sebagai Pelaku Perubahan untuk Membangun Bangsa yang Bermartabat.
Thousands of Scouts gather at the 30th APR Scout Jamboree in Kirara-hama

Thousands of Scouts gather at the 30th APR Scout Jamboree in Kirara-hama

AppId is over the quota
Tuesday 06 August 2013Thousands of Scouts gather at the 30th APR Scout Jamboree in Kirara-hama

The adventure is on for over 14,000 Scouts from 53 countries as the 30th Asia-Pacific Regional Scout Jamboree/16th Nippon Jamboree is on-going in Kirara-hama, Yamaguchi, Japan. The regional jamboree started on 1st of August and will run until the 7th.

Adding colour to the opening ceremony was the presence of Japanese Prime Minister Shinzo Abe, Mr. Yamaguchi Prefectural Governor Shigetaro Yamamoto, and the Director-General of the Education Ministry Mr Yoshio Yamawaki, together with Regional Chairman Dr Chao Shou-Po, Regional Scout Committee member Wendel Avisado, Regional Director Mr J. Rizal C. Pangilinan, and other regional leaders.

On the second day the jamboree, participants were fully engaged in both on-site and off-site activities. At the Global Development Village, participants join workshops on global issues from six perspectives: peace, environment, health, human rights, development, and disaster mitigation. Activities are in collaboration with 16 NGOs and NPOs such as the World Food Programme, United Nations Human Settlements Programme (UNHABITAT), Plan Japan, among others.

Elizabeth Divina, Young correspondent from Indonesia said “Touch is one of the most powerful thing in this world, and that’s what we learned in GDV through its ‘six senses exhibit.’ Because touching could also mean expressing.”

Culture is another eye-catcher at the arena through music, dance, costumes and crafts of Japan and that of other countries. Participants are seen beating the Japanese drums while others eagerly await their turn. Others are also carefully making beads either for themselves or as a gift. Other activities like woodcutting and calligraphy are hit activities for the Scouts.

Nature is definitely a part of the adventure as participants tour the Yamaguchi countryside visiting 19 towns and cities. And for Hiroshima Peace Programme which aims to deepen appreciation of peace, Scout Correspondent Luis Henrique from Brazil said “Today we went to Hiroshima, a city that surpassed our expectations. There, we learned about the real damage that an atomic bomb can cause, and its aftereffects and the pain that many families had to suffer. It was very touching!”

In the world of Science, participants are enjoying assembling a model of the famous robot “Asimo.”

Another important part of the Jamboree is the Messengers of Peace (MoP) which runs a workshop engaging Scouts as Messengers of Peace.

Adding colour to the Jamboree was an interview with astronaut Soichi Noguchi done also by a young Scout inside the campsite on 4th August. Watch You tube link (http://youtu.be/KVyTMA_asAo)

The heavy rain on the weekend turned the camp into a muddy place, but activities went on. Some Rover Scouts volunteered to help and donated rubber gloves and masks.

This Regional Jamboree is a pre-Jamboree of the 23rd World Scout Jamboree to take place at the same campsite in 2015.

To get updated on what’s happening inside the Jamboree, the Scout Association of Japan has launched its official Facebook which, as of now, has more than 4,000 likes!

All photos are taken from the official Facebook of the jamboree.

Facebook: (https://www.facebook.com/16nj30aprsj)


View the original article here

Two national camps aim for appreciation of agriculture and special needs

Two national camps aim for appreciation of agriculture and special needs

AppId is over the quota
Thursday 01 August 2013Two national camps aim for appreciation of agriculture and special needs

Two national Scout camps were held in Indonesia recently. First, the National Community Service Camp for the Agriculture Special Unit of Rover and Senior Rover. This camp was held in West Sumatra Province from 25 to 30 June 2013.

The Indonesian Minister of Agriculture, Ir. H. Suswono, opened the camp in front of more 1,200 Rovers and Senior Rovers who came all the way from 33 provinces of Indonesia.

Indonesia is known as an agriculture country, and through this camp, Minister Suswono expressed hope that many young people would learn to appreciate farming and fisheries, even though many people nowadays tend to shy away from agriculture. This camp, said the Minister, “can be create a momentum to develop young farmers in Indonesia”. With Indonesia’s goal for food self-sufficiency, this move is to create a cadre of young movers for agricultural development. Participants of this community camp learned about the many aspects of agriculture and new technologies for farming and fishing.

"The seriousness of fostering this special unit in the past has produced many young cadres in agriculture area”, he added. The Minister was accompanied by Chief Commissioner of Gerakan Pramuka, Prof.Dr. Azrul Azwar, and Deputy Governor of West Sumatra who is also the Chairman of Gerakan Pramuka in West Sumatera Province.

The other national Scout camp was held at Cibubur Scout Camp, from 30 June to 5 July 2013. More than 600 Scouts with special needs from many provinces in Indonesia participated in the camp. Officially opened by the Chief Commissioner of Gerakan Pramuka, Prof. Dr. Azrul Azwar, the camp attracted many young people with special needs.

Once referred to as “children with disabilities”, the term has changed to “children with special needs” to respect their dignity and equality with other children.

-- Berthold Sinaulan, APR Honorary Correspondent, Gerakan Pramuka, Indonesia


View the original article here

Pramuka Balikpapan Gelar Festival Ramadhan

Pramuka Balikpapan Gelar Festival Ramadhan

BALIKPAPAN - Bulan Ramadhan tak seharusnya diisi dengan prilaku bermalas-malasan, justru momen yang datang sekali dalam setahun itu diisi dengan berbagai kegiatan positif  yang menunjang pembentukan karakter serta ketrmapilan diri.

Seperti yang dilakukan Gerakan Pramuka kwartir cabang Balikpapan saat menggelar Festival Ramadhan Pramuka Penegak dan Penggalang yang dilangsungkan di Graha KNPI, Jl Ruhui Rahayu Balikpapan.

Selama 3 hari sejak Jumat (2/8/2013) hingga Minggu (4/8/2013) gerakan kepanduan itu melakukan berbagai macam kegiatan yang melibatkan ratusan anggota Pramuka di Balikpapan.

Diantara berbagai kegiatan itu adalah, Kaligrafi Al Qur'an, lomba Majalah dinding, membuat dan mengisi ketupat, lomba azan, serta vokal group dengan membawakan lagu-lagu nasyid bertema Islami.

Sejak pagi ratusan anggota Pramuka itu telah berkumpul di pendopo yang terletak salah satu sudut bangunan Graha KNPI untuk mengikuti berbagai macam lomba yang digelar secara bergiliran.
Kreativitas mereka kemudian dinilai oleh tim juri yang terdiri dari anggota internal Pramuka sendiri maupun praktisi yang memang diundang melakukan penjurian secara terbuka.

Secara umum menurut Ketua Panitia Festival Ramadhan Pramuka kali ini, Rabiah Risky Amaliah Putri Susanti, acara ini diikuti oleh 43 regu atau dalam bahasa kepanduannya disebut dengan sangga, dimana masing-masing sangga terdiri dari 8 orang personil.

ke 43 Sangga dari sekolah menengah atas yang ada di Balikpapan itu akan dinilai secara kolektif dari seluruh cabang yang diperlombakan, dimana nantinya sangga dengan nilai tertinggi berhak memperoleh piala bergilir yanag disediakan oleh panitia.

Sumber : http://kaltim.tribunnews.com/2013/08/04/gerakan-pramuka-balikpapan-gelar-festival-ramadhan
Gerakan Pramuka Balikpapan Gelar Operasi Semut

Gerakan Pramuka Balikpapan Gelar Operasi Semut

BALIKPAPAN, Jelang peringatan hari Pramuka ke-52 pada 14 Agustus nanti, gerakan Pramuka Kota Balikpapan melakukan gerakan bersih-bersih di seputaran taman Pramuka, Rabu (31/7).

Kegiatan yang dinamakan dengan nama operasi semut ini lebih dititikberatkan untuk mempercantik kembali kondisi taman Pramuka yang terletak diseputaran gedung Dome tersebut.

Sejak pukul 16.00 puluhan anggota gerakan Pramuka yang diwakili oleh ranting Balikpapan Selatan itu telah berkumpul di sekitar area taman Pramuka untuk melaksanakan operasi semut.

Selain membersihkan sampah diseputar taman itu, para anggota gerakan Pramuka tersebut juga terlihat membersihkan monumen dan melakukan pengecatan ulang di monumen yang menjadi ikon taman tersebut.

Sekertaris Gerakan Pramuka Kota Balikpapan ranting Selatan Heni Suhartati menjelaskan bahwa gerakan besih-bersih ini memang sengaja dilakukan sebegai salah satu agenda dalam peringatan hari Pramuka yang waktunya akan tiba dalam berapa hari mendatang.

Artinya kegiatan ini merupakan pemanasan sebelum berapa kegiatan besar lainnya menyambut perhelatan akbar dipertengahan bulan Agustus nanti.

Sumber : http://kaltim.tribunnews.com/2013/07/31/gerakan-pramuka-balikpapan-gelar-operasi-semut
Kwarcab Lampung Selatan sebar 135 anggota Pramuka bantu pengamanan Mudik

Kwarcab Lampung Selatan sebar 135 anggota Pramuka bantu pengamanan Mudik

KALIANDA - Kwartir Cabang Lampung Selatan ikut membantu polisi dalam pengamanan lebaran Tahun 2013. Para anggota Pramuka tersebut terdiri sekitar 135 anggota yang disebar di 6 titik. Beberapa titik yang ada di Lampung Selatan meliputi Pelabuhan Bakauheni, Ketapang (Pos PAM Gunung Pancong), Hata (Pos PAM Hata), Kalianda (Pos PAM Merak Belantung),Katibung (Pos PAM THR Pasir Putih), Natar (Pos PAM Pasar Natar).
Para anggota Pramuka dari berbagai Kwartir Ranting (Kwaran) dan Gugus Depan (Gudep) di Lampung Selatan yaitu dari Kecamatan Ketibung, Natar, Kalianda, dan Kecamatan Bakauheni bahkan menerjunkan anggotanya di Pelabuhan bakauheni.

Para anggota Pramuka ini mengaku merasa bahagia bisa menjalankan tugas tersebut, sebagai bentuk pengamalan Dasa Dharma Pramuka. “Kami setiap harinya terdiri dari 12 orang anggota pandega dan penegak. Dari 12 anggota tersebut akan dibagi dua regu, terdiri masing - masing enam orang. Setiap anggota akan bertugas di setiap pintu masuk maupun keluar jalur gangway, “ ujar  Bayu Ashari  sebagai Anggota DKC Lampung Selatan bidang Pengabdian Masyarakat saat bertugas di Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (3/8/2013).

Menurut Bayu Ashari ia rekan-rekannya bertugas untuk mengarahkan jalan baik jalan keluar dari arah Gangway ke pintu keluar maupun penumpang yang akan naik ke atas kapal. Selain itu mereka juga mengarahkan penumpang yang akan membeli tiket kapal ke loket. Namun selain itu mereka juga kadang tak enggan untuk membawakan barang bawaan para penumpang yang dirasa cukup berat.

“Selain membantu penumpang yang terkadang tak tahu pintu keluar ke terminal, kami juga ikut membantu jika ada penumpang yang harus mendapat perawatan kesehatan, “ tutupnya.
Sementara itu Ketua Harian Kwarcab Lamsel Sukadi MS. SPd mengatakan utuk di Pos bakau ada 12 Anggota Pramuka Penegak dan Pandega Per-harinya. Keikutsertaan Pramuka dalam PAM Lebaran merupakan tugas dari Polres Lampung selatan dimana tugas pokoknya adalah ikut serta membantu pengamanan dan Pelayanan selama mudik berlangsung .

Sumber : http://www.lampungterkini.co.id/index.php/lampung/kalianda/item/1457-kwarcab-lamsel-sebar-135-anggota-pramuka-bantu-pengamanan-mudik

Kisah Zuhri, Pramuka Ramah di Terminal Lebak Bulus

Jakarta - Suara tabuhan anak-anak kampung yang membangunkan sahur membuat Muhammad Zuhri Amrulloh terjaga. Jam di dinding kamar menunjukan pukul 03.30 WIB, saatnya sahur dan bersiap-siap menjalankan aktivitas.

Zuhri biasa dia disapa, adalah pelajar kelas 3 SMA 108 di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Hari ini adalah hari pertama Zuhri bertugas sebagai anggota pramuka peduli lebaran 2013 di Terminal Lebak Bulus.

Usai sahur, Zuhri langsung bersiap-siap menjalankan tugas pertamanya. Rumahnya yang terletak di daerah Tangerang Selatan membuat Zuhri harus berangkat lebih pagi agar terhindar dari kemacetan.

"Berangkat sekitar jam 6, naik motor," kata Zuhri yang mengenakan seragam pramuka di Terminal Lebak Bulus, Jakarta, Kamis (1/8/2013).

Zuhri yang aktif di kegiatan pramuka sejak SD, kini telah menjadi seorang penegak. Baginya mengikuti kegiatan pramuka peduli lebaran ini atas dasar suka rela dan keinginan sendiri.

"Seorang penegak belum lengkap kalau kita belum bantu masyarakat," ucap Zuhri.

Tugas yang dijalankan Zuhri dan ke 19 orang rekannya yang tergabung dalam Pramuka Kwartir Ranting Pesanggrahan dan Jagakarasa adalah membantu para penumpang yang mengalami kesulitan di Terminal Lebak Bulus, seperti memberikan informasi tentang bus dan lokasi keberangkatannya.

"Kalau misalnya ada yang keberatan dengan barang bawaanya maka kita bantu," ujar Zuhri sambil diselingi tawa.

Totalnya ada 20 penegak pramuka yang dibagi menjaga beberapa sektor pos kesehatan, di pusat informasi, dan pintu masuk. Zuhri mengaku senang dan bangga bisa ikut terlibat dalam kegiatan ini karena merasa lebih bermanfaat bagi orang lain.

"Bangga bisa ikut kegiatan ini, menyenangkan bisa bantu orang lain," ucapnya dengan semangat.

Zuhri yang mengaku sangat cinta terhadap pramuka ini siap mengabdi untuk masyarakat. Bhaktinya diwujudkan dalam kegiatan ini. Mulai hari ini hingga H-1 lebaran dia dan rekannya akan beredar di seputaran Terminal Lebak Bulus.

"Kalau sudah cinta kan susah. Selama ini pramuka cuma tahu tepuk tangan, berdiri, bikin tandu, nyanyi-nyanyi. Padahal nggak cuma itu," ucap Zuhri.

Sumber : http://news.detik.com/read/2013/08/01/134823/2321331/10/kisah-zuhri-pramuka-ramah-di-terminal-lebak-bulus

Pengurus Mabincab dan Pramuka Kwarcab Sumbawa Dikukuhkan

Sumbawa — Pengurus Majelis Pembimbing Cabang dan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sumbawa masa bakti 2014-2018, secara resmi dikukuhkan, Senin (05/08/2013) di Wisma Daerah Sumbawa Besar. Pengukuhan tersebut dilakukan oleh Ketua Kwartir Daerah (Ka Kwarda) Gerakan Pramuka NTB, Dr. Rosyiadi Sayuti.

Para pengurus yang dilantik yakni Bupati Sumbawa, Jamaluddin Malik, selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Ka Mabincab) Gerakan Pramuka Sumbawa beserta pengurus lainnya. Setelah dikukuhkan Ka Kwarda, kemudian Ka Mabincab mengukuhkan Ketua Kwartir Cabang (Ka Kwarcab) Gerakan Pramuka Sumbawa, H. Farhan Bulkiyah, SP., beserta para pengurus Kwarcab lainnya.

Ka Mabincab, Jamaluddin Malik, dalam sambutannya, mengemukakan, bahwa yang diharapkan dalam pelantikan dan pengukuhan ini akan menjadi langkah maju ke depan. “Bukan saja semakin mampu berkiprah tapi outputnya menghasilkan generasi yang berkualitas di hari-hari yang akan datang,” ungkap JM sapaan akrab Jamaluddin Malik.

Ia mengakui, dukungan anggaran bagi pelaksanaan kegiatan gerakan pramuka di cabang Sumbawa belum maksimal. Tapi untuk Gerakan Pramuka dianggap tidak perlu dana besar, melainkan mencari bagaimana caranya bisa berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Diknas, Pariwisata, BPM-PD, Lingkungan Hidup dan SKPD terkait lainnya. Karena di sejumlah SKPD tersebut terdapat program pemberdayaan bagi generasi muda. Sehingga diharapkan Gerakan Pramuka masuk ke segmen tertentu sesuai Dasa Dharma dan program kerjanya.

“Jangan jadikan kendala dana sebagai hambatan. Justeru menjadi tantangan untuk bekerja lebih giat,” ujarnya.

Di samping itu, Ka Kwarcab menyingung soal kekuatan kiprah pramuka baik untuk pribadi dan bergerak ke masyarakat sebaiknya dilandasi dengan keiklasan. Itulah pondasi yang harus dibangun terus untuk mengabdi.

Menurutnya, pola-pola yang diterapkan dalam Gerakan Pramuka, diadopsi oleh perusahaan besar, misalnya kegiatan outbond. Dengan demikian, memberikan kesempatan bagi Gerakan Pramuka untuk bisa masuk lebih berkiprah jauh lebih besar.

“Seluruh proses, baik didikan dan ajaran pramuka terkandung banyak hal dan amat lengkap. Kalau ini bisa diimplementasikan di dalam kehidupan sehari-hari, kalau GP bisa berkiprah dalam hal itu kita bisa maju. Kita coba bekerja bersama-sama dan bergotong royong. Tidak ada yang tidak bisa kita lakukan kalau tidak bersama-sama,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, JM menyatakan, Gerakan Pramuka jangan mengedepankan hitung-hitungan angka dan uang. Tapi ke depankan hitungan dengan keihlasan untuk bisa memberikan yang terbaik.

Sumber : http://www.pulausumbawanews.com/daerah/pengurus-mabincab-dan-pramuka-kwarcab-sumbawa-dikukuhkan/
3. Tempat Kemah Paling Memukau Di Indonesia

3. Tempat Kemah Paling Memukau Di Indonesia

Berkemah atau camping merupakan kegiata yang mengasyikan, tak heran selain anggota pramuka juga sering mengadakan keming atau berkemah, namun akan menjadi sangat membosankan jika setiap thun selalu berkemah di tempat yang sama benar bukan?? Nah untuk itu maka kita perlu mencari suasana baru untuk membuat kamping lebih mengasikan dan fress. Berikut  merupakan tempat tempat ang [...]

The post 3. Tempat Kemah Paling Memukau Di Indonesia appeared first on TunasKelapa.com.


View the original article here

Interactive workshop focuses on environment education

Interactive workshop focuses on environment education

Wednesday 24 July 2013Interactive workshop focuses on environment education

Fifty six participants from 15 National Scout Organizations participated in the regional workshop on Environment Education hosted by the Scouts of China in Fo Guang Shan Monastery at Kaohsiung, Taiwan, designed to be diverse and interactive using a unique approach as each day was tagged with a particular focus.

Theme of the workshop was ‘’Scout’s accountability to environment’’ while the aim of the workshop was to stimulate and bring the Scout leaders together to exchange ideas on environmental education and foster new working knowledge for the implementation of the World Scout Environmental Program (WSEP). This included review on the work undertaken among NSOs in implementing the WSEP, and enhancing their ability to provide sustainable and comprehensive environmental education program.

The gathering had four-day duration from 3rd to 6th June, coincided with the World Environment Day on 5th June 2013, where participants visited nature parks, coral reef preservation department and an aquarium. They also visited different city environment offices and department to learn more about their work on conservation preservation, protection and promotion of the environment. Concluding activity for that day was planting trees.

Present at the workshop was outgoing then Regional Director Mr Abdullah Rasheed and the current Regional Director Mr. J. Rizal C. Pangilinan who both actively managed the workshop, with the full support of Regional Chairman Dr Chao Shou-Po, also the Chief Commissioner of Scouts of China.

Overall the workshop was very interactive and was evaluated ‘excellent’. The next workshop is tentatively scheduled for June 2014 in Adelaide, Australia.


View the original article here

Semaphore

Semafor adalah suatu cara untuk mengirim dan menerima berita dengan menggunakan bendera, dayung, batang, tangan kosong atau dengan sarung tangan. Informasi yang didapat dibaca melalui posisi bendera atau tangan. Namun kini yang umumnya digunakan adalah bendera, yang dinamakan bendera semafor. Pengiriman sandi melalui bendera semafor ini menggunakan dua bendera, yang masing-masing bendera tersebut berukuran 45 cm x 45 cm. Bentuk bendera yang persegi merupakan penggabungan dua buah segitiga sama kaki yang berbeda warna. Warna yang digunakan sebenarnya bisa bermacam-macam, namun yang lazim digunakan adalah warna merah dan kuning, dimana letak warna merah selalu berada dekat tangkai bendera. Pada awal abad ke 19, semafor digunakan dalam komunikasi kelautan. 

Sejarah 
Semafor merupakan salah satu bentuk isyarat menggunakan bendera yang lazim digunakan ketika perang sipil di Amerika Serikat. Ketika itu bendera yang digunakan berwarna putih dan oranye serta hanya terdiri dari satu bendera saja. Orang yang ditugaskan melakukan isyarat bendera ini biasanya berdiri di sebuah tempat yang tinggi atau di lantai yang tingginya sekitar 2-3 meter dari permukaan tanah semafor 

Semafor modern 
Semafor kini menggunakan dua bendera yang berbentuk persegi, yang akan digunakan oleh pengirim sinyal untuk melakukan posisi-posisi yang bisa diterjemahkan menjadi huruf dan angka. Sebenarnya warna bendera tergantung asal pesan itu dikirimkan, jika dikirimkan dari laut, maka benderanya berwarna merah dan oranye, jika dikirimkan dari darat maka bendera akan berwarna biru dan putih. Di Indonesia bendera yang biasa digunakan dalam kegiatan kepramukaan berwarna merah dan oranye. Namun sebenarnya warna bendera itu sendiri tidaklah terlalu penting, itu hanya merupakan pertanda agar pesan lebih mudah ditangkap. 

Penggunaan semafor dalam Pramuka 
Di Indonesia, semafor biasa diterapkan sebagai salah satu keahlian yang harus dimiliki dalam kegiatan pramuka. Biasanya kegiatan semafor ini diajarkan sejak dalam level pramuka siaga dan merupakan keterampilan yang dipraktekan pada acara perkemahan. Namun seiring dengan semakin redupnya kegiatan pramuka di Indonesia, maka keterampilan semafor ini pun semakin jarang dikenal orang. 

Karakter 
Untuk membuat sandi angka, sebelum memulai sandi maka harus diawali dengan sandi "nomor" dan jika ingin kembali membuat sandi huruf maka harus membuat sinyal "J" 



Beberapa sandi lainnya yang biasa digunakan dalam semafor adalah:
 U-R : berita siap dimulai
 K : siap menerima berita
 E (8 kali) : error / ada kesalahan
 C : konfirmasi satu kata diterima
 I-M-I : ulangi
 A-R : berita selesai
 R : dapat menerima dengan baik
 Q : tunggu
 M-K : geser kanan
 M-L : geser kiri. 

Sumber : 
http://id.wikipedia.org/wiki/Semafor
http://shinecoord37.files.wordpress.com/2011/05/semaphore.gif

Kategori

Kategori