Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka


Satgas Pramuka Peduli Bantu Evakuasi Korban Gempa Aceh

Posted: 06 Dec 2016 11:21 PM PST

Satgas Pramuka Peduli saat memberikan bantu evakuasi korban gempa aceh | Foto : Humas Kwarnas

Satgas Pramuka Peduli saat memberikan bantu evakuasi korban gempa aceh | Foto : Humas Kwarnas

Jakarta, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Aceh langsung melakukan respon cepat atas kejadian musibah gempa bumi di Pidie Jaya Aceh pada Rabu (7/12/2016) pagi, dengan mendirikan sembilan posko, satu posko induk di depan Kantor Kwarda Aceh dan delapan posko lainnya ada wilayah di Aceh Utara, Pidie dan Bireuen.

Kak Nur Aini Ketua DKD Aceh mengatakan, ‎saat ini yang dilakukan oleh Kwarda Aceh adalah mengirim sejumlah personil untuk ikut bersama dengan satgas Pramuka Peduli Pidie dalam upaya mengevakuasi para korban yang tertimpa reruntuhan bangunan.

“Ada 150 anggota Pramuka yang sudah turun membantu masyarakat untuk mengevakuasi para korban yang tertimbun reruntuhan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu.

Menurutnya, fokus utama yang tengah dilakukan oleh Pramuka adalah mengevakuasi dan menyelamatkan para korban. Sebab, kondisi di lapangan, dilaporkan masih banyak anggota keluarga yang belum ditemukan.

“Saat ini situasi di lapangan masih banyak korban yang terjepit dan terjebak direruntuhan. Karenanya fokus kita adalah evakuasi para korban,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak Kwarda Aceh juga sudah menyiapkan satu unit mobil ambulance, dilengkapi denga‎n dokter dan tenaga medis. Sembari menunggu penanganan evakuasi, Kwarda Aceh berkerjasama dengan seluruh kwarcab di wilayah Aceh terus mengupayakan penggalangan dana untuk para korban.

Gempa berkekuatan 6,5 skala richter terjadi di Pidie Jaya pada pagi tadi pukul 05.03 WIB telah mengakibatkan sejumlah bangunan dan fasilitas umum rusak. Korban meninggal terus bertambah, berdasarkan laporan Kak Aini Korban saat ini sudah berjumlah 34 orang dan diperkirakan akan terus bertambah.

Sekedar menambahkan, bagi kakak-kakak yang ingin memberikan bantuan untuk para korban gempa Pidie. Kwarda Aceh membuka rekening peduli melalui 01001086300126 atas nama M Nasir Abd (Bendahara Kwarda Aceh). Dana yang terkumpul nanti akan disalurkan ke Satgas Pramuka Peduli Kwarcab Pidie. (HA/Humas Kwarnas)

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka


Kak Adhyaksa: Lokakarya Pramuka Patriot Lingkungan Sesuai dengan Empat Fokus Gerakan Pramuka

Posted: 05 Dec 2016 11:10 PM PST

Lokakarya Pramuka Patriot Lingkungan Bagi Pembina Pramuka Wilayah Barat (Foto: Kak Udin/Humas Kwarnas)

Lokakarya Pramuka Patriot Lingkungan Bagi Pembina Pramuka Wilayah Barat (Foto: Kak Udin/Humas Kwarnas)

Jakarta, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Kak Adhyaksa Dault mengapresiasi kegiatan Lokakarya Pramuka Patriot Lingkungan Bagi Pembina Pramuka se-Wilayah Barat, Jawa Sumatera yang diadakan di Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur Jakarta Timur 6-8 Desember 2016.

Kak Adhyaksa mengatakan, isu lingkungan hidup menjadi persoalan penting yang harus diperhatikan oleh pemerintah dan masyarakat. Sebab, hal ini menyangkut keberlangsung hidup manusia yang menginginkan adanya lingkungan yang bersih, aman dan tenteram.

‎”Setiap manusia yang hidup di dunia ini memerlukan lingkungan yang bersih dan sehat agar dapat memberikan kenyamanan hidup. Karena itu manusia wajib peduli terhadap lingkungannya, yaitu dengan cara menjaga, memelihara dan menciptakan lingkungan hidup yang baik,” ujar Kak Adhyaksa saat membuka acara ini di TRW Selasa (6/12/2016).

Mantan Menpora ini pun senang, karena Pramuka selalu terdepan menjadi pelopor dari gerakan menciptakan lingkungan hidup yang bersih, aman dan damai. Pramuka potensial melakukan gerakan ini, lantaran organisasi kepanduan ini punya anggota lebih dari 20 juta orang.

Disamping itu, kata dia, anggota pramuka sebagian besar merupakan generasi muda bangsa yang akan mewarisi lingkungan di masa depan sebagaimana yang dituangkan dalam UU No.12 Tahun 2010 pasal 4.

Dalam pasal tersebut disebutkan, bahwa Gerakan Pramuka bertujuan membentuk  Anggota Gerakan Pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik serta melestarikan Lingkungan. Pasal 6 ayat (2) huruf b, Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.

“Dengan kegiatan-kegiatan itu, diharapkan di setiap jiwa anggota Gerakan Pramuka akan timbul rasa cinta kepada alam dan lingkungannya. Penanaman kesadaran untuk mencintai alam dan lingkungannya perlu dilakukan sedini mungkin, sehingga anggota Gerakan Pramuka dapat memahami dan memelihara lingkungan hidup,” jelasnya.

Tidak lupa, Kak Adhyaksa juga mengingatkan kembali tentang empat fokus utama yang menjadi konsentrasi garapan kepengurusan Kwarnas, masa bakti 2013-2018.

1. Re-Branding.

Mengemas kegiatan pramuka menjadi keren, gembira, asyik dengan berpedoman pada tri satya dan dasa darma pramuka; meningkatkan partisipasi anggota dan masyarakat dalam pembuatan konten-konten tentang kepramukaan

2. Penataan Organisasi.

Penguatan sumber daya manusia mewujudkan aturan-aturan organisasi yang jelas, peningkatan sumber daya manusia sehingga memiliki integritas, jiwa ikhlas, etos kerja dan semangat gotong royong

3. Jaringan Kerja.

Penguatan komunikasi dan koordinasi di internal organisasi, serta kerjasama strategis ke luar yang tidak merugikan kepentingan Pramuka dan kepentingan nasional bangsa Indonesia.

4. Pramuka untuk Perubahan.

(scout for change); peningkatan bakti pramuka, dengan aksi-aksi kerelawanan dan karya nyata untuk masyarakat dan lingkungan

Menurutnya, lokakarya hari ini merupakan bagian utama dalam mewujudkan fokus utama yang diusung oleh kepengurusan Kwarnas saat ini.‎ yaitu mengupayakan peningkatan bakti pramuka, dengan aksi-aksi kerelawanan dan karya nyata untuk masyarakat dan lingkungan hidup.

“Arah dan tujuan Gerakan Pramuka memanglah sangat mulia, tapi jangan sampai tujuan tersebut menjadi slogan belaka manakala tidak ada keberanian dan kepedulian yang tinggi dalam proses pencapaian tujuan Gerakan Pramuka. Bertindak langsung merupakan kunci yang tepat bagi pencapaian tujuan demi generasi mendatang,” jelasnya.

Lebih lanjut Kak Adhyaksa mengatakann sebagai langkah nyata perwujudan Gerakan Pramuka menjadi garda terdepan dalam menjaga, memelihara dan menciptakan lingkungan hidup yang baik, Kwarnas telah membuat Buku Panduan Mewujudkan Gugus Depan Ramah Lingkungan yang hingga saat ini memasuki tahap akhir pembahasan dan ditargetkan selesai akhir bulan Desember ini.

“Kemudian langkah lain mewujudkan Pramuka Untuk Perubahan adalah secara terus menerus melakukan gerakan menanam disetiap kegiatan pramuka disemua jajaran,” pungkasnya. (HA)

Empat Sasaran yang Ingin Dicapai dari Lokakarya Pramuka Patriot Lingkungan Hidup

Posted: 05 Dec 2016 09:58 PM PST

Peserta Lokakarya Pramuka Patriot Lingkungan Bagi Pembina Pramuka asal Kwarda Gerakan Pramuka Bangka Belitung dengan kak Dramuji (Foto: Humas Kwarnas)

Peserta Lokakarya Pramuka Patriot Lingkungan Bagi Pembina Pramuka asal Kwarda Gerakan Pramuka Bangka Belitung dengan kak Dramuji (Foto: Kak Udin / Humas Kwarnas)

Jakarta  – Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka melalui Bidang Abdimasgana dan Lingkungan Hidup mengadakan Lokakarya Pramuka Patriot Lingkungan bagi pembina Pramuka wilayah barat Jawa dan Sumatera di di TRW Cibubur Jakarta Timur 6-8 Desember 2016.

Kak Sukro Muhab Andalan Nasional Kwarnas Bidang Abdimasgana dan Lingkungan Hidup mengatakan, Lokakarya Pramuka Patriot Lingkungan bagi Pembina Pramuka se-wilayah Barat ini merupakan program  Bidang  Lingkungan Hidup dan Kesakaan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Pembina Pramuka dalam bidang lingkungan.

“Kegiatan sekaligus dalam rangka menciptakan generasi muda yang  bertanggung jawab untuk menjadi garda terdepan dalam gerakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,” ujar Kak Sukro di TRW, Cibubur Selasa (6/11/2016).

Melalui kegiatan ini, Kak Sukro mengatakan, ada empat sasaran yang ingin dicapai Kwarnas untuk menyusun program-program unggulan dalam rangka memecahkan persoalan lingkungan hidup, yang ada di berbagai daerah.

Pertama, ‎peserta diharapkan bisa merencanakan dan menyusun program-program perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup serta memahami problema lingkungan hidup dan langkah-langkah mengatasinya.

“Kedua memahami rencana strategik Kwartir Nasional Gerakan Pramuka bidang lingkungan hidup mensinergikan kegiatan lingkungan hidup dengan kememterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di jajarannya,” terangnya.

Ketiga, peserta diharapkan bisa memahami dan melaksanakan Gugusdepan Menuju ramah lingkungan mengelola sampah dengan prinsip 4R (Reduce, Reuse, Recycle and Replant)  bagi anggota Gerakan Pramuka dan proses composting Menerapkan aksi dalam mengantisipasi dampak  perubahan iklim (Climate Change)

“Terakhir, kita ingin bisa memahami dan meningkatkan pemahaman kepedulian Pramuka terhadap energi terbarukan, dan mempraktekan tata kelola air dan IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah) di gugusdepannya dan lingkungan tempat tinggalnya,” jelasnya. ‎

Diketahui, lokakarya Pramuka Patriot Lingkungan Bagi Pembina Pramuka Wilayah Barat (Tingkat Regional)  diikuti oleh utusan 17 Kwartir Daerah Gerakan Pramuka dari regional barat (Pulau Sumatera dan Jawa) dengan jumlah peserta 34 orang. (HA/Humas Kwarnas)

Pramuka

Pramuka

Pramuka


Lagu Api Unggun (Api Telah Menyala) Versi Rock

Posted: 03 Dec 2016 02:49 PM PST

Lagu Api Unggun atau Api Telah Menyala merupakan salah satu lagu pramuka populer yang kerap dinyanyikan saat upacara penyalaan api unggun. Bagi pramuka di Indonesia lagi Api Telah menyala ini tidak kalah tenar dengan lagu Api Unggun. Dan kini, lagu tersebut diarransemen ulang dengan sentuhan rock and roll. Lagu Api Telah Menyala atau Api Unggun diciptakan oleh Kak Uun Samsa, seorang pecinta
Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka


Kwarcab Tegal Adakan Pelatihan Kehumasan

Posted: 03 Dec 2016 05:30 PM PST

Pelatihan Kehumasan Kwartir Cabang Tegal Tahun 2016 | Foto: Humas Kwarcab Tegal

Pelatihan Kehumasan Kwartir Cabang Tegal Tahun 2016  (Foto: Humas Kwarcab Tegal)

SLAWI – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Tegal sedang mengadakan Pelatihan Kehumasan bagi Humas Pramuka di Kwartir Ranting, Satuan Karya dan Satuan Komunitas se-Kabupaten Tegal.

Pelatihan digelar selama 2 hari Sabtu (3/12) hingga Minggu (4/12) di Sanggar Pramuka setempat.

Wakil Ketua Kwarcab Bidang Humas Abdimas, Drs H Waudin,M.Si melalui Sekretaris Bidang Humas, Teguh Herdi Sancoyo,S.Pd,MM mengatakan, pelatihan Kehumasan dimaksudkan untuk membekali dan mempersiapkan Humas Pramuka diberbagai pangkalan agar lebih mengenal bidang jurnalistik, kehumasan, dan mengerti cara-cara penulisan yang baik sesuai dengan kaidah Jurnalistik.

"Dengan pelatihan ini diharapkan para Humas Pramuka memiliki ilmu jurnalistik dan kehumasan, sehingga bisa menjadi corongnya Pramuka dalam mempublikasikan kegiatan yang dilaksanakan oleh Kwarran, Satuan Karya maupun Satuan Komunitas di wilayah / pangkalannya masing-masing," katanya kemarin.

Dia mengakui, hingga saat ini para Humas Pramuka masih belum banyak mempublikasikan kegiatannya, sehingga perlu diadakan pelatihan ini guna memberikan pengetahuan dan ketrampilan tersebut.

"Kegiatan ini kita jadikan momentum untuk mengajak para Humas Pramuka untuk memulai menulis khususnya tentang kepramukaan. Karena pada hakikatnya setiap Pramuka adalah kantor berita," ujar Teguh.

Panitia Pelatihan Kehumasan, Iman Teguh Supriyono mengemukakan, pelatihan Kehumasan diikuti sedikitya 50 peserta yang berasal dari unsur Satuan Karya (SAKA) Cabang, Satuan Komunitas (Sako) Pramuka tingkat Cabang, Humas Kwarran dan anggota Dewan Kerja Ranting (DKR) se Kwartir Cabang Tegal.

"Untuk latihan awal menulis, peserta kami syaratkan untuk membuat tulisan / press reales seputar kegiatan yang dilakukan di satuan / pangkalannya," terang Iman Teguh Iman Teguh yang juga Humas Kwarcab Tegal, menambahkan, dalam pelatihan tersebut, pihak Kwartir Cabang Tegal menghadirkan sejumlah Narasumber yang berkompeten dibidangnya diantaranya Harian Radar Tegal, Suara Merdeka dan Bagian Humas Pemkab Tegal.

"Untuk materi pelatihan antara lain Jurnalistik, menulis berita, Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik, Kehumasan dan Protokoler," imbuhnya. (Humas Kwarcab Tegal)

Bertemu Ka Kwarnas, Pramuka SMA Taruna Nusantara Magelang Diminta Amalkan Dasa Darma dan Trisatya

Posted: 03 Dec 2016 07:04 AM PST

Bertemu Ka Kwarnas, Pramuka SMA Taruna Nusantara Magelang Diminta Amalkan Dasa Darma dan Trisatya -02 Bertemu Ka Kwarnas, Pramuka SMA Taruna Nusantara Magelang Diminta Amalkan Dasa Darma dan Trisatya -01 Bertemu Ka Kwarnas, Pramuka SMA Taruna Nusantara Magelang Diminta Amalkan Dasa Darma dan Trisatya -04

15 anggota Pramuka SMA Taruna Nusantara Magelang saat mengunjungi rumah Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Kak Adhyaksa Dault di Jalan Pengadegan Raya, Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (3/12/2016). | Foto: Hajir


Jakarta – Usai mengikuti kegiatan Jambore Malaysia ke 13 di Batu Metropolitan Park Ipoh, Kuala Lumpur, Malaysia pada 25 November hingga 1 Desember 2016 lalu, sebanyak 15 anggota Pramuka SMA Taruna Nusantara Magelang mengunjungi rumah Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Kak Adhyaksa Dault di Jalan Pengadegan Raya, Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (3/12/2016).

Dalam kunjungan itu Pramuka SMA Taruna Nusantara Magelang melaporkan kegiatannya kepada Kak Adhyaksa selama mengikuti Jambore Malaysia. Menurut mereka kegiatan Jambore Malaysia cukup menyenangkan, menambah pengalaman, dan menambah sahabat baru dari negara lain.

Pramuka SMA Taruna Nusantara Magelang tiba sekitar pukul 15.30 WIB dan disambut langsung oleh Kak Adhyaksa diruang tamu, terlihat suasana kekeluargaan dalam perbincangan mereka. Bahkan sesekali Kak Adhyaksa mengeluarkan kata guyonan-guyonan lucu untuk menghangatkan suasana.

“Tadi Satu persatu saya tanya cita-citanya Ingin jadi TNI, Dokter, Guru, atau Polisi, rata-rata jawaban mereka luar biasa, ini profesi-profesi yg melayani langsung masyarakat.,” kata Kak Adhyaksa.

Selain itu Kak Adhyaksa menyampaikan empat  pesan agar mereka rajin Ibadah, hormat dan sayangi kedua orangtua. Sebab kelak mereka akan jadi pemimpin yang melayani masyarakat.

“rajin ibadah, hormat dan sayangi kedua orangtua, jadilah pemimpin yang ikhlas dan benar-benar melayani masyarakat, serta yang terakhir, amalkan Dasa Darma dan Trisatya Pramuka,” lanjutnya.

Usai berbincang diruang tamu, Kak Adhyaksa mengajak mereka berkililing melihat foto dan menceritakan sejarah awal dia menjadi mahasiswa, ketua KNPI, Menpora, Ketua Kwarnas dan beberapa prestasinya di dalam negeri serta luar negeri. (HK)

Ikut Jambore Malaysia, ini Target yang ingin Dicapai Pramuka‎

Posted: 28 Nov 2016 05:32 AM PST

Ikut Jambore Malaysia, ini Target yang ingin Dicapai Pramuka‎ -03 Ikut Jambore Malaysia, ini Target yang ingin Dicapai Pramuka‎ -02 Ikut Jambore Malaysia, ini Target yang ingin Dicapai Pramuka‎ Ikut Jambore Malaysia, ini Target yang ingin Dicapai Pramuka‎ - 01

Peserta Indonesia pada Jambore Malaysia ke-13 tahun di Taman Metropolitan Batu Kuala Lumpur 25 November-2 Desember 2016. (Foto: Humas Kwarnas)

 

Kuala Lumpur – Gerakan Pramuka patut bangga karena selalu ikut dalam kegiatan kepramukaan di tingkat global, seperti saat ini Jambore Malaysia ke-13 tahun di Taman Metropolitan Batu Kuala Lumpur 25 November-2 Desember 2016.

‎Kak Fadhlullah Marzuki, Ketua Kontingen Sulawesi Selatan mengatakan, dengan jumlah anggota Pramuka terbanyak di dunia, Indonesia ‎punya modal besar untuk menunjukan segala kreatifitas seni dan budaya anak bangsa yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain.

‎”Yang menarik di sini kita punya banyak karya dan kreasi, sementara negara lain sangatlah monoton dan selalu mengikut ke kita, dan mengembangkan apa yang mereka liat,” ujar Kak Fad saat dihubungi, Senin (28/11/2016).

Kak Fad menuturkan, Kontingen Indonesia akan menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya‎. Karena targetnya, adalah bagaimana mana bisa memperlihatkan Pramuka Indonesia dimata internasional. Moment ini juga sekaligus bisa dijadikan bagi anak Pramuka untuk berbagi ilmu dan pengalaman.

‎‎”Kita harus bersyukur  bahwa semua kegiatan kita di Indonesia, adalah kegiatan yang dikemas dengan persiapan yang matang dengan mempertimbangkan hal terburuknya sekalipun,” tuturnya. ‎

“Sementara di negeri Malaysia,cenderung kurang memperhatikan hal tersebut, walau dari  segi fasilitas mereka (Malaysia) sedikit lebih di atas namun tidak mempertimbangkan rasio jumlah peserta,” imbuhnya.

Sementara itu, Kak Fajar Ketua Pinkonda Jawa Barat mengatakan,  Jambore International Kuala Lumpur merupakan ajang untuk berinteraksi secara langsung dengan peserta dari berbagai negara. Interaksi yang terbangun bukan hanya sekedar berkegiatan bersama namun lebih dari hal itu.

‎Diantaranya kata dia, komunikasi, budaya, ideologi, serta berbagi pengalaman  yang berbeda. Ini lah yang menjadi menarik dalam kegiatan tersebut. ” Komponen yang sangat menarik bagi semua peserta adalah kegiatan Participant Movement di mana seluruh peserta mengunjungi berbagai stand yang menarik,” ujar Kak Fajar. ‎

Dalam setiap stand menawarkan kegiatan yang berbeda seperti kayaking,sea rescue,manual communication, dan traditional game. ‎Menurutnya, ini menandakan bahwa kegiatan Jambore dalam bentuk perkemahan dan stand memberikan dampak positif terhadap pola pikir Pramuka.

Targetnya kata Kak Fajar, ‎adalah peserta diharapkan mendapat pengalaman berharga untuk dibagikan kepada teman-teman di negara masing-masing. Selain itu untuk membangun motivasi saling menghormati dan menghargai berbagai perbedaan namun tetap harmonis dalam bingkai gerakan pramuka.

“Hal ini sebagaimana telah tertuang dalam butir-butir dasa dharma dan trisatya,” jelasnya.‎

Hal yang sama juga disampaikan oleh ‎Kak Tati Pinkonda Jawa Timur, ia menyatakan setidaknya ada dua target yang ingin dicapai dari Pramuka Indonesia dalam mengikuti Jambore Malaysia. Pertama, dengan kegiatan ini harapannya, ‎ adik-adik  lebih trampil mandiri  dan berkarakter  untuk menjadi generasi emas indonesia.

“Kedua bisa  menjadi contoh bahwa kegiatan pramuka adalah pilihan yang tepat untuk kaum muda khususnya kaum muda di Jawa timur‎,” jelasnya. (HA / Humas Kwarnas)

Kategori

Kategori