Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka


Pramuka Bantu Korban Banjir Bandang Sampai Batas Akhir

Posted: 29 Sep 2016 11:57 PM PDT

pramuka-bantu-korban-banjir-bandang-sampai-batas-akhir

Andalan Nasional Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bidang Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana Kak Eko Sulistio Saat membantu Korban Banjir Bandang di Garut(Foto: Humas Kwarnas)

Jakarta, Lebih dari satu pekan pencarian para korban banjir bandang di Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut masih terus dilakukan. Pencarian melibatkan banyak pihak, baik dari BNPB, relawan, masyarakat, dan juga anggota Pramuka. ‎

Andalan Nasional Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bidang Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana Kak Eko Sulistio mengatakan, Tim Sar masih memperpanjang masa tanggap darurat sampai Rabu 5 Oktober 2016.

“Sebenarnya masa tanggap darurat sampai Rabu kemarin, tapi karena masih banyak korban yang belum ditemukan. Proses evakuasi diperpanjang satu minggu,” ujar Kak Eko saat dihubungi, Jumat (30/9/2016)‎

Kak Eko menuturkan, dalam membantu korban banjir bandang Garut, tim gabungan Gerakan Pramuka dari Kwarnas dan Kwarcab Garut dibagi menjadi tiga titik. Pertama, tim distribusi bantuan, kedua, rehabilitasi atau tim pembersihan berupa jalan, bangunan rumah dan sekolah.

“Ketiga, adalah tim seacrh and rescue atau pencarian korban hilang,” terangnya.

Banyak kendala yang dihadapi oleh para relawan selama dilokasi. Misalnya, Kak Eko menyebut dalam pencarian korban hilang, Tim Sar ‎kesulitan karena cakupan Sungai Cimanuk begitu luas, kemudian tebalnya lumpur, dan banyaknya sampah. “Belum lagi ditambah cuaca yang tidak menentu karena masih musim hujan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Kwarnas Kak Adhyaksa Dault memberikan apresiasi kepada anggota Pramuka yang terlibat langsung membantu para korban banjir bandang. ‎Menurutnya, aksi ini adalah wujud kepedulian Pramuka untuk mau menolong antar sesama sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan.

“Saya tahu bagaimana kesulitan di lapangan, hormat saya untuk semua anggota Gerakan Pramuka yang turun langsung bahkan menginap hingga dua minggu untuk membantu saudara-saudara kita di Garut. Salam Pramuka, Pramuka itu rela menolong dan tabah‎,” ucap Kak Adhyaksa.
‎‎
‎Hingga berita ini diturunkan, tercatat masih ada 20 korban hilang yang belum ditentukan. Nantinya, bila sampai batas waktu yang telah ditentukan, korban belum juga ditmukan. Maka masa tanggap darurat akan tetap dihentikan.

Relawan Pramuka sendiri mendirikan tiga Posko, mereka terlibat membantu korban banjir bandang sejak awal. Beberapa bantuan yang sudah distribusikan berupa, pakaian, makanan, minuman, peralatan mandi, alat kesehatan dan juga uang. ‎ ‎(HA/ Humas Kwarnas)

Wakil Bupati Tegal: Gerakan Pramuka Bentuk Pribadi Unggul

Posted: 29 Sep 2016 09:13 PM PDT

Wakil Bupati Tegal, Dra Umi Azizah bersama Pimpinan Kwarcab Tegal bersalaman dengan Pramuka Penggalang ramu peserta ISC (Foto: Kak Nur Hasan/Humas Kwarcab Tegal)

Wakil Bupati Tegal, Dra Umi Azizah bersama Pimpinan Kwarcab Tegal bersalaman dengan Pramuka Penggalang ramu peserta ISC (Foto: Kak Nur Hasan/Humas Kwarcab Tegal)

SLAWI – Wakil Bupati Tegal, Dra Umi Azizah mengapresiasi ajang Indonesia Scouts Challenge (ISC) Regional Championship Kabupaten Tegal tahun 2016 yang digelar Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tegal dengan menggandeng pihak swasta. Selain berguna dan bermanfaat sebagai pilihan kegiatan yang positif dan menarik bagi anak-anak, penyelenggaraan ISC ini diharapkan mampu memunculkan gairah dan menggelorakan semangat anak-anak pada kegiatan Pramuka.

"Perlu kita ketahui bersama bahwa gerakan pramuka mempunyai peran penting dalam membentuk kepribadian generasi muda, generasi penerus kita agar kelak memiliki daya saing dan karakter unggul dalam menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global," tegas Umi saat membuka ajang Indonesia Scouts Challenge (ISC) Regional Championship Kabupaten Tegal tahun 2016, Rabu (28/9) di  Bumi Perkemahan Martoloyo, Desa Suniarsih Bojong.

Menurutnya, Potensi pramuka sebagai garda terdepan gerakan perubahan mental bagi anak-anak diharapkan mampu membawa perubahan sikap. Gerakan pramuka harus menjadi pelopor perwujudan nilai-nilai integritas, nilai-nilai kesantunan, dan nilai-nilai tata krama.

"Kepada adik-adikku Penggalang Ramu, ayo kita kembangkan semangat gotong royong, lakukan perubahan mulai dari diri sendiri, setelah itu ajak teman-teman, sahabat dan yang lainnya untuk berubah. Kita buktikan bahwa perubahan itu nyata dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Untuk itu adik-adik harus siap menjadi contoh baik di sekolah, rumah, dan lingkungan tempat tinggal kalian, siap adik-adik?," ajaknya kepada Pramuka Penggalang Ramu

Umi melanjutkan, contoh apa yang kiranya dapat kalian kerjakan? ya tentunya contoh pribadi yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, pribadi yang disiplin, tepat waktu, siap membantu sesama dalam kebaikan dan menghormati orang tua di rumah dan guru di sekolah, taat aturan, menjaga kebersihan dan cinta pada lingkungan hidup.

Sekali lagi saya berpesan, manfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya. Nikmati pengalaman dan rasakan keseruannya. Harapan kakak, pemenang regu putra dan regu putri terbaik dari regional championship tingkat Kabupaten Tegal ini nantinya dapat lolos di tingkat provinsi Jawa Tengah untuk maju ke tingkat nasional dan keluar sebagai juara nasional, sehingga tiket terbang ke Amerika Serikat dan hadiah berupa tabungan pendidikan berhak menjadi milik kalian. Sanggup?," pungkasnya

Ketua Kwarcab Tegal, dokter Widodo Joko Mulyono didampingi Humas, Nurkhasan menuturkan, kegiatan yang ajang perkemahan Indonesia Scouts Callenge 100 persen permainan yang mengandung unsur pendidikan. Kegiatan diikuti Penggalang ramu pangkalan SD/MI atau setara kelas 4 dan 5 SD/MI.

“ISC digelar selama 2 hari, 28-29 September 2016. Ini berjenjang dari tingkat Kabupaten, Provinsi, Nasional hingga Amerika. Siapa tahu dari perkemahan ISC tingkat Kwarcab bisa melaju ke nasional, sehingga bisa terbang ke Amerika Serikat,” katanya. (Kak Nur Hasan/Humas Kwarcab Tegal)

Dari laut, Peserta Pelantara VI Sail Karimata Kirim Doa untuk Korban Banjir Garut dan Sumedang

Posted: 29 Sep 2016 08:57 PM PDT

Peserta Pelantara VI Sail Karimata Mengirimkan Doa untuk Korban Banjir Garut dan Sumedang (Foto: Humas Kwarnas)

Peserta Pelantara VI Sail Karimata Mengirimkan Doa untuk Korban Banjir Garut dan Sumedang (Foto: Humas Kwarnas)

Kepri- Musibah banjir yang melanda masyarakat Garut dan Sumedang mengundang kepedulian dari banyak pihak. Kejadian memilukan ini ternyata juga tak luput dari perhatian peserta pelayaran lingkar nusantara (Pelantara)VI Sail Selat Karimata 2016.

Dari laut, mereka mengucapkan belasungkawa dan mendoakan para korban banjir di Garut dan Sumedang, Jawa Barat. Jumat (30/9). Doa tersebut dilaksanakan diatas kapal KRI Surabaya 591 saat sedang berlayar menuju Pulau Sekatung. Sebelumnya mereka telah melaksanakan beragam kegiatan di Kepulaun Riau selama 4 hari.

“Berdoa untuk korban banjir Garut dan Sumedang. Semoga diberi kesabaran. Amin,” bunyi tulisan sebuah kertas yang dipegang peserta pelantara VI.

Komandan Satuan Tugas Pelantara VI, Kak Kolonel Laut (P) R Eko Suyatno mengatakan bahwa berdoa untuk masyarakat korban banjir ini merupakan bentuk kepedulian sosial saka bahari terhadap sesama manusia.

“Kita memberikan doa kepada masyarakat Garut dan Sumedang yang sedang mengalami musibah. Kekuatan doa itu dashyat, doa mengalahi semua nya bila dilakukan dengan hati yang tulus. Kita berharap semoga kondisi di Garut dan Sumendang semakin membaik, amin,” demikian ungkap kak Eko

“Dari laut, kami semua mendoakan agar warga yang kehilangan tempat tinggal dan anggota keluarga diberi lindungan Tuhan yang maha esa, amin” ucap puluhan peserta Pelayaran Lingkar Nusantara VI Sail Karimata 2016

Berdasarkan informasi, kondisi para korban masih cukup memprihatinkan, karena  masih tinggal di posko-posko bencana dengan segala keterbatasan. Tim sar juga masih memperpanjang masa tanggap darurat‎, mengingat ada 19 orang warga yang hilang belum ditemukan. Sementara korban yang mati berjumlah 33 orang. (Roby/Humas Kwarnas)

Tinjau Lokasi Pertinas SBH, Kwarnas Ingatkan Pentingnya Air Bersih

Posted: 29 Sep 2016 06:31 PM PDT

Kak Editha Rahaded, Waka Bidang Binamuda sedang mendengarkan penjelasan dari Kak Kus,  Kepala Dinas Kesehatan Kab. Blitar ttg persiapan  Pertinas SBH yg akan dilaksanakan di Buper Serut, Pademangan Kab. Blitar tgl 17 sd 23 Okt 2016 (Humas Kwarnas)

Kak Editha Rahaded, Waka Bidang Binamuda sedang mendengarkan penjelasan dari Kak Kus, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Blitar ttg persiapan Pertinas SBH yg akan dilaksanakan di Buper Serut, Pademangan Kab. Blitar tgl 17 sd 23 Okt 2016 (Humas Kwarnas)

Jakarta, Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bidang Bina Anggota Muda Kak Editha Rahaded bersama Ketua Dewan Kerja Nasional Kak Yudha Adhyaksa beserta rombongan meninjau ke lokasi Perkemahan Bakti Saka Bakti Husada Tingkat Nasional (Pertinas SBH)
di Bumi Perkemahan Serut, Pademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kamis 29 September 2016.

Kak Ita mengatakan,  survei lokasi perlu dilakukan untuk mengetahui persiapan lokasi perkemahan terutama sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk Pertinas SBH, mengingat waktu pelaksanaan sudah semakin dekat yaitu 17 sd 23 Oktober 2016

Rombongan Kwarnas diterima langsung oleh Kak Kuspardani, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar yang juga Waka Kwarcab Bidang Abdimas Kwarcab Kabupaten Blitar. ‎Kemudian ada Sekretaris Kwarcab Kabupaten Blitar Kak Tri Yoga, dan Ketua DKC Kabupaten Blitar Kak Fauzi. Kepada mereka Kak Ita menyoroti pentingnya air bersih. ‎

“Kalau listrik nggak ada tidak masalah karena ada lilin atau lampu badai, tapi kalau air nggak ada tidak ada yang bisa menggantikan,” terangnya.

Usai meninjau lokasi perkemahan, rombongan Kwarnas juga menyempatkan diri berkunjung ‎ke Museum Soekarno. Lokasi ini menjadi salah satu tempat yang akan dikunjungi para peserta Pertinas SBH dalam kegiatan wisata sejarah, termasuk berziarah ke makam Soekarno. ‎(HA/Humas Kwarnas)

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka


Wakil Bupati Bintan: Menanam Pohon Ibarat Membangun Masa Depan

Posted: 28 Sep 2016 09:15 PM PDT

kak Drs. H. Dalmasri Syam, MM membuka kegiatan penanaman pohon bersama 316 peserta pelayaran Lingkar Nusantara (Pelantara) VI Sail Selat Karimata 2016 di taman wisata kampung Bugis Sakera, Tanjung Uban, kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Kamis (29/9) (Foto: Humas Kwarnas)

kak Drs. H. Dalmasri Syam, MM membuka kegiatan penanaman pohon bersama 316 peserta pelayaran Lingkar Nusantara (Pelantara) VI Sail Selat Karimata 2016 di taman wisata kampung Bugis Sakera, Tanjung Uban, kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Kamis (29/9) (Foto: Humas Kwarnas)

Kepri- Wakil Bupati Kabupaten Bintan, kak Drs. H. Dalmasri Syam, MM, mengatakan, menanam pohon merupakan menanam kehidupan baru bagi generasi selanjutnya.

Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan penanaman pohon bersama 316 peserta pelayaran Lingkar Nusantara (Pelantara) VI Sail Selat Karimata 2016 di taman wisata kampung Bugis Sakera, Tanjung Uban, kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Kamis (29/9). Adapun pohon yang ditanam yaitu pohon manggis, mangga dan alpukat.

Menurut nya, membangun masa depan sejatinya ibarat menanam pohon. Agar tumbuh subur, berakar kuat, berdaun rimbun, dan berbuah lebat, pohon tersebut harus dirawat dengan baik, melalui proses yang panjang, rumit, dan memakan waktu lama.

"Untuk menghasilkan pohon berbatang kokoh dan berakar kuat diperlukan kedisiplinan, kesabaran, dan loyalitas. Sama hal nya dengan membangun masa depan, butuh kedisiplinan dan kesabaran yang tinggi,” ungkap nya

Keberadaan pohon, kata kak Dalmasri, sangat penting, mengingat peran dan fungsinya bagi kehidupan setiap makhluk di bumi ini. Setelah menanam pohon, kegiatan dilanjutkan dengan bersih-bersih pantai. "Menanam pohon di taman wisata ini bukan hanya sebatas seremonial, tapi menanam pohon disini adalah menanam kepedulian,” ujar nya

Lebih lanjut, dia mengharapkan peserta pelantara VI untuk menempa kedisiplinan selama belajar di kampus terapung KRI Surabaya-591.

“Tidak semua anak muda yang bisa ikut, gunakan kesempatan emas ini sebaik-baik nya. Tempa kedisiplinan, kesabaran dan kesetiaan dengan NKRI, untuk bekal sukses masa depan. Kelak kalian adalah calon pemimpin bangsa,” tambah nya.

Kwarnas Beri Bantuan ke Korban Banjir Bandang Garut, dan Tanah Longsor Sumedang‎

Posted: 28 Sep 2016 07:45 PM PDT

Rombongan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengunjungi lokasi bencana banjir bandang di Kecamatan Bayongbong, Garut (Foto: Heny/Humas Kwarnas)

Rombongan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengunjungi lokasi bencana banjir bandang di Kecamatan Bayongbong, Garut (Foto: Heny/Humas Kwarnas)

Jakarta – Rombongan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengunjungi lokasi bencana banjir bandang di Kecamatan Bayongbong, Garut, tepatnya di pinggiran Sungai Cimanuk Jawa Barat, Rabu (29/9/2016). Kedatangan Kwarnas tidak lain untuk memberikan bantuan kepada para korban.

Kak Sri Tegowati Kepala Biro Kwarnas Bidang Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana dan Lingkungan Hidup mengatakan, sebagai bentuk kepedulian Pramuka terhadap para korban bencana. Kwarnas memberikan sedikit bantuan yang didapat dari iuran anggota atau karyawan.

“Kedatangan kami kesini untuk melihat langsung kondisi para korban yang terkena dampak banjir bandang, sekaligus untuk pemberian bantuan,” ujarnya sesampainya di lokasi.

‎Bantuan dari Kwarnas antara lain berupa alat dapur (kompor,panci, wajan), makanan, popok bayi, pakaian, Mukena dan juga uang sebesar Rp 10 juta. Uang diserahkan ke Kwarcab Garut untuk biaya operasional, yang tengah sibuk membantu para korban dengan mendirikan posko.

“Tadi sudah diserahkan Kak Dude Hermawan, Waka Kwarcab Garut Bidang Abdimasgana,” tuturnya.

Kondisi para korban masih cukup memprihatinkan, karena  masih tinggal di posko-posko bencana dengan segala keterbatasan. Tim sar juga masih memperpanjang masa tanggap darurat‎, mengingat ada 19 orang warga yang hilang belum ditemukan. Sementara korban yang mati berjumlah 33 orang.

Usai mengunjungi korban banjir bandang di Garut, rombongan Kwarnas bertolak ke Sumedang  ‎di Cimareme, Kelurahan Pasanggrahan Baru, Kecamatan Sumedang. Kwarnas memberikan bantuan untuk para korban tanah longsor.

Bantuan diserahkan ke Kwarcab Sumedang untuk didistribusikan kembali ke para korban. Diantaranya berupa, pakaian, makanan, mukena dan uang.‎ (HA/Humas Kwarnas)

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka


Gubernur Kepri Cemburu pada Pramuka Bahari Peserta Pelantara VI 2016

Posted: 26 Sep 2016 11:45 PM PDT

Gubernur Kepulauan Riau, kak Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si menyambut 316 peserta pelayaran lingkar Nusantara VI Sail Karimata 2016 (Foto: Humas Kwarnas)

Gubernur Kepulauan Riau, kak Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si menyambut 316 peserta pelayaran lingkar Nusantara VI Sail Karimata 2016 (Foto: Humas Kwarnas)

Kepri – Gubernur Kepulauan Riau, kak Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si menyambut 316 peserta pelayaran lingkar Nusantara VI Sail Karimata 2016 yang lego di Dermaga Mentigi Tanjung Uban, Kepulauan Riau pukul 8.45 WIB, Selasa (27/9). Sebelum acara penyambutan digelar ucapan selamat datang ditandai dengan tari tradisional Melayu.

Sebelumnya, peserta yang berasal dari perwakilan 22 kwartir daerah tersebut dilepas secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, kak Luhut Binsar Pandjaitan di dermaga JICT Tanjung Priok Jakarta Utara, Kamis lalu (22/9).

Dalam sambutannya, kak Nurdin Basirun mengatakan peserta beruntung bisa mengikuti kegiatan pelayaran yang kaya akan nilai dan pengalaman, bahkan dia sempat cemburu kepada peserta Pelantara VI.

“Saya cemburu, enak betul kalian bisa ikut pelayaran ini. Dapat teman, dapat ilmu, dapat pengalaman, dapat merasakan keindahan bahari nusantara. Mudah-mudahan saya dapat menggunakan kapal perang ini untuk membawa pemuda-pemuda Kepri berlayar keperbatasan,” demikian ungkap Kak Nurdin

Gubernur Kepri menjelaskan, Kepulauan Riau adalah provinsi yang menggambarkan miniatur Republik Indonesia. Disini, kata dia, ada 2084 pulau yang seluruh nya berhadapan dengan negara tetangga, diantaranya Singapura, Vietnam dan Filipina, bahkan bertetanggaan dengan negara dunia.

“Selamat datang di Kepulauan Riau, provinsi yang menggambarkan miniatur Indonesia,” ungkap nya

Lebih lanjut, Gubernur mengharapkan agar para peserta bisa mengambil banyak pelajaran selama berlayar di kampus terapung tersebut, dan dapat menjiwai jiwa bahari. Menurutnya, kegiatan ini adalah langkah awal mereka mengenal bahari, mengenal laut, mengenal Indonesia sehinggia mampu mengambil peran dalam mempertahankan Indonesia.

“Saya titipikan bagaimana saka bahari bisa menjadi jiwa di kehidupan sehari-hari adik-adik. Orang berjiwa bahari itu disiplin, taat aturan, menjaga lingkungan, pekerja keras tidak cepat berputus asa. Karena sudah biasa menghadapai situasi-situasi yang tidak terduga. Wujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Kalian ini pemainnya, saya yakin kalian siap pakai. Siap tampil,” tambah nya

Berdasarkan jadwal, peserta pelayaran lingkar nusantra VI Sail Karimata akan mengagendakan beberapa kegiatan selama empat hari, akan berlangsung dari mulai hari ini, Selasa, 27 September sampai Jum’at, 1 Oktober 2016. Setelah itu akan melanjutkan pelayaran kembali menuju pulau Sekatung. Pulau Sekatung terletak di laut Cina Selatan dan berbatasan dengan negara Vietnam. (Roby/Humas Kwarnas)

Selesai Mengabdi di Babel, Kini Pramuka Bahari Lanjutkan Pelayaran

Posted: 26 Sep 2016 06:34 AM PDT

Rombongan peserta pelayaran lingkar nusantara (Pelantara) VI Sail Karimata 2016 telah secara resmi berlayar kembali melanjutkan pelayaran menuju pulau Bintan, Riau. Senin (26/9). Foto: Roby/Humas Kwarnas

Rombongan peserta pelayaran lingkar nusantara (Pelantara) VI Sail Karimata 2016 telah secara resmi berlayar kembali melanjutkan pelayaran menuju pulau Bintan, Riau. Senin (26/9). Foto: Roby/Humas Kwarnas

Bangka Belitug- Rombongan peserta pelayaran lingkar nusantara (Pelantara) VI Sail Karimata 2016 telah secara resmi berlayar kembali melanjutkan pelayaran menuju pulau Bintan, Riau. Senin (26/9). Tercatat kapal bergerak pada pukul 16.30 WIB.

Selama 3 hari, mereka melakukan pengabdian, pengamalan ilmu dan wisata di tiga desa. Adapun perkemahan di mulai tanggal 24 s.d 26 September 2016.

Komandan satuan tugas pelantara. kak Kolonel (P) R Eko Suyatno, S.E, MM dalam penyampaiannya mengatakan dengan selesainya kegiatan di Bangka Belitung tersebut diharapkan ada banyak hal yang bisa diperoleh peserta.

“Kami berharap ada pengalaman maupun ilmu yang bisa diperoleh para peserta setelah melaksanakan 3 hari perkemahan di Bangka Belitung. Sehingga suatu saat bisa menjadi bekal bagi mereka ketika hidup di tengah bermasyarakat,” kata nya

Disamping itu, dia juga sangat berterima kasih kepada masyarakat yang telah menerima dengan baik peserta pelantara VI terhadap sejumlah kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan.

Pantauan humas kwarnas, masyarakat Bangka Belitung berbondong-bondong datang ke dermaga Belinyu melihat dan melepas kepergian kapal KRI-591 Surabaya. “Terimakasih sudah singgah dan berbaur di masyarakat, kami doakan semoga selamat sampai tujuan, sukses,” ungkap Bu Bahriah penjua warung nasi Babel haru. (Roby/Humas Kwarnas)

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka


Ini Cara Unik Lampung Ajak Peserta Pelantara VI Bersuka Ria

Posted: 25 Sep 2016 09:35 PM PDT

Kontingen Daerah Lampung tampil pada urutan ketiga mengusung Tari Zapin dalam pementasan pentas seni api unggun pelayaran lingkar nusantara (pelantara) VI Sail Karimata 2016 (Foto: Humas kwarnas)

Kontingen Daerah Lampung tampil pada urutan ketiga mengusung Tari Zapin dalam pementasan pentas seni api unggun pelayaran lingkar nusantara (pelantara) VI Sail Karimata 2016 (Foto: Humas kwarnas)

Bangka Belitung, Kontingen Daerah Lampung tampil pada urutan ketiga mengusung Tari Zapin dalam pementasan pentas seni api unggun pelayaran lingkar nusantara (pelantara) VI Sail Karimata 2016, malam Minggu, (24/9). Tarian Zapin merupakan salah satu dari pada berbagai jenis tarian Melayu yang masih ada hingga sekarang.

“Di pelantara VI, kami mempersembahkan Tari Zapin, ini adalah Tari yang sering dibawakan oleh muli mekhanai yang sedang bersuka ria,” kata Kak Diana Lorenza, pimpinan kontingen di bumi perkemahan Markas Komando Angkatan Laut Bangka Belitung.

Menurutnya, kontingen Lampung menampilkan tari Zapin karena peserta nya sendiri adalah pemuda-pemudi, sehingga dengan menampilkan tarian ini, secara implisit Lampung mengajak peserta untuk terus bersuka ria lewat seni tari.

“Dengan bersemangat dan tekat yang kuat, kita ajak mereka untuk terus bergembira, pelayaran masih panjang, jadi suka ria nya juga harus panjang,” tambah nya

Ajakan itu berhasil, nampak peserta riuh dalam keceriaan. Untuk sekedar diketahui, Lampung mengirim delegasi berjumlah 17 orang, terdiri dari 7 putra, 7 putri, 2 pimpinan kontingen daerah (Pinkonda) dan 1 pembina pendamping (bindamping).

Sebelum nya, Pramuka Bahari peserta Pelantara VI sampai di pelabuhan Belinyu, kepulauan Bangka Belitung Sabtu pagi pukul 8.30 WIB, menggunakan Kapal KRI Surabaya-591 dengan kecepatan 13 knot. (Roby/Humas Kwarnas)

Wujudkan Kepedulian, Pramuka Bahari Adakan Bakti Sosial

Posted: 25 Sep 2016 03:48 AM PDT

Pramuka Bahari Saat Pelaksanaan Bakti Sosial (Foto: Humas Kwarnas)

Pramuka Bahari Saat Pelaksanaan Bakti Sosial (Foto: Humas Kwarnas)

Bangka Belitung, Baru saja sampai, Pramuka Bahari peserta pelayaran lingkar nusantara VI Sail Karimata 2016 sudah mengagendakan beragam kegiatan. Salah satunya kegiatan bakti sosial (baksos) di masyarakat musholla Al-Amin Kelurahan Kuto Panji Kecamatan Belinyu Kab. Bangka Provinisi bangka belitunng. Minggu (25/9).

Kurangnya antusias dan perhatian pemuda terhadap warga yang tinggal ditempat terpencil, sehingga Pramuka Bahari ingin membangun rasa kepedulian tersebut melalui kegiatan bakti sosial. Kegiatan ini juga merupakan kelanjutan dari membangun keakraban antar sesama.

Baksos ini dibuka langsung oleh komandan satuan tugas pelantara VI Kolonel (P) R Eko Suyatno SE.MM. Ia mengatakan sejumlah bahan pokok diberikan dalam kegiatan tersebut, misalnya beras, minyak goreng, dan sejumlah bahan lainnya. Termasuk merenovasi masjid.

“Ini untuk meningkatkan rasa sosial di antara peserta, untuk berbagi,” katanya.

Sementara itu, ketua pengurus masjid, Kak Dulhadi mengaku senang dengan bantuan ini. Bahan pokok ini akan dibagikanj pada nasyarakat sekitar yang berhak. “Atas nama jemaah, kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik Pramuka bahari. Kini, masjid ini sudah terlihat indah karena dicat dan beberapa puing serta dinding bangunan sudah bersih," demikian ungkap nya. (Roby/Humas Kwarnas)

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka


Pramuka Saka Bahari Kunjungi Pulau Laskar Pelangi. Ada apa ya?

Posted: 24 Sep 2016 03:05 PM PDT

peserta nampak sumringah menyaksikan atraksi yel-yel ala Pramuka Saka Bahari popeye, kegaduhan marching band dan tari sambut Sepintu Sedulang yang ditampilkan. (Foto: Humas Kwarnas)

peserta nampak sumringah menyaksikan atraksi yel-yel ala Pramuka Saka Bahari popeye, kegaduhan marching band dan tari sambut Sepintu Sedulang yang ditampilkan. (Foto: Humas Kwarnas)

Pramuka Saka Bahari peserta pelayaran lingkar nusantara VI Sail Karimata 2016 sampai di pelabuhan Blinyu, kepulauan Bangka Belitung menggunakan Kapal KRI Surabaya 591 dengan kecepatan 13 knot. Pukul 08.30WiB, Sabtu, (24/9). Knot adalah satuan kecepatan yang sama dengan satu mil laut (1,852 km). Kedatangan peserta disambut meriah oleh masyarakat setempat.

Pantauan humas kwarnas, peserta nampak sumringah menyaksikan atraksi yel-yel ala Pramuka Saka Bahari popeye, kegaduhan marching band dan tari sambut Sepintu Sedulang yang ditampilkan. Juga nampak tuan rumah Bangka Belitung tumpah ruah di jalan untuk menyambut dan menyaksikan kedatangan kapal perang itu.

“Selamat datang di Kepulauan Bangka Belitung. Kami menyambut baik kedatangan kakak-kakak yang memberikan warna tersendiri bagi masyarakat pulau laskar pelangi ini,” demikian sambut Gubernur kepulauan Bangka Belitung yang diwakili oleh asisten administrasi umum, kak Drs H. Sahirman M.Si.

Lebih lanjut, Kak Sahirman mengatakan bahwa Bangka Belitung kental nuansa kebhinekaan. Pasalnya ada bermacam-macam budaya. Pepatah yang terkenal adalah ‘thongin fangin jijong,’ artinya Melayu Cina sama saja. “Ada Melayu mata nya sipit, ada Cina kulitnya hitam. Inilah ciri khas bangka belitung. Semua nya sangat heterogen dan akan tambah berwarna dengan kedatangan kalian,” tambah nya

Bangka Belitung adalah rute pertama yang disinggahi peserta Pelantara VI Sail Karimat sekaligus akan berkemah selama 2 hari, sebelum melanjutkan kembali pelayaran menuju Pulau Bintan. Sedangkan puncak Sail Karimata akan dilaksanakan tanggal 15 Oktober, dipusatkan di P. Datok Sukadana Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat yang direncanakan akan dibuka secara resmi oleh Presiden RI, kak Joko Widodo. (Roby/Humas Kwarnas)

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka


Pramuka Bahari Pelantara VI Sail Karimata Harus Rajin Silaturahmi

Posted: 23 Sep 2016 11:29 PM PDT

pramuka-bahari-pelantara-vi-sail-karimata-harus-rajin-silaturahmi

Foto: Humas Kwarnas

Sebagai bentuk implementasi dari dasa dharma pertama, taqwa kepada Tuhan yang maha esa, peserta pelantara VI Sail Karimata 2016 melaksanakan shalat Jum’at di deck helly kapal KRI 591 Surabaya, (23/9). Ini adalah shalat Jum’at pertama selama 27 hari pelayaran.

Khatib, Kak Mayor Mahmud dalam khutbah nya menekankan isi pesan surah Al-Hujurat ayat 13, yaitu meskipun berbeda-beda tatap harus saling kenal-mengenal, saling silaturahmi.

“Mari di kapal ini kita saling berkenalan, saling silaturahmi. Silaturahmi itu memperpanjang umur, membuka pintu rezeki. Saya percaya bahwa dibalik orang-orang sukses, ada kebiasaan silaturahmi yg mereka terus lakukan,” demikian ungkap kak Mahmud.

Lebih lanjut, Khatib Mahmud menganjurkan para peserta untuk saling mepererat persaudaraan antar sesama, jangan tercebah belah, jika mudah terpecah belah, maka mudah diadu domba. “Jangan pandang teman anda dari suku bangsa, tapi pandang mereka sebagai anak bangsa. Tenun NKRI harus kita jaga ditengah kegaduhan pesta pora elite negeri yang mabuk kepayang, kalau bukan kita siapa lagi,” tutur nya

Berdasarkan pengamatan, jamaah tetap khusuk beribadah meskipun kapal sedikit bergoyang karena sedang membelah lautan menuju pulau Bangka Belitung. Pun arah kiblat nampak berubah karena sedang dalam perjalan.

Selama dalam pelayaran, para peserta akan diberikan pembekalan dan diperkenalkan tentang wawasan kebangsaan, bela negara, kemaritiman, keangkatan lautan, kepemimpinan serta kehidupan prajurit angkatan laut di KRI. Juga diperkenalkan bagaimana kehidupan masyarakat yang beraneka ragam baik budaya maupun kehidupan sosial nya.(Roby/Humas Kwarnas)

Dari laut Pramuka Bahari Pelantara VI Sail Karimata Kenang Pahlawan.

Posted: 23 Sep 2016 11:19 PM PDT

dari-laut-pramuka-bahari-pelantara-vi-sail-karimata-kenang-pahlawan-02

eserta Pelayaran Lingkar Nusantara VI Sail Karimata 2016 menabur bunga di atas deck kapal KRI 591 Surabaya untuk mengenang para pahlawan laut yang gugur. Jum’at (23/9) Foto: Roby/Humas Kwarnas

Peserta Pelayaran Lingkar Nusantara VI Sail Karimata 2016 menabur bunga di atas deck kapal KRI 591 Surabaya untuk mengenang para pahlawan laut yang gugur. Jum’at (23/9). Kegiatan ini masih sejalan-seirama dalam rangka memperingati hari Pramuka ke-55.

Upacara tabur bunga yang diikuti oleh seluruh peserta pelantara dan bela negara ini nampak berbeda dari upacara lainnya. Terlihat lebih simple penuh makna. Diawali dengan peghormatan kepada arwah pahlawan, kemudian mengheningkan cipta, pengalungan bunga oleh pembina upacara dan kemudian penghormatan terakhir kepada arwah pahlawan. Lalu diakhiri dengan sesi penaburan bunga di laut. Hal ini dilaksanakan meski kapan terus berjalan.

Komandan Satuan Tugas Pelantara VI Kak R. Eko Suyatno mengatakan Pramuka saka bahari adalah bagian dari matra laut, oleh karena itu menjadi hal wajib mengenang sejarah para pahlawan yang gugur dalam pertempuran laut Aru, Kardoman dengan KRI Macan Tutul, para anggota angkatan laut yg berjuang dikapal sehingga kapalnya tertembak meninggal dilaut, orang-orang yang musibah kecelakaan dalam perjalan tranportasi umum maupun dalam tugas-tugas negara.

“Kita bisa sampai seperti saat ini adalah hasil dari peran serta para pelaku sejarah terdahulu, jadi kita rutin memberikan doa kepada pahlawan yg meninggal di laut. Bersama kita berdoa agar pahlawan yang gugur diterima di sisi Tuhan yang maha esa, amin,” demikian ungkap kak Eko.

Lebih lanjut, kak Eko menuturkan bahwa upacara tabur bunga merupakan tradisi dalam kemaritiman sebagai komponen utama pertahanan di laut, yang mengadopsi dari ritual darat. “Di darat meletakkan nisan, karangan bunga, kita mengadop dari sana, kemudian di visualisasikan di laut,” pungkas nya.

“Saya berharap peserta pelantara VI memahami dan meresapi, karena kita adalah saka bahari, bahwa di lautlah pahlawan-pahlawan kita membuka jalan, iuran darah, gotong royong berjuang hingga di laut juga lah tersimpan harapan, tersimpan kejayaan. Harapan-harapan itulah yang harus generasi bangsa ini explore dengan maksimal. Masih banyak kandungan sumber daya alam laut yg belum kita berdayakan dengan maksimal,” tambah nya.

Saat berita ini dibuat, peserta pelantara VI sedang menuju pulau bangka belitung. Dijadwalkan akan sandar/lego pada Jum’at, 23/9 pukul 21.00 WIB. Selama pelayaran, peserta akan melewati rute Jakarta -Bangka – Pulau Bintan – Tarempa – Pulang Sekatung – Pontianak/ Tanjung Datu (Direncanakan tempat berkemah) – Kayong/ Karimata (mengikuti Hari puncak Sail Karimata) dan terkahir kembali lagi ke Jakarta. (Roby/Humas Kwarnas)

Pramuka

Pramuka

Pramuka


Lagu Mars Pertinas Saka Bakti Husada V 2016

Posted: 21 Sep 2016 07:34 AM PDT

Lagu Mars Pertinas Saka Bakti Husada V 2016 telah dirilis. Lagu ini akan menjadi mars pertemuan pramuka Satuan Karya Pramuka Saka Bakti Husada se-Indonesia yang akan diselenggarakan pada tanggal 17 s.d. 23 Oktober 2016 di Bumi Perkemahan Serut, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Mars Pertinas Saka Bakti Husada V Tahun 2016 diciptakan oleh drg. Dyah Retno AP., M.Si. Pertinas Saka Bakti Husada atau
Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka


Ini Pesan Menko Maritim Kepada Peserta Pelantara VI Sail Karimata 2016

Posted: 21 Sep 2016 10:24 PM PDT

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, kak Luhut Binsar Pandjaitan secara resmi melepas kegiatan Pelayaran Lingkar Nusantara VI, Sail Karimata 2016 di dermaga JICT Tanjung Priok Jakarta Utara, Kamis (22/9) Foto: Humas Kwarnas

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, kak Luhut Binsar Pandjaitan secara resmi melepas kegiatan Pelayaran Lingkar Nusantara VI, Sail Karimata 2016 di dermaga JICT Tanjung Priok Jakarta Utara, Kamis (22/9) Foto: Humas Kwarnas

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, kak Luhut Binsar Pandjaitan secara resmi melepas kegiatan Pelayaran Lingkar Nusantara VI, Sail Karimata 2016 di dermaga JICT Tanjung Priok Jakarta Utara, Kamis (22/9). Pelepasan ini ditandai dengan menekan tombol sirine yang mengartikan pemberangkatan.

Dalam sambutan nya, Kak Luhut mengingatkan kepada 289 peserta Pelantara VI dari 21 Kwartir Daerah bahwa Indonesia adalah negara yang kaya sumber daya, indah permai bagai untaian zamrud yang melilit khatulistiwa. Kelimpahan mata air mudah berubah menjadi canda tawa rakyat nya.

“Ini adalah peluang yang sangat baik bagi kalian generasi bangsa, karena itu perkayalah pemahaman keindonesiaan, dalamilah manis nya rasa persatuan kesatuan, pelajarilah Indonesia yang luas, yang bervariasi, yang plural. Penerus bangsa ini adalah kalian semua. Indonesia akan lebih baik jika pemuda nya saling bangun komunikasi, bangun kerjasama ditengah sesaknya multikulturalisme,” demikian ungkap kak Luhut

Menurutnya, pelayaran lingkar nusantara ini dapat menanamkan kepada generasi bangsa untuk mempunyai satu mimpi besar, yaitu membawa Indonesia lebih baik, lebih sejahtera, lebih jaya. Jalas veva jaya mahe, justru di laut kita jaya.

“Saya ucapkan selamat berlayar, semoga Tuhan yg maha esa melindungi perjalanan kalian, jaga kesehatan, jaga Indonesia. Saya percaya, setelah kegiatan ini kalian akan membawa satu sumbangan baik bagi Indonesia,” tambah nya.

Pelayaran Lingkar Nusantara (Pelantara) VI dengan KRI Surabaya 591 merupakan kegiatan yang diprakarsai oleh TNI Angkatan Laut bersama dengan Pramuka Saka Bahari Tingkat Nasional. Bertujuan membentuk karakter generasi muda saka bahari serta memberikan pemahaman tentang pentinganya pengamanan pulau terluar bagi keutuhan NKRI.

Selama dalam pelayaran 27 hari, para peserta akan diberikan pembekalan dan diperkenalkan tentang wawasan kebangsaan, bela negara, kemaritiman, keangkatan lautan, kepemimpinan serta kehidupan prajurit angkatan laut di KRI. Juga diperkenalkan bagaimana kehidupan masyarakat yang beraneka ragam baik budaya maupun kehidupan sosial nya. (Roby/Humas Kwarnas)

Kwarnas Abdimasgana Beri Bantuan Tahap Awal ke Korban Banjir Bandang Garut‎

Posted: 21 Sep 2016 10:18 PM PDT

Kak Eko Sulistio Beri Bantuan Tahap Awal ke Korban Banjir Bandang Garut‎ (Foto: Humas Kwarnas)

Kak Eko Sulistio Beri Bantuan Tahap Awal ke Korban Banjir Bandang Garut‎ (Foto: Humas Kwarnas)

Jakarta, Intensitas hujan yang tinggi pada Selasa (20/9/2016) malam pukul 23.00 WIB telah menyebabkan Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri meluap. Akibatnya, banjir bandang

menerjang kecamatan Bayongbong, Garut Kota, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Banyuresmi, Karangpawitan, Kabupaten Garut pada Rabu (21/9) pukul 01.00 WIB.

Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka langsung bertindak cepat dengan mengirimkan Andalan Nasional Bidang Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana Kak Eko Sulistio. Setiba dari Myanmar usai mendistribusikan daging kurban ke suku Rohingya, Kak Eko langsung menuju ke lokasi bencana di Garut.

Bersama timnya Kak Eko membawa pakaian anak lima karung, sarung dan selimut dua karung, daging kaleng 1000 pcs, mie instant 10 kardus, beras lima karung dan lima personil dengan kemampuan water rescue dengan peralatan yang lengkap. ‎

“Peralatan kita bawa alat pompa air untuk membersihkan lumpur di rumah warga dan di rumah sakit dan sekolah-sekolah. Ini adalah bantuan tahap awal,” ujar Kak Eko saat dihubungi, Kamis (22/9/2016). ‎

Menurutnya, aksi kemanusiaan ini sekaligus untuk membackup dan mensupport Abdimasgana Kwarcab Garut. Berdasarkan hasil pantuan Kak Eko, sampai saat ini tim sar masih melakukan pencarian para korban yang dinyatakan hilang. ‎”Kita libatkan juga Pramuka di Garut untuk membantu mencari para korban,” jelasnya. ‎

Kampung Bojong Sudika, RW 19, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, merupakan salah satu titik terparah terkena banjir bandang. ‎Di kawasan padat penduduk itu diketahui sebanyak 160 rumah porak poranda, 22 korban meninggal ditemukan dan 8 orang hilang sampai Rabu (21/9/2016) malam.‎

Sementara itu, sesuai keterangan dari tim identifikasi yang berada di Rumah Sakit Guntur TNI AD, jenazah korban bencana banjir yang terdata sebanyak 23 orang dan 22 orang belum ditemukan. Data tersebut tercatat sampai Rabu malam. ‎

“Korban kemungkinan bertambah, sampai sekarang tercatat 45 orang. 23 orang diketahui meninggal setelah ditemukan tim evakuasi dan 22 korban dilaporkan masih dalam pencarian,” terang dokter polisi dari Polres Garut, Endah Krisnawati. ‎

Sampai berita ini diturunkan belum bisa dipastikan jumlah pasti korban meninggal akibat bencana banjir di Garut. Apalagi keterangan warga yang merasa kehilangan sanak saudara dan tetangganya masih didata oleh pemerintah setempat.‎ (HA / Humas Kwarnas)

Mulai Berlayar Besok, Peserta Pelantara VI Mulai Berdatangan

Posted: 21 Sep 2016 06:38 AM PDT

Sejumlah peserta Pelayaran Lingkar Nusantara VI (Pelantara VI) Sail Karimata 2016 tampak sudah mulai berdatangan di Jakarta International Centre Terminal (JICT) Tanjung Priuk. (Foto: Husni / Humas Kwarnas)

Sejumlah peserta Pelayaran Lingkar Nusantara VI (Pelantara VI) Sail Karimata 2016 tampak sudah mulai berdatangan di Jakarta International Centre Terminal (JICT) Tanjung Priuk. (Foto: Husni / Humas Kwarnas)

Jakarta – Sejumlah peserta Pelayaran Lingkar Nusantara VI (Pelantara VI) Sail Karimata 2016 tampak sudah mulai berdatangan di Jakarta International Centre Terminal (JICT) Tanjung Priuk, Jakarta Utara.

Hingga hari ini, Rabu malam (21/9) tercatat 210 peserta dari 14 kontingen sudah tiba, yaitu NTB, Maluku, Papua, Bali, Sumatra Utara, Papua Barat, Maluku Utara, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Sumbar, Kepri dan Banten.

Rani Lestariani, sangga kerja mengatakan, sesuai jadwal seluruh peserta yang berjumlah 332 dari 34 kwarda akan datang malam ini. "Semua peserta dijadwalkan akan tiba malam ini. Saat ini, kami sedang menunggu putra-putri bahari terbaik Lampung dan Kalimantan Timur yang sebentar lagi sampai,” demikian ungkap nya.

Berdasarkan pantauan, peserta yang sudah datang tumplek-blek di tank deck kapal, sekedar istirahat melepas lelah, berkenalan antar kontingen dan makan bersama.

Untuk sekedar diketahui, dijadwalkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Kak Luhut Binsar Panjaitan, akan secara resmi membuka Pelantara VI pada esok hari, Kamis, 22 September 2016. Peserta Pelantara VI Sail Karimata 2016 berlayar menggunakan KRI Surabaya-591, berangkat layar tanggal 22 september s.d. 17 Oktober 2016 waktu 27 hari. (Sandar 7 hari, layar 20 hari).

Selama 27 hari itu, peserta akan melewati rute Jakarta -Bangka – Pulau Bintan – Tarempa – Pulang Sekatung – Pontianak/ Tanjung Datu (Direncanakan tempat berkemah) – Kayong/ Karimata (mengikuti Hari puncak Sail Karimata) dan terkahir kembali lagi ke Jakarta)

(Roby/Humas Kwarnas)

Kategori

Kategori