Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka


Kak Adhyaksa :‎ Kantor Kwarcab Tangerang Paling Megah 

Posted: 30 Aug 2016 04:27 AM PDT

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Kak Adhyaksa Dault bersama Ketua Kwarda Banten Kak Moh Masduki,  Mabicab Kabupaten Tangerang Kak A Zaki Iskandar dan Kwarcab Kabupaten Tangerang Hermansyah saat acara peresmian kantor baru Kwarcab Tangerang (Foto: khoiruddien / Humas Kwarnas)

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Kak Adhyaksa Dault bersama Ketua Kwarda Banten Kak Moh Masduki, Mabicab Kabupaten Tangerang Kak A Zaki Iskandar dan Kwarcab Kabupaten Tangerang Hermansyah saat acara peresmian kantor baru Kwarcab Tangerang (Foto: khoiruddien / Humas Kwarnas)

Banten – Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tangerang meresmikan kantor Baru sekaligus persiapan penyempurnaan pembangunan kawasan  Bumi Perkemahan Tri Bakti  di Jalan Diklat  Pemda, Legok Tangerang , Banten,  Selasa (30/8).

Acara peresmian kantor baru Kwarcab Tengerang pramuka tersebut dihadiri langsung Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Kak Adhyaksa Dault bersama Ketua Kwarda Banten Kak Moh Masduki,  Mabicab Kabupaten Tangerang Kak A Zaki Iskandar dan Kwarcab Kabupaten Tangerang Hermansyah.

Adhyaksa mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk membesarkan pramuka dengan pembangunan kantor baru. ia  berharap, semangat membesarkan pramuka juga selalu tertanam oleh kepala daerah yang lain.

“Saya sudah keliling Indonesia baru kali ini melihat gedung pramuka megah dan mewah, kawasan bagus dan terintegerasi dengan baik,  kami dari kwarnas mengucapkan terima kasih pada kak Mabicab, ” tuturnya.‎
‎‎
Sementara itu, Kak Zaki yang juga Bupati Tangerang ‎mengatakan, dengan adanya  kantor baru dan kawasan Bumi Perkemahan Tri Bakti membawa harapan baru bagi anggota Pramuka dalam berkarya untuk kemajuan bangsa. ‎Hal ini sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Dasa Dharma dan Tri Satya.‎

“Dengan adanya lokasi ini  semoga generasi  penerus bangsa kita bisa  memudahkan mencari identitas sesuai dengan  jati diri bangsa indonesia. Semua hal  ada di gerakan pramuka,  semoga dengan hadirnya kak Adhyaksa  bisa menjadi motibvasi kita semua dan saya berharap pendidikan pramuka bisa masuk kurikulum pendidikan  muatan lokal (mulok) ditiap SD dan SMP diseluruh Kabupaten Tangerang,” ucap Kak Zaki.‎

Kak Zaki mengungkapkan, rencananya Bumi Perkemahan Tri Bakti akan dilengkapi berbagai macam fasilitas seperti MCK, Kantor, Pusdiklat, Kegiatan-kegiatan  Outbond,  dan Taman Ternak yang akan mulai dibangun pada  2017-2018.

“Dengan adanya Bumi Perkemahan Tri Bakti diharapkan bisa menjadi motivasi bagi wilayah lain untuk melakukan hal yang serupa,” ujar Kak Zaki.

Sekedar diketahui, di waktu yang bersamaan  Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Tangerang juga memperingati Hari Pramuka Ke 55 dengan berbagai pentas seni, atraksi dan karnaval budaya. Dalam upacara hari jadi pramuka tersebut Kak Adhyaksa Dault sempat menyempatkan Lencana Panca Warsa kepada 14 aktivis gerakan pramuka Kabupaten Tangerang.‎‎ (HA/Humas Kwarnas)

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka


Dandim Tegal Terima Estafet Tunas Kelapa

Posted: 29 Aug 2016 10:10 PM PDT

Dandim Tegal Terima Estafet Tunas Kelapa

Dandim Tegal Terima Estafet Tunas Kelapa (Foto: Nur Hasan: Humas di Kwarcab Tegal)

SLAWI – Komandan Kodim 0712 / Tegal, Letkol Inf. Hari Santoso,S.Sos selaku Wakil Ketua Mabicab Tegal menerima penyerahan Estafet Tunas Kelapa (ETK) ke 33 Kwarda Jawa Tengah dari Wakil Bupati Brebes, Narjo SH selaku Wakil Ketua Mabicab Brebes Prosesi berlangsung di halaman SD Selapura 01 Kecamatan Dukuhwaru, Sabtu (27/8) kemarin.

Tampak ribuan Pramuka dari Usia muda sampai dengan anggota dewasa berbaur dengan masyarakat memadati Jalan Raya Selapura – Dukuhwaru, untuk turut menyambut kedatangan pasukan Estafet Tunas Kelapa (ETK) Ke – 33 tingkat Kwarda Jawa Tengah yang memasuki wilayah Kwartir Cabang Tegal.

Dandim 0712 / Tegal, Letkol Inf. Hari Santoso,S.Sos yang membacakan sambutan tertulis Gubernur Jawa Tengah, H Ganjar Pranowo,SH,M.IP selaku Ketua Mabida Jawa Tengah mengungkapkan, mengingat filosofi dan sejarahnya, kegiatan Estafet Tunas Kelapa (ETK) bertujuan untuk memasyarakatkan Gerakan Pramuka, serta nguri-uri dan menanamkan nilai-nilai kepahlawanan para pejuang kemerdekaan Indonesia. "Maka laksanakanlah dengan segenap "jiwa dan raga" untuk memperkuat rasa kebangsaan, merawat solidaritas dan persaudaraan anggota Pramuka dengan masyarakat, serta mewujudkan kemajuan pembangunan Jawa Tengah," tandasnya

Lebih dari itu, lanjut Dandim, upaya dan tekad Presiden pertama RI, Ir Sukarno saat Musyawarah Pimpinan Eksekutif Gerakan Pramuka di Jakarta tanggal 7 Agustus 1963, yaitu "berusahalah sehebat-hebatnya untuk mengembangkan dan meluaskan Gerakan kita, agar sampai suatu ketika, setiap anak dan pemuda serta pemudi kita, baik yang mahasiswa dikota maupun penggembala kerbau didesa, dengan rasa bangga dan terhormat dapat menyatakan "Aku Pramuka Indonesia", dapat terwujud.

"Untuk itu, empati dan peduli terhadap sesama, hendaknya merasuk dalam hati, menjadi jiwa dari kegiatan bhakti masyarakat. Disiplin hendaknya juga menjadi ruh dari setiap pemikiran, perkataan dan perbuatan, sebagai wujud karakter khas dari setiap Pramuka Jawa Tengah," imbuhnya

Terpisah, Wakil Ketua Kwarcab Tegal Bidang Humas Abdimas, Drs H Waudin, M.Si menjelaskan, pada hari yang sama, Sabtu (27/8) Kwartir Cabang Tegal menerima pasukan ETK dari dua titik start yakni dari Kwarcab Brebes dan Kwarcab Kota Tegal.
"Kwarcab Pramuka Tegal dilewati pasukan ETK Kwarda Jateng selama 2 (dua) hari yaitu Sabtu (27/8) hari ini dan Minggu (28/8). Setelah menerima dari Kab. Brebes, ETK diarak melewati beberapa desa wilayah Kwarran / Kecamatan yakni Dukuhwaru – Adiwerna – Talang – Tarub.  Sedangkan titik start dari Kota Tegal akan disatukan di Kecamatan Kramat, dan malam harinya akan disemayamkan di Pendopo Kecamatan Kramat," bebernya.

Humas Kwarcab Tegal, Nurkhasan menambahkan, untuk menyemarakan ETK, pada persemayaman diisi dengan malam saresehan dan penyuluhan tentang Penyalahgunaan Narkoba, Wawasan Kebangsaan dan Pembinaan Karakter bangsa dengan Narasumber dari Kwarcab, Polsek dan Koramil. Selain itu, juga diisi dengan kegiatan bakti masyarakat dengan Pembuatan Jamban keluarga, donor darah dan lainnya bekerjasama dengan alumni FK Undip/ Ika Medica.

"Pagi harinya (Minggu-red), pasukan ETK akan diarak kembali melewati wilayah Kramat – Suradadi dan Warureja. Untuk selanjutnya diserahkan ke Kwarcab Pemalang oleh  Wakil Bupati Tegal, Dra Umi Azizah selaku Ketua Harian Mabicab," katanya.

Menurut Khasan, ETK ke-33 mengambil Tema "Mantapkan Pembentukan Karakter Kaum Muda melalui ETK Pramuka. "ETK ke – 33 ini mengambil start dari 14 titik Kwarcab se Jateng, dan direncanakan finish 8 September 2016 mendatang, di Kabupaten Karanganyar sebagai pusat peringatan Hari Pramuka ke -55 tingkat Jawa Tengah," Pungkasnya. (Nur Hasan/Humas Kwarcab Tegal)

Kwarcab Tegal Terima Pasukan ETK “Dari Dua Titik Start”

Posted: 26 Aug 2016 10:23 PM PDT

Kwarcab Tegal Terima Pasukan ETK

Pasukan ETK Kwarran Dukuhwaru sedang melakukan latihan pemantapan Timbang Terima (Foto: Nur Hasan/ Humas Kwarcab Tegal)

SLAWI – Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tegal dijadwalkan bakal menerima pasukan Estafet Tunas Kelapa (ETK) ke – 33 tingkat Kwarda Jateng, Sabtu (27/8) dari dua titik start Brebes dan Kota Tegal.

Wakil Ketua Kwarcab Tegal Bidang Humas Abdimas, Drs H Waudin,M.Si mengatakan pada hari yang sama, Sabtu (27/8) Kwartir Cabang Tegal akan menerima pasukan ETK dari dua titik start yakni dari Kwarcab Brebes dan Kwarcab Kota Tegal.

"Untuk titik start satu dari Kwarcab Brebes, direncanakan Timbang Terima di Desa Selapura, Kecamatan Dukuhwaru pukul 09.00 wib dengan Pembina Upacara Dandim 0712  Tegal / Wakil Ketua Mabicab. Sedangkan dari Kwarcab Kota Tegal akan diterimakan pada pukul 10.30 di Perumahan Griya Mejasem, Kecamatan kramat dan pembina Upacara direncanakan Kapolres Tegal / Wakil Ketua Mabicab," bebernya

Koordinator ETK yang juga Humas Kwarcab Tegal, Nurkhasan menambahkan, Kwarcab Pramuka Tegal akan dilewati pasukan ETK Kwarda Jateng selama 2 (dua) hari yaitu Sabtu (27/8) hari ini dan Minggu (28/8). Setelah menerima dari Kab. Brebes, ETK akan diarak melewati beberapa desa wilayah Kwarran / Kecamatan yakni Dukuhwaru – Adiwerna – Talang – Tarub, dan malam harinya akan disemayamkan di Pendopo Kecamatan Kramat. Sedangkan titik start dari Kota Tegal juga akan disatukan di Pendopo Kecamatan Kramat.

"Untuk menyemarakan ETK, pada persemayaman akan diisi dengan malam saresehan dan penyuluhan tentang Penyalahgunaan Narkoba, Wawasan Kebangsaan dan Pembinaan Karakter bangsa dengan Narasumber dari Kwarcab, Polsek dan Koramil," terangnya

Pagi harinya, lanjut Khasan, pasukan ETK akan diarak kembali melewati wilayah Kramat – Suradadi dan Warureja. Untuk selanjutnya akan diserahkan ke Kwarcab Pemalang di halaman PG Sumber Harjo, Pemalang. "Untuk pemberangkatan ETK rencananya akan dilepas Sekda selaku Sekretaris Mabicab dan akan diserahkan ke Pemalang oleh Ibu Wakil Bupati selaku Ketua Harian Mabicab," ujarnya

Menurut Khasan, ETK merupakan kegiatan khas Pramuka Jawa Tengah dalam rangka menanamkan jiwa patriot, sukarela dan tanggung jawab kepada bangsa dan Negara sekaligus untuk untuk memasyarakatkan Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda, serta dalam rangka menyemarakkan 55 Tahun Gerakan Pramuka.

"ETK ke – 33 ini mengambil start dari 14 titik Kwarcab se Jateng, dan direncanakan finish 8 September 2016 mendatang, di Kabupaten Karanganyar sebagai pusat peringatan Hari Pramuka ke -55 tingkat Jawa Tengah," Pungkasnya. (Nur Hasan/ Humas Kwarcab Tegal)

Pramuka

Pramuka

Pramuka


Pertinas Saka Bakti Husada V Tahun 2016

Posted: 28 Aug 2016 04:18 AM PDT

Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Bakti Husada Tingkat Nasional V Tahun 2016 atau yang disingkat sebagai Pertinas Saka Bakati Husada V tahun 2016 akan diselenggarakan pada tanggal 17 s.d. 23 Oktober 2016. Pertemuan pramuka anggota Saka Bakti Husada tingkat nasional ini akan dilangsungkan di Bumi Perkemahan Serut, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Diperkirakan sedikitnya 2000-an pramuka Saka
Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka


Brunei Darussalam Ingin Meniru Pramuka Indonesia

Posted: 26 Aug 2016 11:48 PM PDT

Foto: Humas Kwarnas

Foto: Humas Kwarnas

Jakarta, Kunjungan Kementerian Pendidikan Brunei Darussalam ditutup di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur Jakarta Timur, Sabtu (27/8/2016). Rombongan diberi kesempatan meninjau semua lokasi Buperta yang luasnya 220 hektar.

Rombongan dari Brunei yakni Hj, Muhammad Sofiny Ketua Sabit Merah (PMI), Pg Ali Ketua Police, Jalil Ketua Wirakartika atau Angkatan Darat, dan Arif Abdul Hadi dari Andalan Nasional Pramuka Brunei atau biasa disebut Pengakap.

Kak Sofiny mengaku terkejut dengan aset yang dimiliki oleh Gerakan Pramuka seperti Buperta. Selain luas, area ini juga diisi dengan fasilitas lengkap untuk permainan, pelatihan, dan pendidikan  anak-anak Pramuka.

“Yang saya kagumi di sini, fasilitasnya begitu lengkap. Semua ada untuk Pramuka ini luas biasa, tidak ada di Brunei seperti ini,” tuturnya.

Rombongan dari Brunei melihat lokasi perkemahan putra dan putri yang kemarin digunakan untuk Jambore Nasional 14-21 Agustus 2016. Kemudian, mereka juga melihat Lapangan Terbang Dirgantara, lokasi pembuatan pupuk kompos, Taman Lalu Lintas, Wisata Madu Pramuka‎, dan melihat Danau Situ Baru Cibubur.

Menurutnya, sistem di sini ‎ bagus karena semua dikelola langsung oleh Pramuka bukan oleh pemerintah, sehingga ada kemandirian dari pengurus untuk membesarkan Pramuka. “Setelah kunjungan ini, nanti kita akan ngasih saran ke pembina kami untuk ada perubahan atau penyesuaian. Semoga bisa diterapkan,” tuturnya.

Sementara kak Arif menyatakan, salah satu hal yang ia kagumi dari Pramuka Indonesia adalah komitmen guru atau tenaga pengajar dalam ikut serta membesarkan Pramuka melalui pendidikan yang kreatif, asyik dan menyenangkan. “Selain komitmen guru, sistem dan menejemannya juga bagus,” ucapnya.

Sebelumnya, rombongan sempat ke Bogor, mengunjungi Gugus Depan di SMA Negeri 9 dan SMK Negeri 1 Kota Bogor, serta meninjau lokasi Kursus Mahir Dasar. ‎Mereka melihat langsung aktifitas dari adik-adik Gerakan Pramuka beserta para pembinaannya yang juga menjadi guru.

Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bidang Bina Anggota Dewasa Kak Susi Yuliati‎ didampingi Ketua Pusdiklatnas Kak Janet merasa bangga Pramuka dijadikan tempat bagi Kementerian Pendidikan Brunei untuk belajar dan bertukar pikiran.

“Tentu kita boleh bangga, karena memang Pramuka kita jauh lebih besar dan lengkap dibanding mereka. Ini yang patut kita syukuri ‎bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar. Semua sistem dan aturan sudah dibuat dengan sedemikian lengkap oleh para pendahulu kita,” ucapnya.

Kak Susi menyatakan, Pramuka sangat terbuka bagi negara-negara lain yang ingin melakukan studi banding. Menurutnya, kegiatan ini tujuannya untuk sama-sama menjadikan Pramuka sebagai organisasi kepanduan terbesar di dunia yang banyak diminati oleh anak muda. ‎

“Tentu sistem pendidikannya juga harus tetap disesuaikan dengan kondisi negara masing-masing, bagaimana kultur masyarakatnya,” tutupnya.‎ (HA/Humas Kwarnas)

Brunei Darussalam Kagum dengan Pramuka Indonesia

Posted: 26 Aug 2016 10:41 PM PDT

Foto: Humas Kwarnas

Foto: Humas Kwarnas

Jakarta,  Setelah mengunjungi dua Gugus Depan di Kota Bogor, Kak Arif dari Kementerian Pendidikan Brunei Darussalam merasa kagum dengan sistem pendidikan Pramuka yang ada di Indonesia.

Kunjungan ke Bogor adalah rangkaian studi banding ‎dari rombongan Kementerian Pendidikan Brunei. Mereka mengunjungi Gugus Depan di SMA Negeri 9 dan SMK Negeri1 Kota Bogor Jumat (26/8/2016).

“Ya kagum, ternyata Pramuka di Indonesia strukturnya sangat luas sampai di tingkat sekolah-sekolah‎ ada Gugus Depan,” ujar Kak Arif.

Kak Arif sendiri juga merupakan Andalan Nasional dari Pramuka di Brunei. Istilah Pramuka di Brunei dinamakan Pengakap. ‎Ia menyebut Pramuka di sana tidak selengkap di Indonesia. Misalnya, Gugus Depan hanya ada ditingkat Kabupaten dan Provinsi.

“Tidak sampai di sekolah-sekolah, paling ditingkat kabupaten atau provinsi,” tuturnya.

Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bidang Bina Anggota Dewasa Kak Susi Yuliati yang ikut mendampingi rombongan menjelaskan, kedatangan mereka dalam rangka mempelajari dunia pendidikan Indonesia berkaitan dengan program exstrakulikuler.

“Di Indonesia progam eks school kan banyak, salah satunya Pramuka‎. Lah, mereka ingin mengetahui apa saja program eks school di Indonesia, bagaimana penerapannya diwajibkan atau tidak,” kata Kak Susi menjelaskan.

Sementara itu, Andalan Nasional Kwarnas Bidang Hubungan Luar Negeri Kak Arie Rukmantara mengatakan, Indonesia sebagai negara besar Pramukanya jauh lebih lengkap dari pada di Brunei. Misalnya, Santuan Karya (SAKA) di Brunei hanya ada tiga.

“Di sana itu, hanya ada darat, udara sama laut‎. Kalau dikita kan banyak,” ucapnya.

Begitu juga Dewan Kerja Daerah (DKD) dan Dewan Kerja Nasional‎ (DKN). Kak Arie menyebut di banyak negara seperti Brunei tidak ada Dewan Kerja yang diberi wewenang dan kepercayaan membantu kwartir menyusun kebijakan dan pengelolaan pramuka penegak dan pandega.‎

“Di sana tidak. Pokoknya banyak hal-hal yang mereka belajar dari kita,” ucapnya.

Diketahui di SMA 9 dan SMK 1, rombongan dari Burnei sempat menyaksikan penampilan menarik dari beberapa ekstrakurikuler seperti, Pramuka, PMR, dan  Paskibraka. Pramuka menjadi salah satu ekstrakurikuler yang diwajibkan diikuti bagi kelas X.

Sebelumnya, rombongan dari Brunei sempat mengunjungi Kantor Kwarnas di Jakarta Pusat, Kamis (25/8). Mereka diterima oleh Kak Susi, Sesjen Kwarnas Kak Rafly Effendy, Ketua Pusdiklatnas Kak Ganet serta Staf Kwarnas Kak Adyatma, Kak Deden dan kak Desi. Sebagian dari mereka juga ikut dalam kunjungan ke Bogor.  (HA / Humas Kwarnas).

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka


Datang ke Kwarnas, Brunei Darussalam Banyak Belajar ke Pramuka Indonesia

Posted: 25 Aug 2016 06:32 AM PDT

Rombongan Kementerian Pendidikan Brunei Darussalam mengunjungi Kantor Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Kamis. (Foto: Humas Kwarnas)

Rombongan Kementerian Pendidikan Brunei Darussalam mengunjungi Kantor Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Kamis. (Foto: Humas Kwarnas)

Jakarta, Rombongan Kementerian Pendidikan Brunei Darussalam mengunjungi Kantor Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Kamis (25/8/2016). Kunjungan ini dalam rangka studi banding mengenai kondisi Kepramukaan di Indonesia.

Wakil Ketua Kwarnas Bidang Bina Anggota Dewasa Kak Susi Yulianti mengatakan, pihak Kementerian Pendidikan Brunei ingin mengetahui lebih dalam tentang sistem pendidikan Kepanduan di Indonesia (Pramuka). Sebab, Indonesia salah satu negara dengan jumlah anggota Pramuka terbesar di dunia.

“Tadi kita bicara soal bagaimana Gerakan Pramuka itu. Karena kita kan besar anggotanya banyak. Bagaimana memenejnya. Ternyata setelah kita bicara banyak mereka sangat tertarik untuk mempelajari,” kata Kak Susi.

Menurutnya, banyak hal yang tidak ada di dalam sistem pendidikan Kepanduan di Brunei. Misalnya, mengenai Majelis Pembimbing. Mereka memandang Pramuka Indonesia bagus, karena memiliki Majelis Pembimbing dari tingkat Gugus Depan sampai Nasional.

<center></center>

“Di Brunei itu tidak ada. Ada banyak sekali perbedaan-perbedaan tentang kegiatan. Tadi kita juga kasih liat video tentang LT (Lomba Tingkat). Jenis-jenis kegiatannya juga banyak. Mereka mau meniru, karena di sana (Brunei) masih tradisional,” tuturnya.

Salah satunya, Kak Susi menyebut soal kegiatan penjelajahan atau petualang, di Indonesia kini tidak lagi menggunakan Peta. Tapi bisa mengunakan gadget dengan diisi materi-materi dan perintah. ‎Namun, tetap dalam perjalanan anggota diminta membuat gambar petanya. ‎

“Jadi kita sudah mengkombinasikan antara yang tradisional dengan yang modern. Bagi mereka ini sesuatu yang baru,” terangnya. ‎

Demikian juga mengenai Pramuka sebagai salah satu organisasi ekstrakurikuler di sekolah-sekolah. Menurut Kak Susi, ini juga menjadi sesuatu yang menarik bagi mereka. Pasalnya, Pramuka di Brunei belum masuk sebagai organisasi ekstrakurikuler di sekolah.‎

“Di Brunei juga Pramuakanya belum dibentuk Undang-Undang. Tidak semua negara memang punya UU Pramuka. Mereka tertarik ternyata Pramuka Indonesia mendapat perhatian dari pemerintah,” ungkapnya.

Dengan begitu, Kak Susi meminta kepada semua jajaran Pramuka dari tingkat pusat sampai ranting untuk betul-betul serius mengembangkan Pramuka sebagai organisasi Kepanduan agar tetap diminati oleh anak muda, dan terima oleh masyarakat luas. Mengingat begitu banyak potensi Pramuka Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain.

Kunjungan dari Kementerian Pendidikan Brunei akan berlangsung sampai Sabtu (27/8‎). Rencanananya Jumat pagi, mereka akan bertolak ke Cibubur melihat Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur. Kemudian ke Bogor untuk melihat salah satu Gugus Depan, dan simulasi LT. (HA / Humas Kwarnas)

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka


Pramuka Dilatih Pembuatan Jamban Keluarga

Posted: 23 Aug 2016 09:47 PM PDT

pelatihan jamban

Anggota Pramuka Penegak Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Tegal mengikuti pelatihan dan pembekalan pembuatan jamban keluarga di Sanggar Pramuka

SLAWI -Anggota Pramuka Penegak Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Tegal mengikuti pelatihan dan pembekalan pembuatan jamban keluarga di Sanggar Pramuka, belum lama ini.

Mereka berasal dari Pramuka Peduli, Saka Bakti Husada, dan perwakilan Penegak SMA/SMK di wilayah Slawi dan sekitarnya. Kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara Kwarcab Tegal dan Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip)/Ika Medica.

Ketua Kwarcab Tegal dr Widodo Joko Mulyono,MKes,MM mengatakan, pelatihan pembuatan jamban keluarga bertujuan menjadikan pramuka lebih kreatif, inovatif, dan mandiri. Pada kegiatan tersebut anggota Pramuka diajarkan cara membuat jamban/WC dalam waktu enam jam.

“Itu adalah ilmu. Kalau sudah dapat ilmu agar disebarkan ke masyarakat. Pertama nanti pada masyarakat Bojong dan Bumijawa," jelasnya

Joko berharap Pramuka bisa menjadi pelopor dan perintis untuk sanitasi kesehatan di Kabupaten Tegal. Untuk itu, dia berterima kasih kepada dokter Budi Laksono selaku narasumber yang membagikan ilmunya kepada anggota Pramuka Kwarcab Tegal.

Praktik Langsung

Dalam pelatihan tersebut, selain teori, anggota Pramuka juga diberikan praktik langsung membuat lubang jamban/WC dengan material dan bahan yang telah disiapkan seperti pasir, semen, besi, dan bahan lainnya.

Pelatihan langsung disampaikan oleh dokter Budi Laksono yang merupakan Ketua Yayasan Bahana Bakti Sejahtera. Dalam paparannya, dokter yang mendapat julukan "Dokter Jamban" ini menegaskan pentingnya jamban bagi keluarga.

Selain untuk memberikan keamanan juga kenyamanan. Adanya jamban keluarga juga akan mencegah berbagai penyakit seperti diare, tipus, disentri, dan cacingan.

Humas Kwarcab Tegal  Nurkhasan menambahkan, untuk tahap awal akan dibangun jamban keluarga di dua desa yakni di Desa Rembul Kecamatan Bojong dan Desa Guci, Kecamatan Bumijawa sebanyak 130 unit.

Kegiatan akan dilaksanakan Jumat s.d Minggu (26-28/8) mendatang. “Hari ini, Selasa (23/8) telah dilakukan penyuluhan terkait pembangunan jamban keluarga di dua desa tersebut," imbuhnya.

Selain pembuatan Jamban, lanjut Hasan, kegiatan juga akan diisi dengan aksi donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga setempat.

“Kegiatan juga dalam rangka Dies Natalis ke 55 FK Undip dan menyemarakkan Estafet Tunas Kelapa (ETK) 2016 yang akan masuk wilayah Kwarcab Tegal,” pungkasnya. (Humas Kwarnas)

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka


Selamat! Ini Sembilan Pemenang Lomba “Gerakan Pramuka Tetap Semangat”

Posted: 22 Aug 2016 10:43 PM PDT

lomba foto dan video

Design : Eby / TSP Kwarnas

Jakarta—Kegiatan Jambore Nasional (Jamnas) 2016 tidak hanya diisi kegiatan rekreasi edukatif, tetapi juga dimeriahkan lomba video dan foto bertema "Gerakan Pramuka Tetap Semangat". Ini merupakan lomba dokumentasi kegiatan adik-adik Pramuka Penggalang di Jamnas 2016, seperti kegiatan festival budaya, membuat tenda, tandu, api unggun, kerajinan tangan, memasak, memanah, mendayung, melukis, dan lain-lain.

Panitia Jamnas telah mengumumkan sembilan nama pemenang lomba video berdasarkan penonton terbanyak di Youtube, dan sembilan pemenang lomba foto berdasarkan like terbanyak di Facebook, Sabtu (20/8).

"Terimakasih kakak-kakak yang sudah mengirimkan video dan foto yang bagus-bagus ke lomba Gerakan Pramuka Tetap Semangat. Semoga video dan foto yang dikirimkan dapat menyebarkan semangat dan nilai-nilai Pramuka ke seluruh penjuru Indonesia," ungkap Andalan Nasional Gerakan Pramuka Urusan Kominfo, Kak Luqman Hakim Arifin.

Berikut nama-nama pemenang lomba video Jamnas 2016:

1. Video berjudul "Semangat Kerja" dengan jumlah penonton Youtube sebanyak 4.883.

2. Video berjudul "Talent vs Hardwork" dengan jumlah penonton Youtube sebanyak 2.684.

3. Video berjudul "Pengamen Jalanan" dengan jumlah penonton Youtube sebanyak 2.303 (di diskualifikasi).

4. Video berjudul "Ipul Jambore Nasional" dengan jumlah penonton Youtube sebanyak 1.939.

5. Video berjudul "Seorang Pembersih Rumah" dengan jumlah penonton Youtube sebanyak 1.917.

6. Video berjudul "Kerja Keras" dengam jumlah penonton Youtube sebanyak 1.859.

7. Video berjudul "The Real Public Hero" dengan jumlah penonton Youtube sebanyak 1.858.

8. Video berjudul "Bangkit" dengan jumlah penonton Youtube sebanyak 1.760.

9. Video berjudul "Pedagang" dengan jumlah penonton Youtube sebanyak 1.371.

10. Video berjudul "I'am Impossible” dengan jumlah penonton Youtube sebanak 1.270.

Sedangkan daftar pemenang lomba foto berdasarkan jumlah Like di Facebook:

1. Shehabuddin 662 Likes.

2. Muhammad Rizky 458 Likes.

3. Nur Aida Putri 443 Likes.

4. Halimatus Sa’diyah 419 Likes.

5. Firmansyah 417 Likes.

6. Asep Nuh Nuryaman 401 Likes.

7. Muhammad Syahid 392 Likes.

8. Ahmad Jamaluddin Abdurrahman Putra 363 Likes.

9. Achmad Suprapto 363 Likes.

Masing-masing pemenang akan mendapat hadiah dari Panitia Jamnas X 2016.

CP: +62 896-8764-8892 (Kak Husni)

(Hendi/Tim Relawan. Editor: Agus Khudlori)

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka


PENUTUPAN JAMBORE NASIONAL X 2016

Posted: 20 Aug 2016 07:39 PM PDT

PENUTUPAN JAMBORE NASIONAL X 2016

Megawati saat mendapat Penghargaan Lencana Tunas Kencana dari Pramuka (Foto: Relawan Media)



USAI JAMNAS, GENERASI DIGITAL PRAMUKA SIAP BERAKSI

Jakarta—Jambore Nasional X 2016 yang diikuti oleh 25 ribu Pramuka Penggalang usia 11-15 tahun dari 34 Provinsi resmi ditutup pada Sabtu, Agustus 2016. Inilah pertemuan terbesar Pramuka generasi digital di Indonesia.

Padatnya kegiatan sepanjang 14-20 Agustus 2016 dan kebahagiaan mendapatkan kawan baru, menjadikan penutupan ini begitu emosional. Peserta, panitia, pembina berpelukan, air mata berlinang, terharu merasakan langsung betapa besarnya Indonesia.

Sebelumnya, Jambore Nasional X 2016 ini dibuka oleh Presiden Jokowi yang juga Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka pada 14 Agustus 2016 di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Pramuka, Cibubur, Jakarta. Jamnas kali ini dianggap special karena berbarengan dengan Hari Pramuka ke-55 dan HUT Kemerdekaan RI ke-71

Saat itu Presiden Jokowi berpesan agar Pramuka aktif memanfaatkan media sosial untuk membumikan Gerakan Pramuka. Kwarnas Gerakan Pramuka sendiri telah membentuk Tim Media Sosial sejak tahun 2014. Selain itu Kwarnas Gerakan pramuka juga telah memberikan pendidikan penggunaan media sosial, temu pengguna media sosial, ikut membantu promosi produk lokal, pariwisata, kuliner, budaya Indonesia. Kwarnas Gerakan Pramuka juga pernah memberikan data-data akun-akun penyebar pornorafi dan kekerasan ke KAPOLRI.

Sekarang Jamnas dengan tagline "Keren, Gembira, Asyik" telah ditutup, lalu apa yang bisa dilakukan peserta Jamnas X 2016. Berikut pesan Ketua Kwarnas, Kak Adhyaksa Dault mewakili segenap panitia:
PERTAMA, sampaikan salam hormat kami kepada kedua orangtua, para guru, para pembina Pramuka adik-adik. Cium tangan mereka dengan penuh hormat dan ikhlas. Ciri utama Pramuka selain Takwa kepada Tuhan YME adalah berbakti kepada orang tua.

KEDUA, pelajari kembali dengan baik daerah adik-adik, Kakak tahu banyak di antara adik-adik yang belum mengenal wisata daerahnya sendiri, budaya daerahnya sendiri, sejarah daerahnya sendiri, dll. Oleh karena itu pelajari kembali. Jangan sampai turis lebih mengenal daerah kita.

KETIGA, buatlah tulisan, video, dan foto tentang Jamnas X 2016 dan gerakan pramuka, tweet, posting, upload semuanya di media sosial adik-adik. Ingat motto kita "SETIAP PRAMUKA ADALAH KANTOR BERITA".

KEEMPAT, buatlah jaringan alumni Jamnas X 2016 yang kuat, kelak adik-adik akan bertemu dalam pengabdian bangsa.

KELIMA, pupuk dan jaga terus kebanggaan, rasa memiliki dan kecintaan kalian terhadap Gerakan Pramuka dan Indonesia. Jaga terus NKRI ini selamanya, agar tetap tegak

Sebuah gerakan, apapun namanya, termasuk Gerakan Pramuka ini, akan kuat dan berhasil kalau memenuhi 2 hal: PERTAMA, ownership, rasa memiliki, yang kuat dari orang-orang yang ada di dalammnya. Rasa bangga dan cinta terhadap gerakan pramuka ini. Kedua, adanya believers group, sekumpulan orang atau kelompok yang benar-benar percaya dan yakin akan kebenaran dan visi-misi gerakan itu sendiri.

Ingat selalu pesan saya kemarin! Janganlah memperlakukan Pramuka ini sebagai hal yang rutin, sebagai program yang biasa. Itu salah besar. Ini gerakan! Jika Gerakan Pramuka ini diperlakukan seperti itu, organisasi yang telah memberikan kita harapan untuk masa-depan ini, mungkin akan mati suri. Ia akan ada tetapi seperti tiada. Wujuduhu ka'adamihi.

Maka dari itu, saya sangat berharap kita semua di sini masuk dalam kelompok itu, yang benar-benar yakin dan percaya bahwa Gerakan Pramuka mampu menjadi lokomotif perubahan, ujung tombak pembentukan karakter anak bangsa. Jadilah pramuka sejati! Jangan hanya memakai seragam dan banyak tanda penghargan, tapi mentalnya rusak; jangan hanya sibuk menggelar upacara, ramai di kegiatan dan media sosial, tapi tidak peduli dengan orang lain, perilakunya tidak sopan dan ucapannya tidak bisa dipegang!

Kunci perubahan ini sudah ada di Pramuka. Ikhlas Bakti Bina Bangsa Berbudi Bawa Laksana. Pramuka itu mesti ikhlas! Pramuka itu mesti sama antara kata dan perbuatan! Harus bisa menjadi contoh dan teladan! Pramuka itu tidak egois, dan hanya memikirkan dirinya sendiri, tapi juga hidup untuk orang lain. Itulah Pramuka sejati! Jadilah Pramuka sejati!

Ingat baik-baik pesan Presiden Soekarno kepada Pramuka: "Engkau dipersiapkan untuk pembangunan semesta yang sehebat-hebatnya. Engkau dipersiapkan menjadi warga-negara Republik Indonesia yang setinggi-tingginya, nilai dan mutu. Karena itu engkau sebagai anggota Pramuka harus benar-benar merasa tanggung jawab itu." Ingat baik-baik itu! (LH/Humas Kwarnas)

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka


Istri Gubernur NTT Abdikan Hidupnya untuk Pramuka

Posted: 18 Aug 2016 09:08 AM PDT

Kak Lusia Setelah Live On Air di Scout Radio (Foto: Nurul : Humas Kwarnas)

Kak Lusia Setelah Live On Air di Scout Radio (Foto: Nurul : Humas Kwarnas)

Jakarta—Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Nusa Tenggara Timur (NTT), Kak Lusia Adinda Lebu Raya adalah sosok perempuan yang punya komitmen tinggi untuk membangun dan mengembangkan Pramuka di daerahnya.

Di bawah tangan dinginnya, NTT menjadi salah satu provinsi yang paling rajin melakukan kegiatan kepramukaan. Wajar jika Kwarda NTT pernah meraih penghargaan sebagai Kwarda tergiat di bawah kepemimpinan Kak Lusia pada 2008 lalu. ‎

Prestasi itu memicu pertumbuhan anggota Pramuka di NTT secara signifikan. "Saat ini jumlah anggota Pramuka di NTT sudah lebih dari 103 ribu. Aktivitas Pramuka di NTT itu dimulai dari gugus depan atau satuan karya," ujarnya, Kamis (18/8).

Saat ini, perwakilan Pramuka NTT juga sudah meraih penghargaan empat Lencana Melati, yaitu tanda penghargaan kepada seorang yang dianggap telah memberikan jasa dan pengabdian Lebih besar bagi kepentingan Gerakan Pramuka. Kak Lusia menyadari, untuk membesarkan Geraka Pramuka, maka harus ada perhatian lebih dari pengurus dan pemerintah.

"Dari 3000 desa di NTT saya sudah mengunjungi 1500 desa, dan itu ke gudep-gudep, ke kwarcab-kwarcab. Saya kunjungi semua," terangnya.

Perhatian Kak Lusia terhadap Gerakan Pramuka juga menyentuh hingga hal-hal kecil dan detail. Pada saat berkunjung ke gudep-gudep, misalnya. Dia mengecek persoalan baju Pramuka, sepatu, dan juga alat-alat perlengkapan Pramuka seperti tenda. "Kalau mereka ada yang butuh kita siapkan," tutur istri dari Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.

Wanita yang juga menjabat Wakil Ketua Kwarnas Bidang Kominfo ini menuturkan, sejatinya banyak keuntungan yang bisa dipetih pemerintah daerah dengan adanya Pramuka. Pasalnya, Pramuka selalu memberikan kegiatan yang positif dan bermanfaat untuk masyarakat.

"Orang kadang ada yang memandang sebelah mata Pramuka, padahal kalau kita tahu, tingkat kegiatan sosial Pramuka sangat tinggi. Di Pramuka diajarkan hormat kepada orang tua, cinta alam, rela menolong dan tabah, dan lain-lain," terangnya.

Di hari jadi Gerakan Pramuka ke-55 tahun ini, Kak Lusia bertekad untuk terus mengabdikan dirinya bagi Gerakan Pramuka agar bisa menjadi organisasi kepanduan yang banyak diminati oleh masyarakat dan anak muda, khususnya di NTT.

"Ini semata-mata karena saya cinta terhadap Pramuka," tutup Kak Lusia yang pernah menjabat Wakil Ketua Kwarda tahun 2004. (Albar/Tim Media. Editor: Agus Khudlori)‎

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka


UPACARA HUT KEMERDEKAAN RI KE-71

Posted: 17 Aug 2016 10:31 PM PDT

UPACARA HUT KEMERDEKAAN RI KE-71

Kak Adhyaksa Dault Saat upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-71 (Foto: Hafyz Marshal/Relawan Media)

Unik, 25 Ribu Peserta Jambore Nasional Gelar
Upacara Bendera Rasa Bhinneka Tunggal Ika

Jakarta—Sekitar 25.000 peserta Jambore Nasional ke-10 tahun 2016 menggelar upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-71 dengan cara yang unik dan kolosal. Jika biasanya peserta upacara memakai baju coklat-coklat khas Gerakan Pramuka, kini dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, mereka hadir dengan memakai warna-warni baju daerah dari berbaga daerah di Indonesia.

"Seru kan?, Kalau ingin melihat Indonesia kecil sekarang ini, datanglah ke Cibubur, lihatlah Gerakan Pramuka. Di sini semua suku, agama, dan golongan bertemu bercengkrama dalam nuansa penuh persaudaran dan keanekaragaman," jelas Ketua Kwarnas Adhyaksa Dault yang juga bertindak sebagai pemimpin upacara (17/8)

Tak ayal, lapangan utama Bumi Perkemahan Cibubur pun terasa ramai dan warna-warni. Sebuah potret Indonesia kecil yang bisa membuat bulu kuduk berdiri. Upacara ini juga ditutup dengan pembuatan foto kolosal angka "71" sebagai bukti kecintaan terhadap NKRI.

Kepada seluruh peserta, Adhyaksa Dault juga mengajak untuk selalu berani dan kreatif dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan NKRI ini. “Tanpa keberanian dan kreatifitas, kemerdekaan kita saat ini akan berada di ranah yang semu dan ironis. Kita tidak mau itu,” ujarnya.

Setelah upacara, peserta Jamnas dari berbagai daerah di Indonesia ini kemudian melakukan Karnaval Budaya mengelilingi areal Bumi Perkemahan. “Satu lagi, jangan lupa, mulai hari ini sampai besok ayo kita hidupkan HUT RI dengan tagar #HUTRI71, #IndonesiaJaya #Jamnas2016,” tambah Adhyaksa.

Sekadar diketahui, Jambore Nasional merupakan event lima tahunan anggota Pramuka Penggalang se-Indonesia sebagai wahana untuk merajut persaudaraan dan persahabatan. Selain kegiatan-kegiatan bersifat fun, peserta Jambore juga melakukan kegiatan sosial, kesukarelawanan, kunjungan ke berbagai instansi pemerintahan, dan lain-lain.

Setelah sekian lama digelar di luar Jakarta, Jamnas kali ini digelar di Ibu Kota dengan tema Bangun Karakter Generasi Bangsa dengan Kegiatan yang "Keren, Gembira, Asyik". Moment pelaksanaannya yang bertepatan dengan peringatan Hari Pramuka ke-55 dan HUT Kemedekaan RI ke-71 merupakan momentum yang spesial bagi para peserta. (LH/Humas Kwarnas)

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka


Jokowi: Generasi Anak Bangsa Ada di Tangan Pramuka

Posted: 14 Aug 2016 05:59 AM PDT

Presiden Joko Widodo selaku Ketua Majelis Pembimbing Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka resmi membuka Jambore Nasional 2016 dan Peringatan Hari Pramuka ke-55 (Foto: Hafyz Marshal)

Presiden Joko Widodo selaku Ketua Majelis Pembimbing Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka resmi membuka Jambore Nasional 2016 dan Peringatan Hari Pramuka ke-55 (Foto: Hafyz Marshal)

Jakarta – Presiden Joko Widodo selaku Ketua Majelis Pembimbing Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka resmi membuka Jambore Nasional 2016 dan Peringatan Hari Pramuka ke-55 di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur Jakarta Timur, hari ini (14/8).

Di depan 25 ribu Pramuka dari seluruh penjuru Indonesia, Jokowi menuturkan, Pramuka punya peran penting dalam pembangunan karakter bangsa yang mandiri, berani, dan disiplin.

“Kalian di masa yang akan datang akan menjadi seorang pemimpin. Bangsa ini adalah bangsa besar dengan bentangan geografis yang luas,” kata Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga mengingatkan kembali nilai-nilai luhur Pramuka yang terkandung dalam Trisatya dan Dasadharma sebagai pegangan hidup. ‎”Pramuka punya Dasadarma, jalankan itu dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Untuk mencapai kemajuan Pramuka, Jokowi juga menyinggung pentingnya transformasi teknologi yang semakin maju. Dia meminta seluruh anggota Pramuka bisa memanfaatkan teknolgi sebagai cara pengembangan Pramuka ke arah yang lebih baik.

“Jangan gunakan media sosial untuk hal-hal negatif dan tidak produktif. Untuk menyebar kebencian, jangan! Untuk mengolok-olok, jangan!” Tegasnya.

‎Pembukaan Jamnas X itu dihadiri sejumlah tokoh, pejabat negara dan kepala daerah, di antaranya, Menko PMK Puan Maharani,  Menteri Kominfo Rudiantara, Gubernur Banten Rano Karno, dan lain-lain. (HA/Humas Kwarnas. Editor: Agus Khudlori)

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka


Pesan Ka Kwarnas dalam Upacara Ulang Janji

Posted: 13 Aug 2016 10:52 AM PDT

Jakarta, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengadakan upacara renungan dan ulang janji sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Pramuka yang dilaksanakan pada malam menjelang tanggal 14 Agustus.

Ketua Kwarnas Kak Adhyaksa Dault mengatakan, ‎tujuan dari ulang janji adalah melakukan perenungan terhadap usaha dan karya yang telah dilakukan oleh setiap pramuka demi Kepramukaan dan Gerakan Pramuka serta mengulang pengucapan janji (Satya Pramuka)‎.

“Intinya memperkuat ‎janji kita sebagai pengurus pramuka, bagaimana komitmen kita sebagai pengurus untuk memajukan pramuka,” tutur Kak Adhyaksa yang bertindak sebagai pembina upacara, Sabtu (13/8/2016)

Meski kondisi hujan, upacara ulang janji dalam rangka memperingati hari pramuka di Taman Wiladatika Cibubur berlangsung hening dan hikmat. ‎Kak Adhyaksa membacakan langsung Tri Satya diikuti semua peserta upacara yang terdiri dari pengurus pimpinan Kontingen daerah.

‎Tri Satya berbunyi, Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh‎ menjalankan kewajibanku kepada Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila. ‎
Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat. ‎Menepati Dasadarma‎.

Untuk menyambut rombongan dan tamu undangan kegiatan ulang janji dimeriahkan dengan penampilan kesenian Betawi Ondel-Ondel, penyulutan petasan dan marawis‎ serta penampilan tari Gambang Kromong sebagai tarian ucapan selamat datang.

Di tengah-tengah upacara juga dilakukan penyalaan api unggun, kemudian menyayikan lagu Hymne Satya Dharma Pramuka, ‎penyayikan lagu Bagimu Negeri, laporan pimpinan unggun kepada pembina unggun, lalu pembacaan renungan pembina dan ditutup dengan doa.‎

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka


KAWAL JAMBORE NASIONAL, 1.836 POLISI DISIAGAKAN

Posted: 12 Aug 2016 08:17 PM PDT

KAWAL-JAMBORE-NASIONAL,-1.836-POLISI-DISIAGAKAN

Foto: ntmcpolri.info

Jakarta – Polda Metro Jaya bersama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menggelar apel siaga terkait pengamanan dan kesiapan Jambore Nasional X, di Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat, 12 Agustus 2016.

Apel ini dihadiri langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Moechgiyarto dan Ketua Kwarnas Adhyaksa Daut. Jambore Nasional X akan digelar di Bumi Perkemahan Wisata (Buperta) Cibubur, pada 14 sampai 21 Agustus 2016.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto mengatakan, Polda Metro Jaya siap mengawal jalannya acara Jambore Nasional X. Menurutnya, untuk melakukan pengamanan pihaknya telah mengerahkan sebanyak 1.836 personel.

"Nanti akan diamankan di radius Buperta ini ada sekitar 210 hektare. Itu yang akan jadi titik pengamanan kami," kata Moechgiyarto di Buperta Cibubur, Jumat, 12 Agustus 2016.

Moechgiyarto mengatakan, pengamanan tidak hanya di lokasi tempat perkemahan tapi juga di luar perkemahan. Selain itu, pihaknya juga melakukan pengamanan di sepanjang rute yang dilewati para peserta untuk mencapai lokasi jambore.

"Rute-rute (perjalanan peserta), lokasi parkir juga turut kami amankan. Juga di tempat-tempat di mana kegiatan ini dilakukan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kwartir Nasional Adhyaksa Dault mengatakan, para peserta yang mengikuti Jambore Nasional 2016 ini sebanyak 26 ribu peserta. Para peserta datang dari masing-masing Kwartir Cabang yang ada di seluruh Indonesia.

Menurutnya, acara ini akan dibuka pada Minggu, 14 Agustus 2016. Dalam acara pembukaan Jambore Nasional X 2016 ini, Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dijadwalkan akan menghadiri pembukaan tersebut.

"Iya Insya Allah pak Presiden dan pak Wakil Presiden bisa hadir saat pembukaan nanti," ujarnya.

Sumber: ntmcpolri.info

Jalan Panjang Kontingen Maluku Mengikuti Jamnas

Posted: 12 Aug 2016 10:09 AM PDT

Jalan-Panjang-Kontingen-Maluku-Mengikuti-Jamnas

Kontingen Maluku Barat Daya Baru (Foto : HA / Humas Kwarnas)

Jakarta, Jambore Nasional ke X 2016 adalah kegiatan perkemahan besar Gerakan Pramuka yang pertama kali diikuti oleh Kontingen dari Maluku Barat Daya. Sebagai generasi pertama tentu Jamnas menjadi pengalaman yang menarik bagi peserta.

Hal itu seperti yang disampaikan oleh pembina Kontingen Maluku Barat Daya Kak Serpi Ela. Ia menuturkan, demi mengikuti Jamnas para peserta sudah meninggalkan rumah, pamit dengan orang tua dari satu bulan yang lalu.

“Ini perjalanan yang panjang. Peserta sudah meninggalkan rumahnya sejak satu bulan yang lalu,” kata Kak Serpi di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur yang menjadi lokasi Jamnas, Jumat (12/8/2016).‎

Kak Serpi mengungkapkan, awalnya peserta dikumpulkan di tingkat Kwartir Cabang, dan kemudian disatukan di tingkat Kwartir Daerah. Perjalanan panjang para peserta disebabkan karena wilayah Maluku itu terdiri pulau-pulau kecil.

“Di Maluku ini banyak sekali pulau-pulau kecil, akses jalannya susah harus ditempuh melalui jalur darat dan laut jadi lama. Kita dikumpulkan dulu‎ di tingkat cabang baru provinsi,” tuturnya.

Selama satu bulan itu, para peserta juga selalu disibukkan dengan pelatihan materi-materi Jamnas, seperti pasukan baris berbaris, yel-yel dan juga penampilan kesenian dari Maluku.  “Setelah seluruh kontingen dari Maluku terkumpul, baru kita berangkat ke Jakarta,” ucapnya.

Kontingen Maluku Barat Daya berjumlah 40 orang. Mereka berangkat ke Jakarta menggunakan kapal KM Dobon Solo selama empat hari dari 4-8 Agustus 2016. Meski baru pertama kali, Serpi memastikan pesertanya sudah siap secara mental dan fisik untuk mengikuti Jamnas.

Jamnas ‎sendiri berlangsung 14-21 Agustus dengan peserta 25 ribu. Rencananya, acara pembukaan akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo sejumlah menteri dan kepala daerah. ‎ (HA / Humas Jamnas)

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka


Temani Kontingen Jakarta, Wagub DKI Janji Ikut Jamnas 2016

Posted: 10 Aug 2016 12:37 AM PDT

Temani Kontingen Jakarta, Wagub DKI Janji Ikut Jamnas 2016

Kak Djarot Saiful Hidayat, melepas keberangkatan Kontingen Daerah Gerakan Pramuka DKI Jakarta ke Jambore Nasional (Jamnas) X 2016 di Balai Kota DKI Jakarta

Jakarta, Usai mengikuti upacara pelepasan kontingen daerah Pramuka DKI Jakarta ke Jambore Nasional ke-10 2016 di Balai Kota DKI Jakarta,‎ Rabu (10/8/2016) Wakil Gubernur DKI Jakarta Kak Djarot Saiful Hidayat berjanji akan ikut kegiatan Jamnas‎ menemani adik-adik pramuka.

Serentak anggota kontingen Pramuka DKI Jakarta yang mendengarnya langsung bertepuk tangan mendengar janji Kak D‎jarot.

“Insya Allah, saya dan Kakak Pras (Ketua DPRD DKI) akan hadir di Bumi Perkemahan Cibubur untuk berkumpul bersama adik-adik semua ikut Jambore Nasional,” ujar Kak  Djarot. ‎

Kak Djarot mengingatkan bahwa tahun ini Jakarta menjadi tuan rumah Jambore Nasional yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Cibubur. Secara tidak langsung, kontingen Pramuka DKI Jakarta menjadi duta.

“Kakak-kakak dan adik-adik bukan hanya mewakili diri kalian sendiri tapi ingatlah bahwa kalian adalah utusan duta yang mewakili seluruh anggota Pramuka di Jakarta,” ujar Kak Djarot.

Kak Djarot ingin anggota Pramuka DKI Jakarta yang ikut dalam Jambore Nasional tersebut bisa memberi contoh yang baik untuk anggota kontingen daerah lain. Serta memberi informasi yang baik tentang pemerintahan di Jakarta sekarang.

Jumlah peserta dari Jakarta yang akan mengikuti Jambore Nasional X 2016 sebanyak ‎ 251 orang. Jambore ini diselenggarakan di Bumi Perkemahan Cibubur pada 14 Agustus sampai 21 Agustus 2016 dengan peserta 25 ribu.‎ (HA / Humas Kwarnas)‎

Pesan Wagub DKI Terhadap Kontingen Jakarta Sebelum Ikut Jamnas

Posted: 09 Aug 2016 11:41 PM PDT

Pesan Wagub DKI Terhadap Kontingen Jakarta Sebelum Ikut Jamnas 2016

Kak Djarot Saiful Hidayat, melepas keberangkatan Kontingen Daerah Gerakan Pramuka DKI Jakarta ke Jambore Nasional (Jamnas) X 2016 di Balai Kota DKI Jakarta

Jakarta, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Kak Djarot Saiful Hidayat, melepas keberangkatan Kontingen Daerah Gerakan Pramuka DKI Jakarta ke Jambore Nasional (Jamnas) X 2016 di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu, 10 Agustus 2016.

Selain menyampaikan pujian, Kak Djarot juga memberi masukan kepada para siswa yang tergabung dalam kontingen agar bisa menjadi kebanggan Indonesia pada saat Jamnas.‎

“Tapi saya minta itu yel-yelnya kan sudah bagus, mungkin ada lomba juga ya nanti. Jadi akan lebih bagus lagi kalau ada gerakannya, spirit robot. Kalau bisa ya ada gerakan, jadi betul-betul menarik semangat, dengan kompak begitu,” kata Kak Djarot mengomentari yel kekompakan kontingen di Jakarta.

Lebih lanjut Kak Djarot mengatakan bahwa Jamnas merupakan kesempatan emas yang hanya berlangsung sekali dalam lima tahun. Oleh karena itu, dia berharap, kontingen asal Ibu Kota bisa mengukir prestasi dan nanti bisa berkesempatan untuk ikut di dalam Jambore Internasional.

“Mereka akan bertemu dengan kontingen-kontingen se-Indonesia maupun dari luar negeri. Kedua, yang jadi tuan rumah kan otomatis DKI Jakarta, kan tempatnya di Cibubur. Nah, mereka duta-duta kita yang bisa menghadirkan, memberikan informasi tentang situasi Jakarta seperti apa, sistem pemerintahannya seperti apa,” jelasnya.

Jamnas sendiri akan dilaksanakan di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta 14-21 Agustus 2016 dengan peserta 25 ribu dari pramuka penggalang. Rencananya, pembukaan akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. ‎(HA/Humas Kwarnas)

Ka Kwarnas Lantik Pimpinan Saka Wanabakti ‎dan Kapaltaru Tingkat Nasional

Posted: 09 Aug 2016 04:49 AM PDT

Kak Kwarnas Lantik Pimpinan Saka Wanabakti ‎dan Kapaltaru Tingkat Nasional 01

Kak Adhyaksa Dault ‎melantik Kak Bambang Hendroyono sebagai pimpinan Saka Wanabakti dan Kalpataru tingkat nasional

Jakarta- Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Kak Adhyaksa Dault  ‎melantik Kak Bambang Hendroyono sebagai pimpinan Saka Wanabakti dan Kalpataru tingkat nasional sekaligus mengambil sumpah jabatan pada seluruh pengurus baru.

Acara pelantikan berlangsung ‎di kantor Kementerian lingkungan Hidup dan Kehutanan Jl. Jend Gatot Subroto, Selasa (9/8/2016). Acara pelantikan juga dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, serta para pejabat kementerian.

Dalam sambutanya, Kak Adhyaksa mengatakan, ‎ ‎setiap anggota Pramuka punya rasa tanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan hidup dan hutan. Sebab, Saka Wanabakti adalah wadah yang dibentuk untuk Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam melaksanakan kegiatan nyata, produktif dan bermanfaat.

"Pramuka Harus Peduli Pelestarian Lingkungan Hidup dan Hutan, mari kita menanamkan rasa tanggungjawab terhadap pelestarian lingkungan hidup dan hutan pada generasi muda kita," ujar Kak Adhyaksa di lokasi. ‎

Tidak lupa, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini selalu berpesan tentang pentingnya nilai-nilai yang terkandung dalam Dasa Dharma Pramuka sebagai pedoman pemimpin baru Saka Wanabakti. ‎

"Di Dasa Darma kedua tertulis Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, karena itu ke depan Pramuka harus peduli pelestarian lingkungan hidup dan hutan, pelantikan hari ini adalah hal yang bersejarah, " ujar Kak Adhyaks‎a.(HA / Humas Kwarnas).

Kak Kwarnas Lantik Pimpinan Saka Wanabakti ‎dan Kapaltaru Tingkat Nasional

Berhasil Capai Puncak Kilimanjaro, KBRI Nairobi Beri Kenang-Kenangan untuk Pramuka

Posted: 09 Aug 2016 03:27 AM PDT

Kak Eko terima plakat kenang-kenangan dari KBRI Nairobi untuk Pramuka Indonesia 01

Kak Eko terima plakat kenang-kenangan dari KBRI Nairobi untuk Pramuka Indonesia

Jakarta, Setelah berhasil mencapai puncak gunung tertinggi di Afrika Kilimanjaro, Andalan Nasional Gerakan Pramuka urusan Pengabdian Masyarakat dan Pengabdian Bencana Kak Eko Sulistio mendatangi Kantor KBRI Nairobi Kenya untuk istirahat dan persiapan pulang ke Indonesia.

Kedatangan Kak Eko bersama Tim Ekspedisi Kilimanjaro Afrika disambut baik oleh Duta Besar KBRI Nairobi ‎Soehardjono Sastromihardjo beserta para stafnya. Dubes senang melihat prestasi anak bangsa yang berhasil mengibarkan bendera merah putih dan pramuka di puncak Kilimanjaro.

“Kami ucapkan selamat kepada Pramuka Indonesia yang berhasil mencapai atap gunung tertinggi di Afrika  kolaborasi ‎dengan KBRI Nairobi. Sungguh ini prestasi yang membanggakan untuk anak bangsa,” katanya, melalui pesan tertulis, Selasa (9/8/2016).

Kak Eko menuturkan, Kak ‎Soehardjono‎ memberikan kenang-kenangan berupa plakat untuk Pramuka Indonesia, sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian mendaki Kilimanjaro. ‎

Menurutnya, banyak hal yang disampaikan Kak Soehardjono kepada Kak Eko. Di antaranya Soehardjono memberikan salam kepada seluruh pengurus Kwarnas. Ia‎ mengaku kenal dekat dengan Waka Kwarnas Bidang Hubungan Luar Negeri Kak Ahmad Rusdi.

“Tidak lupa Kak Soehardjono juga sempat mengucapkan sukseskan Jamnas 2016 Keren, Gembira Asyik,” ‎tuturnya.

Tidak lupa, KBRI juga menyampaikan informasi, pihaknya membutuhkan anak pramuka untuk magang di KBRI Nairobi selama dua sampai tiga bulan. Seluruh biaya transpotasi, akomodasi dan uang saku akan ditanggung pihak KBRI Nairobi. ‎

‎”Ada permintaan magang bantu KBRI di Kantor UN-UNEP United Nation Environment Program,” jelasnya. ‎

Diberitakan sebelumnya, Kak Eko berhasil mencapai puncak Kilimanjaro di Stella ‎Point dengan ketinggian 5.756 MDPL.‎ Perjalanan untuk sampai puncak membutuhkan waktu kurang lebih delapan hari. Ekspedisi ini sekaligus dalam rangka memperingati hari Pramuka ke 55 dan Hut RI ke 71. (HA / Humas Kwarnas).

Kak Eko terima plakat kenang-kenangan dari KBRI Nairobi untuk Pramuka Indonesia

</>center

Kontingen Gudep KBRI Kuala Lumpur Ikuti Upacara Pelepasan Jambore Nasional 2016

Posted: 09 Aug 2016 03:03 AM PDT

Kontingen Gudep KBRI Kuala Lumpur Ikuti Upcara Pelepasan Jambore Nasional 2016

Kontingen Gudep KBRI Kuala Lumpur Ikuti Upcara Pelepasan Jambore Nasional 2016

Kuala Lumpur, Duta Besar KBRI Kuala Lumpur, Marsekal TNI Purn Herman Prayitno selaku Ka Mabigus Gudep KBRI KL 09 Agustus 2016 diwakili Atase Penerangan Sosial dan Budaya Tri Gustono menghadiri upacara pelepasan kontingen Jambore Nasional 2016 di Aula Hasanudin KBRI Kuala Lumpur.

Mabigus Tri Gustono dalam amanatnya menyampaikan apresiasi kepada kontingen Gudep KBRI Kuala Lumpur Jambore Nasional ke X 2016 di Cibubur Indonesia. Sekaligus menyampaikan amanat Duta Besar Sebagai Ka Mabigus agar seluruh kontingen dapat menjaga nama baik Gudep KBRI dihadapan peserta Jamnas lainnya di tanah air.

" Amanat Duta besar kepada seluruh kontingen agar dapat menjadi duta bangsa Indonesia Malaysia, kontingen harus menunjukkan citra yang baik sebagai anak Indonesia, saya berharap kecintaan kalian kepada tanah air semakin besar dengan momen Jamnas ini," ungkap Tri Gustono mewakili Ka Mabigus.

Sementara itu, Prof. Ari Purbayanto Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur 09 Agustus 2016 berharap kontingen Jambore Nasional 2016 Gudep KBRI Kuala Lumpur dapat menumbuh kembangkan semangat nasionalisme saat berada jauh dari tanah air.

Menurut Prof Ari, kegiatan pramuka diluar negara sangatlah penting untuk membangun apresiasi anak-anak Indonesia terhadap bangsanya.Anak-anak bangsa perlu menyadari perhatian pemerintah terhdap merekasangatlah besar meskipun berada di luar negara.

"Anak-anak harus bersyukur atas besarnya perhatian pemerintah terhadap mereka, kehadiran negara harus dapat dirasakan dimanapun mereka berada, hal inilah yang selalu menjadi catatan pemerintah kepada seluruh anak bangsa diluar negara, sebagai wujud kecintaannya terhadap bangsa, " ujar Prof Ari yang juga merupakan wakil ketua harian Mabigus Gudep KBRI Kuala Lumpur.

Sebagai duta bangsa di luar negara, kegiatan Pramuka merupakan wujud dari kecintaan tehadap bangsa, diharapkan seluruh kontingen anak bangsa yang mewakili Gudep KBRI Kuala Lumpur dapat menunjukkan citranya saat bergabung dengan kontingen lainnya di tanah air.

12 Orang kontingen Jamnas 2016 yang diberangkatkan terdiri dari 7 orang Putra dan 5 orang Putri. Semua peserta merupkan siswa siswi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Menurut rencana kontingen akan berada di Cibubur  Indonesia pada 14-21 Agustus 2016.

Keberangkatan kontingen Jambore Nasional Gudep KBRI Kuala Lumpur akan dipimpin langsung oleh ketua Gudep KBRI Kuala Lumpur Joko Satria beserta dua orang pelatih putra dan putri.

Sejunlah orangtua yang hadir dalam upacara pelepasan juga menaruh harapan besar kepada putra putrinya dapat membawa nama baik Sekolah Indonesia Kuala Lumpur maupun Gudep KBRI KL.

Seperti yang diungkapkan Widya, wali murid dari Nisa kontingen putri mengaku bangga dengan terpilihnya anaknya sebagai salah satu peserta Jamnas, berharap putinya dapat menjadi contoh dan mempraktekkan ilmu kepramukaan yang telah diberikan selama berlatih di Gudep KBRI KL.

" Nisa anak saya kebetulan adalah anak pertama, terus terang saya sempat kaget ketika nama Nisa terpilih mewakili kontingen putri, banyak perubahan sikap menjadi lebih baik semenjak Nisa bergabung di pramuka. Semoga saja event Jamnas ini dapat menjadikan Nisa dan kontingen lainnya memiliki semangat kebangsaan yang lebih tinggi lagi," jelas Widya. (Humas Kwarnas)

Kategori

Kategori