Kak Adhyaksa: Program Time Please Sejalan dengan Dasa Dharma

Kak Adhyaksa: Program Time Please Sejalan dengan Dasa Dharma

Kak Adhyaksa foto bersama usai tandatangan program Time Please dengan The Walt Disney di Kota Kasablanka

Jakarta- Bersamaan dengan Hari Kebangkitan Nasional, kerjasama Gerakan Pramuka dengan The Walt Disney company shouteast Asia resmi ditandatangani oleh Kak Adhyaksa Dault selaku Ketua. Kwarnas Gerakan Pramuka dan Mr. Seshasaye Kanthamraju selaku executive director The Walt Disney di Kota KasablanKa (20/05/2016)

Mr. Seshasaye Kanthamraju dalam sambutannya mengatakan, kerjasama ini dibentuk dalam “Program Time Please” yang merupakan program kerelawanan kepada siswa/siswi agar tertarik pada kegiatan sosial dengan mengajak keluarga masing-masing di lingkungan sekitarnya.

“Kegiatan sosial ini dapat dilakukan melalui pendidikan, kebersihan kesehatan, lingkungan hidup, atau bidang positive lain yang mengarah pada perkembangan masyarakat,” tuturnya, Jumat.

Kak Adhyaksa pun menyambut hangat kerjasama ini. Dalam keterangan tertulisnya ia mengaku senang dengan kegiatan ini sebab sesuai dengan Dasa Dharma pramuka. Kak Adhyaksa yakin , pramuka sebagai organisasi kepanduan terbesar bisa berpartisipasi menjalankan program ini dengan baik.

“Kegiatan ini sejalan dengan Dasa Darma, kami mendorong pemuda-pemudi untuk dapat menginspirasi keluarga dan lingkungannya untuk melakukan hal yang baik,” terangnya.

Tidak hanya itu, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini juga percaya, nantinya akan ada banyak cerita-cerita yang menarik dari anak-anak Indonesia di daerah yang bisa difilmkan diprogram ini. Sebab, ada kesamaan nilai antara pramuka dengan cerita di Disney.

“Kesamaan itu yakni ‎peduli, berbagi, membantu orang lain, dan memiliki keberanian untuk melakukan hal yang benar,” ungkapnya.

Kegiatan ini menarik, selain mengajarkan kegiatan positive bagi anak dan keluarga, peserta yang kreatif dan berhasil membuat proyek yang berpengaruh besar di lingkungan masyarakat sekitarnya akan diberi penghargaan pada tingkat Kota ataupun Nasional.

Launching ini semakin meriah dengan hadirnya Kak Marcella Zaliyanti yang juga pernah menjadi anggota pramuka selama duduk di bangku sekolah.

“Saya sangat excited sekali dengan adanya kegiatan ini, saya juga berharap semoga kerjasama ini panjang dan bisa mengimplementasikan nilai-nilai yang ada di dalam pramuka kepada masyarakat luas,” tuturnya.

Program untuk pramuka siaga dan penghalang ini berlangsung selama tiga bulan di lima kota, yaitu Jakarta, Kabupaten Bandung, Medan, Semarang, dan Surabaya.‎ Pertama akan dimulai 14 Agustus di Jambore Nasional sampai 10 November 2016.‎ (HA/Mia Humas Kwarnas)

updates from Gerakan Pramuka.

Promosikan Jamnas, Kwarnas Adakan Temu Pramuka dengan Penggiat Medsos

Promosikan Jamnas, Kwarnas Adakan Temu Pramuka dengan Penggiat Medsos

IMG-20160522-WA024

Kak Hariqo dan Kak Luqman menjadi pemateri dalam acara Temu Pramuka Pengguna Media Sosial

‎Jakarta – Dalam rangka mempromosikan Jambore Nasional 2016, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengadakan pertemuan dengan penggiat media sosial di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur Minggu (22/5/2016).

Kegiatan ini mengambil tema “Gotong Royong Mempromosikan Pramuka dan Jambore Nasional untuk Menjadikan Pramuka sebagai Pilihan Utama Generasi Muda,” “Setiap Pramuka adalah Kantor Berita”

Di awal acara, Kak Hariqo Wibawa Satria selaku Andalan Nasional Kwarnas urusan Kominfo mengajak 130 peserta untuk saling mengenal atara satu dengan yang lain. Perkenalan itu menjadikan suasana menjadi akrab.

Kemudian, Kak Hariqo menjelaskan sedikit tentang serba serbi Jamnas dan bagaimana memanfaatkan media sosial, untuk mempromosikan Jamnas 2016 sebagai kegiatan yang menarik untuk diikuti anak muda.

Mempromosikan Jamnas di Medsos kata Kak Hariqo bisa dengan konten-konten yang menarik, entah itu dalam bentuk tulisan, meme, video, ataupun gambar‎. “Yang pasti syarat konten kita pertama harus lucu,” tuturnya.

IMG-20160522-WA023Setelah itu, peserta juga diminta untuk langsung mem-posting kegiatan ini di media sosial, dengan tagar #jamnas2016. Kak Hariqo berharap hari ini #jamnas2016 menjadi trending topic.

“Kita minta semua peserta melakukan 300 tweet untuk acara ini dengan tagar #jamnas2016‎, untuk FB minimal 2 kali foto, dan instagram minimal 10 posting,” jelasnya.

Untuk mempromosikan Jamnas di Twitter, Kak Hariqo menambahkan, peserta tidak hanya terfokus pada kegiatan ini, ‎tapi juga segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan pramuka, baik di media online, website, dan juga ilmu-ilmu pramuka di lapangan.

Sementara itu, Andalan Nasional Kwarnas urusan Kominfo, Kak Luqman Hakim Arifin lebih menekankan tentang bagaimana cara pembuat rilis atau berita untuk ditulis di media sosial. Selain lucu, Kak Lukman menambahkan konten yang dibuat harus bijak dan mengandung nilai kemanusiaan.

“Jadi selain lucu, sebuah konten atau isi berita harus bijak dan mengandung human interest,” tutupnya.

Diketahui, Jamnas 2016 mengambil tagline “Keren Gembira Asyik” Jamnas akan dilaksanakan 14-22 Agustus 2016 di Cibubur. Peserta Jamnas mencapai 25 ribu orang, dan rencananya akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Kwarran Ciomas Gelar Perkemahan Sehari Pramuka Siaga, Gladi Tangkas Medan dan Gelar Senja

Kwarran Ciomas Gelar Perkemahan Sehari Pramuka Siaga, Gladi Tangkas Medan dan Gelar Senja

IMG-20160521-WA010

Kemeriahan Pramuka Siaga dan Penggalang mengikuti kemah sehari dari Kecamatan Ciomas Bogor

Bogor – Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Ciomas mengadakan Perkemahan Sehari Pramuka Siaga, Gladi Tangkas Medan dan Gelar Senja dengan Tema “Gerakan Pramuka Merupakan Pendidikan dan Pembinaan Karakter Generasi Muda Penerus Perjuangan Bangsa.”

Upacara pembukaan Perkemahan Sehari Siaga, Gladi Tangkas Medan dan Gelar Senja dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, jalan raya ciomas kretek, Sabtu (21/5/2016) dengan jumlah 1200 peserta  dari Pramuka Siaga, Penggalang.

Kak Eje selaku Kwarran Gerakan Pramuka Ciomas yang membuka acara tersebut menyampaikan, perkemahan sehari Pramuka Siaga ‎dan Penggalang dilaksanakan dalam rangka memperingati hari Pendidikan Nasional, Kebangkitan Nasional dan hari jadi Kabupaten Bogor.

IMG-20160521-WA009“Tujuanya untuk menyatukan pramuka-pramuka di Ciomas, membangkitkan semangat anak pramuka, dan untuk merealisasikan kegiatan yang sudah di dapat di Gugus Depan,” katanya.

Kegiatan kemah sehari ini semakin meriah dengan perlombaan permainan anak, permainan tradisional dan juga materi-materi berkaitan dengan pramuka yakni sandi-sandi dan pionering tali temali dan juga panorama.

“Nanti di gelar senja ada penampilan lima Korwil Gudep. Nanti masing-masing akan menampilkan atrasiknya,” terangnya.

‎”Dan Insya Allah pada saat kegiatan Gelar Senja akan dihadiri Ka. Kwarcab Gerakan Pramuka Kab. Bogor‎,” tutupnya.‎ (HA/Humas Kwa

Gerakan Pramula: Satgas Pramuka Peduli Bagi Kentongan

Gerakan Pramula: Satgas Pramuka Peduli Bagi Kentongan

cBanjarnegara – Sebagai upaya untuk ikut menjaga ketentraman dan keamanan lingkungan masyarakat serta wahana aplikasi krida keamanan lingkungan, Anggota Satgas Pramuka Peduli Kwarcab Gerakan Pramuka Banjarnegara kemarin mengadakan kegiatan bhakti masyarakat berupa pembagian Kentongan bagi warga komplek candi Baru Sokanandi.

Komandan Satgas Pramuka Peduli Kwarcab Banjarnegara Prihatin Sediono mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen dan peran serta warga Gerakan Pramuka dalam rangka ikut menjaga keamanan dan ketrentaman lingkungan.

"Kami membagikan sedikitnya 40 buah kentongan kepada seluruh warga RT 5 RW 2 komplek Sokanandi, dimana kentongan tersebut merupakan hasil karya adik adik pramuka penegak Saka Bhayangkara dan Ubaloka" paparnya.

Kegiatan pembagian kentongan tersebut rutin dilakukan disejumlah wilayah yang dinilai rawan terhadap tindak kriminal atau keamanan lingkungan. Selain program pembagian kentongan, tahun ini sejumlah agenda Pramuka Peduli lainnya yang akan di selenggarakan diantaranya, bhakti pengecatan sejumlah mushola, pengecatan pos kamling, pengobatan gratis diberbagai wilayah serta bedah rumah warga yang tidak layak huni.

Ketua RT 05 RW 02 Candi Baru Kelurahan Sokanandi Nur Said mengapresiasi kegiatan Pembagian Kentongan tersebut dengan harapan dapat berguna untuk kepentingan warga terutama dalam hal menjaga keamanan dan ketertiban warga.

"Dengan alat tradisional yang akrab ditengah masyarakat ini diharapkan membantu sistem keamanan dilingkungan kami, dimana beberapa waktu lalu dilingkungan kami kerap terjadi tindak pencurian di beberapa rumah warga" ujarnya.

Dekat dengan Masyarakat

b(1)Ketua Kwarcab Pramuka Banjarnegara Setiawan mengatakan, tahun ini berbagai upaya pendekatan dengan masyarakat terus dilakukan, terutama dalam berbagai keguiatan sosial kemasyarakatan. Dengan upaya tersebut diharapkan keberadaan pramuka semakin dikenal luas dan akrab ditelinga masyarakat dengan berbagai kegiatan positif.

"Tahun ini kita mengagendakan beberapa kegiatan bhakti kemasyarakatan dengan menggandeng beberapa element dan stakeholder yang ada, dengan melibatkan peran serta generasi muda, dalah hal ini Ubaloka, Pramuka Penegak Pandega dan anggota Dewasa" ujarnya.

Upaya tersebut tentunya sangat nyaring didengungkan oleh Gerakan Pramuka dengan tujuan utama salah satunya yakni membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif yang muncul saat ini, menjaga dan menanamkan karakter positif pada setiap anggota pramuka agar menjadi garda depan penangkal pengaruh budaya asing yang semakin tak terkendali.** Alwan

[sumber berita: kwarcab banjarnegara

 Peserta Perkemahan Wirakarya PTK ikut Worksop Darurat Narkoba, Deradikalisasi dan Terorisme.‎

Peserta Perkemahan Wirakarya PTK ikut Worksop Darurat Narkoba, Deradikalisasi dan Terorisme.‎



Peserta Perkemahan Wirakarya PTK ikut Worksop Darurat Narkoba, Deradikalisai dan Terorisme
Worksop Darurat Narkoba, Deradikalisai dan Terorisme
Kendari – Peserta Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW-PTK) XIII Se-Indonesia, mengikuti kegiatan Workshop Penggembangan Seni Budaya yang dilaksanakan di Auditorium Sultan Qaimuddin IAIN Kendari, Selasa (17/5/2016)
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kegiatan pengembangan wawasan bagi para peserta PW-PTK ke XII. Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan dari setiap kontingen dibuka dengan menyanyikan lagu Rayuan Pulau Kelapa untuk meningkatkan jiwa kebangsaan setiap anggota pramuka.
Dalam kegiatan tersebut peserta PW-PTK diberikan penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan NAPZA oleh BNN Sultra, serta deradikalisasi dan anti terorisme oleh Korem 143 Halu Oleo Kendari.
"Darurat narkoba, terorisme, dan radikalisme semua ini adalah persoalan bangsa yang harus diselesaikan secara seksama," kata Dr. Husain Insawan, M.Ag Warek I IAIN Kendari.
Hadir sebagai pemateri dalam workshop tersebut yakni Dr. H. Afif Anshori, M.Ag., Kepala BNN Sultra Konbes Pol. Drs. Fauzan Jamal, M.Si., dan Danrem 143 Halu Oleo Kolonel CZI Rido Hermawan, M.Sc. 

(ADN/Humas Kwarnas)‎

pramuka.or.id
Pionering Sesuatu yang Wajib di Pramuka

Pionering Sesuatu yang Wajib di Pramuka

Pionering Sesuatu yang Wajib di Pramuka

Malang – Pionering adalah proses kegiatan membuat bangunan yang terbuat dari tali temali dan tongkat untuk digunakan sesuai dengan objeknya. Pionering ini melekat atau identik dengan kegiatan pramuka.

Biasanya pionering ini dijadikan ajang perlombaan di setiap kegiatan pramuka. Peserta diminta untuk membuat sebuah bangunan untuk digunakan dalam kegia‎tan sehari-hari atau bangunan darurat.

Misalnya, pembuatan menara, gapura, gardu, jembatan, perlengkapan perkemahan, tandu dan lain-lain. Bahan dasarnya bisa terbuat dari kayu, besi, rotan atau bambu.

Kak Arief Bekti selaku Anggota Brigadir Penolong dari Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur mengatakan, karena begitu pentingnya tali temali, makan pionering menjadi sesuatu yang wajib bisa dilakukan oleh setiap anggota pramuka.

“Pramuka wajib bisa tidak hanya tahu, bisa mengunakan tali mengerti definisi tali temali, yaitu sangat mengingat dengan kuat, dengan cepat, dan mudah dilepas,” kata Arief kepada Humas Kwarnas, di Bumi Perkemahan Selorejo Malang, Sabtu (14/5/2016)

Pionering atau proses tali menali,secara lebih luas bisa dikembangkan untuk dunia pertolongan korban bencana atau kegiatan outdor. Contoh kata Kak Arief, penyelamatan ditebing atau digedung, atau penyelamatan di air.

“Bisa untuk flayer rescue water rescue, jungle rescue semua tidak lepas dari ilmu tali temali,” tuturnya.

Adapun dalam dunia perlombaan, pionering bisa dinilai dari kerapian tali, kebenaran tali, ‎kekuatan tali, dan kecepatan. “Kalau mereka, menggunakan simpul jangkar, dan simpul tongkat atau simpul menyambung tongkat itu harus bisa kita implementasikan di perlombaan ini,” jelasnya.

Kedatangan Kak Arief di Malang, tidak lain untuk menjadi juri dari perlombaan pionering dalam kegiatan Perkemahan Nasional Kesehatan ke III 11-15 Mei 2016 di Selorejo Malang. Jumlah pesertanya mencapai 662 dari Polteknik Kesehatan seluruh Indonesia. 

(HA/Humas Kwarnas).

pramuka.or.id

11 Tips Menjadi Pemimpin Terhebat

LT 1 2015 SDN Grabagan - Tulangan - Sidoarjo
Ini dia 11 Tips Menjadi Pemimpin Terhebat :

1. Visioner

Pemimpin punya pemahaman yang jelas tentang mau dibawa ke mana perusahaan/organisasinya dan memiliki strategi yang jelas untuk mencapainya.

2. Berkomunikasi dengan baik

Pemimpin yang baik bisa memastikan pesan yang disampaikannya diterima oleh setiap orang dalam organisasi dengan persepsi yang sama dan jelas.

3. Bersahabat dan membumi

Kemampuan seseorang untuk menjadi teman yang menyenangkan akan membantu seorang pemimpin untuk membangun relasi dan mengembangkan semangat tim yang baik.

4. Membuat orang lain melakukannya

Disebut pemimpin karena dia memimpin, dan pekerja disebut demikian karena dia bekerja. Pemimpin yang baik mampu mendorong orang lain untuk melakukan tugasnya, dan bukan melakukan sendiri semua tugas-tugas itu.

5. Paham tentang bidang yang digeluti

Tidak hanya sekedar visioner dengan strategi dan arah yang jelas, pemimpin yang baik paham benar seluk beluk, kekurangan dan kelebihan, risiko serta segala hal tentang bidang yang digeluti.

7. Jadi panutan

Pemimpin berada di garis depan dan memberikan pengaruh yang baik bagi perusahaan dan bawahannya. Dalam segala hal dirinya mampu menjadi teladan.

8. Mudah untuk dinilai

Berubah-ubah sikap untuk menyamarkan citra diri yang sesungguhnya, ini bukan sikap pemimpin yang baik. Seorang pemimpin mengambil sikap yang jelas tentang bagaimana dia akan mendengarkan, menyampaikan sesuatu, melihat dan menilai sesuatu, serta konsisten dengan sikapnya itu.

9. Memiliki kharisma

Beriringan dengan citra dan kemampuan berkomunikasi yang baik, pemimpin yang baik memiliki sesuatu yang istimewa di dalam dirinya yang membuat orang lain pun merasakannya.

10. Sangat tekun

Tidak cukup hanya punya skill, pemimpin yang baik sangat tekun dalam pencapaian tujuan dan visi yang telah ditetapkan. Pemimpin bisa sangat kejam untuk itu, namun pemimpin yang baik melakukannya dengan cara yang sangat bersahabat.

11. Penuh semangat

Pemimpin yang baik membawa energi yang sangat besar bagi bawahannya, dan selalu ada semangat yang dikobarkan dalam setiap tugas yang diberikan, dalam setiap bidang yang ditangani.

Semoga 11 Tips Menjadi Pemimpin Terhebat bermanfaat bagi Anda.

Sumber : http://pramuka.or.id/
Kontingen Surabaya Juara Umum Kemah Nasional Kesehatan ke III

Kontingen Surabaya Juara Umum Kemah Nasional Kesehatan ke III

Kontingen Surabaya Juara Umum Kemah Nasional Kesehatan / doc. HA/Humas Kwarnas
Kontingen Surabaya Juara Umum Kemah Nasional Kesehatan
doc. HA/Humas Kwarnas


Malang – Rona bahagia diikuti air mata haru tampak terlihat dari raut wajah para kontingen Surabaya. Mereka baru saja mendapat prestasi sebagai juara umum dalam acara Perkemahan Nasional Kesehatan ke III di Selorejo Malang.
Pengumuman juara umum diumumkan diacara penutupan pada Sabtu (14/5/2016 malam. Tak pernah menyangka akan menjadi kontingen terbaik di kegiatan Kemah Kesehatan Nasional. Piala itu mereka persembahkan untuk Politeknik Kesehatan Surabaya.
‎Kepada Humas Kwartir Nasional, Kak Adeng Hidayutullah‎ Ketua Regu Poltekes Surabaya mengaku sangat bahagia, karena kontingennya berhasil memenangkan ajang perlombaan kemah kesehatan sebagai juara umum. Padahal ia menilai, kontingen yang lain juga mengikuti acara ini dengan bagus dan penuh kreatifitas.
“Senang banget rasanya pengin nangis, kita tidak pernah menyangka, tapi kita tetap optimis,” katanya di Bumi Perkemahan Selorejo Sabtu.
Kak Adeng menyadari untuk bisa memenangkan perlombaan ini memang tidak mudah. Sejak enam bulan lalu, pertama kali acara perkemahan ini diumumkan. Poltekes Surabaya langsung melakukan penjaringan dan seleksi untuk memilih peserta.
“Kita alhamdulillah terpilih, 18 orang enam perempuan enam lagi laki-laki. Jadi sejak awal kita memang memandang bahwa kemah kesehatan harus dipersiapkan dengan matang,” ‎katanya.
Persiapan itu semakin matang, dua bulan sebelum kemah berlangsung. Kak Adeng mengatakan, waktu yang tersisa itu mereka gunakan untuk latihan, baik fisik, mental, kedisiplinan, maupun kreatifitas. ‎”Kita fokus benar-benar kemah kesehatan, bulan Februari,” tuturnya.
Menurutnya, kontingen dari Surabaya ini lebih menekankan kepada pelatihan fisik. Hal ini sesuai dengan prinsip yang diajarkan oleh kakak-kakak pembinanya. “Fisik itu harus dipertahankan, karena memang dari alumni sendiri, basic mereka ada dari TNI, mereka mencoba menggabungkan antara kreatifitas dengan fisik yang kuat,” jelasnya.
Ia menambahkan, selain fisik karakter mereka juga dibentuk untuk selalu tanggap terhadap bencana, misalnya bagaimana memberikan pertolongan pertama pada korban gawat darurat. “Siaga kalau ada korban kecelakaan, apapun itu kamu harus mampu melakukan tindakan cepat, sigap, dan cermat. Itu yang ditekankan oleh alumni,” ungkapnya.
Berikut daftar kontingen pemenang juara di lomba Kemah Kesehatan Nasional ke III 20‎16 di Malang.
1. Kejuaran Poster Promosi Kesehatan
A. Juara 1 Poltekes Makasar
B. ‎Juara 2 Poltekes Jayapura
C. Juara 3 Poltekes Jayapura
2. Kejuaran Karya Tulis Ilmiah
A. Juara 1 Poltekes Semarang
B. Juara 2 Poltekes‎ Surabaya
C. Juara 3 Poltekes Yogyakarta
3. Kejuaraan Tata Kemah
A. Juara 1 Poltekes Surabaya
B. Juara 2 Poltekes Malang
C. Juara 3 Poltekes Surakarta
4. Kejuaraan Pionering
A. Juara 1 Poltekes Jayapura
B. Juara 2 Poltekes Denpasar
C. Juara 3 Poltekes Mamuju
5. Kejuaraan Yel-Yel
A. Juara 1 Poltekes Surabaya
B. Juara 2 Poltekes Malang
C. Juara 3 Poltekes Palangkaraya.
6. Kejuaraan ‎PPGD
A. Juara 1 Poltekes Malang
B. Juara 2 Poltekes III Jakarta
C. Juara 3 Poltekes Semarang.
Juara Umum‎
A. Juara1 Poltekes Surabaya
B. Juara 2 Poltekes Malang
C. Juara 3 Poltekes Jayapura
Kemudian ada lomba memancing untuk Pembina.
A. Juara 1 Firdaus dari Poltekes Palu
B. Juara 2 Wena dari Poltekes Palembang
C. Juara 3 Arief dari Poltekes Banten
(HA Humas/ Kwarnas)‎
http://tunaskelapa-pramuka.blogspot.co.id/

Menag harap mahasiswa contoh spirit perubahan Pramuka

Menag harap mahasiswa contoh spirit perubahan Pramuka

Perkemahan wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan.
Perkemahan wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan. (Humas Kemenag)
Kendari (ANTARA News) - Di hadapan ribuan pramuka pandega, pada Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) XIII yang dilaksanakan 16 – 22 Mei di Kendari Sulawesi Tenggara, Menag mengatakan gerakan pramuka telah mengakar secara historis di bumi Nusantara.

Menurutnya, pramuka merupakan salah satu wadah pembinaan generasi muda dan sukses melahirkan kader perubahan. “Perkemahan ini mampu merangsang, menanamkan, dan memperteguh nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme yg didasari pada pemahaman keagamaan yang terbuka, damai, dan toleran,” tegas Menag.

PW PTK XIII diikuti tidak kurang dari 1.500 Pramuka Pandega yang berasal dari Perguruan Tinggi Keagamaan se-Indonesia. Berbeda dengan sebelumnya, PW PTK tahun ini juga diikuti sejumlah mahasiswa Pramuka Pandega dari Luar Negeri, antara lain: Afganistan, Rusia, Jepang, Madagaskar, Philipina, Thailand, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Mahasiswa dari Perguruan Tinggi Kegamaan Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha juga ikut meramaikan PW PTK, sebagai bentuk komitmen kebangsaan dan ke-Indonesiaan.

Sebagai calon pemimpin bangsa yang sedang berproses untuk menyiapkan diri menyambut Indonesia sebagai negara ke-7 ekonomi dunia, Menag berharap para pramuka pandega dapat mempersiapkan diri dengan baik dalam menyongsong masa depan.

“Bonus demografi ini berkah dan peluang yang harus disyukuri. Dengan mengelola SDM kita dengan ikhtiar meningkatkan mutu pendidikan, maka kita semua siap untuk menyambut Indonesia emas,” pekik Menag.

Upacara pembukaan dimeriahkan dengan pemecahan Museum Rekor Indonesia (MURI) berupa senam tongkat pramuka terpanjang di dunia.
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Thanks to ANTARA News
Pramuka Ajarkan Warga Buat Alat Penangkal Jentik Nyamuk‎

Pramuka Ajarkan Warga Buat Alat Penangkal Jentik Nyamuk‎

Pramuka Ajarkan Warga Buat Alat Penangkal Jentik Nyamuk‎Malang – Peserta Kemah Kesehatan Nasional ke III Gerakan Pramuka di Malang memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang cara sederhana membuat alat penangkal jentik nyamuk atau larva trap.
Alat yang terbuat dari bahan dasar botol minuman plastik ini sangat efektif untuk memutus mata rantai nyamuk Aedes Aegypti. Sehingga, bisa mencegah masyarakat dari bahaya penyakit demam berdarah.
“Alat ini fungsinya ba‎yak sekali, untuk memutus mata rantai tikus nyamuk. Alat ini kita kembangkan, harapannya agar pramuka bisa mensosialisasikan kepada masyarakat,” kata Dwi sulaksono, dari ‎
Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan, dan Pengendalian Penyakit Surabaya, Sabtu (14/5/2016)
Barang yang dibutuhkan sederhana, yakni satu buah botol plastik ukuran 1/5 liter, plastik hitam, ‎ saringan, dan juga lemplastik atau isolasi.

Pembuatannya sederhana botol dipotong menjadi tiga bagian, bagian atas yang ada tutupnya ditaruh secara kebalik, kemudian dikasih saringan, dan potongan botol yang tengah dibiarkan begitu saja, kemudian‎ potongan yang bawah di buang.
“Botol kemudian dibalut dengan plastik hitam, tujuannya untuk menarik nyamuk datang ke perangkap,” katanya.
Agar lebih menggoda, bagian atas botol dikasih air kelapa, air hujan, ‎rendaman jeramih atau air gula pasir. Bahan ini dinilai ampuh mendatangkan nyamuk masuk ke perangkap.

“Nyamuk betah disitu, mereka akan bertelor dan terperangkap tidak bisa keluar. Nanti kalau sudah keluar jentik-jentiknya dibuang dan diganti air lagi,” ungkapnya.
Air yang dimasukan di botol bisa bertahan 1-2 minggu. Kak Dwi mengatakan, alat ini begitu sederhana, namun praktis dan efisien dan mengadung manfaat yang besar. “Pramuka bisa menerapkan dan mengembangkan alat ini dengan baik,” jelasnya.
Peserta mensosialisasikan alat ini kepada masyarakat di sekitar lokasi perkemahan di Waduk Selorejo Malang Jawa Timur. Kegiatan bhakti masyarakat ini merupakan rangkaian acara perkemahan kesehatan yang sudah berlangsung dari 11 Mei 2016 dan akan ditutup pada Sabtu 14 Mei. ‎(HA/Humas Kwarnas)
Perkemahan Nasional Kesehatan 2016

Perkemahan Nasional Kesehatan 2016

662 Peserta Ikut Perkemahan Nasional Kesehatan 2016

662 Peserta Ikut Perkemahan Nasional Kesehatan 2016
Malang – Kegiatan perkemahan nasional kesehatan 2016 diikuti oleh 662 peserta dari seluruh Indonesia. Mereka berasal dari Politeknik Kesehatan dari pramuka penegak dan pandega.

Peserta sedang mempersiapkan pembuatan tenda dalam Perkemahan Nasional Kesehatan 2016
Kegiatan kemah kesehatan ini dilaksanakan di Bumi Perkemahan Selorejo Kabupaten Malang, Jawa Timur, 11-14 Mei 2016 dengan tema “Pramuka Penegak dan Pandega Indonesia Tangguh Menghadapi Bencana”
Dari pantauan Tim Siber Pramuka, pukul 15.00 kontingen dari seluruh Indonesia sudah mulai berdatangan di lokasi. Satu persatu kontingen langsung melakukan daftar ulang atau registrasi.
Setelah itu, peserta langsung menuju ke tempat pendirian tenda yang sudah dibagi menjadi dua perkemahan putra dan perkemahan putri. Mina salah satu peserta dari Jayapura mengaku senang dan bangga bisa ikut kegiatan ini bersama 15 temannya.
“Senang rasanya kak, kita 16 orang bisa ikut kegiatan kemah kesehatan. Ini pengalaman pertama saya bisa ketemu banyak teman-teman dari seluruh Indonesia,” tuturnya, Rabu.
Hingga saat ini, masih ada beberapa peserta yang belum selesai mendirikan tenda. Sebab, kedatangan peserta tidak dalam satu waktu. Misalnya peserta dari Bengkulu yang baru tiba pukul 17. 00 WIB.
“Jadi karena ada beberapa peserta yang baru datang, maka acara diskusi yang rencananya dijadwalkan pukul 19.00 WIB diundur menjadi jam 20.00 WIB,” ujar salah satu panitia.
Acara langsung dilanjutkan pukul 22.00 WIB dengan agenda pembentukan perangkat kecamatan, lurah, RW dan RT, dan penyusunan komitmen peserta. (HA/Humas Kwarnas)
Menkes Tabur 10.000 Ikan di Waduk Selorejo‎ Malang

Malang –  Menteri Kesehatan Kak Nila Djuwita F. Moeloek ‎tiba dilokasi Perkemahan Kesehatan Nasional ke III di Bumi Perkemahan Salorejo Malang, Kamis pagi (12/5/2016)
Setelah tiba dilokasi, Kak Nila bersama rombongan langsung menuju Danau Salorejo untuk menabur 10.000 ikan nila. Hal ini dilakukan demi menjaga kelestarian ikan di danau tersebut. ‎
[sumber berita: Humas Kwarnas]
Diguyur Hujan, Upacara Pembukaan Kemah Nasional Kesehatan III Berlangsung Hikmat

KNS 3 bMalang – Sejak Kamis siang (12/5/2016) langit di atas Bumi Perkemahan Danau Selorejo Malang diselimuti awan mendung. Lokasi ini akan dijadikan tempat upacara pembukaan Perkemahan Kesehatan Nasional ke III
Benar saja, 30 menit sebelum pelaksanaan pembukaan dimulai, pukul 12.00 WIB hujan turun, sementara tamu undangan sudah mulai berdatangan. Panitia juga terlihat sibuk mempersiapkan segala sesuatunya.
Kondisi cuaca yang tidak menentu ini sempat membuat bingung panita. Sebab acara sudah waktunya dimulai pukul 12.30 WIB. Bersyukur hujan sudah mulai reda, panitia pun memerintahkan para peserta kemah untuk menuju lapangan utama.
KNS 3 dLapangan yang tadinya kering, seketika menjadi tergenang air dan licin. Namun kondisi ini tidak menyurutkan semangat para peserta untuk mengikuti upacara dan pembukaan, demikian juga para tamu undangan.
Upacara yang dipimpin oleh Menteri Kesehatan RI Kak Nila Djuwita F. Moeloek berlangsung secara hikmat meski gerimis mengundang. Para panitia juga menjalankan tugasnya dengan baik sampai dengan selesai acara.
Selesai upacara dan pembukaan, tamu undangan disuguhkan dengan penampilan tari tradisional, dan juga simulasi penanganan bencana gempa bumi dan kebakaran oleh PMI, petugas Damkar dan BNPB dan ditutup dengan penampilan kesenian Reog Ponorogo.
Selain Kak Nila, acara pembukaan juga dihadiri oleh Waka Kwranas Bidang Renbangma Kak Marbawi, Waka Kwarnas Bidang Orgakum Kak Kodrat Pramudho, dan Andalan Nasional Kwarnas urusan Kominfo Kak Olivia Zalianty, Andalan Nasional Kwarnas Urusan Renbangma Kak Ine Febriyanti, Andalan Nasional Urusan Abdimasgana Kak Hariyono.
KNS 3 cHadir juga Wali Kota Batu Kak Eddy Rumpoko, Wakil Gubernur Jawa Timur, Kak Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Kepala PPSDM Kesehatan dr Gigi Usman Sumantri, dan direktur Poltekes Kemenkes seluruh Indonesia.
Acara Kemah Kesehatan Nasional berlangsung dari 11-15 Mei 2016. Ada 662 peserta yang ikut kegiatan ini dari Politeknik Kesehatan seluruh Indonesia.
[Sumber berita: Humas Kwarnas]
 Pramuka Trampil:  Lakukan Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat

Pramuka Trampil: Lakukan Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat

 Pramuka Trampil:  Lakukan Pertolongan Pertama pada Gawat DaruratMalang- Peserta Kemah Kesehatan Nasional ke III Gerakan Pramuka mengikuti lomba Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD). Kegiatan ini berlangsung pada hari ketiga, Jumat 13 Mei 2016 di Bumi Perkemahan Selorejo Malang.
662 peserta ikut andil dalam perlombaan ini, mereka berasal dari sekolah Politeknik Kesehatan dari seluruh Indonesia. Dan mereka terlihat trampil mempraktekkan bagaimana cara pertolongan pertama pada gawa darurat. ‎

Kak Heri Suarsono Kepala Badan Pelayanan dan Ambulan dari Palang Merah Indonesia mengatakan,
materi yang dilombakan adalah initial assessment, triase, pertolongan pertama korban, sampai pada cara evakuasi korban di darat atau rujukan.

“Jadi yang pertama dimulai dari bagaimana cara menemukan korban. Korban ‎kategorinya sakit apa? ‎Nah peserta harus bisa memastikan apakah ini kasus trauma atau kasus medis. Itu dulu,” katanya di Lapangan Utama Perkemahan Selorejo, Malang, Sabtu (14/5/2016).

Untuk yang dilombakan dalam kegiatan ini, adalah kasus kecelakaan tunggal. Peserta diminta untuk mempraktekkan bagaimana cara memprioritaskan korban sebelum dilakukan pertolongan pertama.
“Sebelum lakukan pertolongan peserta bisa melakukan proteksi diri, jangan sampai ada kesalahan penanganan, mau menolong tapi kena sendiri,” tuturnya.

Menurut Kak Heri pripsip melakukan pertolongan adalah bagaimana mereka aman, tidak terkontaminasi, oleh sesuatu kepada pasien.
“‎Setelah mengetahui korban tergeletak kita harus bisa melakukan respon diri,” terangnya.

‎Kemudian lanjut Kak Heri kalau korban respon bagaimana cara melakukan pemeriksaan lanjutan, apakah bisa langsung dievakuasi atau segera dilakukan pertolongan pertama pada korban.
“Penanganannya itu bisa seperti menghentikan pendarahan, mulai dari upaya menutup luka, ‎mengecek pernafasan, dan detak jantung,” jelasnya.

Kak ‎Heri menambahkan, simulasi atau perlombaan semacam ini penting dilakukan agar, anggota pramuka bisa siap siaga memberikan pertolongan kepada masyarakat yang terkena bencana, sesuai dengan tema perkemahan kali ini.

“Pramuka Penegak dan Pandega ‎Tangguh Menghadapi Bencana.” (HA/Humas Kwarnas)
Wagub Jatim : jadikan Pramuka tidak kuno

Wagub Jatim : jadikan Pramuka tidak kuno

Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf meminta para aktivis untuk menjadikan Pramuka agar tidak dianggap kuno dengan tetap mengikuti perkembangan zaman.

“Jadi, Pramuka harus mengikuti zaman,” katanya saat melantik Pengurus Majelis Pembimbing dan Pembina Gugus Depan Surabaya 622-623 Pangkalan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya sebagaimana dikutip Humas Unair Surabaya, Kamis.

Dalam pelantikan pengurus masa bakti tahun 2016-2019 yang dirangkai dengan pembukaan Kursus Mahir Dasar Pramuka Unair di kampus setempat (4/5) itu, ia menjelaskan Pramuka selayaknya menyediakan pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman yakni dengan teknologi mutakhir.

“Kita juga ingin Pramuka bukan hanya milik pemerintah, tapi juga menjadi milik rakyat. Mudah-mudahan ini menjadi pertanda Pramuka Jawa Timur bisa menjadi percontohan bagi provinsi-provinsi yang lain,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wagub yang akrab disapa Gus Ipul itu juga mengatakan pihaknya sedang menggalakkan gugus perempuan.

“Kaum perempuan akan kita gerakkan, supaya Pramuka tidak hanya milik pengurus, tapi juga milik rakyat seperti yang dicita-citakan Bung Karno,” katanya.

Dalam Kursus Mahir Dasar Pramuka Unair hingga Minggu (8/5) itu, peserta akan dilatih untuk menjadi pembina pramuka.

Secara terpisah, Kak Eka Titik Wuryanti selaku Ketua UKM Pramuka Unair mengatakan tantangan Pramuka saat ini adalah memperkenalkan Pramuka kepada masyarakat bahwa Pramuka memiliki kegiatan yang beragam.

“Berbagai kegiatan tersebut bersifat mengembangkan karakter pribadi, dan memiliki banyak pelajaran jika didalami, meliputi bagaimana mengambil keputusan yang baik dan tepat, komunikasi yang baik, dan hal-hal praktis lainnya,” katanya.

Dalam acara itu, Wagub Jatim menyematkan simbul Pramuka kepada Prof. Djoko Santoso (Wakil Rektor I Unair) selaku Ketua Harian Majelis Pembimbing dan Pembina Gugus Depan Unair.

Para pengurus yang dilantik yaitu Rektor Unair Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., AK., CMA selaku ketua, Prof. Djoko Santoso, dr., Sp.PD-KGH., Ph.D., FINASIM selaku ketua harian, Dr. M. Hadi Subhan, SH., MH., CN., selaku wakil ketua, dan Drs. Koko Srimulyo, M.Si selaku sekretaris.

Dalam laporannya, Prof Nasih mengatakan Gerakan Pramuka selayaknya menjadi garda terdepan dalam upaya mengembalikan kampus dalam kondisi yang normal.

“Independen, nonpartisan, serta menjunjung tinggi nilai akademik tidak bisa dipisahkan dengan nilai-nilai kehidupan Pramuka. Kondisi lingkungan kita berubah secara signifikan. Lingkungan seyogianya bisa menjadi guru. Berguru bukan melalui guru atau dosen di kelas, namun juga pada lingkungan,” ujarnya.  (Antara)


Kompetisi Pramuka se-Kota Medan 2016

Kompetisi Pramuka se-Kota Medan 2016

Medan- MAN 2 Model Medan kembali meraih Juara Umum pada event Kompetisi Pramuka Antar Pelajar SLTA se-Kota Medan 2016 yang diselenggarakan di dua tempat, yakni di SMA Negeri 1 Medan dan di SMP Negeri 3 Medan.

Kompetisi Pramuka di SMAN 1 itu dilaksanakan pada Sabtu-Minggu, 26 s/d 27 Maret 2016 lalu bertempat di lapangan Utama SMAN 1 Jalan Teuku Cik Di Tiro Medan; sedangkan Kompetisi Tingkat Penegak di SMPN 3 dilaksanakan pada Jum”at-Minggu, 25 s/d 27 Maret 2016 di lapangan SMPN 3 Jl. Pelajar Medan.

Tim Pramuka MAN 2 yang diketuai M. Nasir Akram berhasil meraih Juara Umum, dengan perolehan Juara I Pionering, Juara I Lomba Cepat Tepat Pramuka (LCTP), Juara II Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB), dan Juara V Karikatur kompetisi ini berlangsung di SMAN 1. Dengan kemenangan ini, Tim Pramuka MAN 2 berhasil membawa pulang Trophy Juara Umum Ketua Kwartir Daerah Sumatera Utara.

Selanjutnya pada event di SMPN 3 Medan, Tim Pramuka MAN 2 yang dipimpin M.Rahandri Siddik juga berhasil memperoleh Juara Umum, dengan perolehan Juara I Senam Pramuka, Juara I Cross City 6 Post, Juara I Knowledge Post, Juara I Games, Juara II Morse, Juara III Sandi, Juara V LKBB, dan Juara VI LCTP.

Keberhasilan Tim Pramuka MAN 2 ini disambut oleh Kepala MAN 2 Model Medan Dr H Burhanuddin,MPd selepas Upacara Bendera Senin lalu dengan menyerahkan tropy, medali, piagam penghargaan dan ucapan selamat kepada para pemenang. Dalam sambutannya Burhanuddin berharap agar prestasi ini terus dipertahankan dan ditingkatkan dalam event-event berikutnya.

“Saya mengapresiasi karya dan kreativitas terbaik ananda semua. Tahun depan saya berupaya meningkatkan anggaran pembinaan pramuka di madrasah ini, agar prestasi ananda dapat disupport secara lebih baik,” ujar Burhan. (wina vahluvi)

Kwarda Bali Gelar Rapat Kerja Daerah Gerakan Pramuka Bali Tahun 2016

Kwarda Bali Gelar Rapat Kerja Daerah Gerakan Pramuka Bali Tahun 2016

Bali – Rapat Kerja Daerah Gerakan Pramuka ini dilaksanakan setiap tahun dengan tujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan tahun 2015, membahas pelaksanaan Kegiatan tahun 2016 baik yang dilaksanakan di Daerah, Nasional maupun Internasional serta menyusun Usulkan Kegiatan untuk tahun 2017.

Rapat kerja daerah gerakan pramuka kwarda bali 2016 dilaksanakan  pada hari jumat, 4 maret 2016 mengambil tempat di ruang rapat kwarda Bali. DR. I Gusti Lanang Jelantik, M.Si. selaku Ketua panitia Rakerda mengungkapkan pada laporannya  mengatakan Tema Rapat Kerja  Daerah Tahun 2016 Ini Mengacu Pada Tema Rapat Kerja Nasional, Yaitu "Sukseskan Jambore Nasional 2016  Untuk Generasi  Baru  Indonesia" adapun Jumlah Peserta  Rapat Kerja daerah Gerakan Pramuka Bali tahun 2016 sebanyak 75 orang, terdiri dari perwakilan masing-masing sembilan Cabang dan Andalan Daerah Kwarda Bali.

yang menjadi pembahasan Materi yang dibahas pada Rakerda 2016, Pengarahan Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali, Petunjuk Teknis pelaksanaan Jambore Nasional X tahun 2016, Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Daerah tahun 2015, Pembahasan Kegiatan 2016 yang diprioritaskan di tingkat Nasional.

Lanang Jelantik mengharapkan Rapat Kerja Daerah Gerakan Pramuka Bali tahun 2016, menghasilkan kesepakatan antara Kwartir Cabang se- Bali dengan Kwartir Daerah Bali, dalam mempersiapkan diri mengikuti kegiatan di tingkat Daerah, Nasional maupun Internasional.

Pembiayaan Rapat  Kerja Daerah Gerakan Pramuka Bali tahun 2016 ini dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali tahun 2016, yang disalurkan lewat Biro Kesra Setda Provinsi Bali. Uangkap

Sedangkan Drs. Ketut Wija , M.M selaku Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Derah Bali mengatakan Rapat Kerja Nasional Gerakan Pramuka di TRW Cibubur Jakarta pada tanggal 22 – 25 Pebruari 2016, yang diawali dengan pelaksanaan Sidang Paripurna Pramuka Penegak dan Pandega (SIDPARNAS) dan Peringatan Hari Baden Powell.

membahas secara khusus, persiapan Jambore Nasional (JAMNAS) X tahun 2016, yang merupakan kegiatan Akbar Pramuka tahun 2016.

Hasil Musyawarah Nasional (MUNAS) tahun 2013 di Kupang Provinsi NTT, telah disepakati bahwa Kegiatan Kepramukaan yang melibatkan peserta yang cukup besar dikembalikan ke Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, sedangkan kegiatan yang bersifat regional dengan jumlah peserta yang lebih kecil masih ditawarkan kepada Kwartir Daerah sebagai Penyelenggara.

Pada pembahasan Jambore Nasional tahun 2016, dengan jumlah Kwartir Cabang yang terus berkembang, sehingga Peserta Jambore Nasional 2016 menjadi Cukup besar dan diperkirakan mencapai 25.000 orang, sehingga semula peserta Jambore Nasional per Cabang adalah 3 regu Putra dan 3 regu Putri, diturunkan menjadi 2 regu Putra dan 3 regu Putri.

Ketut Wija berharap setiap kegiatan yang terkait dengan  Cabang dan Daerah perlu dibahas secara matang, sehingga dierah dapat berpartisipasi dengan baik. Kita sering mendapat tawaran untuk mengikuti Kegiatan Internasional, seperti bulan Nopember – Desember 2016, ada kegiatan Jambore Pramuka di Malaisya (Kualalumpur) dan salah satu peryaratannya adalah Pramuka Garuda.

berharap kepada Kakak – Kaka Pembina dan Pelatih di masing-masing Cabang dapat melaksanakan Pembinaan untuk menghasilkan Pramuka Garuda, baik di tingkat Penggalang (G) maupun ditingkat Penegak (T).

Pada Rakernas di Jakarta disampiakn bahwa telah dilakukan Usul Revisi Undang Undang N0. 12 tahun 2010, khsusunya pada Pasal 43 Bab VII tentang  sumber dana, diusulkan kata dapat pada Undang Undang itu diganti menjadi kata Wajib, sehingga dengan demikian Pemerintah, Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten / Kota) akan membantu Gerakan Pramuka dalam bentuk Hibah.  Hal ini sesuai dengan Surat dari Sekretaris Kabinet RI No. B-659/Seskab/PMK/11/2015 tanggal 9 Nopember 2015 perihal Bantuan Hibah kepada Gerakan Pramuka dan Surat Menteri Dalam Negeri RI, No. 910/6791/SJ tanggal 4 Desember 2015  perihal Bantuan Hibah kepada Gerakan Pramuka.

Pendapat Kwartir Nasional dengan DPR RI tentang keberadaan Organisasi Pramuka, diusulkan bahwa Gerakan Pramuka tidak lagi dibawah Kemenpora, tetapi dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dengan alasan bahwa Gerakan Pramuka melakukan pendidikan kepada Generasi Muda mulai umur 11 tahun – 25 tahun, sedangkan Kemenpora membidangi pembinaan Kepemudaan dengan umur diatas 17 tahun.

Rapat Kerja kali ini dapat mempersiapkan Rencana Kegiatan 2016 sesuai dengan urutan Prioritas, yaitu mengikuti kegiatan tingkat Nasional dan persiapan Peserta Daerah mengkiuti kegiatan  Nasional tahun 2017

Ingin Ketemu Orang Se Indonesia? Yuk Gabung Jadi Relawan Jurnalis Jamnas X 2016

Ingin Ketemu Orang Se Indonesia? Yuk Gabung Jadi Relawan Jurnalis Jamnas X 2016


Pengin Ketemu Orang Se Indonesia, Ayuk Gabung Jadi Relawan Jurnalis Jamnas X 2016

Ketentuan Gabung Jadi Relawan Jurnalis Jamnas X 2016

Jakarta, Dalam rangka mensukseskan Jambore Nasional X di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta, 14-21 Agustus 2016, Kwartir Nasional (Kwarnas) mengajak anak-anak muda bergabung menjadi relawan jurnalis. Para relawan nantinya akan bergotongroyong mempublikasikan kegiatan Jambore Nasional bersama Tim Siber Pramuka.

Hariqo Wibawa Satria, Andalan Nasional Bidang Kominfo mengatakan, tanpa dukungan relawan, Kwarnas tidak akan mampu mempublikasikan Jambore Nasional dengan sempurna, ada banyak keindahan, keunikan dan hal-hal menarik yang akan luput dari jepretan kamera dan tinta jika tidak didukung para relawan.

"Bayangkan ada 25 ribu Pramuka dari 34 Kwarda di Indonesia, mereka membawa cerita, budaya, nyanyian, bahasa yang berbeda, ini sangat indah jika terpublikasikan dengan baik di media sosial dan media konvensional lainnya, jika belum ada kesempatan bertemu orang se Indonesia, maka menjadi relawan adalah solusinya, makin beragam foto yang keluar di internet, makin indah dan bangga kita jadi orang Indonesia, NKRI selamanya. Jangan lupa gunakan tagar resmi #Jamnas2016 " ujar Hariqo Wibawa Satria pada Selasa (10/05/2016).

Berikut beberapa ketentuan untuk bisa bergabung menjadi relawan jurnalis Jamnas 2016‎.

  1. Biodata lengkap
  2. Mengirimkan portofolio pengelolaan media sosial
  3. Membuat contoh rilis kegiatan atau berita
  4. Berusia minimal 18 tahun dan maksimal 27 tahun
  5. Bersedia untuk bertugas di Jamnas
  6. Hanya akan dipilih 20 orang sebagai relawan jurnalis
  7. Biaya akomodasi dan transpotasi selama proses seleksi tidak ditanggung
  8. Diutamakan berdomisili di area Jabodetabek
  9. Hanya kriteria yang memenuhi syarat yang akan dipanggil untuk proses seleksi selanjutnya.
  10. Keputusan panitia seleksi tidak bisa diganggu gugat.

Bagi yang berminat, bisa langsung mengirimkan persyaratan ke email siberpramuka@gmail.co. Paling lambat pengiriman berkas tanggal 19 Mei 2016. (HA/Humas Kwarnas)

Kwarran Adiwerna Berikan Santunan

Kwarran Adiwerna Berikan Santunan

ADW (6)

Adiwerna – Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Adiwerna peduli Yatim piatu dan kaum Dhuafa. Kepedulian diwujudkan dengan memberikan santunan kepada anak yatim dan dhuafa / orang jompo dari keluarga kurang mampu di Desa Lumingser Kecamatan Adiwerna. Penyerahan santunan dilakukan oleh Ketua Pramuka Peduli Adiwerna, Budi Prawiro disela kegiatan Latihan Gabungan Penegak Kwarran Adiwerna, Minggu (8/5) di lapangan Desa Lumingser, Kec. Adiwerna.

Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Adiwerna, Sudirman, S.Pd mengatakan pemberian santunan dimaksudkan untuk melatih anggota pramuka yakni dalam bekerja harus mempunyai nilai – nilai cinta dan kasih sayang terhadap sesama.

“Santunan ini sebagai wujud kepedulian Pramuka, kepada anak – anak yang kurang mampu,” katanya.

Ketua Pramuka Peduli Adiwerna, Budi Prawiro menuturkan, Pramuka selalu berupaya untuk berbagi kepada sesama khususnya kepada mereka yang benar – benar membutuhkan baik berupa santunan maupun lainnya, sebagai wujud kepedulian dalam Pramuka Peduli. “Seperti isi Dasadarma Pramuka, dimana Pramuka wajib mencintai dan menyayangi sesama,” ungkapnya

Hal itu, lanjutnya, telah diajarkan dalam setiap event kegiatan Pramuka mulai dari usia Siaga hingga Penegak Pandega untuk selalu peduli dan berbagi dengan sesama melalui kegiatan bumbung kemanusiaan hingga melakukan aksi nyata.

“Contohnya berupa pengabdian masyarakat, bantuan pertolongan yang bersifat situasional dan kondisional termasuk saat kegiatan diharapkan bisa memberikan sumbangsih kepada masyarakat,” tukasnya

Dia menambahkan, jumlah penerima santunan dari Pramuka Peduli Kwarran Adiwerna sebanyak 8 orang terdiri dari 6 anak yatim dan 2 janda dhuafa / kurang mampu di Desa Lumingser. "Meskipun nominalnya tidak seberapa, mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat," pungkasnya.

Sementara itu, bantuan yang diberikan Pramuka Peduli Adiwerna yakni berupa uang santunan dan bingkisan. (Admin)

Juara Pramuka Madrasah Tingkat Provinsi Jawa Tengah

Juara Pramuka Madrasah Tingkat Provinsi Jawa Tengah

Jawa Tengah- Pramuka MTs Negeri Karangawen setelah menjuarai pramuka madrasah tingkat Karesidenan Semarang, kini MTs Negeri Karangawen Menjuarai Pramuka Madrasah Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Pramuka MTs Negeri Karangawen akan mewakili Pramuka Madrasah Propinsi Jawa Tengah untuk mengikuti ajang Pramuka Madrasah Tingkat Nasional yang akan dilaksanakan di Maluku mulai tanggal 25 Mei 2016.

Prestasi yang diraih oleh pramuka MTs Negeri Karangawen tidak lepas dari kegigihan para anggotanya dalam mengikuti kegiatan kepramukaan, dan juga semangat yang diberikan oleh Bapak Kepala Madrasah Drs. Ali Murtandlo, M.Pd.I, dan Bapak Rois Sholikhudin, S.Ag selaku pembimbing Pramuka MTs Negeri Karangawen, serta para Alumni anggota Pramuka MTs Negeri Karangawen yang senantiasa memberikan bimbingan dan supportnya.

Berikut Daftar Nama Anggota Pramuka MTs Negeri Karangawen yang akan mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam Ajang Pramuka Madrasah Tingkat Nasional di Maluku:

  1. Putri Novia Rahmadani
  2. Aulia Chairunisa Putri
  3. Fatimatuzzahro'
  4. Shobikhatul Lamiah
  5. Intan Sekar Pangastuti
  6. Saumi Siknor Cahyati
  7. Nova Andriyani
  8. Fadlilah Arina Manasikana

 Sumber: mtsnkarangawen.com

MTS AL – FADLAH DAN SMPN 1 MINAS BERJUANG DI LOMBA PENGGALANG KWARRAN 040603 SENAPELAN

MTS AL – FADLAH DAN SMPN 1 MINAS BERJUANG DI LOMBA PENGGALANG KWARRAN 040603 SENAPELAN

Pekanbaru – Di dalam Lomba Pramuka Penggalang Tingkat SMP yang di gelar oleh Kwarran Senapelan ini selain di ikuti oleh Penggalang SMP Kota Pekanbaru juga diikuti oleh MTs Al Fadlah dan SMPN 1 Minas.

"Alhamdulillah kak, bisa ikut lomba di Kwarran lain" Ujar Putri Pramuka Penggalang asal SMP Negeri 1 Minas.

"Do'akan kami bisa membawa Pulang Pialanya ya kakak" Ujarnya ke Tim Kontributor asal Kwarran Minas.

Hal senada juga di sampaikan dari Pondok Pesantren Al Fadlah Minas. "Senang rasanya kak, bisa berlaga di daerah orang"Ujar Budi selaku Pembina Pendamping Putra Asal Pramuka Penggalang MTs Al Fadlah Minas.

"Kami juga selalu ikut kegiatan Pramuka di Luar Daerah Minas"Ujar Kak Afni selaku Pembina Pendamping Putri asal Pangkalan SMP Negeri 1 Minas.

"Kemaren kami juga ikut di acara MAN 1 Rumbai dalam kegiatan Pramuka dan juga bersama Pondok Pesantren Al Fadlah Minas juga seperti sekarang ini"tutupnya.

"ini juga termasuk untuk uji coba Pramuka Penggalang Al Fadlah Minas untuk Lomba tingkat 2 mendatang "Ujar Kak Hadi selaku Kamabigus MTs Al Fadlah Minas.

"Semoga Anak didik kami ini tidak gugup berlomba di daerah orang, walaupun sudah pernah  sekali ikut lomba di MAN 1 Minas"Tutupnya

Sampai berita ini diturunkan kegiatan masih berlangsung. Contributor kwarda riau melaporkn (Syaf) 5/5/2016

 

Sumber: kwardariau.org

Al-Amien Prenduan Lantik Pramuka Garuda

Al-Amien Prenduan Lantik Pramuka Garuda

Al-Amien Prenduan Lantik Pramuka GarudaSumenep - Setelah sejumlah santrinya mendapat predikat sebagai Pramuka Garuda, Rabu (26/3) lalu, dua belas anggota pramuka garuda dilantik bertempat di halaman Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Kecamatan Pragaan, Sumenep. Pelantikan tersebut disaksikan sekitar 2.500 peserta dan undangan dari Kwarcab Sumenep, Kwaran Kecamatan Pragaan, Mabiran, unsur Kiai dari pondok dan seluruh pembina pramuka di lingkungan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.

Pramuka garuda dilantik oleh PJS Kwarcab Sumenep, Drs H Moh. Sirad Aidy, MSi. Dalam sambutannya Sirad menyatakan kebanggaannya atas prestasi kegiatan pramuka di pondok tersebut, terutama setelah mendapat predikat sebagai Pramuka Garuda. "Predikat tersebut hanya akan dimiliki anggota yang berprestasi," terangnya. Dia berharap, dengan dilantiknya pramuka garuda di Ponpes Al-Amien, nantinya dapat menjadi motivasi terhadap gudep-gudep yang lain yang ada di Sumenep.

"Semoga pelantikan ini menjadi motivasi bagi pramuka yang lain," pungkasnya. Pengasuh Ponpes TMI Al-Amien Prenduan KH Moh. Zainullah Rois Lc. yang pernah menjadi peserta jambore Asia Pasifi k tahun 1976, mengatakan bahwa pramuka Al-Amien telah banyak berkiprah dalam dunia pramuka baik regional, nasional, bahkan tingkat internasional. Dia berharap, dengan dilantiknya Pramuka Garuda itu dapat menjadi motivasi bagi anak didik pramuka di lingkungan pondok. Dan kepada seluruh pembina diharap dapat mempertahankan prestasi yang ada bahkan bisa meningkat pada prestasi yang lebih tinggi.

Sumber: al-amien.ac.id



Masa Penggunaan Tanda Pramuka yang Sering Dilanggar

Masa Penggunaan Tanda Pramuka yang Sering Dilanggar

Dalam Gerakan Pramuka terdapat tanda-tanda yang dikenakan oleh pramuka pada pakaian seragam pramuka. Tanda-tanda ini disebut sebagai Tanda Pengenal Gerakan Pramuka. Tahukah kamu beberapa tanda tersebut memiliki masa penggunaan. Beberapa tanda bahkan, seharusnya, tidak bisa digunakan terus menerus. Jika telah mencapai masa penggunaannya, tanda-tenda pramuka tertentu tersebut harus dilepas. Hal
Pramuka Pelopor Anti Narkoba

Pramuka Pelopor Anti Narkoba

1. mas ibnu_wakapolres melantik anggota saka bhayangkara baruBANJARNEGARA – Gerakan Pramuka diharapkan mampu menjadi garda depan dan pelopor anti narkoba bagi generasi muda, khususnya dilingkungan sekolah. Hal tersebut dikatakan Wakapolres Banjarnegara selaku Wakamabisaka Bhayangkara Kompol Sopanah dalam acara Pelantikan dan pengukuhan anggota baru Satuan Karya Pramuka Bhayangkara pangkalan Polres Banjarnegara kemarin. Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini adalah memerangi perilaku akibat perkembangan jaman termasuk maraknya ganguan keamanan serta penyalahgunaan Narkoba. "Anggota Pramuka Saka Bhayangkara harus mampu menjadi contoh yang baik dilingkungan sekolah serta aktif membantu masyarakat dalam memberikan pelayanan seperti keamanan, ketertiban dan ikut mensukseskan program pemerintah yang ada khususnya penyalahgunaan narkoba dilingkungan pelajar dan pemuda " paparnya.
 
Lewat momentum tersebut pihaknya juga berharap kegiatan Saka Bhayangkara kedepan semakin bervariatif dan melakukan inovasi sesuai dengan trend anak muda saat ini, sehingga proses pembinaan kepada generasi muda terasa lebih mengasikkan.
 
Kegiatan yang digelar selama dua hari tersebut diikuti oleh 57 anggota baru diisi dengan berbagai acara seperti pendalaman materi teori dan praktek sesuai dengan krida ketertiban masyarakat, krida lalu lintas, krida Pengenalan Penanggulangan Bencana dan krida Pengenalan Tempat Kejadian Perkara. Selain itu digelar juga berbagai kegiatan persaudaraan, kekompakan, skill ketrampilan personel dan scouting skill lainnya dengan tujuan anggota nantinya dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana dia berada.
 
Peran Aktif1. mas darno(1)
 
Pamong Saka Bhayangkara Polres Banjarnegara Prihatin Sediono berharap tahun ini kegiatan Saka Bhayangkara kembali aktif dan eksis seperti pada dekade tiga tahun kemarin dimana beragam prestasi gemilang hingga tingkat nasional dapat diukir dan dibarengi dengan aneka giat bhakti kemasyarakatan yang terprogram dengan baik. 
Untuk itu peran aktif Pembina, peserta didik dan unsur terkait diharapkan mampu bersinergi dengan baik. "kegiatan bhayangkara merupakan wahana yang tepat bagi anggota pramuka penegak pandega yang ingin menyalurkan bakat dan pengetahuan tentang kepolisian yang juga dibarengi dengan kegiatan kemasyarakatan lainnya " ujarnya. 
 
kedepan, berbagai program menarik telah disusun dalam rangka ikut mensukseskan program pemerintah dan mendidik generasi muda yang berkarakter sesuai dengan Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka.**Alwan
 
[sumber berita: Kwarcab Pramuka Banjarnegara]


Kategori

Kategori