Jambore Nasional : Logo Resmi Jambore Nasional Tahun 1973 Hingga 2016

Jambore Nasional 2016 yang sudah didepan mata tentunya mengalami sejarah panjang. Dimulai sejak tahun 1973 merupakan Jambore Nasional pertama saat itu diselenggarakan di Situ Baru Jakarta yang saat ini sudah menjadi Bumi Perkemahan Cibubur. 

Untuk mengingat sejarah pelaksanaan Jambore Nasional dari masa ke masa, admin akan mereviewnya dalam logo Jambore Nasional 1973 hingga 2016

Jambore Nasional I (1973)
Tempat : Situ Baru Jakarta (Sekarang Menjadi Cibubur)
Logo : 
Logo Resmi Jambore Nasional Tahun 1973 Hingga 2016


Jambore Nasional II (1 - 20 Juli 1977)
Tempat: Sibolangit Sumatera Utara
Logo : 
Logo Resmi Jambore Nasional Tahun 1973 Hingga 2016


Jambore Nasional III (18 - 25 Juni 1981)
Tempat: Cibubur, Jakarta
Logo : 
Logo Resmi Jambore Nasional Tahun 1973 Hingga 2016


Jambore Nasional IV (21- 28 Juni 1986)
Tempat: Cibubur, Jakarta
Logo : 
Logo Resmi Jambore Nasional Tahun 1973 Hingga 2016


Jambore Nasional V (15 - 22 Juni 1991)
Tempat: Cibubur, Jakarta
Logo : 
Logo Resmi Jambore Nasional Tahun 1973 Hingga 2016


Jambore Nasional VI (26 Juni - 4 Juli 1996)
Tempat: Cibubur, Jakarta
Logo : 
Logo Resmi Jambore Nasional Tahun 1973 Hingga 2016


Jambore Nasional VII (3 - 12 Juli 2001)
Tempat: Baturaden, Jawa Tengah
Logo : 
Logo Resmi Jambore Nasional Tahun 1973 Hingga 2016


Jambore Nasional VIII (26 Juni - 4 Juli 2006)
Tempat: Sumedang Jawa Tengah
Logo : 
Logo Resmi Jambore Nasional Tahun 1973 Hingga 2016


Jambore Nasional IX (2 - 9 Juli 2011)
Tempat: Teluk Gelam, OKI Sumatera Selatan
Logo : 
Logo Resmi Jambore Nasional Tahun 1973 Hingga 2016



Jambore Nasional X (2016)
Tempat: Cibubur - Jakarta
Logo:
Jambore Nasional X (2016)

KESALAHAN ORANG TUA?

KESALAHAN ORANG TUA?

http://tunaskelapa-pramuka.blogspot.com/2016/02/kesalahan-orang-tua.html
Dalam setiap pendidikan dan pelatihan saya sering bertanya kepada para pesertanya, "Ketika putra/putri anda pulang sekolah apa yang anda tanyakan padanya".
Sebagian besar peserta secara jujur menanyakan putranya tentang:
"Bagaimana pelajaran di sekolah?"
"Ada PR atau tidak?"
"Sudah makan belum?"
Sedikit saja orang tua yang menanyakan: "Sudah sholat belum".
Kalau kita analisis pertanyaan-pertanyaan ini maka ranah kecerdasan yang yang dianggap paling penting bagi orang tua adalah "Ranah Intelektual", dan hanya sedikit sekali yang menganggap penting "Ranah Spiritual".
Lalu apa salahnya orang tua?
.....
Orang tua tidak peduli terhadap pendidikan karakter!!
....
Pendidikan karakter itu mengembangkan semua ranah kecerdasan secara berjenjang dimulai dari yang paling penting adalah ranah:
Spiritual; Emosional; Sosial; Intelektual; dan Fisik/Kinestetik.
....
Dengan perhatian orang tua yang menjejali anaknya hanya dengan "rasio, logika", maka "rasa" anak menjadi tipis bahkan mati!!
....
Perhatikan pada "Dwi Satya" yang ke-2 bagi anak pramuka Siaga yakni:. --- "Setiap hari berbuat kebaikan".
....
Kata berbuat kebaikan itu sudah mengandung 5 ranah kecerdasan di atas.
....
Pertanyaan orang tua yang paling tepat kepada anak adalah:
"Nak ... hari ini kamu telah berbuat baik apa?"
....
Pertanyaan ini merupakan motivasi, petunjuk, sekaligus kontrol terhadap perilaku anak. Anak diajarkan mengenal dan membedakan tentang perilaku baik dan buruk.
....
Kenyataan menunjukkan bahwa mahasiswa saja belum tuntas membedakan antara baik dan buruk, mereka masih merusak bahkan membakar kampusnya sendiri!??
Bahkan anggota dewan, polisi, jaksa, hakim, dosen, guru, dokter dsb banyak yang belum bisa membedakan antara baik dan buruk; sehingga mereka masih banyak memilih berperilaku buruk. Inilah akhirnya kita sulit memperoleh "manusia contoh", dan negri yang kita cintai menjadi negeri dengan berjuta korupsi.
....
Mari kita berubah...;
Manakala sejak kecil kita bertanya kepada anak-anak kita dengan kasih sayang: NAK HARI INI KAMU TELAH BERBUAT BAIK APA ....
Insya Allah anak-anak Indonesia nanti akan menjadi anak yang bisa dan biasa memilih dan membedakan mana yang baik dan mana yang buruk ... Sehingga mereka akan senantiasa berperilaku baik.
....
Silahkan dicoba mengamalkan Dwisatya Pramuka. Saya sudah mencoba dan hasilnya sungguh luar biasa. (Joko Mursitho 1973).

Kemdikbud Akan Bina Pramuka

JAKARTA - Pembinaan organisasi Praja Muda Karana (Pramuka) akan dikembalikan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Sebelumnya, koordinasi pembinaan berada di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Ketua Kwartir Nasional Pramuka Adhyaksa Dault mengatakan hal itu dalam jumpa pers usai bertemu Presiden Joko Widodo di komplek Kantor Kepresidenan, Jakarta, hari ini untuk melaporkan pelaksanaan Jambore Nasional Pramuka ke-X di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, 14-23 Agustus 2016.

"Presiden Joko Widodo dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi telah menyetujui perubahan pembinaan kepramukaan tersebut," kata Adhyaksa, Jumat (5/2/2016).
Menurut dia, anggota pramuka rata-rata berumur 17 tahun ke bawah yang semuanya masih usia sekolah. Dengan begitu, akan lebih tepat dibina oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Sementara itu Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan perubahan koordinasi pembinaan pramuka tersebut dilakukan setelah ada revisi undang-undang tentang pramuka.
"Di undang-undang kan disebutkan bahwa koordinasi pembinaan pramuka ditangani kementerian yang membidangi pemuda sehingga undang-undangnya perlu direvisi menjadi kementerian yang membidangi pendidikan," katanya.

Nahrawi menambahkan, cepat atau lambatnya perubahan pembinaan pramuka itu tergantung sepenuhnya kepada pengurus Kwartir Nasional Pramuka. Dia berharap, pembinaan kepramukaan akan lebih baik jika ditangani Kemdikbud sebab akan memiliki anggaran lebih besar jika dibanding dengan Kemenpora.

"Kementerian yang saya pimpin memiliki anggaran kepemudaan kecil, sedangkan kebutuhan pramuka sangat besar; sehingga akan lebih tepat pembinaan pramuka dilakukan Kemdikbud," ujar Nahrawi

Kategori

Kategori