PEDULI ITU SEDERHANA

PEDULI ITU SEDERHANA

Pramuka? Apa yang pertama muncul di pikiran anda tentang pramuka? Saya yakin anda akan berpikir bahwa pramuka merupakan suatu kegiatan yang sangat tidak keren, jadul, membosankan, dan apalah itu. Bagi anda yang berpikir demikian, maka sebenarnya anda yang ketinggalan zaman. Mengapa saya berbicara demikian?
Jawabannya sudah pasti, pramuka bukanlah hal yang membosankan, jadul, atau bahkan ‘ndeso’. Bagi anda yang telah mengenal pramuka lebih jauh, pasti anda juga akan berbicara hal yang sama. Menurut saya, pramuka adalah suatu gudang ilmu, gudang persahabatan, dan juga sebagai tempat menyalurkan aspirasi, rasa cinta, maupun kepedulian.
Perlu anda ketahui, pramuka tidak harus identik dengan matahari, rasa lelah, ataupun hanya sekedar tepuk tangan. Disini kita akan belajar apa itu rasa cinta, kita juga akan mempunyai kepedulian yang tinggi tanpa kita menyadarinya.
Peduli tidak harus dengan harta, tidak harus dengan tenaga yang terkuras habis, peduli dapat kita terapkan hanya dengan niat yang tulus untuk menolong, mengurangi, dan memberi. Asalkan kita mau, rasa peduli dalam hati kita akan muncul secara tiba-tiba.
Sebenarnya banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menunjukan rasa kepedulian tersebut dan kita bisa memulainya dari hal yang sederhana. Sebagai salah satu contoh, kita bisa menyingkirkan ranting yang menghalangi kenyamanan pengguna jalan. Meskipun kita hanya melakukan hal yang sangat sederhana, tetapi secara tidak sadar kita telah menyelamatkan banyak orang dari kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan disebabkan oleh ranting tersebut.
Selain itu, tingkat kepedulian tidak diukur dari seberapa besar harta atau tenaga yang kita gunakan untuk melakukan suatu kebaikan, tapi diukur dari seberapa besar niat kita untuk mewujudkannya.
Apakah rasa peduli hanya dimiliki oleh anggota pramuka saja? Tentu tidak. Rasa peduli dapat dimiliki oleh siapapun yang menginginkannya. Tidak mustahil jika seorang pemulung ternyata mempunyai tingkat kepedulian yang lebih tinggi daripada seorang pejabat tinggi negara. Bisa dikatakan bahwa jabatan sangat tidak mempengaruhi seberapa tinggi tingkat kepedulian kita terhadap sesuatu ataupun seseorang.
Bagi anda yang ingin kebaikan anda dilihat dan dipuji oleh semua orang, lebih baik anda tidak melakukan kebaikan tersebut. Anda tahu mengapa? Ketahuilah, anda salah jika melakukan suatu kebaikan hanya agar mendapat pujian dari orang lain. Salah besar! Kebaikan tidak mengenal apa, siapa, dimana maupun dilihat atau tidak oleh orang lain. Karena kebaikan yang sesungguhnya adalah kebaikan yang tersembunyi dan tidak ada satu orangpun yang mengetahuinya.
Lalu, apa yang dilakukan anggota pramuka dan apa yang membuat mereka nyaman disana? Itulah pertanyaan yang dilontarkan oleh banyak orang. Sebelum saya menjawab pertanyaan tersebut, saya ingin bertanya kepada anda. Apakah anda tahu apa itu rasa cinta? Yapp, cinta adalah suatu perasaan yang tiba-tiba datang tanpa kita mengundangnya. Perasaan yang berupa suka maupun duka. Jika kita mencintai sesuatu, kita tidak akan mengetahui alasan kita mengapa mencintainya. Itulah yang dirasakan para anggota pramuka. Mereka tidak mengetahui mengapa mereka sangat nyaman berada di zona tersebut. Namun faktanya mereka mendapat sesuatu yang mereka cari disana, salah satunya yaitu perasaan baru.
Dengan kita menjadi anggota pramuka, kita bisa belajar lebih banyak dari apa yang kita impikan sebelumnya. Selain itu di dalam kegiatan pramuka kita juga bisa mengasah kemampuan verbal maupun non verbal, mengenal apa itu rasa cinta, kepedulian, dan kebersamaan. Karena jika kita mengumpulkan kemauan yang kita miliki, maka saat itu pula kemampuan akan menghampiri kita. So, do the best for anything!
Sukses Pramuka Indonesia!!

wosm

By: 


De Indonesia

Posyantek Tanahsareal Gaet Pramuka

Posyantek Tanahsareal Gaet Pramuka

METROPOLITAN – Sampah masih menjadi momok yang sangat menakutkan bagi cermin utama kebersihan kota, tak terkecuali Kota Bogor. Berangkat dari minimnya pengolahan sampah, membuat Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) Tanahsareal menggandeng Kwartir Cabang (Kwarcab) Praja Muda Karana (Pramuka) Kota Bogor. Pihaknya pun membidik remaja dan usia sekolah sadar akan pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos cair. Demikian disampaikan narasumber, Ujang Rusmana, kepada Metropolitan, kemarin.

“Kesadaran akan sampah harus ditanamkan sejak dini. Oleh sebab itu, saya juga menggaet Kwarcab Pramuka Kota Bogor. Tujuannya agar ilmu yang didapatkan pada seminar tentang kompos cair ini diterapkan kepada anggota pramuka,” bebernya kepada Metropolitan usai memberikan materi pelatihan di Kampung Pabuarankandang, RT 01/03, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanahsareal.

Ia melanjutkan, pramuka merupakan salah satu pendidikan yang bisa langsung diterapkan di semua usia, baik SD, SMP dan SMA. “Pramuka punya anggota pasti, kemudian dididik untuk mencintai lingkungan. Pengolahan limbah bisa jadi ekskul-nya pramuka,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kwarcab Pramuka Kota Bogor M Nurwali Amin mengaku sangat beruntung bisa mengikuti pelatihan pengolahan kompos cair tersebut. “Sebab, ini sangat  membantu kita menyadarkan masyarakat mulai dari usia dini,” kata pria yang akrab disapa Wali ini. Selain membuat lingkungan bersih, tambah dia, jika digeluti dengan serius, ternyata sampah bisa menghasilkan nilai ekonomi yang sangat tinggi. Ia juga  mencontohkan tingginya permintaan pasar terhadap pupuk berkualitas bisa menjadi ladang ekonomi warga. “Kalaupun tidak, limbah rumah tangga yang kita hasilkan bisa menjadi pupuk tanaman di lingkungan rumah,” imbuhnya. (cr10/a/suf/py)

Sumber:
metropolitan.id
Pramuka Kota Bandung

Pramuka Kota Bandung

Pramuka Kota Bandung


Posted: 26 Feb 2015 11:20 PM PST

Aplikasi Untuk Anggota Pramuka Diluncurkan

Aplikasi Untuk Anggota Pramuka Diluncurkan
Pandu App

Hari ini tanggal 21 Pebruari 2015 bertempat di Gedung Juang 45 Sukabumi, aplikasi untuk anggota Pramuka yang diberinama PanduApp baru saja diluncurkan. Acara peluncuran aplikasi ini dilakukan oleh Ketua Kwartir Daerah Jawa Barat Kak Dede Yusuf Efendi. 

Aplikasi besutan dari Relawan TIK Sukabumi yang dikomandoi oleh Sandy Mulyana, Gerry Sugiran, Refira dan tim Saka Telematika dan Relawan TIK Indonesia. Setelah dibuat kemudian prototipenya diperlihatkan kepada Ketua Kwartir Daerah Jawa Barat Dede Yusuf dan langsung menyetujui aplikasi tersebut. Aplikasi ini dukungan penuh oleh Cipta Media Selular.

Aplikasi ini diciptakan untuk anggota Pramuka yang tersebar di Indonesia, yang menurut data jumlahnya mencapai 26 Juta dari anak pelajar hingga orang dewasa. Jumlah ini sayang kalau tidak digunakan untuk hal-hal yang positif. 

Kelebihan aplikasi jejaring sosial PanduApp ini adalah bisa memfilter jika salah satu anggota pramuka memasukkan konten negatif. Karena admin Pandu App akan bekerja 24 jam dan akan segera menghapus konten negatif. 

Kelebihan lainnya adalah aplikasi Pandu App bisa digunakan di semua perangkat karena berbasis website, tetapi Android akan memiliki aplikasi khusus. Aplikasi anggota di Pandu App terdiri dari Anggota Dewasa dan Peserta didik. 

Untuk Anggota Dewasa biasanya para pembina, pelatih, pengurus Kwaran, Kwarcab, Kwarda, dan Kwarnas atau bisa juga orang dewasa yang aktif dalam kepramukaan. Anggota Dewasa akan diverifikasi terlebih dahulu oleh administrator. 

Sementara untuk Pelajar bisa langsung daftar disini. Aplikasi ini juga memiliki berbagai fitur seperti Kuis, Agenda Saya, Materi Pelatihan, dan Daftar Anggota. Seperti halnya jejaring sosial lain, Pandu App juga Permintaan pertemanan, pemberitahuan dan kotak pesan. 

Selain itu aplikasi ini akan memberikan poin atau penghargaan jika kita sering melakukan kebaikan kepada teman-teman kita di jejaring sosial ini. Poinnya dari 0, 1, 2 dan seterusnya. 

Uniknya lagi kita bisa berteman atau mencari teman dengan anggota Pramuka dimana pun kita berada. Misalnya Pramuka dari Jawa Barat sedang jalan-jalan ke Bali kemudian sedang jalan-jalan di Bali, Anda tinggal tekan lokasi saja maka Anda akan menemukan rekan Pramuka di Bali. 

Dengan hadirnya aplikasi ini tentu akan menambah semarak lagi dunia kepramukaan di Indonesia karena bisa berjejaring sosial, belajar hingga berorgansisasi. Kami mengapresiasi aplikasi ini untuk disebarluaskan kepada anggota Pramuka seluruh Indonesia. Bagi Anda pengguna Android, Aplikasi PanduApp ini sudah bisa didownload di Play Store di sini.


Mudah-mudahan aplikasi ini segera diterapkan rekan-rekan Pramuka dimana pun berada dan Pramuka Indonesia lebih baik lagi.

Sumber:
Didno76.com
Adhyaksa Ingin Nasionalkan Scouts Challenge

Adhyaksa Ingin Nasionalkan Scouts Challenge

Adhyaksa Ingin Nasionalkan Scouts Challenge
BIKIN PRAMUKA KEREN: Kakwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault (tiga dari kiri) menyerahkan kenang-kenangan kepada Dirut Jawa Pos Koran Azrul Ananda (dua dari kiri) di kantor Kwarnas Pramuka, Jakarta. (Hendra Eka/Jawa Pos)
JAKARTA – Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault mengapresiasi PT DBL Indonesia dan Jawa Pos yang telah menggairahkan kembali pramuka lewat ajang East Java Scouts Challenge (EJSC). Adhyaksa pun mendukung dan siap bekerja sama membuat kegiatan serupa secara nasional.
Hal tersebut disampaikan Adhyaksa ketika menerima kunjungan Dirut PT Jawa Pos Koran sekaligus Direktur PT DBL Azrul Ananda di Kantor Kwarnas Gerakan Pramuka, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Rabu (25/2). Adhyaksa mengatakan, gerakan pramuka saat ini tidak boleh dikelola dengan cara-cara tradisional. Sebab, mereka yang mengikuti pramuka merupakan generasi cyber, generasi yang melek teknologi informasi.
”Karena itu, pola pembinaan harus menggunakan pendekatan IT (information technology),” tutur menteri pemuda dan olahraga di era Kabinet Indonesia Bersatu I tersebut. Modul-modul yang mengarah pada pengaplikasian IT kini tengah disiapkan Kwarnas. Salah satu yang sudah berjalan adalah pola pendaftaran anggota pramuka secara online.
Program lainnya yang tengah berjalan adalah pembekalan anggota pramuka menjadi citizen journalism. ”Kami punya program pembekalan pelatihan jurnalistik untuk anggota pramuka,” urai suami drg Mira Arismunandar itu.
Adhyaksa berharap bekal kemampuan jurnalistik tersebut bisa membuat anggota pramuka mudah menyebarluaskan kegiatan yang mereka lakukan. ”Sebab, saat ini eranya banyak bicara, banyak bekerja. Tanpa bicara, apa yang kita kerjakan tidak akan diketahui masyarakat,” jelasnya.
Saat ini ada sekitar 22 juta anggota pramuka aktif di seluruh Indonesia. Jika mereka digerakkan dengan kegiatan-kegiatan positif seperti EJSC, Adhyaksa yakin gerakan pramuka di Indonesia akan kembali bergairah.
Dalam pertemuan itu, Azrul Ananda menjelaskan bahwa kegiatan-kegiatan pramuka sangat positif untuk anak-anak muda. Bagi dia, gerakan pramuka di Indonesia ibarat api dalam sekam. Sehingga perlu sedikit pemantik untuk kembali menggelorakannya.
”Ratusan ribu anak di Jawa Timur mengikuti East Java Scouts Challenge. Kami yakin, jika event ini diselenggarakan secara nasional, akan lebih banyak pramuka yang bergabung,” tuturnya.
EJSC yang diselenggarakan PT DBL Indonesia mampu menunjukkan wajah baru pramuka. Hal itu sejalan dengan harapan Adhyaksa bahwa pramuka harus gaul dan keren. ”Kita sangat mendukung jika Scouts Challenge dibawa ke level nasional. Kita rumuskan secepatnya. Semoga bulan depan bisa kita launching,” ajak Adhyaksa.
Azrul juga siap mendukung gerakan pramuka melalui jaringan Jawa Pos News Network (JPNN) yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan, ada beberapa petinggi koran lokal Jawa Pos Group yang telah menjadi pengurus pramuka daerah. (gun/c9/end)
Sumber:
http://www.jawapos.com/baca/artikel/13532/adhyaksa-ingin-nasionalkan-scouts-challenge
Pramuka Kota Bandung

Pramuka Kota Bandung

Pramuka Kota Bandung


Saresehan Geologi Populer : 200 Tahun Tambora

Posted: 23 Feb 2015 07:39 PM PST

Caption : Pakar Vulkanologi Universitas Padjadjaran Prof. Adjat Sudratjat  memaparkan sejarah kedahsyatan letusan Gunung Tambora pada tahun 1815 hingga mampu mengguncang dunia dan segala aspek yang mempengaruhinya dalam Saresehan Geologi Populer bertajuk "200 Tahun Tambora", di Auditorium LT.I Badan Geologi, Jalan Diponegoro Bandung, Senin (23/2/2015).

Berbicara Gunung Tambora berkisah pula tentang kedahsyatan letusannya yang pernah terjadi pada tahun 1815 hingga mampu mengguncangkan dunia terutama beberapa negara Eropa melebihi dahsyatnya letusan Gunung Kerakatau pada 1883. Peristiwa alam yang langka tersebut tidak hanya menelan korban jiwa manusia dan mahluk hidup lainnya serta harta benda saja, melainkan mampu merubah peradaban dan tingkah laku manusia." Letusan Gunung Tambora 1815 silam, telah banyak menelan korban jiwa dan harta benda, bahkan pengaruh dari letusannya tidak hanya dirasakan di negeri kita saja, tapi mampu mempengaruhi lebih dari sepuluh negara di dunia, bahkan disisi lain mampu merubah peradaban dan tingkah laku manusia," ujar Pakar Vulkanologi Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof. Adjat Sudrajat dalam paparannya bertajuk "200 Tahun Tambora" pada kegiatan Saresehan Geologi Populer yang rutin digelar Badan Geologi, di Auditorium Lt.I Badan Geologi, Jalan Diponegoro Bandung, Senin (23/2/2015). Acara yang banyak dihadiri masyarakat, pelajar dan mahasiswa serta pakar geologi ini berkaitan dengan diterbitkannya buku Badan Geologi bertajuk "200 Tahun Gunung Tambora : Tambora Menyapa Dunia". Di dalam Gunung Tambora yang berada di Pulau Sumbawa, terletak di semenajung Sanggar terdapat potensi alam yang hingga saat ini belum digali seperti kandungan emas dan tembaga," ujar Adjat yang menyatakan dampak dari letusan gunung tambora ternyata berdampak baik dan bermanfaat positif baik bagi pemerintah daerah setempat maupun masyarakatnya. Dalam buku ini di tampilkan lukisan yang menggambarkan kepanikan penduduk ketika terjadi letusan gunung tambora serta gambar tulang penduduk kerajaan tambora yang terkubur oleh endapan piroklastik setebal 2-3 meter. " Terbukti sistem budaya telah ada di sekitar Gunung Tambora dan jelas menurut para ahli indikasinya mengarah kepada peradaban modern, salah satunya ditemukan keramik yang berasal dari Kambodja," terang Adjat. Tidak hanya itu, dalam buku tersebut terdapat gambar ilustrasi bagaimana panglima perang Prancis Napoleon akhirnya menyerahkan diri ketika kalah perang di Waterloop Belgia, alasannya cuaca dan debu dari Gunung Tambora yang menutupi langit Eropa menjadikan pasukan Napoleon tidak bisa menggunakan senjata Meriam. Termasuk cerita horror tentang sosok Frankestein yang di tulis oleh Marry Shelley karena terinspirasi oleh kelamnya udara yang disebabkan letusan Gunung Tambora selama tiga tahun berturut-turut dan buku tersebut akhirnya menyebar di seluruh dunia.  " Dibawah kawah Gunung Tambora terdapat Doro Afi Toi, yang merupakan gunung api kecil yang tumbuh sejak 1847, sesekali memuntahkan material, kini hanya menghembuskan asap kecil dan penyebaran piroklastik yang dihasilkan letusan gunung Tambora 1815 memperlihatkan bahwa lereng timur lebih di dominasi oleh bongkah-bongkah pumis dibandingkan dengan lereng sebelah barat," terang Adjat yang memperlihatkan gambar bagaimana pulau Santonda yang berada di kaki gunung Tambora, air danaunya memiliki rasa lebih asin daripada air laut. Tidak cukup sampai disitu, dalam buku ini, terdapat gambar Dr. Maryam sebagai pewaris Kerajaan Bima yang masih memiliki buku catatan kerajaan Bima yang isinya menceritakan kronologis geologi letusan Tambora yang hingga kini masih menyimpan misteri. " Tambora pada April 2015 akan diusulkan pemerintah sebagai taman bumi nasional dan dunia," lanjut Adjat yang juga pada tujuh April 2015 akan berbicara mengenai Gunung Tambora dalam pertemuan bersama para ahli Vulkanologi se-dunia di Swiss. Masih di bulan April 2015, khusus Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat dalam rangka memperingati 200 Tahun Tambora akan menggelar Festival bertema "Tambora Menyapa Dunia". (Benny K /MOTP)

Pramuka Kota Bandung

Pramuka Kota Bandung

Pramuka Kota Bandung


Kwarran Cibeunying Kidul Gelar Pesta Siaga Tersebar

Posted: 22 Feb 2015 01:55 AM PST

Caption : Seorang pembina pramuka putri memberi pengarahan singkat tentang permainan ketangkasan bola di Dangau Ketangkasan kepada satu kelompok siaga putri sebelum permainan dimulai dalam kegiatan Pesta Siaga Tersebar yang diselenggarakan Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Cibeunying Kidul dalam rangka peringatan Hari Bapak Pandu Se-Dunia Baden Powell 2015, di halaman SMKN 5 Bandung, Jalan Bojong Koneng No.37 A Bandung, Minggu (22/2/2015).

Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Bapak Pandu Se-Dunia Baden Powell 2015, Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Cibeunying Kidul menyelenggarakan Pesta Siaga Tersebar yang dipusatkan di empat gugus depan diantaranya; SD Awi Gombong, SD Cimuncang, SMKN 5 Bandung, dan SD Gatot Subroto." Dengan usaha yang telah dirintis bapak Kepanduan Se-Dunia Baden Powell pertama kalinya mengenai kegiatan kepanduan, tentunya dengan kegiatan bersama seperti ini, anak-anak pramuka bisa mengetahui kegiatan pramuka yang sebenarnya terutama di luar rutinitas kegiatan pramuka mereka di sekolah masing-masing," ujar Ketua Kwartir Ranting Cibeunying Kidul Maman Budiman kepada MOTP di sela-sela kegiatan, di halaman SMKN 5 Bandung, Jalan Bojong Koneng No.37 A Bandung, Minggu (22/2/2015). Menurut kak Maman, pembinaan kepramukaan di setiap sekolah sayang bila tidak terfasilitasi dengan baik."  Tentunya pembinaan pramuka perlu difasilitasi dengan baik dari setiap sekolah,  baik sarana maupun kualitas guru yang telah menjadi pembina pramuka dan melalui kegiatan bersama ini merupakan pengembangan para guru yang telah mengikuti Kursus Mahir Dasar agar lebih memahami setiap kegiatan pramuka di sekolah," terang kak Maman. Dalam kegiatan sehari ini, semua peserta mengikuti beberapa kegiatan diantaranya; kesenian, ketangkasan, keterampilan, Hastakarya, dan permainan Puzzle. Terkait upaya Kwarran Cibeunying Kidul dalam rencananya membangun gedung Sekretariat Kwarran Cibeunying Kidul yang baru, kak Maman menambahkan, saat ini melalui koordinasi dengan setiap gugus depan se-Kecamatan Cibeunying Kidul, sedang diupayakan satu anak satu batu bata untuk membantu pembangunan gedung selain bantuan dari pihak lain." Kami memberikan semangat kepada para Pembina Pramuka di setiap gugus depan untuk sama-sama bahu membahu mengembangkan sanggar Kwarran Cibeunying Kidul, salah satu caranya dengan  menyumbangkan satu buah batu bata dari satu anak di sekolah masing-masing." Lanjut kak Maman. Menanggapi tujuan dari peringatan Hari Baden Powell 2015 ini, Roni Syahron Fajar Humas Kwarran Cibeunying Kidul berharap para anggoat pramuka dapat lebih mengenal sosok Baden Powell melalui permainan pramuka." Kita saat ini tidak hanya mengenang jasa Baden Powell yang telah mendirikan kepanduan, tapi ilmu pengetahuan, keterampilan, dan pendidikan karakter yang diajarkannya dapat dipahami dan diaplikasikan oleh anggota pramuka masa kini dimanapun berada, terutama di Kwarran Cibeunying Kidul," harap Roni. (Benny K/MOTP).

Pelantikan Anggota Saka Pariwisata Kwarcab Kota Bandung Angkatan I

Posted: 22 Feb 2015 12:18 AM PST

Ketua Harian Kwarcab Kota Bandung, Deddy Dharmawan (keempat dari kiri) di dampingi Pamong Saka Pariwisata Kwarcab Kota Bandung, Deyna Sullivan berfoto bersama anggota Satuan Karya (Saka) Pariwisata Kwarcab Kota Bandung usai digelarnya upacara pelantikan anggota Saka Pariwisata Kwarcab Kota Bandung Angkatan I Tahun 2015 di Aula Sekretariat Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Bandung, Jalan LL.RE. Martadinata 157 Bandung, Minggu (22/2/2015). Diklat Saka Pariwisata Angkatan pertama ini telah dilaksanakan sejak 17 September 2014 lalu dan berakhir 8 Februari 2015 diikuti sekitar 43 Penegak se-Kota Bandung dan yang dinyatakan lulus banyak 10 orang. (Benny K/MOTP)

Festival Bawet Scout

Posted: 21 Feb 2015 11:35 PM PST

Caption : Para peserta lomba balap krupuk dengan semangatnya berusaha menghabiskan kerupuk masing-masing pada kegiatan "Festival Bawet Scout" dalam rangka memperingati Hari Bapak Pandu Sedunia Baden Powel 2015 Tingkat Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Bandung Wetan, di lapangan olahraga SMAN 20 Bandung, Jalan Citarum Bandung, Minggu (22/2/2015). Hadir dalam acara yang khusus diperuntukkan bagi anggota Pramuka Penegak-Pandega tersebut Ketua Kwarran Bandung Wetan,  Iis Siti Sumartini dan sejumlah undangan lainnya.

Berbeda dengan peringatan Hari Bapak Pandu se-Dunia Baden Pawel tahun sebelumnya, khusus di wilayah Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Bandung Wetan pada tahun 2015 ini peringatannya dimeriahkan dengan cara yang lain seperti yang dilaksanakan pengurus Dewan Kerja Ranting Bandung Wetan dengan menggelar "Festival Bawet Scout" yang dipusatkan di lapangan Olahraga SMAN 20 Bandung, Jalan Citarum Bandung, Minggu (22/2/2015). Kegiatan yang diisi dengan beragam permainan tradisional tersebut diikuti sejumlah perwakilan anggota pramuka Penegak-Pandega se-Kwarran Bandung Wetan." Kegiatan ini tidak hanya memperingati hari Baden Powel sebagai tokoh besar kepanduan se-dunia, namun lebih kepada upaya DKR Bawet untuk lebih memperarat tali silaturahmi antar Penegak-Pandega se-Kwarran Bandung Wetan, selain itu dengan kegiatan ini menunjukkan bahwa pramuka Bawet masih tetap eksis," ujar Ketua Pelaksana Haris MH Nu'man dari Racana Pramuka Unpas kepada MOTP di sela-sela kegiatan. Selain itu, respon positif datang dari pihak Kwarran Bawet dalam hal ini kak Iis Siti Sumarti selaku Ketua Kwarran Bawet dalam amanat singkatnya menyatakan bahwa pihak Kwarran Bawet sangat mendukung inisiatif para anggota DKR Bawet yang menyelenggarakan Festival Bawet Scout." Kami berharap dengan peringatan Hari Baden Powel, para anggota pramuka tidak hanya penegak-pandega di Kwarran Bandung Wetan harus tetap semangat dalam memandu kegiatan kepramukaan dan bisa menjadi kebanggaan bersama," ucap kak Iis.
Dalam kegiatan sehari ini, lomba yang digelar diantaranya; lomba makan kerupuk, lomba menangkap belut, lomba pipa bocor, lomba joged tomat, dan lomba memasukan paku kedalam botol." Harapan kami dengan adanya kegiatan Festival Bawet Scout ini bisa makin mempererat tali silaturahmi antar penegak dan pandega di Kwarran Bandung Wetan dan kedepannya setiap kegiatan pramuka bisa makin asyik dan menarik, "harap Ines dan Diva dari pramuka SMAN 20 Bandung.  (Benny K/MOTP)

Pramuka Kota Bandung

Pramuka Kota Bandung

Pramuka Kota Bandung


Musran Sukasari 2015

Posted: 21 Feb 2015 12:20 AM PST

Caption : Ketua Harian Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Bandung, Deddy Dharmawan memberikan sambutan sekaligus membuka Musyawarah Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Sukasari Tahun 2015 di Aula SMAN 15 Bandung, Jalan Sarimanis I, Sarijadi Bandung, Sabtu (21/2/2015).

Dengan telah berakhirnya masa tugas pengurus Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Sukasari Kota Bandung Masa Bakti 2011-2014, maka Kwarran Sukasari menyelenggarakan Musyawarah Ranting (Musran) tahun 2015 dengan agenda utama memilih Ketua Kwartir Ranting Sukasari untuk periode 2014-2019. Hadir dalam acara pembukaan Ketua Harian Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Bandung, Deddy Dharmawan di dampingi perwakilan Mabiran Sukasari, Wasis Ajibudi, Ketua Kwarran Sukasari Periode 2011-2014 Iriyansah, dan sejumlah perwakilan Gugus Depan se-Kecamatan Sukasari, unsur Pemerintah Kecamatan Sukasari, serta undangan lainnya, di Aula SMAN 15 Bandung, Jalan Sarimanis I, Sarijadi Bandung, Sabtu (21/2/2015). Dalam sambutannya, Kak Deddy menginginkan agar Ketua Kwarran Sukasari yang baru dapat mengembangkan kegiatan kepramukaan di Kecamatan Sukasari lebih baik lagi."  Ada atau tidaknya kurikulum pendidikan kepramukaan 2013 di sekolah tidak akan berpengaruh terhadap keberadaan Gugus Depan disetiap sekolah yang harus tetap berdiri dan tetap melaksanakan kegiatan kepramukaan dan saat ini diperlukan adanya niat baik semua pihak terkait untuk lebih mengembangkan Kwartir Ranting Sukasari khususnya dalam rangka membangkitkan minat dan bakat generasi muda dalam wadah kegiatan kepramukaan, karena itu, semoga dengan terpilihnya Ketua Kwarran Sukasari Periode 2014-2019 dapat menjadi solusi pembentukan generasi muda di wilayah Kecamatan Sukasari lebih baik lagi, bahkan bisa menjadi leader di kota Bandung, " harap Kak Deddy. Sedianya Musran Sukasari tahun 2015 ini akan dilaksanakan sebelum diselenggarakannya Musyawarah Cabang Gerakan Pramuka Kota Bandung 2014, namun atas arahan Kwarcab Kota Bandung, maka penyelenggaraan Musran Sukasari baru dapat dilaksanakan pada tahun 2015. " Jabatan kepengurusan Kwarran Sukasari kedepannya akan disesuaikan dengan satu periode kepengurusan Kwartir Cabang yakni selama 5 tahun, selanjutnya kepengurusan yang baru akan mulai menyusun rencana kerja periode 2014-2019, "ujar kak Iriyansah. Selain itu, dalam sambutannya kak Wasis menginginkan adanya persatuan dan persamaan persepsi yang tentunya untuk kemajuan Kwarran sukasari kedepannya." Siapapun yang nantinya akan memimpin, kedepannya dapat lebih memajukan kegiatan kepramukaan di Kwarran Sukasari bisa lebih baik lagi, " harap kak Wasis. Sementara harapan Ketua Dewan Kerja Ranting (DKR) Sukasari periode 2014-2019 yang baru saja dilantik, Tito Septianhadi.P, kedepannya terlebih dahulu akan mendata kembali jumlah Ambalan yang aktif dan yang tidak aktif diwilayah Kecamatan Sukasari." Kami akan mendata kembali jumlah gugus depan yang tersebar di wilayah Sukasari terutama golongan penegak, selain itu akan lebih giat dalam setiap kegiatan partisipatif," ujar Tito. (Benny K/MOTP)

Pramuka Kota Bandung

Pramuka Kota Bandung

Pramuka Kota Bandung


Terapi Qolbu di Arena Orientasi Pramuka bagi Guru Paud se-Cibeunying Kaler

Posted: 17 Feb 2015 09:12 PM PST

Sejumlah ibu-ibu mendapat siraman rohani berupa terapi qolbu dan terapi air dari kak H. Nanang dari Kwarcab Kota Bandung di sela-sela kegiatan Orientasi Pramuka bagi Guru PAUD Se-Cibeunying Kaler yang diselenggarakan oleh Himpaudi Cibeunying Kaler, Tim Penilik Cibeunying Kaler, dan Kwarcab Kota Bandung di lapangan Sekretariat Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Bandung, Jalan LL.RE.Martadinata 157 Bandung, Rabu (18/2/2015). Mereka merupakan para orang tua siswa Paud yang berasal dari 22 Paud se-Kecamatan Cibeunying Kaler. " Tujuan terapi ini tidak lain ingin mendapatkan ampunan dan ketentraman bathin dari Allah SWT dimana sebagai manusia pada dasarnya tidak lepas dari beragam permasalahan,"ujar kak Nanang kepada MOTP di sela-sela kegiatan dan menurutnya semua sumber doa yang diberikan berasal dari Al-Qur'an. (Benny K/MOTP)

Orientasi Pramuka Bagi Guru PAUD Se-Cibeunying Kaler

Posted: 17 Feb 2015 07:19 PM PST

Caption: Dengan dibimbing dua orang Guru PAUD, beberapa anak mengikuti satu permainan Pramuka di dalam salah satu dangau pada kegiatan Orientasi Pramuka bagi Guru PAUD Se-Kecamatan Cibeunying Kaler di lapangan Sekretariat Gerakan Pramuka Kota Bandung, Jalan LL.RE.Martadinata No.157 Bandung, Rabu (18/2/2015).

Dalam rangka memperkenalkan permaian pramuka kepada anak usia dini, Tim Penilik Kecamatan Cibeunying Kaler bekerjama dengan Himpaudi Kecamatan Cibeunying Kaler Himpaudi Kota Bandung dan Kwarcab Kota Bandung mengadakan Orientasi Pramuka Bagi Peserta Didik dan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kecamatan Cibeunying Kaler Kota Bandung di lapangan Sekretariat Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Bandung, Jalan LL.RE.Martadinata 157 Bandung, Rabu (18/2/2015). Kegiatan ini diikuti sekitar 200 anak dari 22 PAUD se-Kecamatan Cibeunying Kaler. "  Kegiatan Orientasi Pramuka bagi peserta didik dan Guru Paud Se-Kecamatan Cibeunying Kaler ini baru pertama kali selenggarakan kerjasama antara Penilik Kecamatan Cibeunying Kaler, Himpaudi Cibeunying Kaler, Himpaudi Kota Bandung, dan Kwarcab Kota Bandung dengan tujuan agar siswa dan guru Paud dapat lebih mengenal Gerakan Pramuka salah satunya melalui permainan pramuka," ujar kak Agus Muslim selaku panitia kepada MOTP di sela-sela kegiatan.
Selain diisi dengan orientasi pramuka kegiatan sehari ini diisi pula dengan tausyah singkat khusus bagi para orang tua siswa dari kak Nanang perwakilan Kwarcab Kota Bandung. " Jika program orientasi ini berhasil, diharapkan tim penilik kecamatan lainnya bisa mengikuti dengan program yang sama di wilayahnya masing-masing dan rencananya akan dilanjutkan ke tingkat Kota Bandung bekerjasama dengan Himpaudi Kota Bandung," lanjut kak Agus.
Ditempat yang sama, kak Victor Tatuah mewakili Himpaudi Kota Bandung menanggapi positif dengan kegiatan ini dan menyatakan kegiatan tersebut merupakan awal dimana anak usia dini dapat lebih mengenal kepramukaan melalui permainan pramuka." Sebelum mereka masuk sebagai anggota Pra Siaga dan mengikuti sistem pramuka Pra Siaga perlu kiranya diperkenalkan permainan-permainan pramuka termasuk didalamnya nilai-nilai dasar tentang kepramukaan," ujar kak Victor. Senada dengan kak Victor, Ketua Himpaudi Cibeunying Kaler Ati Suyati berharap dengan mengikuti Orientasi Pramuka ini, kedepannya anak-anak Paud dapat terlatih mengenai kedisiplinanya dan kemandiriannya." Dengan mengenal tentang permainan Pra Siaga, pendidikan dasar mengenai kedisplinan dan kemandirian dapat lebih dimengerti anak-anak," harap Ati. (Benny K/MOTP)

Pramuka Kota Bandung

Pramuka Kota Bandung

Pramuka Kota Bandung


Saresehan Geologi Populer : Gunung Api Purba Dan Manfaatnya

Posted: 16 Feb 2015 11:45 PM PST

Caption: Ahli Gunung Api Purba Badan Geologi,  Prof.Dr.Ir.Sutikno Bronto menjelaskan kepada para peserta mengenai manfaat Gunung Api Purba dalam acara Saresehan Geologi Populer di Auditorium Geologi Lt.I, Badan Geologi, Jalan Diponegoro Bandung, Senin (16/2/2015).

Ditinjau dari segi pendayagunaannya, pembelajaran geologi gunung api purba sangat bermanfaat untuk mendukung penemuan sumber baru energi dan mineral, pengelolaan lingkungan hidup dan penanggulangan bencana geologi." Sebenarnya pembelajaran geologi gunung api yang mendalam dapat membantu menemukan sumber energi dan mineral serta mendukung pengelolaan lingkungan hidup dan kebencanaan geologi," ujar Ahli Gunung Api Purba Badan Geologi, Prof. Dr.Ir. Sutikno Bronto dalam paparannya berjudul "Gunung Api Purba dan manfaatnya" pada acara Saresehan Geologi Populer yang diselenggarakan Badan Geologi di Auditorium Lt.I Badan Geologi, Jalan Diponegoro Bandung, Senin (16/2/2015). Acara yang diikuti pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum ini dihadiri pula T. Bachtiar dari Geomagz. Menurut Sutikno, gunung api purba adalah gunung api yang sekarang telah mati, bahkan sudah terkikis sangat lanjut sehingga penampakan fisik sudah tidak jelas seperti gunung api aktif masa kini."Dengan mempelajari gunung api masa kini dapat menjadi kunci untuk mengidentifikasi gunung api aktif masa lalu, melalui ilmu bentang alam, ilmu batuan, dan ilmu struktur geologi," terang Sutikno yang sempat menyayangkan hingga saat ini masih jarang ahli geologi yang mau mempelajari tentang geologi gunung api.
Selanjutnya Sutikno menunjukkan beberapa gunung api purba yang terdapat di daerah Bandung dan sekitarnya seperti Gunung Sangga Buana, Jatiluhur, Cupunagara, Baleendah, dan Soreang,termasuk daerah lainnya di Indonesia." Secara perinsip gunung api purba dapat aktif kembali jika dipicu oleh gerak tektonik atau dinamika bumi setempat, karena itu dalam rangka  mengantisipasi ancaman bahaya gunung api purba di masa yang akan datang, perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam tentang gunung api, tektonik, dan magma," lanjut Sutikno yang telah menerbitkan buku pertamanya berjudul " Geologi Gunung Api Purba". Usai pemaparan acara dilanjutkan dengan diskusi. (Benny K/ MOTP)

Pramuka

Pramuka

Pramuka


Sejarah Singkat Kepramukaan di Dunia

Posted: 13 Feb 2015 06:33 AM PST

Sejarah Kepramukaan di Dunia tidak bisa terlepas dari Baden Powell. Tentara Inggris yang lahir di London, Inggris pada tanggal 22 Februari 1857 ini lah yang menggagas kegiatan yang dalam sejarah kemudian terkenal dengan kepramukaan atau scouting. Sejarah mencatat bahwa buku Aids to Scouting (1899) yang berisikan pengalaman Baden Powell semasa di ketentaraan menarik minat, dan banyak dibaca,
Pramuka

Pramuka

Pramuka


Daftar Satuan Karya Pramuka (Saka) Tingkat Nasional

Posted: 11 Feb 2015 04:45 AM PST

Daftar Satuan Karya Pramuka Tingkat Nasional adalah daftar berisikan nama Saka beserta lambang Saka dan penjelasan singkat yang diselenggarakan secara Nasional. Satuan Karya Pramuka atau disingkat Saka, di tingkat Nasional ini telah diakui dan disahkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Saat ini, terdapat 11 Satuan Karya Pramuka tingkat Nasional. Sebelum tahun 2013, hanya dikenal delapan
200 Ribu Pramuka se-Jatim Ikuti Perkemahan Terbesar di Indonesia

200 Ribu Pramuka se-Jatim Ikuti Perkemahan Terbesar di Indonesia

437173_kemah probolinggo.jpg
200.000 Pramuka tingkat sekolah dasar se-Jawa Timur mengikuti perkemahan yang dibuka semalam di Bumi Perkemahan Nogosaren, Kab Probolinggo, Jawa Timur (6/1/2015). Pembukaan yang berakhir pada pukul 22.00 WIB ini berlangsung meriah. “senengnya mas, bisa lihat anak-anak dari penjuru Jatim disini, saya ingin anak saya aktif di Pramuka nanti” ujar Yumini warga sekitar sambil menggendong bayinya.


“Sepertinya ini perkemahan terbesar yang diikuti oleh Pramuka”, ujar Saifullah Yusuf (Ketua Kwarda Jawa Timur) dalam sambutannya. Menurut Wakil Gubernur Jatim ini, Pramuka harus pintar, berakhlak baik, rajin ibadah, tangguh, sopan dan terampil. “Generasi Indonesia mendatang akan lebih baik, dan adik-adik Pramuka disini menjadikan kita semua semakin optimis”, ungkap Gus Ipul disambut tepuk tangan hadirin.

Sementara itu Kak Suriyadi, Wakil Ketua Kwartir nasiobal (Kwarnas) Gerakan Pramuka menyampaikan bahwa perkemahan ini menumbuhkan saling pengertian antar generasi seangkatan. Kwarda Jatim menanamkan berbagai nilai-nilai luhur kepramukaan melalui kegiatan yang sangat menarik ini. “20 tahun lagi, adik-adik ini berusia 30-an, di tahun 2035 itulah mereka akan jadi manusia-manusia kebanggaan Indonesia, bahkan dunia” ujarnya bersemangat.

Hadir juga dalam pembukaan kegiatan tersebut Puput Tantriana Sari (Bupati Probolinggo), Timbul Prihanjoko (Ketua Kwarcab Kab Probolinggo). “Ini juga ajang promosi bagi Probolinggo, kami senang Tari Gelipang khas Probolinggo ditampilkan” ujar Puput. Nampak juga beberapa ketua Kwarcab dan pengurus Pramuka dilingkungan Kwarda Jawa Timur. 

Sementara dari Kwarnas Gerakan Pramuka hadir andalan nasional, artis Olivia Zalianty dan Hariqo Wibawa Satria. Warga sekitar juga mendirikan berbagai warung menyambut berbagai kontingen yang datang.

Kak Sunyoto Hadi Prayitno, Sekretaris Kwarda Jatim yang ditemui sebelum acara menjelaskan bahwa ini konsep baru perkemahan. Perkemahan ini diadakan serentak dan maraton di 38 Kota/Kab se Jawa Timur. Dalam "East Java Scouts Challenge 2015" ini Peserta akan diuji kecakapan, keberanian, kekompakan dengan berbagai tantangan yang menyenangkan. “Acara ini sekaligus, menguji kualitas koodinasi antar sesama Kwarcab, dan saya optimis pada penutupan di Gresik nanti kita semua akan bangga”, tutup pria yang biasa dipanggil Kak Nyoto ini.

*Dari Bumi Perkemahan Nogosaren, Kec Gading, Kab Probolinggo
Salam Pramuka, Hariqo Wibawa Satria, @hariqo (Andalan Nasional Gerakan Pramuka Bidang Kominfo)

http://pramuka.or.id/

Kategori

Kategori