Pramuka Tak Mengganggu Tugas Belajar Kami

BANYUMAS (28/8), Kegiatan Pramuka yang dilakukan seminggu sekali khususnya saat latihan di Gugus depan tidaklah mengganggu tugas belajar kami, ternyata kami tetap aksis, ujar Dwi Cahyani, utusan Gugus depan 1061-1062 yang berpangkalan di MTs N. Tambak, Banyumas.
Dwi yang dipercaya menjadi Pratama di Gudep ia bernaung ini memimpin teman-temannya menjadi pasukan dalam kirab Estafet Tunas Kelapa, jarak Kecamatan Tambak, Banyumas hingga ke Desi Bumiagung, Rowokele, Kebumen.
“Kami bisa mengatur jadwal belajar sehingga kami tetap berprestasi”, ujar Dwi yang juga diamini teman-temanya.
Anak kelas 9 atau kelas 3 MTs ini tidak takut terus menggeluti Pramuka walaupun sudah kelas tiga, dimana sebagian teman-temannya sudah konsentrasi mengikuti pelajaran untuk mendapat kelulusan terbaik.
Menurut Dwi Cahyani, belajar bisa dimana saja, saat kempingpun kita bisa membawa buku pelajaran, semuanya tergantung kita sambil menunjuk dirinya
Dwi Cahyani yang bercita-cita menjadi Polwan (Polisi wanita) ingin terus menggeluti dunia kepramukaan. Pramuka itu asyik lho..banyak teman, menghargai waktu dan banyak mendapat kesempatan baik di lingkungan sekolah maupun di luar. Ayooo jangan jangan takut ketinggalan pelajaran…seolah-olah menghimbau teman-temannya. *sd.

Pramuka Tak Mengganggu Tugas Belajar Kami

Pramuka Tak Mengganggu Tugas Belajar Kami

Pramuka Tak Mengganggu Tugas Belajar Kami

Pramuka Tak Mengganggu Tugas Belajar Kami

Pramuka Tak Mengganggu Tugas Belajar Kami

Pramuka Tak Mengganggu Tugas Belajar Kami

Topi Pramuka Penggalang Penegak Pandega Putri

Topi untuk Pramuka Penggalang, Penegak, dan Pandega Putri berubah. Tutup kepala untuk golongan Pramuka Penggalang, Penegak, dan Pandega Putri ini mengalami perubahan sejalan dengan diberlakukannya SK Kwarnas Nomor 174 Tahun 2012 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Pramuka. Di mana dalam tahun ini, seharusnya semua anggota Gerakan Pramuka telah memakai seragam pramuka sesuai dengan ketentuan dalam petunjuk penyelenggaraan tersebut.

Dalam Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Pramuka sebelumnya (Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 226 Tahun 2007), tutup kepala untuk Pramuka Penggalang, Penegak, dan Pandega Putri terbuat dari anyaman bambu berwarna coklat muda. Bentuknya topi bulat dengan lidah topi selebar 3,5 cm.

Sedangkan dalam petunjuk penyelenggaraan seragam pramuka terbaru (SK Kwarnas Nomor 174 Tahun 2012), tutup kepala tutup kepala untuk Pramuka Penggalang, Penegak, dan Pandega Putri dibuat dari bahan kain laken atau beludru dengan warna coklat tua. Bentuknya tetap topi bulat namun lidah topinya sedikit lebar, yaitu 4 cm.


Penampakan dari topi atau penutup kepala untuk pramuka putri sebagai mana diuraikan di atas tersebut dapat dilihat dari gambar berikut :

Topi Pramuka Putri
Topi Pramuka Putri

Topi Pramuka Putri
Topi Pramuka Putri
Bandingkan dengan bentuk dan model topi pramuka putri yang lama :

Topi Lama Pramuka Putri
Topi Lama Pramuka Putri

Sumber:
Pramuka

Administrasi dan Pelaporan Gugusdepan

Pelaksanaan administrasi dan pelaporan gugusdepan ini merupakan upaya untuk memberikan pedoman dan arah pembina dalam mengelola gugusdepan. Selain itu penyelenggaraan administrasi dan pelaporan gugusdepan menjadi proses dan latihan dasar-dasar ketatausahaan kepada peserta didikanggota Gerakan Pramuka.

Gugus Depan sebagai pusat gerak dan wadah pembinaan pramuka, perlu didukung oleh administrasi secara tertib namun sederhana. Agar penyelenggaraan administrasi tersebut berjalan teratur, tertib dan berkesinambungan diperlukan pelbagai buku catatan. Buku catatan atau kelengkapan administrasi gugusdepan tersebut diantaranya adalah permintaan pendaftaran anggota, dan daftar induk. Juga catatan administrasi keuangan, buku inventarisasi, serta catatan pribadi anggota, dan buku tamu. Di samping itu pun perlu disusun logbook dan laporan semester. Tidak ketinggalan penyusunan program kerja 4 bulanan dan program kerja tahunan.

administrasi-gugusdepan

Kelengkapan Administrasi Gugusdepan


Secara lebih detail, masing-masing dari kelengkapan administrasi gugusdepan sebagai tersebut di atas adalah :

  1. Permintaan Pendaftaran Anggota
    Permintaan Pendaftaran Anggota adalah surat yang berisikan pengajuan dari orang tua untuk mendaftarkan anaknya agar diterima sebagai anggota suatu gugusdepan. Permintaan pendaftaran anggota ini dilampiri dengan Formulir Pendaftaran Anggota. Formulir ini memuat nama serta data pribadi lainnya dari setiap calon anggota yang mendaftar
  2. Daftar Induk Anggota Gugusdepan
    Daftar Induk Anggota Gugusdepan adalah data pokok keanggotaan. Di dalamnya termuat Nomor Tanda Anggota (NTA), nama beserta data pribadi anggota sesuai formulir pendaftaran. 
  3. Administrasi Keuangan Gugus Depan
    Administrasi Keuangan Gugusdepan adalah catatan tentang penerimaan dan pengeluaran keuangan di gugusdepan selama satu bulan. Yang dicatat meliputi waktu pengeluaran uang, keperluan penggunaan uang, dan tanda bukti pengeluaran atau penggunaan uang tersebut.
  4. Daftar Inventaris Gugusdepan
    Daftar inventaris gugusdepan adalah catatan tentang barang milik gugusdepan. Di dalamnya dicatat spesifikasi, jumlah, asal-usul dan keterangan kondisi barang. 
  5. Buku Tamu Gugus Depan
    Buku tamu gugusdepan adalah catatan yang berisikan nama, asal-usul dan tujuan tamu atau pengunjung yang datang ke gugusdepan.
  6. Laporan Semester Data dan Kegiatan
    Laporan semester adalah laporan terkait keadaan gugusdepan pada semester tertentu. Catatan itu berisikan keanggotaan, kegiatan dan keuangan gugusdepan. 
  7. Catatan Peristiwa Penting (Logbook)
    Logbook adalah catatan yang berisikan peristiwa-peristiwa penting terkait dengan gugusdepan. Catatan bisa berbentuk tulisan, gambar, kliping berita, serta segala peristiwa yang berkaitan dengan kegiatan sejak didirikannya gugusdepan tersebut. 
  8. Program Kerja Tahunan Gugus Depan
    Program kerja tahunan gugusdepan adalah rencana kegiatan selama satu tahun. Program kerja tahunan gugusdepan memuat rencana latihan peserta didik, kegiatan bersama, pendidikan dan pembinaan bagi anggota dewasa, sarana dan prasarana serta bidang keuangan gugusdepan. 
  9. Program Kerja 4 Bulanan
    Program kerja 4 bulanan berisikan rencana kegiatan untuk masing-masing golongan pramuka selama 4 bulan.  Sehingga pada gugusdepan lengkap akan memiliki Program Kerja 4 Bulanan untuk Perindukan Siaga, Program Kerja 4 Bulanan untuk Pasukan Penggalang, Program Kerja 4 Bulanan untuk Ambalan Penegak, dan Program Kerja 4 Bulanan untuk Racana Penegak. Program kerja 4 bulana ini memuat program latihan pencapaian Syarat Kecakapan Umum (SKU), latihan dan pencapaian Syarat Kecakapan Khusus (SKK), dan penyiapan Pramuka Siaga Garuda. Juga program pelaksanaan kenaikan ke golongan ke penggalang/penegak/pandega, Perkemahan Siang Hari (Persari), Permainan Besar Siaga, Gladian Pemimpin Regu, perkemahan, lomba tingkat, dan lain-lain.
  10. Catatan Pribadi Anggota
    Catatan pribadi anggota adalah catatan yang memuat data pribadi dan sifat-sifat pribadi pramuka yang bersangkutan yang dapat dikembangkan atau dipertahakankan. Juga kegiatan dan pencapaian SKU serta kenaikan golongannya. 
Penyelenggaraan administrasi gugusdepan tidak selalu harus dilakukan oleh pembina gugusdepan. Pembantu Pembina, Pratama / Pradana, Pimpinan Regu / Sangga dapat diberikan kewewenangan untuk membantu penyelenggaraan administrasi gudep. Pratama atau Pradana dapat diberi kepercayaan untuk mengisi Buku Log Tabungan dan Iuran, sedangkan daftar hadir latihan dapat diisi oleh Pimpinan Regu / Sangga.

Pelaporan Gugusdepan 


Setiap gugusdepan berkewajiban memberi laporan data keanggotaan kepada Kwartir Ranting dengan tembusan kepada Kwartir Cabang secara berkala. Laporan tersebut disampaikan oleh gudep setiap bulan Oktober. Pada bulan Januari di setiap tahunnya, gugusdepan harus melakukan registrasi ulang dengan menyerahkan laporan tahunan kepada Kwartir Cabang melalui Kwartir Ranting. Gugusdepan yang telah registrasi (mendaftarkan) kembali diberikan Tanda Pendaftaran Ulang oleh Kwartir Cabang.

Sumber:Pramuka

Ratusan Pramuka Penegak Banyumas ikut Seleksi Pasukan Tunas Muda

Seleksi Pasukan Tunas Muda
Pasukan Tunas Muda Kwartir Cabang Banyumas yang kemudian disingkat PTM Banyumas adalah Unit kegiatan DKC Banyumas yang mempunyai Tugas Pokok dan Fungsi sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA) pada Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka. Pasukan ini dibentuk pada tahun 1992 dan sampai sekarang telah mencapai angkatan 2013 pada tahun 2013.

Mulai tahun 2005 PTM Banyumas keberadaanya diakui oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas lewat bagian Pendidikan Non Formal yang sekarang menjadi DINPORABUDPAR setara dengan PASKIBRAKA Kabupaten Banyumas dan mendapatkan fasilitas pendidikan sama.

Selasa, 19 Agustus lebih dari 200 Pramuka Penegak Banyumas mengikuti seleksi Pasukan Tunas Muda yang bertempat di Sanggar Kwarcab Banyumas dan Area Gor Satria Purwokerto, bertepatan dengan Hari Pramuka tingkat Banyumas yang akan dilaksanakan di GOR Satria Purwokerto pada tanggal 10 September 2014

Pasukan ini terdiri Dari Pramuka Penegak sejumlah 56 personil baik Putra maupun Putri yang berasal dari SMA/SMK/MA Negeri/Swasta se-Kabupaten Banyumas, kemudian 1 Personil dari Pramuka Pandega, 1 Personil Pramuka Siaga dan 1 Personil Pramuka Penggalang.

Perekrutan Personil PTM dilakusn melalui tahap seleksi, baik seleksi fisik, kesehatan dan kesamaptaan serta seleksi kepribadian lewat Interview. Yang lolos akan Mendapatkan Pendidikan dan Pelatihan juga diasramakan sekitar satu minggu sebelum bertugas.

Seleksi Pasukan Tunas Muda
Seleksi Pasukan Tunas Muda
Seleksi Pasukan Tunas Muda
Seleksi Pasukan Tunas Muda


[Sumber berita: kwarcab Banyumas/Toifin]



Pramuka Masuk Kurikulum Bikin Indro Warkop Kecewa

Pramuka Masuk Kurikulum Bikin Indro Warkop Kecewa

Indro Warkop
Indro Warkop menilai kebijakan Menteri Pendidikan yang memasukkan Pramuka dalam kurikulum tidak efektif. Indro bahkan menyesalkan hal itu. 

Sebagai seorang Pramuka, Indro kecewa pada kebijakan yang mewajibkan murid untuk ikut Pramuka. "Pramuka itu jiwa, Pramuka itu pilihan bukan paksaan," kata Indro kepada Tempo, Kamis, 14 Agustus 2014. 

Indro menjelaskan ketidaksukaannya pada kebijakan tersebut. Baginya, dasar moral itu didapatkan dari keluarga. Oleh sebab itu, jika memasukkan Pramuka dalam kurikulum agar mendapatkan pendidikan moral, itu keliru.

"Dasar moral itu dari keluarga. Pramuka hanya mengarahkan manusia-manusia yang telah memiliki dasar itu ke aktivitas yang lebih baik," Indro menjelaskan.

Indro berpendapat manusia yang telah memiliki dasar moral baik inilah yang akan memilih Pramuka. "Mereka dengan sendirinya akan memilih Pramuka, bukan karena paksaan," Indro menegaskan.

Ada beberapa alasan mengapa Indro menyesalkan Pramuka dimasukkan dalam kurikulum. Pertama, pembina bukan lagi pembina Pramuka, melainkan guru sekolah. Kedua, dengan memasukkannya sebagai kurikulum tentu akan bersentuhan dengan UU.

"Dalam pelaksanaan UU pasti masuk ke wilayah politik dan akan berakhir dan bersentuhan dengan uang," kata Indro.

Indro Warkop memang dikenal sebagi artis yang aktif di Pramuka. Pada 1974 Indro bahkan menjadi salah satu wakil Pramuka Indonesia yang mengikuti Jambore Internasional di Filipina.[] sumber: tempo.co
Kak Adhyaksa Dault: Selfie Akan Ramaikan Hari Pramuka

Kak Adhyaksa Dault: Selfie Akan Ramaikan Hari Pramuka

Kak Adhyaksa Dault: Selfie Akan Ramaikan Hari PramukaJAKARTA-13 Agustus 2014, Selfie alias mengabadikan diri sendiri melalui foto (self portrait) akan meramaikan peringatan Hari Pramuka yang akan berlangsung besok (14 Agustus 2014). Ketua Kwartir Nasional Adhyaksa Dault mengimbau kepada seluruh pengurus dari tingkat kwarnas hingga gugus depan (gudep) dan anggota Pramuka untuk selfie menggunakan baju Pramuka dan memajangnya sebagai Display Picture (DP) twitter, facebook, path, maupun Blackberry Massanger.
“Ramaikan hari Pramuka dengan selfie menggunakan baju Pramuka. Atau bagi para orang tua murid, foto bersama anak-anaknya sebelum berangkat sekolah menggunakan baju Pramuka. Pasang sebagai DP di BBM, facebook, twitter, path, dan media sosial lainnya,” kata Adhyaksa, usai acara Ulang Janji Pramuka yang berlangsung Rabu (13/8), di Jakarta.
Menurutnya, Pramuka harus mengikuti perkembangan zaman untuk mudah diterima kaum muda termasuk Gen C. Yakni generasi cyber, cracker, chameleon (bunglon) dan constantly changing. “Tantangan berat saat ini adalah mental, moral, sikap dan perilaku sebagian kaum muda yang sangat tidak mencerminkan karakter Bangsa Indonesia. Banyak kasus kriminal, narkoba, pelecehan dan kekerasan seksual yang dilakukan kaum muda. Pendidikan karakter Pramuka harus dapat mengikis ini,” tambah mantan Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga ini.
Untuk masuk ke seluruh kalangan sebagaimana lingkungan Pramuka yang beragam, maka anggota Pramuka harus dapat mengikuti perkembangan zaman dan kemajuan teknologi dengan cara yang positif.
Ulang janji merupakan rangkaian acara peringatan Hari Pramuka dengan tema “Mantapkan Pembentukan Karakter Generasi Kaum Muda melalui Gugus Depan Terakreditasi”. Acara puncak Hari Pramuka sendiri besok ditandai dengan Upacara Bendera bertempat di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Pramuka, Cibubur Jakarta pada tanggal 14 Agustus 2014 Pukul 16.00 WIB.
Dalam acara ini Bapak Presiden selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka akan bertindak sebagai Pembina Upacara, menyampaikan amanat sekaligus menyematkan tanda penghargaan Pramuka kepada mereka yang telah berjasa terhadap perkembangan Gerakan Pramuka. *)


Presiden Anugerahkan Bintang Tanda Jasa pada 55 Tokoh

Presiden Anugerahkan Bintang Tanda Jasa pada 55 Tokoh

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan Bintang Tanda Jasa kepada sejumlah tokoh pada Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan RI, di Istana Negara, Rabu (13/8) pukul 10.00 WIB.
Penganugerahan para tokoh yang dinilai berjasa kepada negara tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) nomor 65/TK/2014.
Pemberian tanda jasa diberikan setiap tahun dalam rangka peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini terdapat 55 orang penerima tanda jasa, baik itu Bintang Mahaputera Adipradana, Mahaputera Utama, Mahaputera Nararya, Bintang Jasa Utama, dan Bintang Jasa Nararya.
Berikut daftar lengkap penerima tanda jasa tahun 2014:
Bintang Mahaputera Adipradana:
1. Herawati Boediono
2. Mayjen Pol. (Purn) Sidarto Danusubroto
3. Melani Leimena Suharli
4. Hajriyanto Y. Thohari
5. Lukman Hakim Saifuddin
6. Ahmad Farhan Hamid
7. Marzuki Alie
8. Priyo Budi Santoso
9. Pramono Anung Wibowo
10. Muhammad Sohibul Iman
11. Taufik Kurniawan
12. Bambang Sudibyo
13. Muhammad Maftuh Basyuni
14. Sofyan A. Djalil
15. Kusmayanto Kadiman
16. Adhyaksa Dault
17. Mohammad Yusuf Asy'ari
18. Chairul Tanjung
19. R.M Marty M. Natalegawa
20. Agus D.W. Martowardojo
21. Muhamad Suleiman Hidayat
22. Zulkilfli Hasan
23. Evert Erenst Mangindaan
24. Salim Segaf Al Jufri
25. Tifatul Sembiring
26. Gusti Mohammad Hatta
27. Sjarifuddin Hasan
28. Linda Amalia Sari
29. Azwar Abubakar
30. Ahmad Helmy Faisal Zaini
31. Armida S. Alisjahbana
32. Mustafa Abubakar
33. Hendarman Soepandji
34. Basrief Arief
35. Dipo Alam
36. Jenderal Pol. (Purn) Timur Pradopo
37. Mayjen TNI (Purn) Syamsul Maarif
38. Ma'ruf Amin
Bintang Mahaputera Utama:
1. Alex Noerdin
2. Brigjen TNI (Purn) Abraham Octavianus Atururi
3. Sofyan Basir
Bintang Mahaputera Nararya:
1. Hasan Bisri
2. Sapto Amal Damandari
3. Lambock V. Nahattands
4. Lukman Hakim
5. Sri Redjeki Chasanah Soedarsono
Bintang Jasa Utama:
1. Awang Faroek Ishak
2. Mardiasmo
Bintang Jasa Nararya:
1. Eko Sutrisno
2. Kolonel Inf (Purn) Surachman
3. Lipiyus Biniluk
4. Nicholas Jouwe
5. Nicholas Simion Messet
6. Frans Albert Yoku,
7. Constant Karma
Presiden SBY hadir dengan didampingi Ibu Ani. Begitu pula Wapres Boediono datang bersama Ibu Herawati, yang juga menerima Bintang Mahaputra Adipradana. Hadir pula Ketua DPD RI Irman Gusman, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menkeu Chatib Basri, Menpora Roy Suryo, Mendagri Gamawan Fauzi, dan Menakertrans Muhaimin Iskandar. (yor)

twitter: @websitepresiden








Kurikulum 2013: Sistem Pendidikan Kepramukaan Diperbaharui

Kurikulum 2013: Sistem Pendidikan Kepramukaan Diperbaharui


JAKARTA -12 Agustus 2014, Kurikulum 2013 yang diberlakukan tahun ini menjadikan Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib di tiap sekolah. Karenanya, Gerakan Pramuka telah mempersiapkan diri dengan memperbaharui sistem pendidikan kepramukaan, beberapa diantaranya dengan melakukan akreditasi gugusdepan (Gudep), serta sertifikasi dan lisensi para Pembina.
“Sekarang ini masih dalam tahap pelaksanaan ujicoba pelbagai konsep tersebut khususnya akreditasi, sertifikasi dan lisensi yang nantinya akan diberlakukan secara nasional. Jadi aspek regulasi dan sistem pendidikan kepramukaan telah berhasil diwujudkan, dan tinggallah implementasi di lapangan yang perlu pengawalan dan evaluasi,” kata Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, DR. H. Adhyaksa Dault, SH, M.Si, dalam Focuss Group Discussion (FGD) Pramuka dengan Media Massa yang berlangsung di Jakarta, Selasa (12/8).
Adyhaksa menekankan pentingnya pembangunan sikap, mental dan moral generasi muda dalam menghadapi globalisasi, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, serta pesatnya perkembangan media baru. Revitalitasi Gerakan Pramuka diarahkan untuk memantapkan komitmen generasi muda terhadap empat konsensus dasar Bangsa Indonesia yaitu, Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Pemantapan empat konsensus dasar ini atau empat pilar kehidupan bernegara itu, Insya Allah dapat memperkokoh idealisme, cita-cita, dan militansi kaum muda untuk menjadi komponen bangsa yang cerdas, unggul, tangguh, penuh daya inovatif, dan tetap bersatu. Komponen bangsa yang mandiri, dan tegar,” tambahnya.
Menurutnya, Gerakan Pramuka sebagai pendidikan informal memiliki peluang besar dalam mengatasi permasalahan generasi muda Indonesia. Misalnya, kekerasan seksual, penggunaan obat-obat terlarang, tawuran, kriminalitas remaja, dan sebagainya. ”Pramuka mengajarkan nilai-nilai kemandirian, kepemimpinan, kebersamaan, sosial, kecintaan terhadap alam. Ini yang dapat menjadi tameng agar mereka tidak mudah terpengaruh perilaku buruk,” lanjut Adhyaksa.
Gerakan Pramuka di Indonesia dikukuhkan pada tanggal 14 Agustus 1961 yang ditandai dengan peganugerahan Panji Gerakan Pramuka melalui Keputusan Presiden RI Nomor 448 tahun 1961. Dalam kurun satu dasawarsa dapat dicatat 3 (tiga) milestone perkembangan Gerakan Pramuka yaitu Pertama, Bapak Presiden RI telah mencanangkan kembali Revitalisasi Pramuka pada Hari Pramuka tahun 2006 yang saat ini tampak keberhasilannya dengan semakin marak kegiatan kepramukaan di berbagai daerah; Kedua, terbitnya Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka yang memperkuat legalitas Pramuka di negeri ini. Dengan telah terbitnya Undang-Undang tersebut maka pelaksanaan pendidikan kepramukaan pada saat ini tidak lagi hanya sekedar mengisi masa senggang kaum muda dengan pelbagai kegiatan yang positif, akan tetapi telah meningkat menjadi kewajiban setiap warga negara untuk mengimplementasikannya; dan Ketiga, masuknya pendidikan kepramukaan ke dalam kurikulum 2013 sebagai ekstra kurikuler wajib yang mulai diberlakukan pada bulan Juli 2014 ini.
Tahun ini, Gerakan Pramuka menginjak usia yang ke-53 tahun tepat pada tanggal 14 Agustus 2014. Rangkaian peringatan HUT Pramuka dengan tema “Mantapkan Pembentukan Karakter Kaum Muda melalui Gugus Depan Terakreditasi” diisi dengan serangkaian kegiatan antara lain: bakti Pramuka untuk masyarakat, ziarah ke TMPN, TMP, TPU, makam para pahlawan nasional dan tokoh Pramuka, tabur bunga di laut, serta berbagai kegiatan lainnya.

Acara pokok ditandai dengan penyelenggaraan upacara bendera bertempat di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Pramuka, Cibubur, Jakarta pada tanggal 14 Agustus 2014 pukul 16.00 WIB. Dalam upacara ini Bapak Presiden selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka akan bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan amanat sekaligus menyematkan tanda penghargaan Pramuka kepada mereka yang telah berjasa terhadap perkembangan Gerakan Pramuka.

Kurikulum 2013: Sistem Pendidikan Kepramukaan Diperbaharui 

Logo Resmi Hari Pramuka ke-53 Tahun 2014

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka telah menerbitkan Logo Hari Pramuka ke-53 Tahun 2014. Logo yang cukup sederhana ini dibuat/didesain oleh Kak Ma'ruf Cahyadi, DI. Yogyakarta.

Oleh karena itu, secara khusus kami dari Panitia Hari Pramuka Tingkat Nasional ke-53 Tahun 2014 mengucapkan terima kasih atas terciptanya logo ini sehingga dapat bermanfaat bagi kita semua. *sd.






https://www.facebook.com/kwarnas
Bima Arya Jadi Ketua Mabicab Pramuka Kota Bogor

Bima Arya Jadi Ketua Mabicab Pramuka Kota Bogor

Bima Arya Jadi Ketua Mabicab Pramuka Kota Bogor
BOGOR—Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dilantik menjadi Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Bogor.
Pelantikan yang berlangsung di Situ Gede pada Rabu (6/8/2014) oleh Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat Dede Yusuf Effendi sekaligus mengukuhkan bersama jajaran pengurus untuk masa bakti 2014-2019.
Pelantikan dilaksanakan dengan kegiatan di alam terbuka untuk memberikan semangat baru sebagai Pramuka yang dekat dengan alam.
Dalam sambutannya, Kak Dede Yusuf Effendi mengatakan prestasi Pramuka Jawa Barat yang saat ini menempati posisi terbaik kedua tingkat nasional.
"Selama tiga tahun ini kami sudah mencoba mengembangkan Pramuka, dan sudah mendapat dukungan dari kepala daerah. Mungkin sudah ada 8 Bupati Walikota yang terjun langsung menjadi pembina Pramuka," katanya.
Kak Dede mengharapkan dorongan motivasi dari para Kepala Daerah ini akan semakin menjadikan Pramuka sebagai kegiatan ekskul yang menarik bagi generasi muda.
"Mudah-mudahan Pramuka di Kota Bogor yang sekarang sudah baik, akan menjadi lebih baik lagi," ujar mantan Wakil Gubernur Jawa Barat ini.
Sementara itu Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, sebagai Ketua Mabicab dirinya bersama Ketua Kwarcab Pramuka Kota Bogor akan mendorong Gerakan Pramuka pada beberapa aspek.
"Yang utama adalah bagaimana Gerakan Pramuka ini sinkron dengan pergerakan Kota Bogor ke depan. Khususnya ingin mengembalikan Kota Bogor sebagai kota hijau yang ramah lingkungan dengan pembangunan yang berkelanjutan," katanya.
Dengan alasan itu pula, lanjut Bima, pelantikan kali ini memilih lokasi di alam terbuka sebagai simbol sesuai dasar-dasar Pramuka yang cinta dan dekat dengan alam.
"Gerakan Pramuka harus lebih kreatif, bukan semata kegiatan rutinitas, tetapi bisa mengajak anak-anak muda melalui kegiatan yang bersifat pertualangan, karena anak muda itu senang dengan pertulangan," katanya.

http://wartakota.tribunnews.com

Kategori

Kategori