Pramuka Kota Bandung

Pramuka Kota Bandung

Pramuka Kota Bandung


Upacara Pembuatan Lubang Biopori Se – Kecamatan Bandung Wetan

Posted: 25 Jun 2014 07:29 PM PDT

Camat Bandung Wetan, Yana A Brilyana, S.Sos., M.Si., mempraktekkan cara membuat lubang biopori kepada para peserta, usai digelarnya upacara persiapan pembuatan lubang biopori se- Kecamatan Bandung Wetan, di lapangan Sekretariat Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Bandung, Jalan. LL.RE.Martadinata 157 Bandung, Kamis (26/6/2014). Selain diikuti sejumlah unsur aparat Kecamatan Bandung Wetan, ikut serta pula sejumlah anggota pramuka penegak kota Bandung, perwakilan dari beberapa Satuan Karya (Saka). Pelaksanaan pembuatan lubang biopori ini, selanjutnya di sebar di beberapa Rukun Warga (RW)  se-Kecamatan Bandung Wetan. (TP)

PANDUAN TEKNIK PENYAJIAN MODUL  KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR (KMD)

PANDUAN TEKNIK PENYAJIAN MODUL KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR (KMD)

I.               Pendahuluan
PANDUAN TEKNIK PENYAJIAN MODUL  KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR (KMD)
Proses pembelajaran yang berpusat kepada pendidik (teacher centered), di mana pendidik menganggap dirinya sebagai gudangnya ilmu pengetahuan (store of knowledge) sudah menjadi kamus kuno. Baden Powell telah mengalihkan proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (ask the boys – students centered), dengan demikian pendidik tidak bertindak dominator tetapi sebagai fasilitator.  Panduan ini dibuat karena masih banyak penyelenggaraan kursus yang setiap topik atau setiap pokok bahasan dilakukan dengan ceramah, sehingga peserta didik hanya berperan sebagai pendengar, sehingga ketika kursus berakhir tidak memiliki keterampilan yang memadai untuk membina gugusdepan.

Panduan teknis penyajian modul Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) disusun dalam rangka standarisasi pola penyajian modul KMD, dengan harapan dapat menjadi panduan dasar bagi Pelatih Pembina Pramuka; adapun pengembangan selanjutnya  diserahkan kepada pelatih yang bersangkutan.


II.             Tujuan dan Sasaran KMD

1.    Tujuan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar, disingkat KMD, adalah untuk memberi bekal pengetahuan dasar dan pengalaman praktis membina Pramuka melalui kepramukaan dalam Satuan Pramuka yakni Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Penegak dan Racana Pandega.

2.    Sasaran
Peserta setelah mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar, mampu :
a.  Menjelaskan apa, mengapa, bagaimana, sasaran dan tujuan Kepramukaan serta perkembangannya.
b.  Menerapkan kepramukaan secara efektif dan efisien dalam membina Pramuka sesuai dengan golongannya.
c.  Menjelaskan apa, mengapa, bagaimana sasaran dan tujuan Prinsip Dasar Kepramukaan, Metode Kepramukaan, Kode Kehormatan Pramuka, Kiasan Dasar Kepramukaan dan Motto Kepramukaan  serta menerapkannya dalam membina Pramuka sesuai dengan golongannya.
d.  Mendidikkan Prinsip Dasar Kepramukaan, Kode Kehormatan Pramuka kepada Pramuka sesuai dengan golongnnya sehingga sikap dan perilakunya mencerminkan perwujudan pengamalan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Kode Kehormatan Pramuka.
e.  Membina dan mengembangkan  mental, fisik, intelektual,  emosional dan sosial   sesuai dengan golongannya sehingga dia mampu berperan positif dalam masyarakat lingkungannya.
f.   Menerapkan Sistem Among dan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan  dan Kode Kehormatan Pramuka dalam hidup bermasyarakat sehingga dirinya menjadi panutan peserta didik dan masyarakat.
g.  Menerapkan kepemimpinan  yang dijiwai  dan bersumber pada Prinsip Dasar Kepramukaan dan Kode Kehormatan Pramuka.
h.  Mengelola Program Kegiatan Peserta Didik (Prodik) sesuai dengan golongannya.
i.   Menerapkan ketrampilan komunikasi dan ketrampilan bergaul secara efektif.
j.   Menganalisis dan menghayati sifat dan watak peserta didiknya.
k.  Mengelola satuannya.
l.   Membina dan mengembangkan sumber daya/potensi yang dimilikinya.
m. Memahami, Menghayati  dan melaksanakan AD & ART Gerakan Pramuka.


III.           Metode

Materi KMD disajikan dengan pendekatan andragogi, berfokus pada pembelajaran diri interaktif progresif  dengan melibatkan peserta secara langsung dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode, di antaranya :
1.    Dinamika kelompok
2.    Diskusi kelompok
3.    Curah gagasan
4.    Metta Plan/Country Fair
5.    Studi kasus
6.    Kerja kelompok
7.    Demonstrasi
8.    Bermain peran
9.    Presentasi
10.    Bola salju (snow balling)
11.    Debat
12.    Fish Bowl
13.    Class students have             
14.    Simulasi
15.    Base Mathod
16.    Berbagai kegiatan praktek (kesiagaan, kepenggalangan, kepenegakan, kepandegaan, scouting skill, dan permainan).
17.    Open Forum          
18.    Rencana Tindak lanjut (RTL)/Action Plan


IV.          Rencana Pembelajaran
Dalam menyusun rencana pembelajaran pendekatan yang digunakan adalah andragogi, strategi pembelajaran dilakukan dengan cara “Do-Look-Learn”, untuk itu diperlukan  petunjuk pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan materi sajian yang ada berupa persiapan pembelajaran oleh pelatih (format terlampir) dan petunjuk pembelajaran bagi peserta kursus (format terlampir).
Pada akhir pertemuan sesi, pelatih mengadakan sharring dengan tujuan mengadakan pembulatan/pencerahan berupa kesimpulan.


V.            Strategi pembelajaran

1.    Strategi pembelajaran dilaksanakan dengan tata urut sebagai berikut:
a.    Pelatih menciptakan suasana belajar sesuai dengan topik sajian yang ada.
b.    Peserta memahami petunjuk pembelajaran yang diberikan.
c.    Proses pembelajaran dilakukan sesuai dengan petunjuk pembelajaran.
d.    Peserta memperoleh temuan-temuan dari proses pembelajaran tersebut.
e.    Sharring atas temuan-temuan yang ada.
f.     Pembulatan/pencerahan/kesimpulan.

2.    Pembagian waktu penyajian pada setiap Pokok Bahasan:
a.    Pengantar dan penjelasan materi untuk pemahaman konsep  (ceramah)        : 20 %;
b.    Kegiatan praktek/simulasi/demonstrasi/ kerja kelompok atau mandiri            : 70 %;
c.    Pembulatan/pencerahan/kesimpulan                                                                 : 10%;
d.    Satu jam pelajaran = 45 menit

3.    Dalam KMD kepada peserta dikenalkan praktek kegiatan Kesiagaan, Kepenggalangan, Kepenegakan dan Kepandegaan.

4.    KMD dilaksanakan di dalam ruangan 1/3 alokasi waktu dan 2/3 waktu diselenggarakan di alam terbuka dalam bentuk perkemahan, atau 2,5 hari di kelas – 4,5 hari di perkemahan.


VI.          Pendukung Proses Belajar Mengajar dengan pendekatan Andragogi

1.    Sarana Prasarana:
a.    Ruang belajar yang bersih, sehat, terang dan sepadan dengan kapasitas.
b.    Alat bantu pembelajaran yang memadai kuantitas dan kualitas.
c.    Tersedianya alam terbuka untuk kegiatan outdoor.
2.    Adanya bahan serahan.
3.    Suasana pendukung proses pembelajaran: terhindar dari gangguang kegaduhan, polusi udara.
4.    Alunan musik yang dapat membengkaitkan semangat belajar.


VII.        Rencana Tindak Lanjut
1.    Rencana Tindak Lanjut (RTL) disusun oleh peserta pada tahapan terakhir pelaksanaan kursus sebagai motivator pada diri mereka sendiri untuk  melakukan   kegiatan   tindak lanjut setelah mengikuti pelatihan.
2.    RTL juga berfungsi sebagai pendorong peserta pelatihan untuk mengikuti program masa pengembangan/narakarya 1 oleh kwartir, yang akan menjadi persyaratan untuk mengikuti pelatihan berikutnya (Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan/KML).
VIII.      Penutup
Dengan disusunnya panduan ini diharapkan Pelatih dapat memiliki pola penyajian modul KMD, selanjutnya kepada para pelatih dapat mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan. 


KURIKULUM KMD


Kurikulum KMD disusun sebagai berikut :
a.   BABAK    PENGANTAR
       Modul 1 PENGANTAR ............................................................................ 
1.1.  Upacara Pembukaan Kursus ..........................................................
1.2.  Orientasi Kursus  ...........................................................................
1.3.  Dinamika kelompok  ..........................................................................
1.4.  Pengembangan Sasaran Kursus ......................................................                         



4  Jampel
1  jampel
2  jampel
1  jampel
1  jampel
b.   BABAK INTI
Modul 2 : KEPRAMUKAAN, PRINSIP DASAR&METODE...........................
2.1.   Penghayatan AD & ART  Gerakan Pramuka....................................
2.2.   Sejarah Kepramukaan...................................................................
2.3.   Kepramukaan  .............................................................................
2.4.   Pendidikan dalam Kepramukaan  .................................................
2.5.   Prinsip Dasar Kepramukaan  ........................................................
2.6.   Metode Kepramukaan  ................................................................
2.7.   Kode Kehoramatan Pramuka  ......................................................
2. 8.  Motto & Kiasan Dasar Gerakan Pramuka ...................................... 
2.9.   Kiasan Dasar dalam Kepramukaan  ...............................................


12 jampel
2   jampel
1   jampel
1   jampel
1   jampel
2   jampel
2   jampel
1   jampel
1   jampel
1   jampel
Modul 3 : PROGRAM KEGIATAN PESERTA DIDIK (PRODIK)
3.1.   Kesiagaan ...................................................................................   ...
3.2.   Kepenggalangan .........................................................................   ...
3.3.   Kepenegakan .............................................................................    ...
3.4.   Kepandegaan ...........................................................................      ...
3.5    Program Kegiatan Peserta Didik (PRODIK)................................... ...
3.6.   Dewan Satuan Pramuka  .................................................................
3.7.   Forum S,G,T,D,  .............................................................................
3.8.   Memahami Peserta Didik dan Kebutuhannya.................................
3.9.   Menciptakan Kegiatan yang Menarik, Menantang dan Mengandung Pendidikan ..............................................................  

13  jampel
2   jampel
2   jampel
2   jampel
2   jampel
1   jampel
1   jampel
1   jampel
1   jampel

1   jampel

Modul 4 : CARA MEMBINA.....................................................................
4.1.   Membina Pramuka dengan Sistem Among......................................
4 2.   Komunikasi dan Bergaul dengan Peserta didik  ...............................
4.3.   Mengelola Satuan Pramuka  ............................................................
4.4.   Peran, Tugas dan Tanggung jawab Pembina  Pramuka  ..................
4.5.   Jam Pimpinan ...................................................................................
8   jampel
1   jampel
1   jampel
1   jampel
1   jampel
4   jampel
Modul 5 : ORGANISASI...........................................................................
5.1.   Struktur Organisasi Gerakan Pramuka  ...........................................
5.2.   Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka  .........................................
5.3.   Organisasi dan Administrasi Gugus Depan             Pramuka .......................
5.4.   Satuan Karya Pramuka ( SAKA)......................................................

4   jampel
1   jampel
1   jampel
1   jampel
1   jampel

Modul  6 : KEGIATAN SEBAGAI ALAT PENDIDIKAN .................................
6.1.   SKU/TKU, SKK/TKK, SPG/TPG .........................................................
6.2.   Upacara sebagai Alat  Pendidikan ..............         .....................................
6.3.   Permainan sebagai alat pendidikan ...............................................
6.4    Pelantikan sebagai Alat Pendidikan  .......... ....................................
6.5    Api Unggun sebagai Alat Pendidikan  .............................................

5   jampel
1   jampel
1   jampel
1   jampel
1   jampel
1   jampel

Modul  7 : KEGIATAN DI ALAM TERBUKA (OUTDOOR ACTIVITY)...............
7.1.   Teori dan pendirian tenda .......................... ....................................
7.2.   Keterampilan Kepramukaan Siaga  ....................................................
7.3.   Keterampilan Kepramukaan Penggalang .........................................
7.4.  Keterampilan Kepramukaan Penegak & Pandega ............................. 
7.5.   Penjelajahan...................................................................................

34 jampel
2   jampel
8   jampel
8   jampel
8   Jampel
8   jampel
Modul  8 : KEWIRAUSAHAAN ..................................................................
8.1.   Pengembangan Kewiraan ................................................................
8.2.   Pengembangan Kewirausahaan  .....................................................
2   jampel
1   jampel
1   jampel

c. BABAK PELENGKAP
Modul 9 :  PELENGKAP ........................................... .....................................
9.1.   Lambang Gerakan Pramuka dan WOSM   ...................... ....................
9.2.   Pakaian Seragam, Tanda Pengenal,   Tanda Jabatan dan Tanda  Penghargaan Pramuka  ..........................................................................
9.3.   UU No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara   dan Lagu Kebangsaan .........................................................................  
9.4.   Muatan Lokal ...............................................  ……………………………………

8 Jampel
1 Jampel

1 Jampel

1 Jampel
4 Jampel
d.   BABAK PENUTUP
      Modul 10  : PENUTUP  ....................................................................... 
10.1.       Forum Terbuka  ............................................ .........................
10.2.       Rencana Tindak Lanjut (RTL) ........................ .........................
10.3.       Evaluasi  .................................................................................
10.4.       Upacara Penutupan Kursus  .........................  .........................
              

5   jampel
2   jampel
1   jampel
1   jampel
1   jampel
Jumlah  ........................................................................
95  Jampel

Pelepasan Burung Tandai Pembukaan Raicab dan GWSHM


Dewan Kerja Cabang Kota Semarang, Minggu 22 Juni 2014 menggelar acara Raimuna ke-4 dan Gladi Widya Satya Hannung Mahardika ke-3. 

Telah terdaftar 50 sangga yang terdiri atas 10 sangga gudep yang berpangkalan diperguruan tinggi dan 40 sangga yang berpangkalan di SMA, MA dan SMK se-kota Semarang dengan total peserta 450 orang. Selama 6 hari kegiatan berlangsung, dimulai hari Minggu 22 s.d jumat 27 Juni 2014 betempat di kampung Sodong, kelurahan Purwosari, kecamatan Mijen. Dalam kegiatan ini peserta tidak menggunakan tenda namun menggunakan sistem homestay yaitu peserta ditempatkan di rumah warga sekitar lokasi kegiatan yang tujuannya agar peserta lebih menyatu dan bersosialisasi dengan masyarakat ungkap ketua sangga kerja Kak Zainal Arifin.

Dengan dilepasnya 2 ekor burung merpati, Raimuna dan GWSHM resmi dimulai. Dalam sambutannya, Kak Harini selaku Kerua Kwartir Cabang Kota Semarang menyampaikan apreasinya dengan kegiatan Raimuna kali ini mengingat kegiatan serupa terakhir diselenggarakan pada tahun 2007.
Kegiatan yang mengusung tema love, care and share ini secara garis besar didasari oleh semangat program messenger of peace tukas Kak Rani dengan senyum khasnya.

News from:
https://www.facebook.com/dkc.kotasemarang
Pramuka Kota Bandung

Pramuka Kota Bandung

Pramuka Kota Bandung


KMD SMAN 24 Bandung 2014

Posted: 24 Jun 2014 01:55 AM PDT

Kak Muhammad Ikhsan, AR., dari Pusdiklatcab Kota Bandung memberikan materi mengenai Manajemen Resiko kepada peserta pada hari kedua pelaksanaan KMD SMAN 24 Bandung, di kompleks SMAN 24 Bandung, Jalan A.H. Nasution No.24 Bandung, Selasa (24/6/2014). Kegiatan yang dibuka langsung Wakil Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Bandung Bidang Bina Muda kak Mahyudin ini, diikuti sebanyak 43 orang guru.

Tidak hanya dikaitkan dengan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional mengenai Kurikulum Pendidikan Kepramukaan 2013 dan Ekstrakulikuler Wajib Kepramukaan yang menuntut setiap sekolah untuk melaksanakannya. Namun di posisi yang sama, dalam hal program pembentukan karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai pendidikan karakter dalam kegiatan kepramukaan." Dengan mengikuti KMD, para guru lebih spasifik lagi menerima materi tentang kepramukaan. Terutama mengenai pembentukan nilai-nilai iman dan taqwa siswa melalui pendidikan karakter dalam kepramukaan," ujar Dra. Latifah, selaku Wakil Kepala SMAN 24 Bandung Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) saat ditemui TP di hari kedua Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) SMAN 24 Bandung, di kompleks SMAN 24 Bandung, Jalan A.H. Nasution No. 24 Bandung, Selasa (24/6/2014). Kegiatan yang dilaksanakan dari 23-24 Juni 2014 tersebut dibuka langsung kak Mahyudin selaku Wakil Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Bandung Bidang Bina Muda dan diikuti 43 orang guru.
Latifah mengatakan, pramuka merupakan ekstrakulikuler wajib dan melalui KMD ini, banyak hikmah yang dapat diambil." Hikmah yang dirasakan saat mengikuti KMD ini, para guru dapat lebih memahami kepramukaan lebih luas dalam kebersamaan sesama guru dan kedepannya dapat sinergis bersama siswa, " lanjut Latifah yang bangga terhadap prestasi siswa-siswi SMAN 24 Bandung salah satunya melalui kegiatan ekstrakulikuler.
Ditempat yang sama, kak Nani Rohayani, S.Pd., dari Pusdiklatcab Kota Bandung menargetkan materi KMD yang diberikan dapat dipahami seluruh peserta." Materi yang disampaikan kita kemas dengan cara permainan kepramukaan dan mayoritas para peserta sangat antusias untuk mengikutinya dan mereka sepertinya bersemangat ingin menjadi pembina pramuka serta siap membina di pangkalannya," ujar kak Nani. Selanjutnya untuk agenda berkemah, rencananya akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2014. (TP)

KMD SMAN 8 Bandung 2014

Posted: 24 Jun 2014 12:03 AM PDT

Salah satu kelompok putri mempraktekan cara menggunakan bendera semapore didampingi Kak Alex K Pramiadi dari Pusdiklacab Kota Bandung pada hari kedua pelaksanaan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) SMAN 8 Bandung yang dimulai dari 23-24 Juni 2014, di kompleks SMAN 8 Bandung, Jalan Selontongan No. 3 Buah Batu Bandung, Selasa (24/6/2014). Kegiatan ini diikuti sekitar 40 orang guru.

Dalam rangka mengimplementasikan kurikulum pendidikan kepramukaan 2013 dan ekstrakulikuler wajib pramuka, pihak sekolah dalam hal ini para guru tidak hanya cukup mendapat materi pengenalan seputar kepramukaan saja, perlu pemahaman lebih salah satunya melalui Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar agar saat membina peserta didik dilapangan metode pendidikan yang digunakan sesuai dengan metode kepramukaan yang berlaku." Dari KMD ini, guru-guru perlu mendapat pembekalan awal mengenai metode kepramukaan, agar saat membina kurikulum pendidikan kepramukaan 2013 dan ekstrakulikuler wajib kepramukaan kepada peserta didik, sesuai dengan metode yang berlaku," ujar Drs. Abdul Latief, M.Pd., selaku Wakil Kepala SMAN 8 Bandung Bidang Kurikulum saat ditemui TP disela-sela kegiatan hari kedua pelaksanaan KMD SMAN 8 Bandung, di kompleks SMAN 8 Bandung, Jalan Selontongan no. 3 Buah Batu Bandung, Selasa (24/6/2014). Kegiatan yang diikuti sekitar 40 orang guru ini telah dimulai dari 23-24 Juni 2014. Menurut Abdul, saat ini pelaksanaan program pendidikan kepramukaan 2013 tidak cukup menggunakan sistem blok saja." Tidak bisa hanya dengan sistem blok saja, tentunya perlu diimbangi dengan kegiatan latihan ekskul pramuka dilapangan seperti di SMAN 8 Bandung selalu dilaksanakan setiap hari sabtu dan pada tahun ajaran baru nanti akan dilaksanakan per empat kelas, "jelas Abdul yang menyatakan, program sekolah mengenai pendidikan karakter ternyata sinergis dengan nilai-nilai pendidikan karakter dalam kepramukaan.
Dalam kegiatan yang dibuka langsung Sekretaris Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Bandung, H. Weng D Riyanto, M.Ag., tersebut, para peserta lebih menyukai materi KMD di luar ruangan. " Peserta lebih senang menerima materi KMD di luar ruangan, karena sambil mempraktekan langsung setiap materi yang disampaikan. Semoga semua muatan materi selama dua hari ini dapat dipahami seluruh peserta," ujar Hj. Lilies Karliah dari Pusdiklatcab Kota Bandung. Selanjutnya, untuk kegiatan berkemah, rencananya akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2014. (TP)

Pramuka Kota Bandung

Pramuka Kota Bandung

Pramuka Kota Bandung


KMD SMAN 19 Bandung 2014

Posted: 23 Jun 2014 12:18 AM PDT

Satu kelompok putri mempresentasikan harapan-harapannya dalam rangka pembinaan kepramukaan kepada peserta didik yang digambarkan dalam bentuk pohon harapan pada pembukaan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar SMAN 19 Bandung, yang diselenggarakan dari 23- 27 Juni 2014. Kegiatan yang diikuti sekitar 41 guru tersebut, dipimpin langsung perwakilan Pusdiklatcab Kota Bandung Awal Nugraeni sebagai Pimpinan Kursus KMD SMAN 19 Bandung, di kompleks SMAN 19 Bandung, Jalan Dago Pojok Bandung, Senin (23/6/2014).

Mulai dari 23-27 Juni 2014, sebanyak 41 guru dilingkungan SMAN 19 Bandung mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dalam rangka implementasi kurikulum pendidikan kepramukaan 2013, di kompleks SMAN 19 Bandung, Jalan Dago Pojok Bandung dan di Sekretariat Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Bandung. Kepada TP, Asep Rachmat, S.Pd., MM., selaku Wakil Kepala SMAN 19 Bandung Bidang Kurikulum menargetkan melalui KMD ini, sumber daya guru yang ada dapat mengimplementasikannya kembali sesuai aturan kepramukaan yang berlaku." Pramuka ini merupakan ekskul wajib dan harus menghasilkan peserta didik yang berkarakter, karena itu, dengan KMD ini, diharapkan sumber daya guru yang ada dapat dan mampu mengimplementasikannya kembali sesuai aturan kepramukaan yang berlaku," ujar kak Asep. Usai presentasi perkelompok, materi hari pertama dilanjutkan dengan materi tentang kepramukaan oleh kak Nuki dari Pusdiklatcab Kota Bandung. (TP)

KMD SMAN 25 Bandung 2014

Posted: 22 Jun 2014 11:37 PM PDT

Kak Vici Sopari, S.Pd.,selaku Sekretaris Pusdiklatcab Kota Bandung didampingi Wakil Kepala SMAN 25 Bandung Bidang Kurikulum Aam Hamzah S.Pd., dan Pimpinan Kursus (Pinsus) KMD SMAN 25 Bandung Yudi Wahyudi dari Pusdiklatcab Kota Bandung memberi sambutan pada upacara pembukaan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) 2014 di kompleks SMAN 25 Bandung, Jalan Baturaden VIII No.19 Bandung, Senin (23/6/2014). Kegiatan yang berlangsung dari 23-27 Juni 2014 tersebut diikuti sekitar 60 peserta.

Sebanyak 60 guru terutama yang berasal dari SMAN 25 Bandung mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar yang dimulai dari 23-27 Juni 2014 di kompleks SMAN 25 Bandung, Jalan Baturaden VIII No.19 Bandung. Dalam keterangannya kepada TP, Aam menargetkan agar para guru yang mengikuti KMD dapat mengimplementasikan materi kepramukaan kepada peserta didik sesuai dengan kurikulum pendidikan kepramukaan 2013." Semua guru saat ini mengikuti KMD, nantinya ketika terjun langsung membina dan membimbing kepramukaan kepada peserta didik harus sudah sesuai dengan pedoman kepramukaan yang jelas termasuk sesuai dengan tuntutan kurikulum pendidikan kepramukaan 2013," harap kak Aam, Senin (23/6/2014). Selain itu, kak Vici dalam sambutannya, menyatakan KMD ini sangat penting tidak hanya terkait kurikulum pendidikan kepramukaan 2013." KMD ini bisa dianggap penting, tidak hanya dikaitkan dengan bergulirnya kurikulum pendidikan pramuka 2013 dan ekstrakulikuler wajib pramuka, melainkan nilai-nilai pembentukan karakter dalam kepramukaan perlu menjadi acuan dalam mengaktualisasikan pembinaan peserta didik di sekolah," ujar kak Vici. Usai upacara pembukaan, acara diteruskan dengan shalat Dukha bersama di masjid sekolah. (TP)

Gladian Pemimpin Satuan Kwarran Rancasari Bandung 2014

Posted: 22 Jun 2014 11:35 PM PDT

Ka Kwarran Rancasari Rachman Surachman, S.Pd., memberi sambutan pada pembukaan Gladian Pemimpin Satuan (GPS) 2014 yang diselenggarakan Dewan Kerja Ranting Rancasari dari 23- 26 Juni 2014 di kompleks SMAN 25 Bandung, Jalan Baturaden VIII No.19 Ciwastra Bandung. Turut hadir dalam acara yang diikuti sekitar 21 anggota penegak se-Kota Bandung tersebut Sekretaris Kwarran Rancasari, Suherman, S.Pd., Senin (23/6/2014).

Sekitar 21 anggota Pramuka golongan Penegak se-Kota Bandung mulai dari 23-26 Juni 2014 mengikuti Gladian Pemimpin Satuan (GPS) yang diselenggarakan Dewan Kerja Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Rancasari, di kompleks SMAN 25 Bandung, Jalan Baturaden VIII No.19 Ciwastra Bandung. Hadir untuk membuka acara Ketua Kwartir Ranting Rancasari Rachman Surachman, S.Pd., didampingi Sekretaris Kwarran Rancasari Suherman, S.Pd., serta sejumlah undangan lainnya. Dalam sambutannya kak Rachman berharap agar kegiatan GPS ini dapat menjadi bekal pengetahuan bagi calon pemimpin ambalan maupun sangga di masing-masing gugus depan." Satu organisasi kalau dibumbui manajemen yang baik tentunya akan berjalan dengan baik pula, karena itu kegiatan ini sangat besar manfaatnya bagi calon-calon pemimpin baik pemimpin ambalan maupun sangga yang akhirnya dapat bermuara di wadah organisasi Dewan Kerja Ranting," ujar kak Rachman yang bangga kepada para pengurus DKR Rancasari yang telah melaksanakan kegiatan GPS tersebut. (TP)

Kategori

Kategori