BERITA DUKA: Wafatnya Kak M Yusri Nasution, Bp. Andalan Bid. Abdimas dan Siaga Bencana

BERITA DUKA: Wafatnya Kak M Yusri Nasution, Bp. Andalan Bid. Abdimas dan Siaga Bencana

517389_kak yusri.jpg

Inalillahi wainnaillaihi roji'un
BERITA DUKA: Pimpinan dan staf Kwarnas Gerakan Pramuka turut berbela sungkawa atas meninggalnya Kak M Yusri Nasution. Almarhum meninggal pada hari ini (tepatnya tadi pagi), tanggal 27 Juni 2012 di Cerbon, alamat rumah duka:

Jl. salam Raya No.12 RT 03 RW 3, Sumber, Cirebon

Almarhum semasa hidup dikenal sebagai aktivis lingkungan hidup dan aktif sebagai Pb. Andalan Nasional Bidang Abdimas dan Siaga Bencana kepengurusan Kwarnas Gerakan Pramuka masa bakti (2003-2008) dan (2008-2013)

METODE LATIHAN PRAMUKA PENEGAK

Secara jujur kita aakui, jumlah peserta didik Gerakan Pramuka golongan Penegak prosentasenya menurun jika dibandingkan dengan jumlah anak golongan Siaga dan Penggalang. Kalau kita amati, banyak peserta didik golongan siaga yang masih mau melanjutkan sebagai Pramuka Penggalang, namun apabila sudah memasuki usia Penegak, kebanyakan mereka sudah tidak berambisi lagi untuk bergabung menjadi Pramuka Penegak. Benarkah Pramuka Golongan Penegak kurang/tidak lagi menarik bagi pemuda seusia 16 – 20 tahun, sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian orang ? ataukah mungkin ada factor-faktor lain yang menyebabkan semua ini, sehingga perlu kita benahi agar kegiatan Penegak tetap diminati peserta didik. 

Apabila kita membaca sejarah kepanduan khususnya masalah kepenagakan, disitu akan kita ketahui, bahwa lahirnya Pramuka Golongan Penegak bukanlah merupakan ide dari pendiri kepramukaan “ Baden Powell “untuk diikuti oleh pemuda seusia penegak. Akan tetapi, lahinya Pramuka golongan Penegak ini justru dikerenakan tuntutan dari mereka sendiri ( pemuda golongan penegak ) untuk tetap memandu, melanjutkan kegiatannya sewaktu mereka masih sebagai Penggalang. Dengan demikian jelaslah bagi kita, bahwa sebenarnya Pramuka Penegak masih diminati pemuda, hanya saja bagaimana cara menciptakan “ porsi kegiatan kepramukaan “ yang cocok pada anak seusia inilah yang agak sulit.

Berbagai gagasan latihan untuk Penegak pernah dicoba oleh Baden Powell, namun kebanyakan gagasan itu ditarik kembali, dengan alasan kurang sesuai dengan yang dikehendaki mereka. Padahal, agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, syarat utamanya haruslah cocok dan sesuai dengan yang dikehendaki mereka, sehingga dapat menarik mereka untuk berbondong-bondong bergabung menjadi Pramuka Penegak. Akhirnya ditemukanlah bahan latihan yang cocok untuk mereka, yaitu suatu latihan yang dapat menambah dan melangkapi hal-hal yang belum didapatkan sewaktu mereka masih menjadi Siaga dan Penggalang, dalam rangka menciptakan warga Negara yang baik dan berguna. Sedangkan cara memberikannya dengan mempergunakan metode kepanduan dalam suasana hidup diluar dan bakti.

Karena kepramukaan mempunyai sifat nasional, internasional dan universal, maka metode latihan kepenegakan di Indonesia pun disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat dan Negara Indonesia. Dalam Gerakan Pramuka, Pramuka Penegak adalah kader-kader Pembina, yang mempunyai tugas untuk membangun Indonesia. Mereka menggabungkan diri dengan suka dan rela untuk bertugas :
1. membina diri sendiri dan sesama Pramuka
2. Berbakti kepada Tuhan, tanah air, bangsa dan Negara Republik Indonesia, yang kini sedang melaksanakan pembangunan untukmencapai masyarakat adil dan makmur.

Sedangkan latihannya dilaksanakan dari, oleh dan untuk mereka sendiri. Inilah gambaran latihan Kepenagakan yang menarik. Saya yakin, apabila prinsip ini dipegang teguh dalam melaksanakan latihan kepenegakan, niscaya latihan tersebut akan benar-benar menarik bagi peserta didik. Dan sekaligus dapat mengarah kepada upaya penacapaian tujuan Gerakan Pramuka.

Lalu kenapa pemuda kurang berminat untuk menjadi Pramuka Penegak? Menurut pengamatan kami, factor-faktornya dapat kami simpulkan sebagai berikut :

Bentuk latihan yang menoton dan mengulang latihan penggalang.

Salah satu factor yang menyebabkan pemuda kurang berminat untuk menjadi Pramuka Penegak adalah karena banyak di antara Pembina Penegak yang menyajikan acara latihannya seperti pada latihan penggalang. Sehingga kesannya di mata anak didik, latihan kepenegakan itu menoton dan membosankan. Lebih-lebih bagi mereka yang dahulunya aktif waktu menjadi penggalang jelas tidak tertarik untuk masuk menjadi Penegak.

Hal ini sebenarnya janganlah sampai terjadi. Meskipun ada beberapa mata acara latihan yang sama untuk anak penggalang dan penegak, suatu missal, cara mempergukan kompas, tetapi model penyampaiannya dan luas isi materi antara penggalang dan Penegak jelas berbeda. Untuk anak penggalang materi yang disampaikan mungkin sebatas pengenalan kompas, bagian-bagian dan fungsinya, serta cara mempergukannya secara praktis. Tetapi untuk anak Penegak akan lebih lagi, selain materi yang disampaikan di Penggalang, masih ditambah lagi tentang sejarah asal usul kompas, macam-macam bentuk kompas dari yang paling sederhana sampai ke paling modern, cara memilih jenis kompas, cara merawat, cara membuat kompas yang sederhana. Dan kalau perlu, mereka juga harus dapat menerangkan dan melatih orang lain terutama adik-adik siaga dan penggalang dalam mempergunakan kompas. Lebih baik lagi kalau mereka dapat menuliskan hal-hal tersebut hingga tersusun menjadi bentuk buku. Yang menyampaikan materinya juga tidak harus Pembina, tetapi mereka dapat saling berdiskusi dari pengetahuan dan bahan-bahan yang mereka peroleh sendiri. Sehingga mereka saling menambah dan melengkapi. Dengan demikian pengetahuan mereka tentang kompas akan semakin luas.

Demikian juga untuk mata acara yang lain, hendaknya janganlah selalu Pembina yang menyampaikan, sehingga akan terkesan terlalu menggurui. Berilah jalan dan dorongan kepada mereka, terutama pengurus Dewan Ambalan. Untuk dapat menyampaikan materi latihan kepada teman-temannya. Cara lain yang dapat kita tempuh adalah dengan memberikan masalah dan pertanyaan yang berhubungan dengan materi latihan. Para Penegak disuruh membahas masalah tersebut atau mencari jawaban pertanyaan-pertanyaan itu dengan cara berdiskusi atau membaca buku-buku. Kalau perlu tugaskan kepada mereka untuk menghubungi tokoh-tokoh atau instansi yang jelas menguasai atau ada hubungannya dengan materi tersebut.

Dengan demikian peserta didik akan sadar kekhilapannya dan cepat kembali ke jalan yang semestinya.

Terlebih untuk Ambalan yang masih baru didirikan, sebagai langkah awal Pembina harus banyak berperan. Baik dalam memberikan contoh cara memimpin jalanya latihan, mengurus administrasi maupun dalam membuat usulan kegiatan, petunjuk pelaksanaan, evaluasi dan laporan kegiatan. Pembina juga harus menjelaskan secara rinci tugas-tugas para Dewan Ambalannya sesuai dengan ketentuan yang benar.

Dengan demikian diharapkan Dewan Ambalan pertama yang berfungsi dengan baik dan benar. Ini sangat penting sekali, sebab biasanya pengurus masa bakti berikutnya sebagian besar mencontoh kerbiasaan Dewan Ambalan sebelumnya. jika awalnya sudah terbiasa suatu hal yang kurang baik dikhwatirkan akan menjadi tradisi turun temurun dalam Ambalan tersebut.

Taken from http://ambalanpramuka.blogspot.com
JAMBOREE 2013: una misión, muchas aventuras

JAMBOREE 2013: una misión, muchas aventuras

jamboree.pngHey amigos!, estoy realmente contento por entregarles la Primera Circular de lo que será el 8vo JAMBOREE nacional. Les entrego la circular completa que ha enviado hoy la dirección ejecutiva de la AGSCh para que la lean y compartan con compañeros de patrulla, jefes de unidad y responsables de grupo. 

En esta circular te enterarás de todos los principales antecedentes como el valor de la cuota, algunos módulos del programa y las distintas novedades que el JAMBOREE tiene preparado para ti.

Aquí les entrego algunas de los datos que no se pueden olvidar!!!
-FECHA: Del 27 de Enero al 03 de Febrero del 2013
-LUGAR: Picarquín (VI Región)
-Lema: Una misión, muchas aventuras
-Atención con las noticias de las Carpas y la Rifa!!!

Un apretón de mano izquierda, que lo disfruten y nos vemos allá!!!!

Primera Circular Jamboree 2013
Source: http://www.travesiascout.com
Dede Yusuf Bawa Pramuka Jabar Pecahkan Rekor Dunia

Dede Yusuf Bawa Pramuka Jabar Pecahkan Rekor Dunia

INILAH.COM, BANDUNG - Sebuah rekor baru dunia (Guiness Book of World Record) terpecahkan di Bandung. Tercatat 1.031 Pramuka Jawa Barat memecahkan rekor 'Indonesia Menggiring Bola' di Lapangan Tegallega Bandung, Minggu (24/06/12).

"Acara serupa di Surabaya dan Semarang tidak tembus 1.000 orang. Di Bandung, bersama Pramuka akhirnya acara Indonesia Mengoper Bola bisa tembus 1.031 pengoper bola," ujar Wagub Jabar yang juga Ketua Kwarda Pramuka Jabar Dede Yusuf.

Dede melakukan tendangan pertama acara tersebut di lapangan yang telah disediakan khusus berukuran 12 meter x 12 meter. Menurut Dede, pihak penyelenggara segera mendaftarkan rekor di Bandung ke London, Inggris untuk dicatat di Guiness Book of World Record.

"Mengoper bola tadi gampang-gampang susah. Perlu ketenangan, disiplin, dan kerja sama apalagi ini harus di atas seribu orang," tegasnya.

Awalnya acara Indonesia Mengoper Bola dimaksudkan untuk masyarakat umum. Siapa saja bisa ikut mendaftar dalam acara tersebut. "Kepada penyelenggara saya minta bagaimana kalau di Jabar ini bersama Pramuka saja supaya nilai patriotismenya lebih kentara," ucap Dede.

Pramuka lebih berdisplin, mudah diarahkan, dan semuanya memakai kacu Merah Putih. "Alhamdulillah semua Pramuka yang terlibat membuktikan mereka bisa mencatat rekor dunia itu," tandasnya.

Pramuka yang ikut serta dalam pemecahan rekor tadi datang dari Kwarcab Kota Bandung, Kwarcab Kabupaten Bandung, Kwarcab Sumedang, dan Kwarcab Kabupaten Bandung Barat.

Sebelumnya, Pramuka Jabar di bawah kepemimpinan Dede Yusuf juga telah mencatat rekor Muri (Museum Rekor Indonesia) untuk pergelaran Angklung Terlama di Monumen Juang Jawa Barat.[ang]
Indonesia's environmental steps creating meaningful changes

Indonesia's environmental steps creating meaningful changes

Gerakan Pramuka mobilised Scouts in different locations as it launched three environmental projects under the Messengers of Peace aimed at restoring coral reef, saving rivers and coastal areas.

In the communities of Pasir Putih, Situbondo, and East Java, 15 Scouts directly worked with the community through its “Scouts Coral Restoration Project” where they taught practical ways restoring and protecting vital reefs. Local Scouts in the area are currently building and maintaining the Coral Reef Conservation Community where Scouts share their knowledge to the communities on how to be eco-friendly and why it is important to protect coral reefs.

Seeing the river as another source of life, Scouts initiated the project “Saving the Planet, One River at a Time” where 100 local Scouts worked together in cleaning up the Pesanggrahan River at Lebak in South Jakarta. Scouts went around the villages to talk about the damaging effects of littering and provided them with river-friendly guidelines. Today, with the cleaning up of Pesanggrahan River, around 5400 residents enjoy having a clean and healthy place.
In Semarang City, since the Mangrove Trees – Saving Indonesia’s Coast project was initiated, Scouts have already covered 75-hectare coastal area by planting mangrove trees. Under this project, Scouts were equipped how to plant mangrove trees, develop skills in coastal ecology conservation which will benefit over 8,000 people. Presently, Scouts are continuing the work by filling up the remaining 85-hectare area with mangroves.

Scout leaders working on the project believe that it is vital for the community to understand the importance of a healthy environment. And having young people as the messengers will increase the communities’ overall knowledge as they have the drive to share experiences with their friends and families.
The three different projects in Indonesia become the platform of MoP to reinforce its goal by spreading peace through sustainable environment.


Persiapan PPSN Semakin Matang

Persiapan PPSN Semakin Matang


786259_Persiapan Kemah Santri semakin matang 2.JPG
TANJUNGPINANG, Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) ke 3 di Kota Batam, Kepulauan Riau bakal dimeriahkan dengan tabuhan 150 kompang yang dibawakan oleh siswa madrasah pondok pesantren di Batam. Selain itu, sebagai tuan rumah, Provinsi Kepri akan menghadirkan 500 orang Anggota Gerakan Pramuka yang berasal dari pondok pesantren se Prov. Kepri pada perhelatan akbar pramuka santri nusantara yang kabarnya akan diikuti sebanyak 6000 orang pramuka dari seluruh Indonesia termasuk official.
Kabid Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Prov.Kepri, Erman Zaruddin mengatakan, PPSN ke 3 di Prov. Kepri juga akan bergabung dengan Perkemahan Wirakarya Mahasiswa Perguruan Tinggi Islam. Saat ini, Kepri sedang melakukan tahap finishing penyediaan sarana-prasarana di Bumi Perkemahan (Buper) Raja Ali Kelana Batam.
            “Secara fisik, Buper Raja Ali Kelana sudah siap menerima kontingen hanya ada beberapa sarana prasarana yang perlu diperbaiki dan ditambah kualitasnya seperti akses jalan, air dan listrik, “ katanya pagi ini. (21/06)
Mendekati pelaksanaan PPSN pada tanggal 2 - 8 Juli 2012, Kanwil Kemenag Kepri semakin intens mengadakan pertemuan-pertemuan guna membahas dan menyatukan gerak langkah demi terselenggaranya event Pramuka santri tingkat nasional. Selain melakukan pertemuan dengan Kemenag Pusat, pembahasan dengan panitia daerah termasuk dinas instansi pemerintah daerah juga menjadi menu harian dan pekan menjelang pelaksanaan PPSN yang sudah didepan mata.
“Kerjasama dari kita semua, baik yang tergabung dalam SK (Red.: Surat Keputusan) maupun tidak sangat diharapkan, ini even bersama dan harus dikerjakan secara bersama-sama pula, ” ujarnya. KN, sumber Website Kementerian Agama, (tnt)
Perkempinas II Digelar di Jambi

Perkempinas II Digelar di Jambi


JAMBI - Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Propinsi Jambi akan menjadi tempat penyelanggaraan Perkemahan Puteri Nasional (Perkempinas) ke II di Bumi Perkemahan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi. Kegiatan diadakan 17 sampai 23 November 2012. 

Sebanyak 5.542 pramuka penegak dan pandega puteri akan hadir pada kegiatan ini.  Tidak hanya dihadiri peserta dari seluruh Indonesia saja, tetapi juga beberapa negara sahabat akan ikut andil dalam kegiatan khusus puteri ini. Antara lain dari Malaysia, Philipina, Australia, Singapura, Thailand dan Brunei Darussalam. 

Menurut Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jambi, Drs.H.Fachori Umar , MH pada Rapat Koordinasi Perkempinas, kemarin, ia optimis Jambi dapat melaksanakan even nasional itu. Karena, sebelumnya Provinsi Jambi pernah mengadakan MTQ tingkat Nasional dan kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
 
"Bumi perkemahan di Jambi juga dianggap telah memenuhi standar,“ ungkapnya. 
Dikatakan, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk membangun infrastruktur di lokasi bumi perkemahan. Di antaranya, menyusun rencana kegiatan yang bernuansa kepramukaan, handyscraf, IPTEK dan budaya Jambi. 

Juga tetap bersendikan IMTAQ dalam pelaksanaannya serta mempersiapkan sarana pendukung di luar lokasi bumi perkemahan seperti transportasi, objek wisata, komunikasi dan lain sebagainya, ungkapnya.
 
“Kegiatan ini dititikberatkan untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pramuka putri untuk memperluas pengetahuan, ketrampilan, dan pengalamannya. Kegiatan ini juga akan diikuti oleh setiap kwarcab Kabupaten/Kota se-Indonesia,” pungkasnya. (Sumber Berita: http://www.padangmedia.com)
Mahasiswa UII Juara Dunia Kompetisi ERPsim di Montreal, Kanada

Mahasiswa UII Juara Dunia Kompetisi ERPsim di Montreal, Kanada

uii juara dunia ERPsim di indonesiaproud wordpress com

Tiga mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, yaitu Diantika Pharamita, Muhammad Faizal, dan Putri Aini mengharumkan nama bangsa dengan menjadi juara 1 dunia  pada kompetisi internasional ERPsim ke-4 di Montreal, Kanada pada 20 Juni 2012.
ERPSim adalah sebuah game simulasi yang dikembangkan oleh HEC Montreal dengan berbasis SAP. Dengan ERPSim, mahasiswa melakukan simulasi pengambilan keputusan-keputusan bisnis, mulai dari penentuan harga, produksi, pemasaran dan sebagainya.
Nilai akhir ditentukan oleh profit yang mereka hasilkan, dan juga  presentasi tim menjelaskan mengapa dapat menang atau kalah, intinya lessons learned yang mereka dapat selama game tersebut.
Kompetisi tahunan yang diselenggarakan SAP ini,  berupa game simulasi bisnis dengan menggunakan software ERP (Enterprise Resource Planning) yang diikuti oleh 50  tim, dengan anggota masing-masing 3 mahasiswa, dari lebih dari 20 negara di seluruh dunia.

Dari 50 tim, hanya 15 tim yang berhak maju ke final. Selain UII, dari Indonesia ada juga tim Universitas Brawijaya, Malang.
ERP atau Sistem Perencanaan Sumber Daya Perusahaan adalah aplikasi perangkat lunak komputer yang terintegrasi dan menyeluruh. Secara arsitektural sistem, ERP dikembangkan berdasarkan modul-modul fungsional yang meliputi seluruh aspek sumber daya di dalam sebuah perusahaan/organisasi.
Secara historis, ERP berasal dari metamorfosis dari MRP (Manufacturing Resources Planning) yang diarahkan untuk kelompok usaha manufaktur.
Seiring dengan perkembangan teknologi, manajerial dan bisnis maka MRP pun berubah menjadi ERP. Istilah ERP sendiri diperkenalkan pertama kali oleh Gartner Group.
Dalam kompetisi yang digelar, peserta diharuskan menjalankan sebuah bisnis virtual selama 4 kuartal. Peserta menggunakan software ERP yang saat ini digunakan oleh sebagian besar perusahaan multinasional dunia dalam menjalankan usahanya.
Mahasiswa dalam kompetisi ini harus mengoperasikan logistik, distribusi, inventory, pengiriman dan penagihan sebuah perusahaan susu, di Jerman.
Sistem ERP yang digunakan dalam simulasi ini, digunakan oleh setiap perusahaan Fortune 1.000, dan disimulasi oleh SAP Lab di Montreal untuk dapat menggambarkan bagaimana produk yang dibuat diterima oleh pasar.
Tim SAP mahasiswa akuntansi ini mengikuti kompetisi SAP ERP untuk belajar menggunakan ERP system dalam menjalankan bisnis proses yang telah dipelajarinya dalam mata kuliah ERP di bangku kuliah, dengan dipandu  Drs. Suwaldiman, MAcc, Ak. Game simulasi ini berjalan secara cepat, setiap kuartal equivalen dengan 10 hari transaksi, berjalan kira-kira 10 menit. Total permainan 6 kuartal.
“Kondisi ekonomi didesain berbeda-beda tiap kuartal dan kami harus mencoba menjual barang pada setiap kondisi”, kata Muhammad Faizal, salah seorang anggota tim yang sesuai rencana akan lulus S1 akuntansi dalam 3 bulan mendatang.
“Prestasi ini semakin memantapkan profil lulusan akuntansi UII sebagai konsultan bisnis di lingkungan yang berbasis teknologi informasi, khususnya perusahaan yang menggunakan ERP System. Untuk itu ERP Competence Center Prodi Akuntansi akan menyelenggarakan program dalam rangka membuka potensi mahasiswa di ajang internasional lainnya.” kata Direktur ERP Competence Center, Dra. Primanita, MBA, Ak.
Sumber: uii.ac.id, kampus.okezone.com
Pramuka Dibekali Ketrampilan Pemandu Wisata

Pramuka Dibekali Ketrampilan Pemandu Wisata


Semarang – Selama ini kegiatan Pramuka identik dengan pembinaan cinta alam dan survival skill (keahlian bertahan hidup). Ternyata, ada kegiatan lainnya di Pramuka, yaitu pembentukan dan pengembangan wadah Satuan Karya Pramuka Pariwisata atau Saka Pariwisata. Diharapkan pramuka bisa menjadi Duta Wisata dan menyebarkan prinsip Sapta Pesona. Merekapun juga dibekali ketrampilan menjadi pemandu wisata yang baik, namun tetap dengan teknik pelatihan Pramuka.

Bakri, Direktur Pembedayaan Masyarakat Ditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Ungaran, Semarang mengatakan dari aspek penyuluhan bagaimana peran pramuka untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di tempat wisata untuk tertib, bersih, sejuk, indah sehingga meninggalkan kenangan.

"Dari segi pemanduan wisata bagaimana menciptakan suasana ramah. Mereka pun diajari bagaimana menjadi pemandu wisata yang baik bagi wisatawan, tentunya dengan tata cara dan teknik kepramukaan. Tetap menggunakan tata cara Pramuka namun dengan materi pelatihan kepariwisataan, bagimana mereka menerapkan di tempat-tempat umum dan lokasi wisata yang berpegang pada prinsip Sapta Pesona," ujar Bakri saat sosialisasi dan pembinaan program Sapta Pesona pada sejumlah Saka Pariwisata di Ungaran, Semarang, Selasa (19/06/2012).

"Ini juga untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka, sehingga bisa mendorong geliat pariwisata di daerah mereka masing-masing," tambah Bakri.

Saka Pramuka, jelas Bakri, menjadi wadah pendidikan bagi anggota Pramuka untuk mengembangkan keterampilan di bidang pariwisata. Tiga hal yang meliputi Saka Pramuka adalah Krida Penyuluh Pariwisata, Krida Pemanduan Wisata, dan Krida Kuliner Wisata. Ketiga hal tersebut diharapkan dapat mendukung dan menyukseskan program Sadar Wisata yang meliputi prinsip Sapta Pesona yaitu Aman, Tertib, Bersih, Ramah, Sejuk, Indah, dan Kenangan Terakhir.

Saka Pramuka siap menjadi Duta Wisata demi kemajuan pariwisata Indonesia.

Selain itu, ungkap Bakri, pembinaan tersebut juga dimaksudkan agar para anggota dapat menjadikan pariwisata sebagai pilihan profesi mereka di masa depan. "Siapa tahu ada anggota yang tidak mampu, sehingga tidak mampu melanjutkan kuliah ke jenjang universitas. Tapi dengan keterampilan pariwisata yang mereka miliki, mereka menopang diri bekerja di bidang pariwisata," jelas Bakri.

Ia menjelaskan pembinaan keterampilan bagi anggota Pramuka bisa saja berupa menjadi wirausaha di bidang pariwisata ataupun jasa seperti menjadi pemandu wisata. Karena itu, anggota pramuka bisa menjadi duta wisata untuk mengembangkan dan mempromosikan tempat Wisata di daerah masing-masing, termasuk juga desa Wisata.

Kedepan mereka tidak hanya mendapat pelatihan menjadi pemandu wisata tapi juga berhak mendapat sertifikat jasa pemandu wisata, tentunya dengan standarisasi nasional. Dengan harapan mereka bisa gunakan kedepannya untuk wirausaha ataupun bekerja.

Sumber : ultimoparadiso
KETEGARAN PRAMUKA

KETEGARAN PRAMUKA

KETEGARAN PRAMUKA

Di balik mata yang sendu terdapat semangat yang menggebu
Kau begitu tegar dengan keadaan
Hujan turun yang bernada sumbang
Semilir angin yang merubah suasana
Panas yang menyerang dengan garang
Dingin yang menyentuh tubuh
Terlalui dengan ketegaran jiwamu
Tersambut dengan kekuatan ragamu
Disini…..
Diantara jatuhnya ranting-ranting cemara
Diantara rimbunnya pohon belantara
Sekelompok jiwa yang bertujuan sama
Menguji mentalnya tuk menghadapi hari esok
Kelak…..
Tertoreh suatu memory demi memory
Yang dimana dan sampai kapanpun takkan pernah hilang dari ingatan
Karna…..
Ini terjadi begitu indah
Walau hanya berteduh dan berlindung dengan tenda
Namun…..
Suatu keceriaan terpancar pada wajah-wajah damai
Pada wajah-wajah generasi muda atas nama Pramuka
Hidup Pramuka…..
Semoga jiwa Pramuka
Takkan tergoyahkan oleh apapun yang mendera
Jambore dan Raimuna Cabang Kota Bandung

Jambore dan Raimuna Cabang Kota Bandung



BANDUNG - Sebanyak 6.000 anggota pramuka Kota Bandung tingkat siaga, penggalang, penegak pandega dan pembina/majelis pembimbing mengikuti Jambore Cabang V dan Raimuna Cabang XXIII Gerakan Pramuka Cabang Kota Bandung. Acara tersebut berlangsung di Bumi Perkemahan Mashudi (Kiara Payung), Jatinangor Kabupaten Sumedang, Jumat (15/6).

Jambore selama empat hari dibuka Wali Kota Bandung Dada Rosada sebagai Majelis Pembina Cabang (Mabicab) Pramuka Kota Bandung.

Dada Rosada berharap pramuka Kota Bandung terus maju dan eksis karena pramuka merupakan kegiatan yang berskala internasional.

"Pramuka harus maju karena sorotannya internasional. Saya pun sepakat, pramuka menjadi wadah untuk membina generasi muda agar siap menghadapi masa depan," ujar Dada.

Sumber : tribunnews
The exciting events in the Asia-Pacific Region

The exciting events in the Asia-Pacific Region

2012

June 2012
APR Workshop on Environment Education in Scouting, 4-7 June, Malaysia
* 15th Africa Scout Conference, 6-9 June
* APR Management Meeting, 14-16 June
APR Workshop for Correspondents, 22-25 June, Philippines
* 10th Indonesia National Rover Moot, 25 June - 1 July 2012
July 2012
* 10th National Rover Moot, 4-10 July, Indonesia
* Committee NSO Visit, 10-11 July, Kiribati
* CSPSA Forum, 16-20 July, New Caledonia
* Wood Badge (Advanced Unit Leaders) Training Course, 22-28 July, Fiji
* 1st International Jamboree, 27 July-3 Aug, Mongolia
August 2012
* 4th Inter-religious symposium, 1-5 August, Korea
* Consultancy Visit, 1-8 August, Cambodia
* 13th Korea National Jamboree, 2-8 August
* 8th APR Air/Internet Jamboree, 4-5 August, Korea
* Suncheon Board Meeting, 5 August, Korea
* Consultancy Training, 14-17 August, Philippines
* National Youth Programme Development Workshop, 23-27 August, Sri Lanka
* APR Staff Social Outing, 30 August-2 September
September 2012
Baden Powell Scout Peak Climb, 5-17 September, Nepal
APR Workshop on Membership Growth Review 2012, 7-10 September, Macau
* International Workshop on Youth for Change, 14-16 September, Thailand
* National Workshop on Building Management Capabilities, 18-21 September, Cambodia
* APR Community-Based Scouting Workshop, 21-24 September, India
* World Scout Committee Meeting, 29-30 September, Switzerland
October 2012
* SAARC Camp, 17-21 October, Pakistan
* JOTA/JOTI, 20-21 October
November 2012
* APR Course for Leader Trainers, 15-21 November, Bangladesh
* 7th APR Scout Youth Forum, 17-21 November, Bangladesh
* Chief Scout Executives Meet, 22 November, Bangladesh
* APR Sub-Committee Meetings, 23 November, Bangladesh
* Regional Scout Committee Meeting, 23 November, Bangladesh
24th APR Scout Conference, 24-29 November, Bangladesh
December 2012
* Executive Directors' Team Meeting, 10-14 December, Switzerland
* Ticket to Life Workshop, 17-20 December, Indonesia

2013

January 2013
* 12th New Zealand Venture - Venture South 2013, 5-14 January, New Zealand
March 2013
* Regional Scout Committee Meeting, 22-24 March
August 2013
30th APR Scout Jamboree, 1-7 August, Japan
* 14th World Scout Moot, 8-18 August, Canada
October 2013
* JOTA/JOTI

Perkemahan Santri Nusantara 2012

Perkemahan Santri Nusantara 2012

Bumi Perkemahan Raja Ali Kelana, Telagapunggur, pada 2 sampai 8 Juli nanti menjadi tempat pelaksanaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) III 2012. Persiapan apa saja yang dilakukan untuk menghadapi event yang akan diikuti santri dari pondok pesantren se-Indonesia itu?

Cuaca di areal Bumi Perkemahan Raja Ali Kelana, Telagapunggur, tampak cerah, Kamis (7/6) itu. Puluhan pekerja bangunan sibuk membangun sarana dan prasarana di areal seluas kurang lebih 22,99 hektare tersebut.

Secara umum perkemahan yang tengah dibangun ini terbagi dalam tiga areal. Areal pertama merupakan areal aktivitas umum santri. Areal kedua areal luar perkemahan dan ketiga merupakan areal perkemahan para santri. Keseluruhan areal dibangun oleh lima kontraktor dengan jenis pekerjaan berbeda dan anggaran yang bersumber dari APBD Batam.

Rahmat, pengawas pembangunan musala di areal pertama mengatakan, akan ada 2 musala seluas 20 x 27 meter, yang masing-masing dapat menampung setidaknya 300 jemaah. Kini pembangunan kedua musala itu memasuki tahap akhir.

"Musala di akses masuk ini diperuntukan bagi santri putra. Sedangkan musala yang di sana, dikususkan untuk santri putri," kata Rahmat, sambil menujuk ke arah musala santri putri.

Selain dua musala, ujar Rahmat, di areal ini juga sedang dibangun dua sarana outbond, pentas atau panggung dengan panjang 20 meter, penambahan luas lapangan dari 1 hektare menjadi 2 hektare, tempat wudu, tempat mandi cuci dan kakus (MCK) dan pos jaga.

Di areal kedua, sebut Rio, pengawas bagian perluasan lapangan, sedang di banggun jalan aspal, lapangan parkir seluas 5.008 meter persegi, gapura dan pagar. Pengaspalan jalan hanya sampai di gerbang masuk perkemahan.

"Di areal dalam perkemahan, akses jalan tetap dibiarkan jalan tanah agar terlihat alami. Jalan tanah hanya dilakukan perapian saja," ujar Rio.

Ketua Perkemahan dan Kegiatan PPSN 2012, Mardani Zuhri menyebutkan, areal ketiga ini luasnya 22,99 hekatare yang merupakan areal perkemahan para santri.

"Di areal ini tengah dibangun kaveling kemah. Jumlahnya sebanyak 740 unit. Di atas kaveling kemah ini pula, nantinya masing-masing sangga (regu) mendirikan tenda dan lainnya. Saat ini sudah 80 persen kaveling kemah yang selesai dibangun," kata Mardani ditemui Batam Pos di areal kaveling kemah.

Menurut Kepala Biro Kemasyarakatan Gugus Depan (Gudep) Ponpes Darunnajah Jakarta itu, jumlah kaveling kemah tersebut cukup untuk menampung peserta yang diperkirakan 8 ribu santri, dari dalam dan luar negeri. Jika tidak mencukupi, sebutnya, masih ada areal tambahan seluas lebih kurang 0,53 ha yang bisa dijadikan sebagai areal kaveling kemah tambahan.

Di areal ini, jelasnya, juga akan dibangun jaringan air bersih dan listrik. Pembangunan jaringan air untuk 8.000 peserta, sebutnya dilakukan bekerja sama dengan ATB Batam dan penyediaan suplai listrik dilakukan bersama PLN Batam.
Khusus jaringan listrik, kata dia, jalan di areal perkemahan akan diterangi lampu dan tiap kemah nantinya akan dialiri listrik plus stop kontak.

Dengan demikian, jelasnya, para santri dan ofisial peserta PPSN diharap tidak kesulitan mendapatkan akses listrik untuk mengecas hand phone, laptop atau note book, i-Pad dan barang-barang elektronik lainnya.

"Fasilitas lain juga akan dilengkapi dengan wi-fi. Juga akan dibangun 60 unit tempat MCK di dalam areal perkemahan ini," ujarnya.

Menurut Mardani, tiap sangga terdiri dari 8 orang santri. Masing-masing sangga akan memperoleh satu tenda, alas tenda, kacu kegiatan, buku saku, dan tanda pengenal. Selain itu, ujar dia, juga diberikan satu tabung gas, kompor, dan sembako.

"Semua itu diberikan secara gratis. Tinggal alat masak saja yang dibawa masing-masing sangga," jelasnya.

Mengenai pengamanan, Mardani mengatakan, tanggung jawab pengamanan diserahkan kepada kepolisian dan TNI Angkatan Darat (AD). Sistem pengamanan, sebutnya, terbagi dua, yakni pengamanan dalam dan pengamanan luar.
"Pengamanan dalam dilakukan anggota Pramuka Saka Bhayangkara (Saka Kepolisian) bersama Saka Wirakartika (Saka TNI AD). Sedangkan pengamanan luar areal dilakukan personel kepolisian dan TNI AD," ujarnya

Sumber : batampos

Raimuna Nasional 2012 Diundur



Sesuai surat edaran Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor 0543-00-B tertanggal 5 Juni 2012, kegiatan akbar Penegak Pandega yaitu Raimuna Nasional 2012 yang awalnya diadakan pada tanggal 25 Juni - 1 Juli 2011 "diundur" di karenakan menyesuaiakn dengan jadwal Presiden SBY, sehingga pembukaan mejadi tanggal 4 Juli 2012 , serta penutupan tanggal 10 Juli 2012 

Pengen obrolan seru tentang Rainas 2012 kunjungi grup Kwartir Nasional 

Sumber : Humas Kwarnas di postingan grup Kwartir Nasional
Gubernur Papua Laporkan Persiapan Raimuna X Pramuka pada Presiden

Gubernur Papua Laporkan Persiapan Raimuna X Pramuka pada Presiden

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Menpora Andi Mallarangeng hari Senin (4/6) sore di Kantor Presiden menerima Penjabat Gubernur Papua Syamsul Arief Rivai dan Ketua Kwartir Nasional Azrul Azwar. Hadir pula Menteri Pendidikan Muh Nuh dan Menteri Peranan Wanita Linda Gumelar.

Kehadiran Ketua Kwarnas dan Gubernur Papua itu untuk melaporkan persiapan pembukaan dan penyelenggaraan Raimuna Pramuka X yang akan digelar di Bumi Perkemahan Cendrawasih Jayapura, Papua. Kepada wartawan usai pertemuan tersebut, Syamsul didampingi Azrul, Ketua Kwarda Papua Alex Hesegem, Sekda Provinsi Papua selaku Ketua Panpel pelaksanaan Raimuna X Constan Karma menjelaskan kedatangan mereka. Raimuna adalah pertemuan besar Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega (usia 16 – 25 tahun) se-Indonesia

"Maksud kehadiran kami mengundang dengan hormat Bapak Presiden dan Ibu Negara dalam pembukaan Raimuna X pada 25 Juni di Jayapura," jelas Syamsul. Menurut Syamsul, Presiden merespon positif undangan tersebut dan mempertimbangkan untuk hadir dalam pembukaan event akbar bagi Pramuka Indonesia itu. Syamsul juga mengatakan Bumi Perkemahan Cendrawasih secara infrastruktur siap terutama pada saat pembukaan.

Menurut Menpora Andi Mallarangeng, Presiden SBY mengupayakan akan hadir dan sedang dicari waktu yang tepat. Pada saat bersamaan Presiden harus hadir dalam pertemuan negara-negara G20. "Presiden memberi dukungan penuh untuk acara Raimuna sebagai bagian dari revitalisasi Pramuka dan bagian aktivitas anak muda," kata Menpora.

Sumber : kemenpora.go.id
Pramuka Nunukan Berprestasi di Malaysia

Pramuka Nunukan Berprestasi di Malaysia


411432_Pramuka Nunukan.JPGNUNUKAN - Kontingen Pramuka Kwartir Cabang Nunukan menorehkan prestasi pada Pra Jambori 100 Tahun Berpengakap Tawau, Sabah yang digelar di Kompleks Sukan Tawau, 17-20 Mei 2012.
Pada acara itu, anggota Pramuka SMK 1 Nunukan Juraidah memperoleh juara 1 iron women.
Sementara anggota Pramuka SMA 1 Nunukan Selatan Ramli memperoleh juara 3 iron man. Pada kegiatan tersebut, para peserta harus berlari pada jarak tertentu dilanjutkan dengan berenang dilanjutkan berlari dan berakhir setelah berenang lagi.  Pramuka Kwarcab Nunukan juga memperoleh juara 3 pada malam tarian kebudayaan.

Ketua Kontingen Pramuka Kwarcab Nunukan Sudi Darma mengatakan, kegiatan yang dipertandingkan diikuti seluruh peserta Pra Jambori. Selain dari Kabupaten Nunukan, kegiatan itu juga diikuti Pengakap dari perwakilan yang ada di Sabah seperti Kunak, Sampoerna dan Lahad Datu.

Sedikitnya ada 1.000 peserta mulai dari tingkat sekolah dasar, SMP dan SMA yang ikut berpartisipasi pada kegiatan tersebut. “Alhamdulillah kami bisa membawa nama baik Indonesia. Kegiatan ini diikuti ratusan peserta,” ujarnya.

Saat berlangsungnya kegiatan itu, Kepala Perwakilan Republik Indonesia di Tawau Muhammad Saleh bersama istri berkesempatan mengunjungi perkemahan peserta asal Indonesia. Selain itu hadir pula Konsul Fungsi Pendidikan Sosial Budaya Widoratno Rahendra Jaya, Konsul Muda Fungsi Protokol dan Ekonomi Ramadhan, Staf Teknis LO Polri Kompol Fibri dan LO TNI Kapten Herlambang. Dalam kesempatan itu pula,  Muhammad Saleh memberikan cenderamata kepada kontingen Pramuka Nunukan. (Sumber Berita: Editor: Hendra Gunawan  |  Sumber: Tribun Kaltim/Niko Ruru) 
Revitalisasi Pramuka Jabar paling progresif

Revitalisasi Pramuka Jabar paling progresif

SUKABUMI, Perkembangan pramuka pada saat ini menyebabkan sejumlah kepala daerah tertarik untuk menjadi Ketua Kwarcab. Bahkan sedikitnya ada delapan kepala daerah yang menjadi Ketua Kwarcab. Padahal, pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Ketua Kwarcab berasal dari pensiunan

Revitalisasi gerakan pramuka Jawa Barat (Jabar) dinilai paling progresif di Indonesia. Hal ini didasarkan pada adanya gerakan pembaharauan Pramuka yang masif di sejumlah daerah. ''Berdasarkani data dari Kwartir Nasional (Kwarnas), revitalisasi Pramuka di Jawa Barat merupakan paling progresif,''Kata Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jabar, Dede Yusuf kepada wartawan seusai pelantikan pengurus Majelis Pembimbing dan Kwarcab Pramuka Kabupaten Sukabumi, di Gedung Negara Pendopo Sukabumi Kamis (31/5)

Dikatakan Dede Yusuf, gerakan revitalisasi yang dilakukan sangatlah tidak sedikit, diantaranya rencana pembuatan peraturan daerah (Perda) tentang penguatan gerakan Pramuka seperti yang dilakukan di Kabupaten Sukabumi. Sebelumnya, tiga kabupaten Jabar sudah lebih dulu menyatakan diri sebagi Kabupaten Pramuka yakni Cianjur, Bogor, dan Kuningan.paparnya

Gerakan revitalisasi tersebut lanjut Dede, juga telah menmbah pelatih kursus mahir tingkat dasar (KMD) Pramuka. Lantaran yang sebelumnya pelatih tersebut berjumlah 400 orang pelatih KMD, sekarang menjadi 1.200 orang Pembina. Kemudian anggota pramuka Jabar pun saat ini membantu dalam pengembangan usaha mikro. Bahkansudah ada 600 konsultan pengembangan usaha mikro dari pramuka yang disebar ke daerah, paparnya
Langkah progresif ini,tambahnya, telah membuktikan peranan Pramuka tidak hanya sekedar memasang plang nama organisasi. Akan tetapi Pramuka harus apat bekerja sama dan mendukung pembangunan di wilayahnya.

Sementara itu Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Pramuka Kabupaten Sukabumi, Sukmawijaya mengatakan, untuk di Kabupaten Sukabumi pihaknya akan terus di perkuat dan dengan adanya Perda yang saat ini tengah dirancang, sehingga kegiatan kepramukaan kedepannya akan lebih meningkat , tuturnya

Ditempat yang sama, Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Sukabumi, Marwan Hamami mengharapkan, kedepannya pramuka dapat lebih berperan aktif dalam pembangunan dan kegiatan sosial.tandasnya

Sumber : tvberita
PRAMUKA JADI LOKOMOTIF PENDIDIKAN KARAKTER

PRAMUKA JADI LOKOMOTIF PENDIDIKAN KARAKTER

Kupang - Wagub NTT, Esthon Foenay ketika membuka Kursus Mahir Dasar dan Kursus Mahir Lanjutan Pembina Pramuka sedaratan Timor, Sumba, Sabu Rote di aula UPT PPNFI NTT Senin (28/5) mengemukakan, gerakan Pramuka bisa menjadi lokomotif atau penggerak pendidikan karakter bangsa Indonesia.

" Dalam lagu Indonesia Raya ada bait yang berbunyi bangunlah badannya – bangunlah jiwanya, sehingga Pramuka diharapan bisa menjadi lokomotif pendidikan karakter demi pembangunan berkelanjutan di Indonesia", Ungkap Ketua harian pembimbing daerah gerakan atau ketua Mabida Pramuka NTT ini.

Esthon menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan kursus bagi Pembina yang bisa bermanfaat bagi para Pembina sehingga terjadi peningkatan kualitas para Pembina yang tentunya akan berdampak pada pembinaan peserta didik.

Ia berharap peserta memanfaat kesempatan tersebut untuk menempah diri sebab dari 33 provinsi hanya 17 provinsi yang dapat alokasi dana sebesar 930 juta rupiah untuk menyelenggarakan kursus bagi Pembina termasuk NTT.

Ketua panitia kursus, Sinun Petrus Manuk menjelaskan, tujuan KMD dan KML adalah memberikan bekal pengetahuan praktis bagi Pembina pramuka dari tingkat siaga, tingkat penggalang, penegak dan pandega.

Piet Manuk menyebutkan, Kursus Pembina Pramuka se-NTT ini diselenggarakan sebanyak 5 tahap pada 5 kwartir cabang dengan peserta 389 orang dari rencana semula 372 orang.

" Kelima tahapan kursus ini yakni di Kota Kupang, Belu, Lembata dan Sikka dengan peserta dan jadwalnya bervariasi", ujar Sekretaris Kwarda Pramuka NTT ini.

Pembukaan kursus itu diikuti ketua Kwarda Pramuka NTT, Lusia Adinda Lebu Raya, para wakil ketua dan sejumlah anggota pramuka Kota Kupang.

Sumber : trillolok.com

Kategori

Kategori