Draft ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA

Draft ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA


oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pada 28 April 2012 pukul 18:36 ·
(Bahan Munaslub 2012)



BAB I
NAMA, STATUS, TEMPAT, WAKTU, DAN HARI PRAMUKA

Pasal 1

(1) Organisasi ini bernama Gerakan Pramuka.
(2) Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka dan berstatus badan hukum.
(3) Gerakan Pramuka berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia.
(4) Gerakan Pramuka ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961 tanggal 20 Mei 1961 sebagai kelanjutan dan pembaruan Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia, dan didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan.
(5) Hari Pramuka tanggal 14 Agustus bertepatan dengan penganugerahan Panji Gerakan Pramuka oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961.


BAB II
ASAS, TUJUAN, TUGAS POKOK, DAN FUNGSI

Pasal 2
Gerakan Pramuka berasaskan Pancasila.


Pasal 3
Gerakan pramuka bertujuan untuk membentuk setiap Pramuka agar menjadi: a. manusia yang memiliki:
1) kepribadian yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa;
2) kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia;
3) jasmani yang sehat dan kuat; dan
4) kepedulian terhadap lingkungan hidup. b. warga negara Republik Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa dan negara.


Pasal 4
Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, bertanggungjawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan serta membangun dunia yang lebih baik.


Pasal 5
Gerakan Pramuka berfungsi sebagai penyelenggara pendidikan nonformal di luar sekolah dan di luar keluarga dan sebagai wadah pembinaan dan pengembangan kaum muda dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan serta berlandaskan Sistem Among.


BAB III
SIFAT
Pasal 6
(1) Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan nonformal di luar sistem pendidikan sekolah (formal) dan di luar sistem pendidikan keluarga (informal) yang menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi kaum muda.
(2) Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan yang keanggotaannya bersifat sukarela, mandiri, tidak membedakan suku, ras, golongan, dan agama.
(3) Gerakan Pramuka bukan organisasi kekuatan sosial-politik, bukan bagian dari salah-satu organisasi kekuatan sosial-politik dan tidak menjalankan kegiatan politik praktis.
(4) Gerakan Pramuka menjamin kemerdekaan tiap-tiap anggotanya untuk memeluk agama dan kepercayaan masing-masing serta beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu.



BAB IV
PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN
Bagian Kesatu
Prinsip Dasar Kepramukaan, Metode Kepramukaan, dan
Kode Kehormatan Pramuka
Pasal 7
Prinsip Dasar Kepramukaan meliputi:
  1. iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  2. peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya;
  3. peduli terhadap diri pribadinya; dan
  4. taat kepada Kode Kehormatan Pramuka.

Pasal 8
Metode Kepramukaan adalah metode belajar interaktif dan progresif yang dilaksanakan melalui:
  1. pengamalan Kode Kehormatan Pramuka;
  2. belajar sambil melakukan;
  3. kegiatan berkelompok, bekerjasama dan berkompetisi;
  4. kegiatan yang menarik dan menantang;
  5. kegiatan di alam terbuka;
  6. kehadiran orang dewasa yang memberikan bimbingan, dorongan, dan dukungan;
  7. penghargaan berupa tanda kecakapan;
  8. satuan terpisah antara putra dan putri;
  9. sistem among; dan
  10. kiasan dasar.


Pasal 9
(1) Kode Kehormatan Pramuka terdiri dari janji yang disebut satya dan ketentuan moral yang disebut darma.
(2) Kode Kehormatan Pramuka merupakan kode etik anggota Gerakan Pramuka baik dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat.
(3) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota Gerakan Pramuka disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan jiwa dan jasmaninya yaitu:
  1. Kode Kehormatan Pramuka Siaga terdiri atas Dwisatya dan Dwidarma Pramuka;
  2. Kode Kehormatan Pramuka Penggalang terdiri atas Trisatya Pramuka Penggalang dan Dasadarma; dan
  3. Kode Kehormatan Pramuka Penegak, Pramuka Pandega dan anggota dewasa terdiri atas Trisatya Pramuka Penegak, Pramuka Pandega dan anggota dewasa dan Dasadarma.


Bagian Kedua
Jalur dan Jenjang
Pasal 10
Pendidikan kepramukaan dalam sistem pendidikan nasional termasuk dalam jalur pendidikan nonformal yang diperkaya dengan pendidikan nilai-nilai Gerakan Pramuka dalam pembentukan kepribadian yang berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup.



Pasal 11
Jenjang pendidikan kepramukaan terdiri atas jenjang pendidikan:
  1. siaga;
  2. penggalang;
  3. penegak; dan
  4. pandega.

Bagian Ketiga
Peserta Didik, Tenaga Pendidik, dan Kurikulum

Pasal 12
(1) Peserta didik adalah warga negara Indonesia yang berusia 7 sampai dengan 25 tahun yang mengikuti pendidikan kepramukaan.
(2) Peserta didik terdiri dari:
  1. Pramuka Siaga;
  2. Pramuka Penggalang;
  3. Pramuka Penegak; dan
  4. Pramuka Pandega.

Pasal 13
(1) Tenaga pendidik dalam pendidikan kepramukaan terdiri dari:
  1. Pembina Pramuka;
  2. Pelatih Pembina Pramuka;
  3. Pamong Satuan Karya Pramuka; dan
  4. Instruktur.
(2) Tenaga pendidik harus memenuhi persyaratan standar tenaga pendidik dalam Gerakan Pramuka.

Pasal 14
Kurikulum pendidikan kepramukaan mencakup aspek nilai dan kecakapan disusun sesuai dengan jenjang pendidikan kepramukaan dan harus memenuhi persyaratan standar.

Bagian Keempat
Satuan Pendidikan Kepramukaan

Pasal 15
Satuan pendidikan kepramukaan terdiri dari:
  1. gugus depan,
  2. satuan karya pramuka, dan
  3. pusat pendidikan dan pelatihan.

Pasal 16
(1) Gugus depan merupakan satuan organisasi dan satuan pendidikan terdepan.
(2) Gugus depan meliputi gugus depan berbasis satuan pendidikan dan gugus depan berbasis komunitas.
(3) Gugus depan berbasis satuan pendidikan meliputi gugus depan yang berpangkalan di lingkungan pendidikan formal.
(4) Gugus depan berbasis komunitas meliputi gugus depan komunitas kewilayahan, agama, profesi, organisasi kemasyarakatan dan komunitas lain.


Pasal 17
(1) Satuan karya pramuka, disingkat saka, merupakan satuan organisasi (organisasi pendukung) dan satuan pendidikan bagi pramuka penegak dan pramuka pandega.
(2) Saka adalah satuan pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat, dan pengalaman para pramuka penegak dan pramuka pandega dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pasal 18
(1) Pusat pendidikan dan pelatihan Gerakan Pramuka disingkat pusdiklat, merupakan bagian integral dari kwartir yang mempunyai tugas pokok dan fungsi menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan anggota Gerakan Pramuka, melakukan evaluasi kurikulum pendidikan kepramukaan, dan sertifikasi kompetensi tenaga pendidik.
(2) Pusat pendidikan dan pelatihan Gerakan Pramuka berada di tingkat cabang, daerah, dan nasional.

Bagian Kelima
Evaluasi, Akreditasi, dan Sertifikasi
Pasal 19
(1) Evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan kepramukaan sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan kepramukaan kepada pihak yang berkepentingan.
(2) Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik, tenaga pendidik, dan kurikulum, pada setiap jenjang dan satuan pendidikan kepramukaan.
(3) Evaluasi terhadap peserta didik dilakukan oleh pembina.
(4) Evaluasi terhadap tenaga pendidik dilakukan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Nasional.
(5) Evaluasi terhadap kurikulum pendidikan kepramukaan dilakukan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Nasional.

Pasal 20
(1) Akreditasi dilakukan untuk menentukan kelayakan satuan pendidikan kepramukaan pada setiap jenjang pendidikan kepramukaan.
(2) Akreditasi dilakukan atas dasar kriteria yang bersifat terbuka dan dilakukan oleh lembaga akreditasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.


Pasal 21
(1) Sertifikasi dilakukan terhadap peserta didik dan tenaga pendidik sebagai pengakuan kompetensi yang dimilikinya.
(2) Sertifikasi bagi peserta didik berbentuk tanda kecakapan dan bagi tenaga pendidik berbentuk sertifikat kompetensi.
(3) Tanda kecakapan diberikan sebagai pengakuan terhadap kompetensi peserta didik melalui penilaian terhadap perilaku dalam pengamalan nilai serta uji kecakapan umum dan uji kecakapan khusus sesuai dengan jenjang pendidikan kepramukaan oleh pembina.
(4) Sertifikat kompetensi diberikan sebagai pengakuan terhadap kompetensi tenaga pendidik melalui penilaian yang dilaksanakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka Tingkat Nasional.

BAB V
ORGANISASI

Bagian Kesatu
Keanggotaan

Pasal 22
(1) Anggota Gerakan Pramuka adalah warga negara Republik Indonesia yang terdiri atas: a. anggota biasa:
1. anggota muda adalah anggota yang berusia 7 sampai dengan 25 tahun disebut peserta didik;
2. anggota dewasa adalah anggota yang berusia di atas 25 tahun yang terdiri dari tenaga pendidik, dan majelis pembimbing, andalan, pimpinan satuan karya pramuka, pimpinan satuan komunitas pramuka, staf kwartir, dan anggota gugus darma pramuka. b. anggota kehormatan adalah anggota yang diangkat karena telah berjasa kepada Gerakan Pramuka.
(2) Warga negara asing dapat bergabung dalam suatu gugus depan sebagai anggota tamu.


Pasal 23
Kepala Negara Republik Indonesia adalah Pramuka Utama.

Bagian Kedua
Kelembagaan

Pasal 24
Kelembagaan dalam Gerakan Pramuka terdiri dari:
  1. satuan organisasi;
  2. majelis pembimbing;
  3. organisasi pendukung; dan
  4. lembaga pemeriksa keuangan.

Pasal 25
Satuan organisasi gerakan pramuka terdiri atas:
a. gugus depan; dan
b. kwartir.

Pasal 26
(1) Gugus depan adalah satuan pendidikan dan satuan organisasi terdepan penyelenggara pendidikan kepramukaan dan wadah berhimpun peserta didik.
(2) Gugus depan lengkap terdiri atas:
  1. perindukan siaga;
  2. pasukan penggalang;
  3. ambalan penegak; dan
  4. racana pandega.

Pasal 27
(1) Kwartir adalah satuan organisasi pengelola Gerakan Pramuka yang dipimpin secara kolektif pada setiap tingkatan wilayah.
(2) Kwartir terdiri atas:
  1. kwartir ranting, yang mengoordinasikan gugus depan di satu wilayah kecamatan /distrik;
  2. kwartir cabang, yang mengoordinasikan kwartir ranting di satu wilayah kabupaten/kota;
  3. kwartir daerah, yang mengoordinasikan kwartir cabang di satu wilayah provinsi; dan
  4. Kwartir Nasional, yang mengoordinasikan kwartir daerah di wilayah Republik Indonesia dan gugus depan di perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.

Pasal 28
(1) Kepengurusan kwartir ranting dipilih oleh pengurus gugus depan di wilayahnya secara demokratis melalui musyawarah kwartir.
(2) Kepengurusan kwartir cabang, daerah, dan nasional dipilih oleh pengurus kwartir di wilayahnya secara demokratis melalui musyawarah kwartir.
(3) Kepengurusan kwartir tidak terikat dengan jabatan publik secara ex-officio.

Pasal 29
(1) Di setiap kwartir dibentuk dewan kerja sebagai badan kelengkapan kwartir.
(2) Dewan kerja terdiri dari perwakilan pramuka penegak dan pramuka pandega di wilyahnya.
(3) Dewan kerja berfungsi sebagai wadah kaderisasi kepemimpinan dan bertugas membantu pimpinan kwartir dalam mengelola kegiatan pramuka penegak dan pramuka pandega.


Pasal 30
(1) Pada setiap gugus depan dan kwartir dibentuk majelis pembimbing.
(2) Majelis pembimbing bertugas memberikan bimbingan moral dan organisatoris serta memfasilitasi penyelenggaraan pendidikan kepramukaan.
(3) Majelis pembimbing terdiri dari unsur:
  1. Pemerintah;
  2. pemerintah daerah;
  3. tokoh masyarakat; dan
  4. tokoh pramuka.
(4) a. Majelis Pembimbing Nasional diketuai oleh Presiden Republik Indonesia. b. majelis pembimbing daerah diketuai oleh gubernur.
c. majelis pembimbing cabang diketuai oleh bupati/walikota d. majelis pembimbing ranting diketuai oleh camat/kepala distrik e. majelis pembimbing gugus depan diketuai oleh seorang ketua yang dipilih dari dan oleh anggota.


Pasal 31
(1) Satuan organisasi Gerakan Pramuka sesuai dengan tingkatannya dapat membentuk organisasi pendukung.
(2) Organisasi pendukung terdiri dari:
  1. satuan karya pramuka;
  2. gugus darma pramuka;
  3. satuan komunitas pramuka;
  4. pusat penelitian dan pengembangan;
  5. pusat informasi; dan
  6. badan usaha.

Pasal 32
(1) Satuan karya pramuka sebagai organisasi pendukung di tingkat kwartir dipimpin secara kolektif oleh suatu pengurus yang disebut pimpinan saka.
(2) Pimpinan saka adalah bagian integral dari kwartir.


Pasal 33
Gugus darma pramuka adalah wadah pengabdian bagi anggota dewasa Gerakan Pramuka untuk memajukan Gerakan Pramuka dan berbakti pada masyarakat, bangsa, dan negara.


Pasal 34
(1) Satuan komunitas pramuka disingkat sako, adalah satuan organisasi penyelenggara pendidikan kepramukaan yang berbasis antara lain profesi, aspirasi, dan agama.
(2) Sako merupakan himpunan dari gugus depan berbasis komunitas dan berbasis satuan pendidikan yang mempunyai kekhususan dalam aspirasi dan agama.
(3) Sako di tingkat kwartir dipimpin secara kolektif oleh suatu pengurus yang disebut pimpinan sako.
(4) Pimpinan sako adalah bagian integral dari kwartir.


Pasal 35
Pusat penelitian dan pengembangan Gerakan Pramuka merupakan bagian integral dari kwartir dan berfungsi sebagai wadah penelitian dan pengembangan Gerakan Pramuka.


Pasal 36
Pusat informasi Gerakan Pramuka merupakan bagian integral dari kwartir dan berfungsi sebagai wadah pelayanan informasi baik di dalam maupun di luar lingkungan Gerakan Pramuka.

Pasal 37
Badan usaha Gerakan Pramuka merupakan bagian integral dari kwartir dan berfungsi sebagai wadah pengembangan usaha dalam rangka mendukung pendanaan Gerakan Pramuka.

Pasal 38
(1) Lembaga pemeriksa keuangan Gerakan Pramuka adalah lembaga independen yang dibentuk musyawarah Gerakan Pramuka dan bertanggungjawab kepada musyawarah Gerakan Pramuka.
(2) Lembaga pemeriksa keuangan berfungsi mengawasi dan memeriksa keuangan kwartir.


Pasal 39
(1) Dewan kehormatan Gerakan Pramuka merupakan badan yang dibentuk oleh kwartir dan gudep serta bertanggung jawab kepada ketua kwartir atau ketua gudep.
(2) Dewan kehormatan Gerakan Pramuka berfungsi memberi pertimbangan kepada ketua kwartir atau ketua gudep dalam pemberian anugerah, penghargaan, sanksi, dan rehabilitasi.



BAB VI
MUSYAWARAH DAN REFERENDUM

Pasal 40
(1) Musyawarah Gerakan Pramuka adalah forum tertinggi dalam Gerakan Pramuka, di tingkat kwartir/gugus depan.
(2) Musyawarah Gerakan Pramuka di tingkat nasional diselenggarakan 5 (lima) tahun sekali.
(3) Musyawarah Gerakan Pramuka di tingkat daerah diselenggarakan 5 (lima) tahun sekali.
(4) Musyawarah Gerakan Pramuka di tingkat cabang diselenggarakan 5 (lima) tahun sekali.
(5) Musyawarah Gerakan Pramuka di tingkat ranting dan gugus depan diselenggarakan 3 (tiga) tahun sekali.


Pasal 41
Dalam menghadapi hal-hal yang luar biasa dan mendesak, kwartir Gerakan Pramuka dapat menyelenggarakan suatu referendum.



BAB VII
ATRIBUT

Pasal 42
(1) Gerakan Pramuka memiliki atribut berupa:
a. lambang;
b. bendera;
c. panji;
d. himne, dan
e. pakaian seragam.
(2) Atribut Gerakan Pramuka didaftarkan hak ciptanya.


Pasal 43
Lambang Gerakan Pramuka adalah tunas kelapa.


Pasal 44
Bendera
Bendera Gerakan Pramuka berbentuk empat persegi panjang, berukuran tiga banding dua, warna dasar putih dengan lambang Gerakan Pramuka di tengah berwarna merah, di atas dan di bawah lambang Gerakan Pramuka terdapat garis merah sepanjang “panjang bendera” dan di sisi tiang terdapat garis merah sepanjang “lebar bendera”.


Pasal 45
Panji Gerakan Pramuka adalah Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia yang dianugerahkan oleh Presiden Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 448 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961.


Pasal 46
Himne Gerakan Pramuka adalah lagu Satya Darma Pramuka yang diciptakan oleh Husein Mutahar.


Pasal 47
Untuk mempererat rasa persatuan dan kesatuan serta meningkatkan disiplin, anggota Gerakan Pramuka menggunakan pakaian seragam beserta tanda-tandanya.



BAB VIII
HAK DAN KEWAJIBAN

Pasal 48
Setiap peserta didik berhak:
  1. mengikuti pendidikan kepramukaan;
  2. menggunakan atribut pramuka;
  3. mendapatkan sertifikat dan/atau tanda kecakapan kepramukaan; dan
  4. mendapatkan perlindungan selama mengikuti kegiatan kepramukaan.

Pasal 49
Setiap peserta didik berkewajiban:
  1. melaksanakan Kode Kehormatan Pramuka;
  2. menjunjung tinggi harkat dan martabat Pramuka; dan
  3. mematuhi semua persyaratan dan ketentuan pendidikan kepramukaan

Pasal 50
Orang tua peserta didik berhak mengawasi penyelenggaraan pendidikan kepramukaan dan memperoleh informasi tentang perkembangan anaknya.


Pasal 51
Orang tua peserta didik berkewajiban untuk:
  1. membimbing, mendukung, dan membantu anak dalam mengikuti pendidikan kepramukaan; dan
  2. membimbing, mendukung, dan membantu satuan pendidikan kepramukaan sesuai dengan kemampuan.

Pasal 52
Masyarakat berhak untuk berperan serta dan memberikan dukungan sumber daya dalam kegiatan pendidikan kepramukaan.




BAB IX
PENDAPATAN DAN KEKAYAAN

Pasal 53
Pendapatan Gerakan Pramuka diperoleh dari:
  1. iuran anggota;
  2. bantuan majelis pembimbing;
  3. sumbangan masyarakat yang tidak mengikat;
  4. bantuan Pemerintah/pemerintah daerah melalui APBN/APBD;
  5. sumber lain yang tidak bertentangan, baik dengan peraturan perundang-undangan maupun dengan Kode Kehormatan Pramuka; dan
  6. usaha dana, badan usaha/koperasi yang dimiliki Gerakan Pramuka.


Pasal 54
(1) Kekayaan Gerakan Pramuka terdiri dari barang bergerak dan tidak bergerak serta hak milik intelektual.
(2) Pengalihan kekayaan Gerakan Pramuka yang berupa barang tidak bergerak, harus diputuskan berdasarkan hasil rapat pleno pengurus kwartir dan persetujuan musyawarah kwartir.




BAB X
PEMBUBARAN

Pasal 55
(1) a. Gerakan Pramuka hanya dapat dibubarkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka yang khusus diadakan untuk itu.
b. Musyawarah Nasional tersebut harus diusulkan oleh sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah kwartir daerah. c. Musyawarah Nasional untuk membicarakan usul pembubaran Gerakan Pramuka dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah kwartir daerah. d. Usul pembubaran Gerakan Pramuka diterima oleh Musyawarah Nasional jika disetujui dengan suara bulat.
(2) Jika Gerakan Pramuka dibubarkan, maka cara penyelesaian kekayaan milik Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Musyawarah Nasional yang memutuskan pembubaran itu.


BAB XI
ANGGARAN RUMAH TANGGA

Pasal 56
(1) Anggaran Dasar Gerakan Pramuka ini dijabarkan lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
(2) Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka.



BAB XII
PENUTUP

Pasal 57
Anggaran Dasar ini ditetapkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka yang diselenggarakan di … pada tanggal … tahun …


Jakarta, Januari 2012
Catatan Refleksi dari Rakernas Gerakan Pramuka

Catatan Refleksi dari Rakernas Gerakan Pramuka

Oleh:
Anis Ilahi
“Benarkah sudah sebegitu sulitnya mendialogkan dua kebenaran di Organisasi Gerakan Pramuka ?”

Pengembangan TRW, merupakan salah satu agenda dalam Rekernas Gerakan Pramuka yang begitu menarik perhatian. Dinamika forum rapat dalam pembahasan agenda ini menunjukan beragam sikap anggota, ada yang setuju, ada yang tidak setuju dan menolak keras, ada yang setuju dengan catataan. 3 kelompok dengan argumentasi dan ilsutrasi pembahasannya, dalam pandangan saya masing-masing mengusung kebenaran karena didasari atas rasa cinta terhadap Gerakan Pramuka. Namun demikian saya menyebutnya masih merupakan “kebeneran subyektif”, kenapa ? karena kebenaran yang diusungnya masih belum bisa meyakinkan kelompok lain secara tuntas, tas, tas. Kebenaran obyektif adalah kebenaran yang sudah bisa diterima oleh seluruh pemangku kepentingan dalam organisasi. Oleh sebab itu fungsi organisasi adalah untuk mendialogkan beragam “kebenaran subyektif” para pihak, agar mampu dicapai “kebenaran obyektif” seoptimal mungkin.
Sudah takdir kiranya, kalau kebenaran obyektif (apalagi dalam organisasi) tidak pernah dapat dicapai 100%, sehingga kemudian orang berkesimpulan bahwa kebenaran obyektif hanya milik Sang Pencipta Jagat yang juga disebut dengan kebenaran obsolut, kebenaran ilahiah, dan juga disebut kebenaran yang hakiki.

(ih ...rumit amat ya, hehe... jadi kalau pembaca tidak setuju dengan terminologi kebenaran yang saya yakini ini, mending tidak usah membaca kelanjutan tulisan saya, soalnya saya juga takut kalau kena marah – apalagi marah yang didasari Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, hih... nyelekit banget, kata orang jawa ....)

Ada beberapa soal yang menjadi bahan perbedaan pendapat dalam pengembangan TRW, seperti soal hukum, soal prosedur, soal ekonomi, soal alih fungsi, soal masa jaminan keamanan kerjasama dalam jangka panjang, soal sejarah, soal kepercayaan, soal dampak lingkungan, soal integritas mitra kerja, soal, soal kapabilitas tim, dst, dst. Pihak yang tidak setuju, menyebut bahwa semua soal itu belum dilakukan, ditangani dan dianalisis dengan baik sehingga berpotensi merugikan Gerakan Pramuka. Pihak yang setuju dengan catatan, menyatakan bahwa soal-soal tersebut perlu lebih dikritisi dan hati-hati.

Dari dinamika di forum Rakernas, saya melihat bahwa para pihak yang menolak dan setengah setuju itu belum betul-betul “well inform” tentang penanganan semua soal di atas. Ka Kwarnas di forum itu menjelaskan secara gamblang bahwa semua soal di atas telah ditangani dan dilakukan dengan baik, hati-hati, telah cukup lama difikirkan, telah berkonsultasi dengan jajaran Pemerintah Daerah dan Pusat (Mabicab, Mabida), Lembaga-lembaga Terkait (BPK, BPKP, PBN, dst) dan melibatkanya diskusi dengan para ahli di bidangnya. Meski demikian “kebenaran obyektif” ternyata belum mampu dicapai. Pihak yang tidak setuju terus melaju.
Menurut saya seituasi itu, merupakan sebuah kewajaran karena soal yang demikian komplek, tidak cukup memadai untuk “didialogkan” dalam waktu yang terbatas dan dalam forum multi agenda seperti rakernas. Idealnya perlu dilakukan dialog-dialog lanjutan – agar para pihak bisa bertukar pikiran dengan jernih – bertukar data dengan obyektif – beragumentasi panjang lebar, cerdas dan santun. (Bisa berhari-hari tuh dialognya hehe.....)

Organisasai yang sehat adalah organisasi yang mampu membangun “kebenaran obyektif” secara optimal. Kebenaran obyektif hanya bisa dicapai melalui dialog dengan data yang lengkap, sikap respek satu sama lain, kesediaan saling mengoreksi bukan saling menghakimi, cara berargumentasi dan pilihan ilustrasi pembicaraan yang rasional, terukur yang disampaikan dengan bahasa terpilih, menghindari dominasi mayoritas dan tirani minoritas, dst, dst ... pokoknya yang baik-baik dan khas Pramuka lah .... Ka Kwarnas sudah mempersilakan agar model ini dilakukan, agar ada dialog dan penjelasan lanjutan yang lebih rinci dari tim kepada semua pihak – kapanpun dan dimanapun.

(Catatan tambahan, dalam rangka mempersiapkan Kerjasama Pengembangan TRW ini Kwarnas membentuk tim, dan saya adalah salah satu anggota tim – meski dalam tim pangkat saya hanya tukang “catet-catet” saja, hehe. Tulisan ini bukan statemen resmi tim, hanya semata-mata pandangan dan refleksi diri saya sendiri).

Saya meyakini, bahwa dengan berpegang pada Kode Kehormatan Pramuka, simbol-simbol fisik dalam baju seragam pramuka yang kita pakai setiap hari (merah putih, tunas kelapa, coklat muda dan tua, burung garuda), simbol-simbol status yang melekat pada kita semua seperti para andalan (yang dapat diandalkan), para mahir (yang sangat menguasai bidangya), para pelatih (yang terpilih dan terpecaya melatih pembina), para pembina (yang berdiri paling depan mendidik tunas-tunas bangsa), sebutan persaudaraan bakti Kakak – Adik (sebuah sebutan yang akrab dan ademmm ... yang bikin iri organisasi lain yang tidak punya), para Pemangku Kepentingan Gerakan Pramuka yang berbeda pendapat dalam hal ini, masih bisa “berdialog panjang” dengan semangat “take & give” menghindari sikap “pokoknya” untuk berusaha semaksimal mungkin mencapai “kebenaran obyektif”.

Kemampuan mencapai hal di atas akan sekaligus menandakan seberapa besar organisasi ini “dewasa, kredibel, penuh respek terhadap sesama dan penuh nilai”. Sebaliknya jika tidak mampu mencapai hal itu barangkali organisasi ini memang sedang terluka – siapa yang melukai barangkali juga anak-anaknya sendiri – termasuk saya tentu saja, tetapi kalau hanya saya yang melukai tentu tidak separah itu – jadi yang melukai ya kita semuanya dengan pedangnya masing-masing ... hehehe. Nuwun sanget.

Sumber: Kak Ha Te
Kwarda Jabar Tolak Swasta Kelola Buper Cibubur

Kwarda Jabar Tolak Swasta Kelola Buper Cibubur

Jakarta - Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat mempertanyakan alasan pengalihan pengelolaan Bumi Perkemahan (Buper) Cibubur dari negara ke pihak swasta. Untuk itu DPR diminta untuk mengklarifikasi Kwartir Nasional (Kwarnas) atas proyek ini.

"Komisi X DPR harus memanggil pengurus Kwarnas Gerakan Pramuka untuk minta klarifikasi pelimpahan hak kelola 400 hektare lahan Bumi Perkemahan (Buper) Cibubur di Jaktim kepada pihak ketiga," ujar Wakil Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat, Adang D Bokin," kepada INILAH.COM, Jumat (27/4/2012).

Menurutnya, dengan rencana pengambilalihan ini DPR harus membentuk tim panitia kerja (Panja) untuk mendalami proses pengambilalihan lahan Buper Cibubur kepada pihak swasta.

"Bilamana perlu, DPR harus minta BPK untuk melakukan audit menyeluruh terhadap aset Buper itu karena selama 30 tahun pengelolaannya akan diserahkan ke swasta dengan pola BOT," jelasnya.

Selain itu, Adang juga mempertanyakan kebijakan Kwartir Nasional (Kwarnas) dibawah kepemimpinan Hasrul Azwar. Pasalnya atas kebijakannya itu dapat berpotensi menimbulkan kerugian bagi negara.

"Kebijakan Kwarnas di bawah pimpinan Hasrul Azwar yg melakukan MoU sewa kelola Buper Cibubur berpotensi merugikan keuangan negara karena tanah Buper merupakan milik negara. Selain itu, pengelolaan oleh swasta belum tentu memberi keuntungan apa pun bagi Gerakan Pramuka," ungkapnya.

Sumber : inilah.com
Buper Cibubur Akan Dikelola Swasta?

Buper Cibubur Akan Dikelola Swasta?



Jakarta - Lahan Bumi Perkemahan (Buper) Cibubur seluas 400 hektar rencananya akan dikelola pihak swasta selama 30 tahun.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka (Kwarda) Jawa Barat, Adang D. Bokin kepada INILAH.COM.

"Sewa kelola Buper Cibubur terungkap dalam Rakernas Pramuka yang berlangsung di Cibubur dari tanggal 26-27 April 2012. Rakernas dihadiri utusan Kwarda dari 33 provinsi di Indonesia," ujar Adang, Jumat (27/4/2012).

Adang mengaku belum mengetahui kapan rencanannya pengelolaan Buper Cibubur itu akan diambil alih oleh pihak swasta, namun berdasarkan informasi yang terungkap dalam Rakernas Pramuka, bahwa lahan Buper Cibubur seluas 400 hektar akan dikelola pihak swasta dalam kurun waktu kontrak 30 tahun.

Lahan Buper Cibubur sendiri merupakan lahan atau aset milik negara yang pengelolaannya berada di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga. Pembiayaan untuk pemeliharaan Buper Cibubur juga masuk dalam ABPN.

Jika nantinya pengelolaan diambil alih oleh pihak swasta, nantinya Buper akan sama seperti aset negara lainnya yang dilimpahkan pengelolaannya kepada pihak swasta seperti Taman Ria Senayan.

Sumber : inilah.com


Lomba KELOPAK 2012

Lomba KELOPAK 2012



Dalam upaya mewujudkan kader-kader gerakan pramuka yang berkompeten menuju persaingan global di masa depan melaluipeningkatan pengetahuan dan keterampilan kepramukaan, maka Gugusdepan Makassar 10.071–10.072 Universitas Negeri Makassar Racana Ranggong Dg. Romo dan Opu Dg. Risadju, akan melaksanakan kegiatan Kemah Lomba Pramuka Penegak (KELOPAK) Tahun 2012.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka kami dari Gugusdepan c.q Dewan Racana mengundangkepada Gugusdepan binaan kakak untuk berpartisipasi pada kegiatan yang dimaksud, yang insyaAllah akan dilaksanakan pada:

Hari : Senin - Sabtu
Tanggal : 2 - 7 Juli 2012
Tempat : Bumi Perkemahan Bantimurung Kabupaten Maros.

Juknis perlombaan dapat dilihat disini

Alamat Sekretariat Pramuka UNM :
Gedung Rektorat Lama Lt. 1 Kampus Gunung Sari UNM  Jln. A. Pangeran Pettarani Makassar
Telp : 085243480743 (k'Ahmad)
085299970928 (k'Basri)
 
e-mail : racanapramukaunm@gmail.com  Blog : htpp://racanaranggongdgromodanopudgrisadju.blogspot.com 
Facebook : Kemah Lomba Pramuka Penegak (Kelopak) Se-Sulawesi Tahun 2012
Lomba Pramuka ALMANIRA XI 2012

Lomba Pramuka ALMANIRA XI 2012

Salam Pramuka !!!

Setelah suksesnya ALMANIRA X 2011 tahun lalu, kami Pramuka SMAN 1 Tambun Selatan, Ambalan Jend. Soedirman-Nyi Ageng Serang dengan bangga mempersembahkan :

ALMANIRA XI 2012
tingkat Penggalang (SMP/sederajat) dan Penegak (SMA/sederajat)
se-JAWA BARAT, DKI JAKARTA, BANTEN


memperebutkan :

Piala Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora)
Piala Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar)
Piala Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas)
Piala Gubernur Jawa Barat
Piala KaKwarda Jawa Barat
Piala Bupati Kab. Bekasi
Piala Kepala SMAN 1 Tambun Selatan
puluhan piala lainya
UANG Pembinaan
serta
sertifikat kegiatan.

Minggu, 27 Mei 2012 | @ SMAN 1 Tambun Selatan, Kab Bekasi

Kami tantang regu/sangga sekolah kamu untuk menjadi Pramuka yang terbaik se-JaBar, Jakarta, Banten !! Jangan sampai nyesel gak ikut..

More info :
http://almanirapramukabonlap.blogspot.com/
Yuli (0838-9264-1349)

BE THERE !!!!
:D


Salam Pramuka !!
Petunjuk Kegiatan Ejas.Com 2012

Petunjuk Kegiatan Ejas.Com 2012

PETUNJUK TEKNIS “EAST JAVA SCOUT COMPETITION” 2012 SE-JATIM
A.        Pendahuluan
Gerakan Pramuka bertujuan membentuk manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur, yang sehat jasmani dan rohaninya, serta menjadi warga negara Republik Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
       Banyuanyar Scouts Meeting (BASCOME 12 JATIM) yang dilaksanakan dalam bentuk perlombaan yang menarik dan menantang dengan nama kegaiatan East Java Scout Competition (EJAS.COM) merupakan pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Penggalang se-Jawa Timur dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan berkualitas, guna memperluas wawasan, membina Ukhuwah Islamiyah sekaligus memberikan bekal  dan pengalaman sesuai dengan perkembangan zaman.
Sesuai dengan latar belakang diatas maka perlu adanya evaluasi hasil kegiatan yang dilaksanakan oleh Gugusdepan masing-masing dalam bentuk kegiatan East Java Scout Competition(EJAS.COM). 

B.         Dasar
1.        Undang-Undang Gerakan Pramuka Nomor: 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.
2.        Keputusan Presiden RI No. 104  tahun  2004  tentang Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.
3.        Keputusan Kwartir Nasional No. 086  Tahun 2005 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
4.        Program tahunan Gerakan Pramuka Gugusdepan 963.

C.        Tujuan
1.        Meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.
2.        Meningkatkan ilmu  pengetahuan tentang  kepramukaan dan pendidikan umum
3.        Mempererat tali silaturrahim.
4.        Memenuhi Satya Dharma Pramuka
5.        Menumbuhkembangkan mental disiplin, ilmu pengetahuan, pengalaman dan keterampilan
6.        Mencetak generasi yang siap menjadi aset dan investasi Sumber Daya Manusia.

D.        Motto
    “Satyaku Kudharmakan Dharmaku Kubaktikan”

E.         Tema
         “Pramuka Bermanfaat, Indonesia Bermartabat”

F.         Nama dan Bentuk Kegiatan
                Kegiatan ini diberi nama East Java Scout Competition (EJAS.COM) Jawa Timur 2012 yang dilaksanakan dalam bentuk perlombaan yang menarik dan menantang.

G.        Waktu dan Tempat
Hari/Tanggal                  : Kamis s.d. Jum’at/10-11 Mei 2012      
         Tempat                           :Lapangan Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Palengaan Pamekasan Madura

H.        Peserta

1.      Ketentuan:
a.      Masing-masing peserta maksimal mengirimkan 2 Regu Putra/2 Sangga Putra
b.     Masing-masing Regu/Sangga terdiri dari 10 Anggota.
c.      Satu Regu/Sangga hanya  dapat didampingi 1 orang Pembina Pendamping (BIPING) dibuktikan dengan surat mandat dari Gugusdepan masing-masing.
2.      Persyaratan Peserta:
a.      Usia peserta mencapai 15 tahun (Penggalang) dan 18 tahun (Penegak) pada tanggal 10 Mei 2012 dibuktikan dengan foto copy Kartu Pelajar/Kartu Tanda Anggota (KTA).
b.     Mengisi formulir pendaftaran.
c.      Membayar fee pendaftaran sebanyak Rp. 130.000,- Per Regu/Sangga. Semua berkas wajib di setorkan disaat pendaftaran.
d.     Berkas pendaftaran dimasukkan dalam Stof Map merah (Penggalang) dan kuning (Penegak)
e.      Sanggup mentaati semua peraturan yang ada.
3.     Persyaratan Bindamping (BIPING)
a.       Membayar uang pendaftaran sebanyak Rp. 10.000,-.
b.        Sanggup mentaati semua peraturan yang ada.
I.          Sistem Pendaftaran
1.      Pendaftaran            
Waktu                      : Dibuka mulai tersebarnya surat undangan ini sampai tanggal10 Mei 2012 
Tempat                    : Sanggar Bhakti Gerakan Pramuka Gugusdepan 963
Jl.Garuda Poto’an Daya Palengaan Pamekasan Madura Jawa Timur Indonesia  
Telp/fax: (0324)323790 P.O BOX 09 Pamekasan 69362
Via Telpon              : Kak Satrana_963                   : 081 938 393 227
                  Humbaya_963                       : 087 750 574 963
                Via E_mail              : ejas_du963hby@yahoo.com
                Facebook                 : Ejas Competition 2012 (Group)                                           
2.      Technical Meeting  
hari /tanggal             : Ahad - 29 April 2012
waktu                      : 07.30-selesai WIB
tempat                      : Aula Pondok Pesantren Banyuanyar.
3.      Daftar Ulang
hari/tanggal              : 10 Mei 2012
waktu                      : 06:00-08:00 WIB
tempat                      : Sekretariatan East Java Scout Competition (EJAS.COM) 2012
peserta                     : Seluruh anggota dengan membawa bukti pembayaran pendaftaran

J.          Fasilitas Peserta
*         Trophy kejuaraan
*         ID-Card
*         Sertifikat Kegiatan
*         Sertifikat Kejuaraan
*         Shal Kegiatan
*         Piagam Kontingen

Stiker 
K.        Fasilitas Bindamping
Ø  ID-Card
Ø  Sertifikat
Ø  Shal Kegiatan

L.         Kejuaraan
ü  Medali juara I,II dan III untuk masing-masing lomba (Penegak dan Penggalang)
ü  Tropy Bank Syariah NURI untuk juara I,II,dan III untuk semua lomba (Penegak dan Penggalang)
ü  Trophy Kwarda Jawa Timur untuk juara umum Penegak
ü  Trophy Kwarcab Pamekasan untuk juara umum Penggalagng
M.       Schedule Kegiatan
                Agenda pada kegiatan ini sebagaimana terlampir.

N.        Sumber Dana
a.      Swadaya Pramuka
b.      Kontribusi peserta 
c.      Kontribusi panitia
d.      Sumbangan lain yang halal dan tidak mengikat
dengan taksasi dana kegiatan sebagaimana terlampir.

0.      Perlombaan , Tekhnis dan penilaian
*        Yell
*        Maket Pionerring
*        Lomba Cerdas Tangkas (LCT)
*        Olimpiade Sandi Pramuka
*        Pionerring
*        Poster
*        Mading Tiga Dimensi (3D)
*        Maket Bangunan Bersejarah
*        Teknologi Tempat Guna (TTG)
*        Hasta Karya
*        Wawasan dan Tokoh
*        Baca Berita
*        Puisi
*        Pentas seni
*        Outbond
Tekhnis dan Penilaian
1. Yell
                a. Peserta 8 orang
                b. Memakai  kostum bebas, rapi dan sopan
                c. Peserta menampilkan yellnya dengan alokasi waktu 5 menit 
d. Kriteria penilaian:
1. Kekompakan 60%
2. Kreasi 60%
3. Aksesoris 30%
2.  Maket Pionerring
a. Peserta 2 orang
                b. Memakai seragam Pramuka lengkap
c. Peserta membuat maket berbentuk Pionering dari bahan bambu dengan ukuran panjang  40 cm dan diameter       1 1cm   
d. Kriteria penilaian:
1. Kreasi 50%
2. Kebenaran Simpul 20%
3. Kekokohan 30%

3.   Lomba Cerdas Tangkas (LCT)
a. Peserta 3 orang
                b. Memakai seragam Pramuka lengkap
                c. materi soal
·         Kepramukaan
·         Sejarah nasional
ü  Pendidikan Nasional
ü  Kebangkitan Nasional
·         Sains
ü  Giografi
ü  Matematika
ü   Fisika
ü  Biologi     
ü  Sosiologi                                                      
                d. Peserta menjawab soal yang diberikan panitia  melalui 3 babak
e. Kriteria penilaian:
1. Kebenaran 150%.

4.  Olimpiade Sandi Pramuka 
a. Peserta 2 orang
                b. Memakai seragam Pramuka lengkap
                c. Peserta menjawab soal yang diberikan panitia  melalui 3 babak
d. Kriteria penilaian:
1. Kebenaran 150%

5.  Pioneering
a. Peserta 5 orang
                b. Memakai kostum kegiatan
                c. Peserta membuat Pionering dengan bentuk bebas
d. Kriteria penilaian:
1. Kebenaran Simpul 50%
2. Kreasi 50%
3. Kekokohan 50%

6.  Poster
                a. Peserta 1 orang
                b. Memakai kostum kegiatan
               
c. Peserta membuat poster dengan bahan treplek dengan  ukuran 1 m persegi dengan tema
    pramuka pewarna pendidikan
d. Kriteria penilaian:
1. Kesesuaian gambar dengan tema 50%
2. Kerapian 50%.

7.  Mading Tiga Dimensi (M3D)
a. Peserta 3 orang
                b. Memakai kostum kegiatan
                c. Peserta membuat mading 3D dengan tema  Pramuka Pewarna Pendidikan
    dengan bentuk bebas
d. Kriteria penilaian:
1. Kreatifitas 50%
2. Kesesuaian dengan tema 50%

8. Maket Bangunan Bersejarah 
a. Peserta 3 orang
                b. Memakai kostum kegiatan
                c. Peserta membuat maket dengan bentuk bangunan bersejarah
d. Kriteria penilaian:
1. Bentuk 50%
2. Kerapian 50%.

9. Tekhnologi Tepat Guna (TTG)
a. Peserta 2 orang
                b Memakai seragam pramuka lengkap
                c. Peserta membuat rangkaian TTG yang berkaitan dengan kelistrikan.
d. Kriteria penilaian:
1. Kegunaan 50%
2. Kecanggihan 50%

10. Hasta Karya
                a. Peserta 3 Orang
                b. Memakai Kostum Kegiatan.
c. Membawa Bahan Setengah Jadi Dan Bentuknya Bebas
d. Kriteria penilaian:
1. Kreativitas 100%

11.Wawasan Dan Tokoh
a. Peserta 3 orang
b. Memakai seragam Pramuka lengkap
c. Peserta menjawab soal yang diberikan panitia
d. materi soal
·         Sejarah Internasional
o    Perang Dunia I dan II
o    Ilmuan dan hasil temuannya
o   
5
100 Tokoh paling berpengaruh di Dunia (Wiliam H Hart) 
o    Astrologi
·         Keagamaan
d. Kriteria penilaian:
1. Kebenaran 100 %

12. Baca Berita
                a. peserta 1 orang
                b. Memakai seragam Pramuka lengkap
                c. peserta membaca berita
                d. Kriteria penilaian:
1. Kelancaran 40 %
2. Kebakuan bahasa 30 %
3. Isi berita 30 %

13. Puisi
                a. Pesrta 1 orang
                b. Memakai kostum kegiatan
                c. Peserta membawakan sebuah puisi dengan tema Pramuka Pewarna Pendidikan            
d.  Kriteria penilaian:
1. Memik 50%
2. Intonasi 50%

14. Pentas Seni
                a. Pesrta 10 orang
                b. Memakai kostum kegiatan sesuai dengan kebutuhan asalkan sopan &rapi.
c. Peserta menampilkan sebuah kreasi seni dengan berpakaian bebas tapi sopan dan rapi.
                d. Kriteria penilaian:
1. Ekspresi 75 %
2. Kreativitas 75%

15. Outbond
                a. Peserta 10 orang
                b. Memakai kostum kegiatan
                c. Peserta melewati beberapa rintangan
                d. Kriteria penilaian:
1. Kecepatan 100%









P. Penutup
Demikian petunjuk pelaksana kegiatan ini kami buat, semoga apa yang di pleningkan bersama mempunyai arti dan nilai yang bermakna dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Atas segala partisipasi dan peran aktif kakak kami sampaikan terima kasih. Akhirnya dengan mengharap taufik dan inayah Allah SWT. Semoga kegiatan ini bisa terlaksana dengan sukses dan lancar sebagaimana yang diharapkan bersama, Amin. 

Q. Ucapan terima kasih
Ø Kami mengucapkan terimakasih banyak kepada panitia dan masyarakat yang telah bersusah payah membantu kami baik dari fisik maupun non fisik dalam upaya menyukseskan kegiatan ini
Ø Kami mengucapkan terimaksih banyak kepada semua pendamping dan peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Ejas Com 2012 Ini.


Panitia Pelaksana
 East Java Scout Compotition (Ejas Com) 2012 Se-Jatim

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BIODATA PEMBINA PENDAMPING
 

Regu/Sangga           :
Gugusdepan            :
nama                        :
alamat                      :
tetala                        :
No. Telp                  :
E-Mail                     :____________________________________________________________________
KEGIATAN YANG PERNAH DIIKUTI
No
Nama Kegiatan
Tahun
1


2


Photo
3 x 4
3


4


5



PENGALAMAN ORGANISASI
No
Nama Organisasi
Tahun
1


2


3


4


5










No.
Nama Penyakit
Tahun
Lama
Cara Pengobatan
         1             




         2             




         3             




         4             




         5             




…………………….,………….2012
BINDAMPING

(_________________)

NB: Bisa Digandakan




BIODATA PESERTA
 

nama      :
alamat    :

tetala      :
Gudep   :
No. Telp.:
E-Mail   :___________________________________________________________________________



PENGALAMAN ORGANISASI
NO
Nama Organisasi
Tahun
1


2


3


4


5



Photo
3 x 4
 
KEGIATAN YANG PERNAH DIIKUTI

NO
Nama Kegiatan
Tahun
1


2


3


4


5



NO
Nama Penyakit
Tahun
Lama
Cara Pengobatan
1




2




3




4




5




…………………….,………….2012
Peserta,

(_________________)


NB: Bisa digandakan
SCHEDULE KEGIATAN “EAST JAVA SCOUT COMPOTITION” (EJAS.COM) 2012  SE-JATIM

HR
WAKTU
JENIS KEGIATAN
TGKT
TEMPAT
KET
KAMIS , 10-MEI -2012
06.00-08.00
Heregistrasi
G&T
Kesekretariatan
Pinru/sa
08.00-08.30
Cek in Peserta dan persiapan upacarapembukaan
G&T
Lapangan Garuda
ALL
08.30-10.30
Upacara Pembukaan
G&T
Lapangan Garuda
ALL
10.30-11.45
Lomba



  Ø  Poster
G&T
Aula
1 Orang
  Ø  Maket Bngunan Bersejarah
G&T
Aula
3  Orang
  Ø  Hastakarya
G&T
Aula
3 Orang
  Ø  Wawasan dan Tokoh
G&T
Aula
3 Orang
11.45-13.00
ISHOMA
G&T
Kondisional
ALL
13.00-16.30
Scouting Skill I
  Ø  TTG
G&T
Aula
3 Orang
  Ø  Mading 3D
G&T
Aula
3  Orng
  Ø  Puisi
G&T
Aula
1 Orng
  Ø  Maket Pionering
G&T
Aula
2 Orang
  Ø  Baca berita
G&T
Aula
1 Orang
Scouting Skill II



  Ø  Yell
G&T
Lapangan Garuda
8 Orng
16.30-19.00
Breek now+Sholat Maghrib +Kulmag+sholat isya’
G&T
Aula
ALL
19.00-22.45
Pentas seni
G&T
Aula
ALL
22.45-23.00
Apel Malam
G&T
Lapangan Garuda
ALL
23.00-03.30
Naumu Ma’an
G&T
Dalam Ruangan
ALL
JUM’AT, 11-MEI-2012
03.00-05.00
Sholat Subuh +KULSUB
G&T
Aula
ALL
05.00-06.00
Fitnes
G&T
Lapangan Garuda
ALL
06.00-07.00
Breek Now
G&T
Kondisional
ALL
07.00-08.00
Apel Pagi + Persiapan lomba
G&T
Lapangan Garuda
ALL
08.00-10.00
Lomba I



  Ø  LCT
G&T
Aula
3 orang
  Ø  Pionering
G&T
Lapangan Garuda
5 orang
  Ø  Olimpiade sandi pramuka
G&T
Aula
2 0rang
10.00-12.30
ISHOMA
G&T
Aula
ALL
12.30-15.30
Outbond
G&T
Lapangan Garuda
ALL
15.30-16.00
Breek Now + Persiapan upacara penutupan
G&T
Kondisional
ALL
16.00-17.30
Upacara penutupan
G&T
Lapangan Garuda
ALL
NB: Jadwal ini sewaktu-waktu bisa berubah sesuai dengan situasi dan kondisi

Kategori

Kategori