Radar Pramuka

Radar Pramuka


Ratusan Pramuka Cabuti Paku dan Spanduk Ilegal

Posted: 22 Feb 2012 01:46 AM PST

Sukoharjo - Seratus lima puluh anggota pramuka kwartir cabang Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (20/2) mencabuti paku di pohon sepanjang jalan utama Sukoharjo-Wonogiri. Aksi simpatik ini dalam rangka memperingati Lord Robert Baden-Powell Day.

Selain mencabuti paku, mereka juga mencopot banner dan spanduk ilegal di sepanjang jalur. Menggunakan alat seperti linggis, catut, dan peralatan lain mereka bekerjasama dengan petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja Sukoharjo. Dalam aksi itu mereka mengumpulkan ratusan paku dan sepanduk ilegal.

Dengan kegiatan ini mereka berharap Kota Sukoharjo bisa terlihat lebih indah dan pohon-pohon yang tumbuh juga terjaga kelestariannya. Dengan begitu Sukoharjo akan terlihat lebih asri.

Kwartir cabang pramuka Sukoharjo ini juga mengadakan serangkaian kegiatan sampai 22 Februari mendatang. Di antaranya adalah pemakian seragam pramuka lengkap dan donor darah bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Sukoharjo. Serangkaian aksi ini sekaligus bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo untuk menuju Kabupaten Pramuka.(AIS)

Belum Banyak Guru Jelaskan Makna Pramuka

Posted: 22 Feb 2012 01:44 AM PST

SEMARANG, - Banyak siswa sekolah yang merasa tak tertarik ketika diajak mengikuti gerakan Pramuka. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru dan para pembina untuk bisa membangkitkan lagi gerakan tersebut. Bagaimana membuat pramuka menjadi kegiatan menarik, hal ini harus bisa diupayakan guru dan pembina.
Pernyataan itu diungkapkan Ketua Kwarcab 11.33 Kota Semarang Harini Krisniati saat membuka Kursus Pembina Mahir Dasar di IKIP PGRI Semarang, Senin (20/2).
"Belum banyak guru yang menjelaskan kenapa siswa sekolah harus ikut pramuka, manfaat apa yang diperolehnya. Ini menjadikan mereka tidak tertarik masuk Pramuka," kata Harini yang juga Staf Ahli Wali Kota Semarang tersebut.
Menurutnya, Pramuka ini mengajarkan seseorang untuk beriman, berakhlak mulia, dan menjunjung tinggi nilai bangsa. Hal itu sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 12/ 2010 tentang Gerakan Pramuka.
Kursus pembina itu diikuti 444 orang mahasiswa IKIP PGRI Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) semester II. Dari jumlah itu, 177 orang di antaranya mahasiswa putra, sisanya putri. Kegiatan ini berlangsung selama satu minggu, tepatnya tanggal 20-26 Februari mendatang. Peserta kursus ini nantinya memiliki tanggung jawab membina generasi muda.

Regu Pramuka Temukan Orangutan dengan Luka Tembak dan Luka Bacok

Posted: 22 Feb 2012 01:49 AM PST

KUTAI KARTANEGARA - Satu orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus morio) ditemukan terluka dengan dua peluru bersarang di kepala di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Bukan cuma itu, dia juga mengalami luka-luka bekas bacokan golok di kedua tangannya.

Manajer Area Centre for Orangutan Protection (COP) Kalimantan, Arfiana Khairunnisa, Sabtu, mengatakan, orangutan dalam kondisi terluka itu ditemukan sekelompok pramuka pada awal Februari 2012 kemudian diserahkan ke Balai TNK (Taman Nasional Kutai).

"Orangutan itu ditemukan awal Februari 2012 di Kabupaten Kutai Timur. Lalu diserahkan ke Balai TNK. Saat kami cek, ternyata kondisi orangutan tersebut sangat memprihatinkan dengan luka terbelah pada telapak tangan kanan serta terdapat luka pada bagian kepalanya," ungkap Khairunnisa.

Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh seorang dokter hewan yang sengaja didatangkan CPO kata Arfiana Khairunnisa,l uka yang ada di kepala orangutan yang diberi nama Budi tersebut adalah luka tembak.

Akhirnya didatangkan dokter hewan untuk menjahit luka yang diduga bekas sabetan senjata tajam pada telapak tangannya sebab jika dibiarkan akan menyebabkan infeksi.

"Berdasarkan pemeriksaan dokter juga ditemukan dua luka tembak di kepala, satu pada bagian mata kanan dan satunya di atas mata. Kedua peluru tersebut masih bersarang di kepala orangutan itu," katanya.

"Akibat luka tembak pada bagian mata tersebut orangutan tersebut mengalami kebutaan," ungkap Arfiana Khairunnisa.

Kepala Balai TNK, Asep Sugiharto dikinformasi Sabtu sore mengakui, orangutan yang terluka tersebut telah diserahkan ke BOSF (Borneo Foundation Survival Foundation) di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara.

"Orangutan tersebut telah kami serahkan ke Yayasan BOS pada Kamis (16/2) untuk dikarantina. Saat diserahkan oleh warga orangutan itu dalam kondisi terluka pada bagian tangan dan kepala," ungkap Asep Sugiharto.

Selain orangutan dewasa yang terluka tersebut, Balai TNK juga menyerahkan satu anak orangutan yang diperkirakan berusia lebih satu tahun.

"Sejak Desember 2011 hingga Februari 2012 kami menerima tiga orangutan, dua di antaranya telah kami serahkan ke Yayasan BOS untuk dikarantina, termasuk bayi orangtan itu sementara satunya sudah dilepasliarkan ke habitatnya di Kecamatan Sangkimah, Kutai Timur karena kondisinya sudah pulih," kata Asep Sugiharto

Radar Pramuka

Radar Pramuka


Pramuka Bisa Bentuk Karakter Bangsa yang Mandiri

Posted: 17 Feb 2012 06:49 PM PST

SOREANG, (PRLM).- Gerakan Pramuka bisa menjadi ajang untuk meningkatkan persatuan, persaudaraan, kemandirian, prestasi, disiplin, dan ketangkasan para pelajar. Pramuka dapat membangun karakter yang berkepribadian dan beretika positif dan diharapkan mampu menumbuhkan sikap rasa percaya diri serta tumbuhnya jiwa kepimpinan yang baik di masa depan.

Demikian dikatakan Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Elianto Susetio S.IP. pada pembukaan kegiatan lomba keterampilan kecakapan ketangkasan penggalang penegak (LK3GT) ke-14 Se-Bandung raya dan kota Cimahi bertempat di SMA Angkasa Lanud Sulaiman. "Kegiatan LK3GT ke-14 kali ini adalah salah satu program kerja gerakan pramuka Kabupaten Bandung ambalan Teuku umar dan Cut Nyak Dien yang pada kesempatan ini SMA Angkasa Lanud Sulaiman dipercaya sebagai tuan rumah," kata Elianto dalam rilisnya ke "PRLM", Jumat (17/2).

Pada kesempatan itu Danlanud Sulaiman meminta menang atau kalah dalam suatu lomba adalah hal yang wajar dan tidak perlu dipermasalahkan. "Karenanya, tumbuhkanlah pula semangat dan jiwa sportif agar semuanya dapat berjalan sesuai dengan kehendak kita bersama. Ingatlah bahwa kemenangan adalah hal yang tertunda dan itu merupakan barometer untuk memacu semangat kalian agar dapat tampil lebih baik lagi pada kesempatan mendatang," ujarnya.

Hal terpenting adalah jangan bosan untuk terus belajar dan berlatih. "Sifat dasa darma dan tri satya yang menjiwai setiap anggota pramuka hendaknya pula tetap melekat kuat dalam diri setiap anggota Pramuka yakni bersikap jujur, berani, disiplin, dan bertanggung jawab," katanya.(A-71/A-147)

PRAMUKA SMPN 1 KARANGDOWO Ikuti LT 4

Posted: 17 Feb 2012 06:44 PM PST

KLATEN–Regu Pramuka Penggalang Gudep SMPN 1 Karangdowo mewakili Kwartir Cabang Klaten mengikuti Lomba Tingkat 4 (LT 4) Regu Pramuka Penggalang Kwarda Jawa Tengah di Puskepram Lemdika Candra Birawa Gunung Pati, Sabtu-Rabu (18-22/2/2012) mendatang.
Kepala SMPN 1 Karangdowo, Sunarto kepada Espos, Kamis (16/2/2012) mengatakan 16 peserta yang terbagi dua regu putra dan putri sudah berpamitan kepada Bupati Klaten, Sunarna pada Rabu (15/2/2012) kemarin.
Pada kesempatan itu, Regu Pramuka Penggalang Gudep SMPN 1 Karangdowo didampingi Ketua Kwarcab Klaten, Anang Widayaka.
"Peserta LT 4 ini telah mengikuti pelatihan dengan baik. Semoga mereka berhasil membawa nama harum Kabupaten Klaten di tingkat Jawa Tengah," papar Sunarto.

Sumber : http://www.solopos.com/

Muncul Sejumlah Kandidat Jelang Muscab X Kwarcab Pramuka Inhil

Posted: 17 Feb 2012 06:47 PM PST

TEMBILAHAN-Beberapa kandidat disebut-sebut akan bersaing dalam Musyawarah Cabang Kwarcab 0402 Pramuka Inhil pada minggu ketiga bulan Februari ini.

Ketua Pelaksana Muscab X Kwarcab Inhil, Thantawi Jauhari menyebutkan direncanakan Muscab dengan agenda pemilihan Ketua Kwarcab tersebut dilaksanakan pada 18 s/d 19 Februari mendatang.

"Muscab X Kwarcab 0402 Inhil kita rencanakan dilaksanakan pada 18 sampai 19 Februari mendatang," ungkap Ketua Panitia Muscab X Kwarcab Inhil, Thantawi Jauhari kepada wartawan, Kamis (16/2/12).

Diterangkan Kepala Kesbang Pol Inhil tersebut, seluruh rangkaian agenda Muscab digelar di Graha Pramuka Jalan Soebrantas Tembilahan.

"Musyawarah Cabang ini akan diikuti utusan Kwaran dari seluruh kecamatan di Inhil," sebutnya.

Adapun mereka yang santer terdengar akan maju di ajang pemilihan Ketua Kwarcab 0402 Inhil tersebut, yakni Syamsurizal Awi. Pria ini sebelumnya juga sebagai Ketua Kwarcab Inhil.

Kemudian nama yang disebut akan maju menantang Syamsurizal Awi, yaitu Fauzar, Kepala Bappeda Inhil dan Djamilah, Asisten III Sekdakab Inhil.

Terkait pelaksanaan Muscab tersebut, berdasarkan suara dari arus bawah Pramuka Inhil mereka menginginkan Pramuka Inhil tetap sebagai wadah pengembangan potensi dan minat generasi muda, jangan sampai terseret, apalagi dimanfaatkan bagi kepentingan politik.

"Kita tetap menginginkan mereka yang dipilih pada Muscab X Kwarcab Inhil mendatang benar-benar mereka yang memiliki dedikasi dan komitmen nyata bagi kemajuan Pramuka di Inhil. Dan jangan sampai menjadikan organisasi kepanduan ini untuk kepentingan pribadi dan politik," sebut seorang pengurus Pramuka Inhil.***(mar)

20 Juta Pramuka Bisa Mendorong Perdamaian Dunia

20 Juta Pramuka Bisa Mendorong Perdamaian Dunia

Jakarta – 5 Februari 2012,  Gerakan Pramuka Indonesia merupakan organisasi pramuka terbesar di dunia karena memiliki anggota sekitar 20 juta orang sehingga menjadi panutan bagi negara lain di dunia.

“Dengan jumlah tersebut hendaknya pramuka kita dapat memberikan dan mendorong perdamaian di seluruh dunia,” kata Ketua Kwanas Gerakan Pramuka Indonesia Azrul Azwar didampingi Menpora Andi Malarangeng, Gubernur DKI Fauzi Bowo dan Walikota Jaksel, Anas Effendi saat menerima kunjungan Ketua Kehormatan Word Scout Poundation Raja Swedia Carl XVI Gustaf, akhir pekan ini.

Menurut Azrul, Indonesia yang memiliki 20 juta anggota pramuka adalah  jumlah terbesar di organisasi pramuka dunia sedangkan penduduk Swedia saja 9 juta, dan bakal merekrut dua juta anggota untuk jadi “Messengers of Peace” (Duta Perdamaian) akan dilatih serta akan mengundang seluruh dunia.

Raja Swedia Carl XVI Gustaf, sangat terkesan dengan inisiatif Pramuka Indonesia dalam membangun komunitas karena program Pramuka dunia hanya ada dua yaitu Jambore dan Raimuna. Bahkan, selaku Ketua Kehormatan Word Scout Poundation, kegiatan pramuka dunia juga akan ditambah hasil kunjungan di Indonesia yaitu Komunity Development Camp untuk melihat dimana letak kekuatan gerakan pramuka dalam pengabdian di masyarakat.

Dalam kesempatan mengunjungi Pramuka Gugusdepan Sekolah Luar Biasa (SLB) A, Jl. Pertanian, Kel. Lebak Bulus, Jaksel, Raja Swedia juga berksempatan mmberikan bantuan senilai 500.000 dollar AS untuk mendukung gerakan pramuka di Indonesia.

(Sumber Berita : http://www.beritabatavia.com - http://pramuka.or.id)
Черноморский Бал

Черноморский Бал

 
В чудо городе Львове, Украина, 18 февраля 2012 г. состоится Черноморский Бал!
Окунитесь в мир классической музыки, изысканной атмосферы, прекрасного отдыха, и все это – в ритме вальса.
Львовские роверы патрулей "Черноморские Волны" и "Черноморцы", приглашают Вас на Бал, который состоится 18 февраля в помещении Дворца танца (ул. Стефаника, 16-а, г. Львов, Украина).
В программе Бала: мастер-классы бальных танцев от профессионалов, игры, конкурсы, праздничные поздравления, незабываемые знакомства, фуршет, конкурс на почетное звание Короля и Королевы Бала, а также традиционный праздничный Черноморский торт.
Стоимость билета, а также все условия участия можно узнать у Людмилы Добрыниной, e-mail: ludkina@gmail.com.
Не пропустите шанс прийти на Черноморский Бал, такое бывает только раз в году.

Source: http://scout.org
Kegiatan Daerah Siapkan Mahasiswa Melalui Pramuka

Kegiatan Daerah Siapkan Mahasiswa Melalui Pramuka

Semarang – 6 Februari 2012, Kegiatan kepramukaan sejalan dengan visi Universitas Negeri Semarang sebagai universitas konservasi. Dalam hal ini konservasi moral yang bertujuan untuk membentuk karakter mahasiswa. Kegiatan kepramukaan membentuk karakter mahasiswa sehingga kelak siap, mampu, dan layak membina masyarakat.

Demikian diungkapkan Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unnes Drs Sutaryono MPd, saat Kegiatan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) angkatan I Kwarcab Kota Semarang, 5-9 dan 11 Februari 2012, di kampus PGSD Ngaliyan Semarang.

Kegiatan ini, dia mengatakan, bertujuan untuk meningkatkan mutu pembina pramuka mahir tingkat dasar dan membekali calon guru SD untuk menjadi pembina pramuka yang cakap.
“Unnes sangat mendukung kegiatan kepramukaan, terbukti dengan diadakannya sosialisasi Undang-undang Gerakan Pramuka yang dilakukan berbagai tokoh kepramukaan se-Indonesia, yang juga dihadiri Wapres dan Menpora beberapa waktu lalu di Unnes,” ujarnya.

Menurut Sutaryono, kewajiban tiap warga negara pun sejalan dengan kepramukaan. “Pengamalan Pancasila, kesadaran bahwa UUD 45 merupakan sumber hukum, persatuan tanah air, kecintaan dan penghormatan pada merah putih, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pemersatu bangsa,” paparnya.
Dalam kegiatan yang diikuti tak kurang dari 500 peserta itu, hadir pula Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka SGL PGSD dan 42 pelatih Pusdiklatcab Cakra Baswara Kota Semarang.

Sutaryono berharap supaya kegiatan kepramukaan sebisa  mungkin dibuat menarik dan menyenangkan agar menjadi daya tarik dan tidak semakin ditinggalkan.

“Pramuka merupakan kegiatan yang berkarakter, di dalamnya akan ditempa fisik dan tekad yang kuat,” pungkasnya.

(Sumber Berita : http://unnes.ac.id - http://pramuka.or.id)
King of Sweden visits largest Scouting nation

King of Sweden visits largest Scouting nation

Two prominent personalities – His Majesty the King of Sweden and the President of the Republic of Indonesia are meeting in Jakarta, for the benefit of young people in Indonesia. Both personalities are strong advocates of Scouting.

His Majesty is visiting the country in his capacity as Honorary Chairman of the World Scout Foundation to inspire the largest Scouting nation in the world – Gerakan Pramuka – with over 21 million members. The World Scout Foundation supports many local community-based projects in different parts of the world, and Gerakan Pramuka is one of those youth organizations that plays a key role in national building through community development, especially under the recently established Messenger of Peace initiative.

Gerakan Pramuka, with its strong presence in the provinces, has been a prime mover of health and sanitation campaigns, environmental cleanup, vocational training, and more visibly in rescue and relief operations during small and large scale natural disasters. The 2004 post tsunami led them to mobilize over 30 projects in Bandar Aceh to rehabilitate mangroves, build learning centres and playgound for children, reconstruct a fish market, and many more.

Regional Chairman Jejomar C Binay welcomed His Majesty in his message, “Your visit will surely inspire millions of young people, Scouts as well as non-Scouts, and in a way recognizes the years of work of a Scout association that built much of its success on community development.”

Dignitaries accompanying the visit are Mr. Mike Bosman, Chairman of the World Scout Foundation; Mr. Fredrik Gottlieb, Treasurer, World Scout Foundation; Dr. Eberhard Von Koerber, Board member, World Scout Foundation; Prof. Abdullah Al-Fahad, World Scout Committee member, Mr. John Geoghegan, CEO, World Scout Foundation; Mr. Abdullah Rasheed, Regional Director, WOSM/APR; Dr. Hamad Al-Yaha, Mr. Abdullmohsen and Mr. Sakem Almuhanna, Saudi Arabia.

Minister of Youth and Sports of the Government of Indonesia Dr. Andi Mallarangeng is the minister in-attendance. Together with Gerakan Pramuka Chairman Dr Azrul Azwar, they accompanied His Majesty to the Cibubur Scout Camp and will be visiting other places of interest. The King will have a courtesy call on the President of the Republic of Indonesia followed by an official dinner hosted by the President.


SOURCE: http://scout.org

Pramuka SD se-Lebak Bulus Sambut Raja Swedia

Pramuka SD se-Lebak Bulus Sambut Raja Swedia

JAKARTA – 2 Februari 2012, Pagi ini dijadwalkan Raja Swedia, Carl XVI Gustaf akan kunjungi SLB Pembina Negeri, Lebak Bulus. Sebagai tanda apresiasi, siswa SD se-Lebak Bulus siap menyambut kedatangan Raja.
"Kami dari gabungan SD se-Lebak Bulus menyambut kedatangan Raja Swedia,” ujar Sri Hastuti, guru dari SDN 05 kepada Tribunnews.com di SLB Pembina Negeri, Jalan Pertanian Raya, Jakarta Selatan, Kamis (2/2/2012).
“Kam
Berdasarkan Tribunnews.com, ratusan regu Penggalang Putra-Putri Pramuka dari SD se-Lebak Bulus baik swasta maupun Negeri, yakni SDN 05, 04, 02, 03, Al Barkah dan lainnya sudah bersiap-siap di sisi kanan dan kiri jalan sepanjang Jalan Pertanian Raya sambil membawa bendera Indonesia dan lambang Pramuka seukuran 20 x 40 cm.
“Kami sudah di sini sejak jam 07.00 pagi tadi,” kata Tri Hastuti
Tidak hanya di sepanjang Jalan Pertanian Raya, di halaman SLB pun juga telah ada regu Pramuka yang bersiap menyambut sang raja dengan membawa umbul-umbul sepanjang 2 meter bertuliskan Welcome King Swedia.
Orang nomor satu di DKI Jakarta, Gubernur Fauzi Bowo atau yang akrab disapa Foke pun juga menghadiri kunjungan Raja Swedia ini. Namun Foke telah lebih dulu hadir di Sekolah untuk memberikan kata sambutan.(Sumber Berita : http://www.tribunnews.com/ Nicolas Timothy - http://pramuka.or.id)
Raja Swedia disambut Tari Gambyong

Raja Swedia disambut Tari Gambyong

BANTUL – 1 Februari 2012, Raja Swedia yang juga ketua pramuka dunia Raja Carl XVI Gustaf akhirnya tiba di desa Wukirsari, Imogiri, Bantul pada Rabu (1/2/2012), sekitar pukul 10.00. Ketua World Scout Foundation(WSF) itu disambut antusiasme ratusan pramuka yang berada di pinggir jalan raya.

Raja Carl XI gustaf datang dalam rangka  meninjau lokasi calon proyek MoP (Messenger of Peace) Preserve Local and Traditional Culture yang berkonsentrasi pada tiga kebudayaan yaitu tatah sungging, batik dan karawitan. Dfi sana, ketua pramuka dunia itu datang untuk meresmikan Sanggar kegiatan Pramuka, Nogosari, wukirsari, Bantul.
Sesampainya di lokasi, ketua Pramuka Dunia yang didamping Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Andi Mallarangeng langsung menggunting pita peresmian pendopo. Dalam acara itu, raja swedia itu disambut dengan tembang macapat panembrama Suboskestowo dan tari Gambyong. Selanjutnya, ia akan mengikuti serangkaian acara di pendopo itu termasuk melihat tiga kebudayaan yaitu tatah sungging, batik dan karawitan.
(Sumber Berita :  http://www.tribunnews.com - http://pramuka.or.id)
Raja Swedia kunjungi Candi Borobudur

Raja Swedia kunjungi Candi Borobudur


lebak bulus
Magelang- 1 Februari 2012, Raja Swedia Carl XVI Gustav mengunjungi Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu.
Gustav didampingi Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng tiba di pelataran Candi Borobudur sekitar pukul 12.45 WIB.
Seperti pengunjung Borobudur yang lain, sebelum naik ke Candi Borobudur, Raja Swedia diminta mengenakan kain batik oleh petugas. Dalam kunjungan kenegaraan tersebut insan pers dilarang ikut naik ke candi.
Gustav yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Kepanduan se-dunia tersebut disambut rombongan Pramuka.
Sebelum naik ke candi, Gustav mengelilingi setengah lingkaran candi kemudian naik dari pintu sebelah timur Candi Borobudur.
Kunjungan yang berlangsung sekitar 1,5 jam tersebut, Gustav naik hingga lantai 10 Candi Borobudur.
Pemandu dari Balai Konservasi Peninggalan Borobudur yang mendampingi Raja Swedia, Mura, mengatakan, Gustav mengagumi bangunan dan relief candi.
Mura menuturkan, Raja Swedia menanyakan bagaimana proses pembangunan candi peninggalan dinasti Syailendra tersebut.
“Raja Swedia juga menanyakan efek letusan Gunung Merapi 2010 termasuk letusan tahun 1006 di mana peradaban di Jawa benar-benar tertutup oleh abu Merapi.
Waktu mau menaiki lorong, katanya, Gustav tidak ingin diikuti wartawan karena dia ingin menikmati, dalam arti lebih menghormati. “Beliau membaca atau menikmati relief berarti juga menghormati Candi Borobudur sebagai warisan dunia.
Setelah melalui lorong, Raja Swedia naik hingga lantai atas di Arupadatu dan berkeliling. Dia juga menanyakan fungsi stupa.
Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo mengatakan, dengan kedatangan Raja Swedia ini dapat semakin meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara berkunjung ke Borobudur.
(Sumber Berita : http://www.antaranews.com - http://pramuka.or.id)
Raja Swedia Terkesan Dengan Pramuka Di Bantul

Raja Swedia Terkesan Dengan Pramuka Di Bantul


Bantul – 1 Februari 2012,  RESMIKAN DESA PRAMUKA : Raja Swedia yang juga Ketua Pramuka Dunia Carl XVI Gustaf (kedua kiri) mengamati keris hasil kerajinan yang dipamerkan pada peresmian Desa Pramuka di Dusun Nogosari, Desa Wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta, Rabu (1/2). Carl XVI Gustaf selain mengukuhkan Desa Wukirsari sebagai desa pramuka juga meresmikan pendapa Sanggar Among Budoyo Pramuka di desa tersebut.  (ant )
Yogyakarta ( Berita ) :  Raja Swedia Carl Gustaf XVI menyatakan terkesan dengan apa yang telah dikerjakan Pandu atau Pramuka di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang membangun pusat pelatihan yang dibutuhkan masyarakat.
“Saya terkesan dengan Pandu di Bantul yang telah membangun Pendapa Sanggar Pramuka sebagai pusat pelatihan kerajinan batik, wayang kulit, dan karawitan,” kata Carl Gustaf yang juga Ketua Yayasan Pandu Dunia, di Bantul, Rabu [01/02].
Menurut dia saat meresmikan pendapa tersebut di Nogosari, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, dirinya bangga dengan Pandu di Bantul yang telah melakukan pekerjaan besar dan baik. “Saya akan menceritakan hal itu ke seluruh dunia. Saya berpesan lanjutkan apa yang telah dilakukan tersebut dan semoga sukses,” ujarnya.
Ia mengatakan, proyek pembanguan pusat pelatihan seperti itu yang dinamakan “Messenger of Peace” (MoP) yang juga dilakukan kepanduan di berbagai negara, termasuk Arab Saudi.
“MoP bertujuan untuk membantu masyarakat menjadi lebih baik, sehingga dapat dicontoh oleh negara lain. Indonesia telah melaksanakan program tersebut dan diikuti oleh negara lain,” ucapnya.
Menurut dia, Yayasan Pandu Dunia juga akan meluncurkan “website” (laman) baru yang berisi peta negara-negara yang melaksanakan MoP di seluruh dunia.
“‘Website’ itu juga akan menggunakan Bahasa Indonesia, sehingga akan memudahkan Pandu di Indonesia untuk mengaksesnya. Dalam dua bulan ke depan Pandu Indonesia dapat membuka ‘website’ MoP dalam bahasa Indonesia,” paparnya.
Bupati Bantul Sri Suryawidati mengatakan, Pendapa Sanggar Pramuka itu direncanakan menjadi pusat kegiatan yang mendukung usaha kearifan lokal, seperti kerajinan tatah sungging wayang kulit dan membatik.
“Hal itu diharapkan dapat mendukung pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat setempat, sehingga dapat lebih baik di masa depan,” tuturnya.
Menurut dia, di Indonesia terdapat sekitar 21 juta anggota Pandu atau Pramuka yang 35.000 anggota di antaranya berada di Bantul. Hal itu menunjukkan Bantul merupakan kabupaten paling aktif dalam kegiatan kepanduan.
“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mempunyai komitmen untuk mengembangkan Pramuka dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA),” katanya.
Pada kesempatan itu Raja Swedia didampingi antara lain Menpora Andi Mallarangeng, Duta Besar Swedia untuk Indonesia Ewa Ulrika Polano, Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Mulhim Asyrof, Ketua Kwartir Nasional Pramuka Azrul Azwar.
Kedatangan mereka disambut tembang Projo Tamansari dan Panembromo Kinanti Sobokastowo diiringi alunan gamelan. Selanjutnya, disuguhi tarian tradisional Gambyong sebagai ungkapan selamat datang. (Sumber Berita :  http://beritasore.com)
Raja Swedia Carl XVI Gustaf

Raja Swedia Carl XVI Gustaf

lebak bulus
Raja Swedia Carl XVI Gustaf (kiri) menyaksikan kemegahan Candi Borobudur di Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) Magelang, Jawa Tengah, Rabu (1/2).
(Sumber Berita : FOTO ANTARA/Anis Efizudin)

SUMBER: http://pramuka.or.id

RAJA SWEDIA Carl XVI Gustaf Terima Lencana Tunas Kencana

RAJA SWEDIA Carl XVI Gustaf Terima Lencana Tunas Kencana

JAKARTA – 31 Januari 2012,  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan Lencana Tunas Kencana kepada Raja Swedia Carl XVI Gustaf di Istana Merdeka pada hari ini.
Penghargaan tersebut merupakan tanda penghargaan tertinggi Gerakan Pramuka yang pernah diberikan kepada tokoh-tokoh Gerakan Pramuka yan
g sebelumnya diterima oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Presiden Soekarno, Presiden Soeharto, dan Presiden Yudhoyono.
Kepala Negara selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka menganugerahkan Lencana Tunas Kencana kepada Carl XVI Gustaf yang sudah tiba di Jakarta sejak kemarin.
Presiden mengatakan Yayasan Kepanduan Sedunia di bawah kepemimpinan
Raja Swedia telah memberikan bantuan teknis dan keuangan kepada organisasi kepramukaan di berbagi tempat dengan tujuan menyelenggarakan berbagai aktivitas di negara mereka masing-masing.
“Yang mulia telah membuktikan kepemimpinan untuk memberdayakan organisasi kepanduan di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Saya bangga bahwa Gerakan Pramuka Indonesia juga telah secara aktif berkecimpung di Gerakan Duta Perdamaian Global dari Yayasan Pramuka
Dunia,” ujar Presiden Yudhoyono dalam kesempatan itu, Selasa 31 Januari 2012.
Sementara itu, Raja Carl XVI Gustaf memuji kepemimpinan Presiden Yudhoyono saat memimpin rekonstruksi Aceh pascatsunami yang menurutnya patut menjadi acuan seluruh Gerakan Pramuka di dunia. 
(Sumber Berita : http://www.bisnis.com - http://pramuka.or.id)
Raja Swedia Kunjungi Bumi Perkemahan Cibubur

Raja Swedia Kunjungi Bumi Perkemahan Cibubur


JAKARTA – 31 Januari 2012, Raja Swedia Carl XVI Gustaf yang juga Ketua Yayasan Pramuka Dunia antusias mengunjungi Bumi Perkemahan Cibubur. Raja Swedia yang aktif di Organisasi Pram
uka Swedia sejak kanak-kanak ini melihat secara langsung aktivitas anak-anak Pramuka Indonesia.
Raja juga mengunjungi kegiatan pramuka pecinta dirgantara, taman lalu lintas yang menawarkan pengenalan lalu lintas pada anak-anak sejak dini, hingga pusat madu pramuka.
“Saya kagum dengan berbagai proyek dan kegiatan yang ada di Bumi Perkemahan,” kata Raja.
Raja mendorong agar kegiatan Pramuka di Indonesia terus berkembang. Kegiatan ini memberi peluang bagi anak-anak muda sejak dini mampu menolong dirinya sendiri dan orang lain.
Dalam kunjungan sekitar tiga jam ini, Raja Swedia didampingi Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng dan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Indonesia Azrul Azwar.
Pada sore harinya, Raja Swedia akan datang ke Istana Negara. Raja Swedia diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka.
Dalam pertemuan tersebut Presiden Indonesia direncanakan akan memberikan lencana tunas kencana kepada Raja Swedia.
  (Sumber Berita : http://nasional.kompas.com - http://pramuka.or.id)
Diundang Pramuka, Raja Swedia Kunjungi Indonesia

Diundang Pramuka, Raja Swedia Kunjungi Indonesia

Jakarta -  30 Januari 2012, Raja Swedia akan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia. Ia datang untuk memenuhi undangan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sebagai Ketua World Scout Foundation.
Raja Y. M. Carl XVI Gustav akan tiba di Indonesia hari ini, Senin (30/1/2012). Esok harinya
, ia akan melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Merdeka.
“Pertemuan antara Presiden RI dengan Raja Swedia selaku Chief Scout dari masing-masing negara diharapkan akan mempererat jejaring kepramukaan antara kedua negara,” Kata Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah, dalam rilisnya kepada wartawan, Senin (30/1/2012).
Pada kunjungan kehormatan, Presiden RI selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka akan menganugerahkan Lencana Tunas Kencana kepada Raja Swedia. Penghargaan tersebut diberikan kepada mereka yang berjasa memberikan bimbingan, dukungan dan bantuan yang amat besar bagi perkembangan gerakan pramuka di Indonesia.
Raja Swedia juga dijadwalkan untuk meletakkan karangan bunga di Taman Makam Pahlawan Kalibata di Jakarta serta mengunjungi Candi Borobudur dan Prambanan di Jawa Tengah. Selain itu, ia akan menghadiri sejumlah acara Gerakan Pramuka di Cibubur, Jakarta, dan Yogyakarta.
World Scout Foundation adalah organisasi internasional yang membantu pertumbuhan dan perkembangan kepramukaan di seluruh dunia dengan menyediakan dukungan keuangan untuk Organisasi Dunia Gerakan Pramuka. Organisasi ini berinvestasi secara permanen melalui sumbangan modal dari individu, yayasan, korporasi, pemerintah, dan dari anggota Gerakan Pramuka yang ingin membantu kaum muda belajar nilai-nilai positif dan menjadi pemimpin masa depan. (Sumber Berita : http://www.detiknews.com)
Pramuka Indonesia Akan Jadi ‘Messengers Of Peace’

Pramuka Indonesia Akan Jadi ‘Messengers Of Peace’

JAKARTA – 29 Januari 2012, Raja Swedia, Carl XVI Gustaf, yang merupakan Ketua Yayasan Pramuka Dunia, direncanakan berkunjung pertama ke Indonesia awal pekan nanti. Raja Swedia yang aktif dalam kegiatan Pramuka ini bakal menyerahkan bantuan senilai 500.000 dollar AS untuk mendukung Gerakan Pramuka Indonesia.
Donasi ini untuk mendorong munculnya pembawa pesan perdamaian di Indonesia dan memperkuat kapasitas untuk mengembangkan komunitas pemimpimpin di masa depan.
Sejak tahun 2001, Raja Swedia bersama Raja Abdullah dari Saudi Arabaia menggagas gerakan pembawa pesan perdamaian atau Messengers of Peace. Kedua raja ini telah menginspirasi lebih dari 10 juta anggota Pramuka di 110 negara untuk bekerjasama dalam perdamian dan menghilangkan hambatan bagi orang-orang dengan latar belakang budaya dan iman berbeda untuk bersama-sama memperkuat komunitas mereka.
Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Indonesia Azrul Azwar dalam siaran persnya, Minggu (29/1), mengatakan, Indonesia yang memiliki 21 juta anggota, jumlah terbesar di organisasi pramuka dunia, bakal merekrut dua juta anggota untuk jadi “Messengers of Peace”.
Raja Swedia terkesan dengan laporan yang dia terima tentang beragam inisiatif Pramuka Indonesia dalam membangun komunitas. Raja bakal menemui Pramuka di Jakarta, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.
 (Sumber Berita : http://www.pesatnews.com/) - http://www.pramuka.or.id

Kategori

Kategori