Bupati Labuhanbatu Buka Kegiatan Raimuna Cabang Pramuka

Bupati Labuhanbatu Buka Kegiatan Raimuna Cabang Pramuka

Bupati Labuhanbatu Buka Kegiatan Raimuna Cabang PramukaRANTAUPRAPAT – 27 Desember 2011,  Bupati Dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Labuhanbatu membuka secara resmi acara Raimuna Cabang bagi Pramuka Penegak dan Pandega di lapangan bola kaki Kompi 125/KC Rantauprapat, Selasa (27/12).

Raimuna yang berasal dari bahasa Ambai, daerah Yapen Timur, Kabupaten Yapen Waropen Papua, terdiri dari dua suku kata yakni Raid an Muna. Rai berarti sekelompok orang yang berkumpul untuk mencapai tujuan tertentu yang ditetapkan bersama. Sedangkan Muna adalah daya kekuatan jiwa yang berpengaruh baik dalam mencapai kesuksesan. Jadi, Raimuna adalah sekelompok orang yang hidup dalam suatu kekuatan dengan dijiwai oleh daya kekuatan yang selalu member semangat tinggi dalam mencapai tujuan.

Dalam pidato arahannya, Bupati Tigor Panusunan Siregar mengatakan, kegiatan Raimuna Cabang Tahun 2011 yang diikuti anggota Pramuka penegak/pandega dari Labuhanbatu, Labura dan Labusel merupakan kegiatan yang positif bagi generasi muda.

Pada Raimuna ini, kata Tigor, adik-adik penegak dan pandega akan disuguhi berbagai kegiatan yang menarik dan menantang seperti Giat Prestasi, Observasi, aneka permainan, penghijauan, ceramah Narkoba, penanggulangan bencana dan pentas seni yang semuanya itu menjadi pengalaman berharga untuk bekal perjalan hidup kalian setelah dewasa nanti.

Gerakan Pramuka juga merupakan salah satu kegiatan untuk memupuk rasa cinta tanah air dan bela Negara. “Kalau keuangan Negara memungkinkan Negara kita sudah melaksanakan wajib militer, tetapi karena keuangan negara terbatas maka kita mensiasatinya dengan melakukan pembinaan melalui Gerakan Pramuka dengan memberikan pendidikan berkarakter kebangsaan kepada generasi muda yang tergabung di dalamnya”, kata Tigor.

Pada kesempatan itu Tigor secara khusus meminta kepada para penegak dan pandega untuk senantiasa menjaga kondisi kesehatan, karena dalam kegiatan di alam terbuka seperti Raimuna ini kondisi kesehatan harus terjaga dengan baik.

Ketua Panitia Pelaksana Raimuna Cabang Tahun 2011 Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Labuhanbatu yang juga Kepala Dinas Pendidikan Drs Iskandar dalam laporannya mengatakan, jumlah peserta dalam kegiatan Raimuna itu sebanyak 713 orang yang terdiri dari peserta putra 307 orang, putri 356 orang, pembina pendamping 22 orang putra dan 28 putri.

Iskandar mengatakan, tujuan dilaksanakannya Raimuna itu adalah untuk memberikan wawasan dan pengalaman anggota Pramuka Penegak dan Pandega dalam hal keterampilan serta menumbuhkan kesadaran disiplin hidup sehat dan menjaga lingkungan.

Raimuna yang berlangsung selama 4 hari dari tanggal 27-30 Desember 2011 itu dilaksanakan di komplek Gedung Olah Raga Rantauprapat, sementara acara pembukaan dan penutupan dilaksanakan di lapangan Kompi Senapan C 126/KC Rantauprapat.

Selesai upacara pembukaan Bupati dan Unsur Muspida lainnya melakukan peninjauan ke lokasi perkemahan Raimuna. Pada peninjauan secara khusus Bupati memberikan tips kepada adik-adik penegak dan pandega dalam menjaga kebugaran tubuh, seperti minum Oralit selesai berolah raga.

Hadir pada acara itu para Unsur Pimpinan Daerah, Bupati Labura yang diwakili oleh Sekdakab H Amran Matondang SH MHum, Wakil Bupati yang juga Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Labuhanbatu, para kepala SKPD dan undangan lainnya. 


(Sumber Berita:  http://labuhanbatukab.go.id - http://pramuka.or.id)

Lomba Tingkat IV Jabar Ditutup

Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Jawa Barat menyelengarakan Lomba Tingkat IV yang berlangsung dari tanggal 26s.d 29 Desember 2011 dan ditutup oleh Waka Kwarda Bidang Bina Muda Kak Engkus pada hari ini bertempat di cibuluh tepatnya di pulau di situ Cileunca Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bamdung.

Kegiatan yang berlangsung selam 3 hari ini, diawali dengan upacara pembukaan serta materi pertama betempat di Lapangan Tanara dan pada hari kedua peserta melaksanakan berbagai materi kepramukaan , dengan  pola kegiatan safari camp  menuju desa cibuluh dengan melawati medan berupa hamparan kebun teh,hari berikutnya peserta melaksanakan materi halang rintang dan penyebrangan sungai dengan cara membuat rakit
Setelah mengikuti 30 mata lomba yang sangat melelahkan akhirnya peserta bisa menyelesaikan seluruh materi yang disajikan oleh panitia Lomba Tingkat IV , seluruh Kwartir Cabang Yang ada di Jawa Barat bisa mengikuti seluruh kegiatan ini ungakap Ketua Pelaksana Kegiatan Kak Dadan Dani Dipoera dalam Laporannya kepada Pembina Upacara dalam upacara penutupan.

Upacara Penutupan yang berlangsung khidmat ,di hadiri oleh Ketua Kwarcab Kab Bandung Kak Drs,H. Idjudin S.P, M.Mpd,MT ,Mabicab Kab Bandung  Kepala Dinas Pendidikan Kab Bandung Kak Drs Djuhana, M.Mpd ,MT dan undangan lainya
Dalam amanatnya pembina Upacara mengatakan " mengucapkan selamat kepada para juara yang telah berhasil meraih peringkat dalam Lomba Tingkat IV , dan kepada yang belum berhasil jangan berkecil hati"
Akhirnya pengumuman Pemenang yang ditunggu - tunggu oleh seluruh peserta dan bindamping pun mulai keluar.

Sebagai Juara Penggalang Putra :
1. Regu Berprestasi Tinggi : Dragon, Kota Bandung
2. Regu Berprestasi Baik : Badak, Kota Bogor
3. Regu Berprestasi Cukup : Macan Tutul, Kabupaten Bandung

Penggalang Putri :
1. Regu Berprestasi Tinggi : Melati, Kota Bandung
2. Regu Berprestasi Baik : Mawar, Kabupaten Ciamis
3. Regu Berprestasi Cukup : Mawar, Kota Bogor

Selamat kepada para juara Lomba Tingkat IV Kwarda Jabar Tahun 2011,Selamat Kepada Para Juara Lomba Tingkat IV Kwarda Jabar Tahun 2011 ( semboyan)

Klik show untuk melihat Foto

Catat Rekor Muri, Ribuan Anggota Pramuka Main Angklung 10 Jam

Catat Rekor Muri, Ribuan Anggota Pramuka Main Angklung 10 Jam

http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s320x320/377857_10150461034812949_39459917948_8840499_1411379108_n.jpgHUJAN yang mengguyur kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Monju) tidak menyurutkan ribuan anggota Gerakan Pramuka Jabar untuk membuat rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) bermain angklung terlama. Mereka terus bermain angklung sekalipun hujan deras mengguyur Kota Bandung, Kamis (22/12) siang.

Mereka pun dengan setia menunggu kehadiran Ka Kwartir Daerah (Kwarda) Jabar, Dede Yusuf dan Duta Pramuka Jabar, Charlie van Houtten. Begitu hujan reda, orang yang ditunggu-tunggu tiba dan langsung menyapa mereka di atas panggung. Saat itu, Dede Yusuf dan Charlie tiba didamping Sandy Yusuf (isteri Dede Yusuf). Kedatangan orang yang berpengaruh bagi anggota Pramuka Jabar ini seolah memberi semangat bagi para anggota untuk terus berusaha menciptakan rekor bermain angklung terlama di Indonesia selama kurang lebih 10 jam.

Tidak menunggu waktu lama, Dede Yusuf, Charlie, dan Sandy Yusuf langsung mengajak seluruh anggota pramuka untuk memainkan angklung bersama. Mereka menyanyikan "Jangan Takut Menjadi Indonesia" ciptaan Charlie pentolan grup ST 12. Kemudian disusul lagu "Manuk Dadali" dan "Padamu Negeri". Saat itu, Charlie pun berkesempatan menyanyikan "Aku Terjatuh" dan "Kau Gadis yang Cantik" yang diiringi musik angklung oleh ribuan anggota Pramuka. Alhasil, pergelaran angklung terlama ini pun semakin meriah.

Dalam sambutannya, Dede mengatakan, angklung sudah menjadi bagian dari masyarakat Indonesia, khususnya Jabar. Apalagi angklung sudah diakui dunia melalui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia. Karena itu, Pemprov Jabar tak akan berhenti untuk menggelorakan angklung kepada generasi muda.

"Kemarin di Bogor, sudah diciptakan angklung terbanyak lebih dari 10.000 orang. Sekarang kita ciptakan bermain angklung terlama selama 10 jam yang dimainkan oleh 65 grup dari berbagai daerah," tambahnya.

Sementara Charlie van Houtten yang dimintai komentarnya mengatakan, antusuias anggota Pramuka sangat luar biasa, terutama kekompakannya untuk menciptakan rekor Muri. Apalagi, yang diangkat adalah masalah budaya, khususnya angklung.

Ketua pelaksana bermain angklung terlama, Cecep Pramulyana mengatakan, selama ini belum ada orang di Indonesia menciptakan rekor terlama bermain angklung secara medley. Karena itu, lanjutnya, sekalipun baru sudah lima jam para anggota Pramuka dari enam kwarcab di Jabar bermain angklung, sebenarnya rekor itu sudah terpecahkan.

"Namun tekad kami ingin menciptakan rekor Muri bermain angklung terlama minimal 10 jam. Diperkirakan baru pukul 22.00 WIB malam kami akan berhenti," ujarnya. (kiki kurnia/"GM")**


Wagub Jabar Sosialisasikan Budaya Melalui Gerakan Pramuka

Wagub Jabar Sosialisasikan Budaya Melalui Gerakan Pramuka


Wagub Jabar Sosialisasikan Budaya Melalui Gerakan Pramuka
Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat mensosialisasikan budaya melalui gerakan Pramuka. Kegiatan itu diselenggarakan melalui kegiatan Scout Art Summit 2011. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kegiatan Pramuka peduli Budaya. Kegiatan yang berlangsung tanggal, 21-22 Desember 2011, dibuka Rabu malam (21/12) bertempat di panggung Monju (Monumen Juang) Jalan Dipatiukur Bandung.

Wakil Gubernur,  Dede Yusuf dalam even tersebut menyaksikan penampilan Band anak muda sampai gelaran musik  angklung perkusi dari bambu yang berirama lebih modern yang cocok dengan selera anak muda, semuanya dimainkan anggota pramuka. Namun tak kalah menariknya, diketahui sebelumnya telah diadakan lomba membuat  Indy Film, malam pengumuman pemenang The Best Film, The best musik film.

Wagub, dalam kesempatan tersebut juga menyerahkan Piala dan penghargaan kepada para pemenangnya. Dalam sambutannya Wagub mengatakan panggung ini terbukti menjadi saksi sejarah, bahwa ada ratusan anggota Pramuka telah menuangkan ide, kreasi nya lewat penampilan budaya dan kegiatan yang lebih menampilkan gaya “life still” kekinian, jadi bahwa Pramuka sekarang tidak hanya baris berbaris saja, tapi sudah masuk dapat mengikuti trend , sehingga bisa menjadi bekal manakala terjun ke masyarakat, dari saka bahari sampai saka telematika sudah cukup menjawab tantangan zaman.

Sebelumnya Wagub  beserta pengurus Kwarda Jawa Barat mengadakan Talkshow di PRO2 RRI,96 FM ,dipandu host.Akbar Sembiring ,mengupas sekitar pelaksanaan Pramuka peduli budaya “Scout Art Summit 2011. Intinya bahwa kegiatan Pramuka merupakan wadah pendidikan membangun karakter bangsa, tidak semata hanya kegiatan ekstrakulikuler biasa, namun lebih kepada menghasilkan keterampilan dan kemampuan melakukan sesuatu.

Kak Dede Yusuf menambahkan, bahwa kegiatan art summit, akan dilaksanakan pemecahan rekor MURI bermain angklung terlama pada hari Kamis besok, dan penampilan sosok pecinta pramuka Charly ST 12 penulis pengarang  lagu Pramuka, semoga kegiatan pertama ini akan menjadikan salah satu tonggak sejarah Pramuka lebih dicintai masyarakat Jawa Barat khususnya.

Sumber
43 Pramuka Gabungan Ikuti Kwarda Pramuka

43 Pramuka Gabungan Ikuti Kwarda Pramuka

SUNGAI RAYA—Sedikitnya 43 pramuka penegak dan pandega dari Kabupaten Kubu Raya, Kota Pontinak dan Kota Singkawang mengikuti kursus pembina pramuka mahir tingkat dasar . Gerakan tersebut diselengarakan kwartir daerah gerakan pramuka di Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) sejak tanggal 19-24 Desember 2011. Terselenggaranya Kwartir Daerah Gerakan Pramuka diharapkan memberi pembekalan ke  peserta supaya dapat menjadi pembina pramuka terutama ke peserta anak didik tergolong kalangan siaga dan penggalang.

Iswono, Ketua tim pelatih pembina pramuka mahir tingkat dasar mengatakan peserta ikut kegiatan terdiri dari kalangan penegak dan pandega di Kalbar. Mereka berasal dari kalangan perguruan tinggi Poltekes Pontianak, Untan Pontianak, STAIN Pontianak, dan STKIP PGRI Pontianak juga beberapa pelajar SMA sederajat dari Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya dan Kota Singkawang.  “Tujuan kursus  pembina pramuka mahir adalah memberikan pembekalan ke43 peserta supaya nantinya dapat menjadi pembina pramuka terutama bagi peserta didik tergolong kalangan siaga dan penggalang,” katanya.

Ia mengatakan minat kalangan pelajar SMA dan perguruan tinggi yang mengikuti kursus pembina pramuka mahir tingkat dasar kali ini melebihi kouta ditargetkan. Karena itu pihak panitia menargetkan peserta yang mengikuti kursus pembina pramuka mahir tingkat dasar sebanyak 40 orang.  Akan tetapi, lanjut dia, kemarin malam terjadi penambahkan 3 peserta.  Bahkan pagi (kemarin) ada yang datang mengikuti kegiatan ini tetapi terpaksa ditolak. Panitia merekomendasikan supaya  mengikuti kursus pembina pramuka mahir tingkat dasar yang dilaksakan di waktu mendatang.(den)

Mangindaan: Gerakan Pramuka Bagian Dari Penciptaan Mental Generasi Muda

Mangindaan: Gerakan Pramuka Bagian Dari Penciptaan Mental Generasi Muda

Pramuka adalah satu diantara gerak dalam menciptakan mental remaja dan pemuda, yang dapat di andalkan dalam bentuk semangat dan mental kuat. "Manfaat dari Pramuka cukup besar bagi generasi muda dalam penciptaan karakter". Ungkap Harley Mangindaan selaku Wakil Ketua Majelis Pembimbing Pramuka Cabang Manado, usai melangsungkan pelantikan pengurus cabang pramuka Manado di Lapangan Sparta Tikala, Jumat (19/8) siang tadi.

Harley juga menambahkan setelah dibentuknya pengurus baru periode 2011-2016, harapkan akan seluruh anggota pramuka di Manado mampu bahu membahu membantu pemerintah terutama dalam pembangunan. "Mengingat seluruh agenda kegiatan dalam pramuka tergolong cukup baik,"Tuturnya.
Oleh karena itu, dengan diaktifkannya para remaja dalam kegiatan pramuka diharapkan dapat menghindari sifat negatif seperti penggunaan narkoba dan sejenisnya."Akan tetapi kebutuhan akan perhatian dari ketua majelis pembimbing daerah sulut sangat diharapkan". Jelasnya.

Menurut ketua majelis pembimbing daerah Sulut Alvius Lomban mengatakan sesuai dengan Undang Undang (UU) Nomor 12 tahun 2010 terkait gerakan pramuka diharapkan nanti, gerakan ini dapat membuat terobosan dalam melakukan pembenahan. "Ke depan harapan kami bagi anggota pramuka harus lebih dinamis". Ujarnya.

Tantangan ke depan semakin berat yang di hadapi oleh bangsa Indonesia. "Gerakan pramuka harus mampu menghasilkan karakter bangsa yang dibutuhkan dimasa depan". Terangnya.
Usai pelantikan, upacara dalam memperingati hari gerakan pramuka di Indonesia yang jatuh pada 14 Agustus yang lalu terus di gelar hingga selesai pelaksanaannya. (Yudhi).
(red)

Penulis: Redaksi SuaraManado.com
jangan Abaikan Pramuka

jangan Abaikan Pramuka

SENDAWAR � Bupati Kubar Ismail Thomas menegaskan, kegiatan gerakan Pramuka di Kubar adalah bentuk dukungan terhadap perwujudaan visi Kubar 2011-2016, yaitu, Kubar yang masyarakatnya semakin cerdas, sehat, produktif, dan sejahtera berbasiskan ekonomi kerakyatan. �Saya mengingatkan pentingnya peranan gerakan Pramuka bagi pembinaan dan pendidikan nonformal bagi generasi muda, termasuk anak-anak sekolah,� kata Bupati Ismail Thomas, di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Jumat (16/12). Ia mengatakan ini setelah dirinya diberikan kepercayaan oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalimantan Timur sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kubar masa bakti 2011-2016. Ismail Thomas dilantik oleh Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Kalimantan Timur HM Hatta Zainal. Di tempat yang sama, Ismail Thomas kemudian melantik Agus Afifuddin sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kubar. Ismail Thomas mengatakan, gerakan Pramuka menghadapi berbagai tantangan kehidupan masyarakat dan pembangunan, baik yang berasal dari pengaruh globalisasi ilmu pengetahuan dan teknologi, maupun yang berasal dari perilaku masyarakat modern saat ini. �Namun haruslah terus berupaya melakukan pembaruan. Selain tetap mempertahankan apa yang baik dan bermanfaat yang selama ini telah dilakukan,� jelasnya. Ia juga mengimbau kepada semua pihak, dengan caranya masing-masing mendukung kegiatan-kegiatan kepramukaan yang ada di kabupaten Kubar. �Kita berharap nantinya gerakan Pramuka Cabang Kubar semakin hari akan semakin edukatif, produktif, kreatif, inovatif dan sejalan dengan etika sosio-kultural masyarakat yang berlaku di daerah ini,� ujar Bupati. Ia juga menambahkan, meskipun gerakan Pramuka hanya bersifat pendidikan luar sekolah, tidak berarti harus diabaikan. Sebab pendidikan formal justru sangat dilengkapi dan ditunjang oleh bentuk-bentuk pendidikan luar sekolah. Bentuk pendidikan ini, kata Bupati, pada dasarnya saling melengkapi dan hanya dengan cara demikian, mutu sumber daya manusia dapat ditumbuh kembangkan secara utuh. Bupati berharap, melalui momen pelantikan ini, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kubar semakin eksis sebagai organisasi yang terbuka terhadap perubahan-perubahan yang bersifat membangun. �Hal ini penting, sebab proses pendidikan untuk mewujudkan kualitas sumber daya manusia tidak bisa dicapai melalui sebuah organisasi yang statis dan eksklusif. Ini berarti pembaruan mutlak diperlukan dan dilaksanakan sebagai langkah untuk dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman,� terangnya. Ia meminta seluruh anggota Pramuka lebih memaknai diri dalam organisasi kepramukaan, khususnya Kubar sehingga gerakan Pramuka ini kedepannya sungguh-sungguh dapat menumbuhkembangkan tunas bangsa menjadi generasi yang berkualitas. �Pada gilirannya gerakan Pramuka dapat berperan dalam proses pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,� tandas Bupati.

Supporting Growth in Changing Times - Membership Report 2011

Supporting Growth in Changing Times - Membership Report 2011

We are pleased to announce the publication of the Supporting Growth in Changing Times - Membership Report 2011. As you will be aware, ‘Supporting Growth in Changing Times’ is the overarching theme of the Regional Scout Plan that was adopted by National Scout Organisations during the 20th European Scout Conference in Brussels, Belgium, in July 2010. Therefore we have made analysis of membership data during the last triennium. It is worth noting that extracting membership data from NSOs can be quite challenging. Whilst some have the data readily available, others do not, citing lack of membership management systems or not wishing to provide figures that might contradict.

The Report is available to download from the Library

Source: http://scout.org
Pelantikan Pengurus Kwartir Ranting Cimaung

Pelantikan Pengurus Kwartir Ranting Cimaung

Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung melantik Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Cimaung, Kak Elly Halimah , S.Pd, MS 12/12/11 bertempat Kwarran Cimaung.

Dalam kesempatan ini Ketua Kwatir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung Ka Drs H. Idjudi S.P, M.MPd memaparkan kebijakan serta berbagai program yang telah dan akan dilaksanakan oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung serta mengharapakn seluruh pengurs Kwarran Cimaung bisa mahu membahu melaksanakan amanat Musran yang baru dilaksanaka beberapa waktu yang lalu.

Setakah Dilantik Ketua Kwartir Ranting Cimaung Kak Elly Halimah S.Pd, MS membacakan Ikrar andalan seta menadatangai berita acara pelantikan pertanda kesiapan seluruh andalan untuk melaksanakan program kerja dan bekerja sama denga Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung.

Kak Elly Halimah merupakn tokoh perenjadi pempuan ketiga yang terpilih menjadi Ketua Kwartir Ranting Diwilayah Kabupaten Bandung . Selamat bekerja ( semboyan)

Gerakan Pramuka Selenggarakan Bintek Pendidikan Karakter Bangsa

Gerakan Pramuka Selenggarakan Bintek Pendidikan Karakter Bangsa

Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Sukabumi, bekerja sama dengan Direktorat P2TK Pendidikan Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, baru-baru ini menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bintek) Pendidikan Karakter Bangsa. Bintek yang diikuti oleh 40 orang peserta, yang terdiri dari para Ketua Kwartir Ranting (Kwaran) dan para Pembina Pramuka se Kota Sukabumi ini, dibuka secara resmi oleh Walikota Sukabumi, selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si.

Andalan Humas dan Abdimas Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Sukabumi, selaku Sekretaris Panitia Penyelenggara, Drs. Amir Machmud K.H., yang lebih dikenal dengan panggilan Bah Digma ini menjelaskan, Bintek tersebut belangsung selama 2 hari, tepatnya dari tanggal 15 sampai dengan 16 Desember 2011, bertempat di Metting Room Hotel Edelweis Kota Sukabumi, dilanjutkan praktik dan simulasi selama 1 hari, tepatnya pada tanggal 17 Desember 2011, bertempat di Bumi Perkemahan (Buper) Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.

Adapun materi yang disampaikan dalam Bintek tersebut, terdiri dari Kebijakan Pendidikan Nasional dan Kebijakan Kwartir Nasional (Kwarnas) Tentang Pendidikan Karakter Bangsa, Pola Pendidikan Karakter Bangsa, Pendidikan Kepramukaan, Organisasi dan Administrasi Gugus Depan, Cara Mendidik Anak dengan menggunakan prisinp dasar kepramukaan, metoda kepramukaan dan sistem among, Memahami Peserta Didik Siaga dan Penggalang serta kebutuhannya, Permainan Sebagai Alat Pendidikan dan contoh-contohnya, Menciptakan Permainan Berbasis Karakter Bangsa, Praktik dan Simulasi Contoh Permainan Berbasis Karakter Bangsa, Api Unggun Sebagai Alat Pendidikan, dan Penyusunan Rencana Kegiatan Tindak Lanjut atau RTKL. Materi tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Drs. Ayep Supriatna, M.M., Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Sukabumi, H. Sanusi Harjadireja, M.Pd., serta oleh 10 orang Pelatih Bintek.

Sedangkan maksud dan tujuan dilaksanakannya Bintek tersebut, sebagai salah satu upaya memberikan acuan dan arahan kepada para guru dan tenaga pendidik di satuan pendidikan dasar, khususnya dalam melaksanakan pendidikan karakter bangsa, baik di lingkungan pendidikan maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat, dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, juga meningkatkan kompetensi para pendidik, terutama para guru dan tenaga pendidik, melalui kegiatan kepramukaan, yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan pendidikan, umumnya di lingkungan keluarga dan masyarakat. (Endang)

Sumber: www.sukabumikota.go.id - http://pramuka.or.id
Tim Litbang Kwarnas Kunjungi Bangka : Harapkan Masukan Untuk Kemajuan Pramuka

Tim Litbang Kwarnas Kunjungi Bangka : Harapkan Masukan Untuk Kemajuan Pramuka

Dalam rangka untuk memajukan gerakan pramuka Indonesia, Tim Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kwartir Nasional Pramuka, Jumat (16/12) mengunjungi Kwartir Bangka Belitung dan mengharapkan masukan dan saran. Masukan dan saran ini sebagai bahan penelitian perubahan usia penggolongan gerakan pramuka. Hal ini disebabkan selama 50 tahun belum ada perubahan penggolonggan usia pramuka. Tim Litbang Kwarnas ini diterima Staf Ahli Bupati Murjadi di OR Bina Praja.

“Sejak tahun 1961 sampai sekarang belum ada perubahan penggolongan usia ini. Ini dimaksudkan untuk menampung aspirasi dari daerah-daerah karena ada persoalan khususnya golongan penggalang ada dua penggalang yang berpangkalan di SD dan SMP. Supaya tidak terjadi persepsi seperti itu ini dilakukan peninjauan kembali untuk disesuaikan dengan perkembangan zaman,” ungkap Suyaman, Andalan Nasional Bidang Pendidikan dan Litbang Kwarnas Pramuka.

Lebih lanjut ia menjelaskan sekarang ini ada kecemburuan di kalangan pembina pramuka SD yang merasa diabaikan karena pada jambore nasional tidak diikutsertakan yang hanya diperuntukkan bagi penggalang tingkat SLTP dan SLTA.

“Penggalang di SD tidak diikutsertakan pada jambore nasional. Kalau diikutkan kurang bisa mengimbangi baik itu pola pikir, kondisi kejiwaan maupun kondisi fisik antara SD dengan SMP,” kata Suyaman.

Sekarang ini ungkap Suyaman ada persepsi jambore penggalang SD/MI ada padahal dalam PP tidak ada yang ada hanya jambore karena itu diharapkan ke depan satu persepsi sehingga tidak menimbulkan kesenjangan dalam hal kegiatan. Disamping itu juga ada rencana dan wacana untuk mengakomodir PAUD/TK dimana perlu adanya pendidikan karakter dini sehingga diupayakan ada prasiaga diperuntukan bagi anak-anak PAUD dan TK. Hasil penelitian ini akan dijadikan pijakan dalam merancang penggolongan usia sekaligus adanya prasiaga. (lutfi)

Sumber: www.bangka.go.id
Kegiatan Daerah Wagub Jabar Sosialisasikan Budaya Melalui Gerakan Pramuka

Kegiatan Daerah Wagub Jabar Sosialisasikan Budaya Melalui Gerakan Pramuka

Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat mensosialisasikan budaya melalui gerakan Pramuka. Kegiatan itu diselenggarakan melalui kegiatan Scout Art Summit 2011. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kegiatan Pramuka peduli Budaya. Kegiatan yang berlangsung tanggal, 21-22 Desember 2011, dibuka Rabu malam (21/12) bertempat di panggung Monju (Monumen Juang) Jalan Dipatiukur Bandung.

Wakil Gubernur,  Dede Yusuf dalam even tersebut menyaksikan penampilan Band anak muda sampai gelaran musik  angklung perkusi dari bambu yang berirama lebih modern yang cocok dengan selera anak muda, semuanya dimainkan anggota pramuka. Namun tak kalah menariknya, diketahui sebelumnya telah diadakan lomba membuat  Indy Film, malam pengumuman pemenang The Best Film, The best musik film.

Wagub, dalam kesempatan tersebut juga menyerahkan Piala dan penghargaan kepada para pemenangnya. Dalam sambutannya Wagub mengatakan panggung ini terbukti menjadi saksi sejarah, bahwa ada ratusan anggota Pramuka telah menuangkan ide, kreasi nya lewat penampilan budaya dan kegiatan yang lebih menampilkan gaya “life still” kekinian, jadi bahwa Pramuka sekarang tidak hanya baris berbaris saja, tapi sudah masuk dapat mengikuti trend , sehingga bisa menjadi bekal manakala terjun ke masyarakat, dari saka bahari sampai saka telematika sudah cukup menjawab tantangan zaman.

Sebelumnya Wagub  beserta pengurus Kwarda Jawa Barat mengadakan Talkshow di PRO2 RRI,96 FM ,dipandu host.Akbar Sembiring ,mengupas sekitar pelaksanaan Pramuka peduli budaya “Scout Art Summit 2011. Intinya bahwa kegiatan Pramuka merupakan wadah pendidikan membangun karakter bangsa, tidak semata hanya kegiatan ekstrakulikuler biasa, namun lebih kepada menghasilkan keterampilan dan kemampuan melakukan sesuatu.

Kak Dede Yusuf menambahkan, bahwa kegiatan art summit, akan dilaksanakan pemecahan rekor MURI bermain angklung terlama pada hari Kamis besok, dan penampilan sosok pecinta pramuka Charly ST 12 penulis pengarang  lagu Pramuka, semoga kegiatan pertama ini akan menjadikan salah satu tonggak sejarah Pramuka lebih dicintai masyarakat Jawa Barat khususnya. (Rep-Nur)

Sumber : www.jabarprov.go.id - http://www.pramuka.or.id/
Peserta Jambore Nikmati Kegiatan Wisata Budaya

Peserta Jambore Nikmati Kegiatan Wisata Budaya


Jambore Budaya Serumpun Indonesia Malaysia menawarkan tiga paket kegiatan besar, yaitu kegiatan Seni Buadaya/Kerajinan, Jelajah wisata, wisata budaya, dan  60% kegiatan berada di luar areal perkemahan. Semua paket kegiatan merupakan kegiatan unggulan dan sangat disenangi peserta.

Dari hasil pantauan tim redaksi Tabloid Warta Kwarnas di hari kedua Jambore Budaya serumpun, sebanyak 300-an anggota Gerakan Pramuka peserta jambore budaya mengikuti kegiatan wisata budaya mengunjungi Istana Museum Balla Lompoa, Kabupaten Gowa. Mereka dijamu oleh Pemerintah Daerah dan pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka. Peserta langsung disambut oleh Wakil Bupati Gowa di Istana Museum Balla Lompoa.

Wakil Bupati selaku Wakil Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Gowa, Abdul Rozak Badjidu mengatakan adanya Jambore Budaya Serumpun ini dapat menjadi perakat untuk makin melanggengkan ikatan persaudaraan antara masyarakat Gowa, anggota Gerakan Pramuka tanah air dan PengakapMalaysia. Utamanya tali silahturahmi generasi muda bangsa.

Pada kesempatan itu Kak Abdul Rozak yang di dampingi Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Gowa, Andi Rimba Alam Pangeran, serta jajaran pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Gowa menguraikan tentang kejayaan Kerajaan Gowa diwaktu  lampau hingga pembangunan Kabupaten Gowa saat ini
”Di bumi Kabupaten Gowa ini banyak sekali situs-situs sejarah yang hingga saat ini menjadi kebanggaan masyarakat Gowa”, tutur Wakil Bupati.

Sementara itu, Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Amoroso Katamsi yang ikut dalam acara tersebut menyampaikan ucapan terima kasih atas penerimaan dan dukungan Pemkab Gowa dalam pelaksanaan Jambore Budaya Serumpun Indonesia Malaysia ini.

Sebelun mampir ke Istana Museum Balla Lampoa, mereka melakukan perjalanan ke Kota Makasar, Benteng Ujungpandang, Makam Raja-Raja Tallo, Makam Syech Yusuf, Makam Raja-Raja Bone, Makam Raja-Raja Gowa, dan Masjid Tua Katangka dan diakhir di Istana Balla Lompoa.

Untuk paket kegiatan Jelajah Wisata itu, para peserta jambore diajak ke kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung. Sebelum ke Taman Bantimurung, peserta jambore mengunjungi Taman Purbakala Leang-Leang.

Seperti paket wisata budaya, pada paket jelajah  wisata ini, para peserta disambut oleh Pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Maros. Mereka disambut dan dijamu  secara adat di Taman Nasional Bantimurung. Di Taman Nasional Bantimurung ini, para peserta juga menikmati Pemandian Alam Air Terjun Bantimurung, Kabupaten Maros.

Sementara itu untuk kegiatan paket Seni Budaya dan Kerajinan, mereka tetap berada di kawasan Benteng Somba Opu dengan mengikuti kegiatan pengenalan alat musik tradisional, tari tradisional, sastra tradisional, kerajinan tradisional, pentas seni dan pergelaran seni tradisional Sulawesi Selatan. Wk. 02

Sumber: Humas Kwarnas - http://pramuka.or.id
Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Prof. Dr. dr. H. Azrul Azwar, MPH: “Gerakan Pramuka Utamakan Penanaman Nilai-Nilai”

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Prof. Dr. dr. H. Azrul Azwar, MPH: “Gerakan Pramuka Utamakan Penanaman Nilai-Nilai”

Gerakan Pramuka lebih mengutamakan pendidikan nilai-nilai baru kemudian diajarkan tentang pengetahuan dan teknologi. Penanaman nilai-nilai dalam Gerakan Pramuka dalam rangka untuk  membentuk karakter kaum muda, memiliki rasa kebangsaan, dan meningkatkan keterampilan peserta didik. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan melalui proses pembelajaran interaktif, aktif di alam terbuka.  Salah satu metode adalah keteladanan.

“Keteladanan bagi anggota dewasa menjadi sangat penting untuk merubah attitude peserta didik”, kata Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Prof. Dr.dr. H. Azwar Azwar, MPH dalam acara Temu Tokoh Pramuka dalam rangka konsultasi antara Pembina  Pramuka, Alumni Pramuka Tingkat Nasional dan Internasional tanggal 10 Desember 2011 di Hotel Redtop, Jakarta.

Untuk menanamkan keteladanan itu tegas Kakwarnas, dilakukan kegiatan temu tokoh dengan harapan para peserta dapat mengambil manfaat dari para tokoh yang dihadirkan dalam forum ini.

Staf Ahli Revitalisasi Gerakan Pramuka Kemenpora, Prof. Dr. Amran Razak mengatakan bahwa hal yang terpenting dalam Gerakan Pramuka adalah segala sesuatu harus dilakukan secara terencana untuk mencapai cita-cita.

Menanggapi pertemuan tersebut di dalam ruangan, Prof. Amran berjanji pada pertemuan yang akan datang, Kemenpora akan menfasilitasinya lebih besar lagi dan akan dilakukan di alam terbuka.

Sementara itu Waka POLRI, Komjen Polisi Nanan Sukarna (salah satu tokoh yang ditampilkan dalam acara temu tokoh ini) mengatakan bahwa pendidikan kepramukaan sebaiknya ditanamkan sejak dini di keluarga melalui SKU dan SKK, Dwi Satya, Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka.

Sangat disayangkan ungkap Kak Nanan banyak orang tua tidak menyadari metode pendidikan kepramukaan seperti bermain dan bernyanyi itu sebagai alat dan proses pendidikan.

Nanan Sukarna pernah mengusulkan agar setiap perwira yang sedang melaksanakan proses pendidikannya di Akpol mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan hingga saat ini masih merupakan kurikulum di Akpol.

Menurut Nanan Sukarnakegiatan kepramukaan sebaiknya dikemas dengan sebaik-baiknya agar menarik sehingga diminati oleh generasi muda kita. Lebih dari itu adik-adik Pramuka harus punya tekad untuk dapat menjadi pemimpin di level manapun, dan untuk itu harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya.

Dalam acara temu tokoh tersebut, panitia pelaksana menghadirkan selain Waka Polri Nanan Sukarna, juga menghadirkan Sekjen Kemenhan yang juga Wakil Ketua Kwarnas Bidang Abdimas dan Siaga Bencana, Marsdya TNI Eris Herryanto, M.A, Peneliti BPPT dan Wakil Ketua Kwarnas Bidang Pendidikan dan Penelitian, Prof. Dr. Jana Tjahjana Anggadiredja, M.Sc, Apt.

Masing-masing tokoh yang ditampilkan diberi waktu untuk menceritakan pengalaman hidupnya terutama kiprahnya dalam Gerakan Pramuka. Kemudian para peserta temu tokoh diberi kesempatan untuk menanyakan tentang berbagai hal kepada tokoh-tokoh yang tampil tadi. Wk. 02

Sumber: Humas Kwarnas - http://pramuka.or.id
From a Council of Scout Associations to a National Scout Organization

From a Council of Scout Associations to a National Scout Organization

Sarajevo, 17th December 2011 - This date will certainly be remembered as a very important date among the Scouts of Bosnia and Herzegovina. After a very long period of negotiations, the Scouts of Bosnia and Herzegovina are proud to announce that they now have a National Scout Organization, comprised of the three existing Scout Associations in Bosnia and Herzegovina (Scout Association of the Federation of Bosnia and Herzegovina, Scout Association of Republica Srpska, Scout Association of Brčko District).

All 25 delegates of the Constituent Assembly held on 17 December voted unanimously for founding the NSO and elected the presidency of the NSO. The first
  • Mr. Dragan Gnjatić for President,
  • Ms Emira Kršlak for Vice-president,
  • Mr. Adnan Badnjević for Programme Commissioner,
  • Mr Ivan Klašnić for Training Commissioner and
  • Ms Hana Pašić for International Commissioner.
The Scouts of Bosnia and Herzegovina were very happy to host friends from the region - Dr. Andrea Demarmels, ESC contact for Bosnia and Herzegovina, Mr. Jordan Bajraktarov, Field Executive of the European Scout Bureau, as well as friends from Serbia and Croatia.
Article by Hana Pašić
International Commissioner - The Scout Association of Bosnia and Herzegovina


Source: http://scout.org

Kwarda Jateng Gelar Rakor Pramuka Peduli

Kwarda Jateng Gelar Rakor Pramuka Peduli

Semarang – 19 Desember 2011,  Gerakan Pramuka Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pramuka Peduli dengan jajaran Kwartir Cabang se Kwarda Jawa Tengah di Pusat Kegiatan Pramuka (Puskepram), Karanggeneng, Gunungpati, Kota Semarang. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Waka Kwarda Jateng Bidang Abdimas dan Humas, Drs Hernowo Budi Luhur, SH M.Si, Minggu (18/12).

Dalam sambutannya Kak Hernowo menegaskan salah satu kelemahan bangsa Indonesia termasuk didalamnya Gerakan Pramuka yaitu tidak mendokumentasikan secara tertulis segala aktifitas yang kita lakukan. Bangsa kita atau pramuka sendiri terkadang hanya mengandalkan lisan (pitutur).  “Mari kita tinggalkan budaya lisan, dan budayakan tulis menulis,” ungkap Kak Hernowo

Jika budaya tulis tersebut, lanjut Kak Hernowo, sudah menjadi budaya kita, maka setitik apapun bakti kita (Pramuka) bisa tercatat dengan indah bahkan bisa menjadi kenangan. “Dari budaya tulis ini, akan muncul banyak pengetahuan, ilmu dan banyak hal yang bisa kita ambil,” urai Kak Wowo

Terkait dengan agenda Rakor, kata Kak Hernowo, yaitu dalam rangka membahas dan mensikapi petunjuk teknis (juknis) baru Pramuka Peduli yang dikeluarkan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yaitu SK Kwarnas Nomor 248 tahun 2010 tentang Pramuka Peduli Penanggulangan Bencana “Rakor ini untuk mensikapi Juknis baru pramuka peduli, khususnya di wilayah Kwarda Jateng,” tandas Kak Hernowo.

Selanjutnya rakor menyepakati beberapa hal antara lain Kwarda Jawa Tengah akan segera menerbitkan petunjuk operasional Pramuka Peduli Jawa Tengah, Penguatan kelembagaan Pramuka peduli tetap mengacu pada PP dan Juknis yang ada, Penyusunan data potensi relawan Pramuka Peduli “Rakor pramuka peduli direncanakan digelar rutin tiap tahunnya,” terang Andalan Daerah bidang Abdimas Kwarda 11 Jateng, Aditya Wicaksono.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan hasil kejuaraan Pramuka peduli Award tahun 2011 yang digelar Kwarda Jateng. DKC Sragen berhasil menggondol peraih tropi Pramuka Peduli Award. 


(Sumber Berita: http://kwarcab1128.blogspot.com - http://pramuka.or.id)
Nasional Pengurus Mabi dan Andalan Ikuti KOS

Nasional Pengurus Mabi dan Andalan Ikuti KOS

Bojong – Dalam upaya meningkatkan kualitas dan kinerja sesuai bidang, peran dan tugas pokok serta tanggung jawabnya, jajaran Pengurus Mabi dan andalan cabang Gerakan Pramuka Kwartir Cabang 11.28 Tegal dibekali dan dilatih melalui Kursus Orientasi Singkat (KOS).

Kegiatan yang dipusatkan di Bumi Perkemahan Martoloyo, Desa Suniarsih Kecamatan Bojong itu dipandu oleh Pusat Pendidikan dan Latihan Cabang (Pusdiklatcab) Dewa Ruci Kwarcab 11.28 Tegal, digelar Senin (19/12) dan dibuka secara resmi oleh Waka Kwarcab Bidang Organisasi dan Hukum, Drs H Agus Subagyo MM.

Dalam sambutannya Agus mengatakan, saat ini usia kepanduan memasuki tahun ke 100 / satu abad dan Gerakan Pramuka sudah berumur 50 tahun.

“Diusianya tersebut ada kado istimewa berupa lahirnya UU No 12 tahun 2010 sebagai payung hukum Gerakan Pramuka,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Agus, kedepan tugas dan tanggung jawab Gerakan Pramuka semakin berat, tapi mulia. Yaitu mengantarkan generasi muda bangsa yang cinta tanah air, berkarakter dan berakhlak mulia dan memiliki ketrampilan hidup.

“Jadi KOS ini penting, sehingga perlu diadakan secara berkelanjutan untuk peningkatan kualitas Pengurus,” tegasnya.

Bahkan dapat menambah pengetahuan dan kemampuan pengurus dan andalan cabang. Sehingga kedepan dapat menjadi
Pimpinan Kursus, Makmuri S.Pd menjelaskan, KOS bagi Mabi dan andalan Cabang ini dimaksudkan untuk memberikan bekal dan pengetahuan kepada jajaran Mabi dan Andalan cabang tentang peran, tugas dan tanggung jawab sesuai bidang tugasnya.

“Harapannya lewat KOS ini, tercipta persepsi yang sama antara Pengurus Mabi dan andalan cabang demi peningkatan kinerja Kwartir Cabang,” katanya.

Dalam KOS ini, lanjut Makmuri, sehingga diberikan berbagai materi tentang Kepramukaan. Materi tersebut antara lain Kegiatan dalam Pramuka, UU Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, dan SK Kwarnas Nomor 179 tahun 2010 tentang Pusdiklatcab dan tanda jabatan dalam Gerakan Pramuka.
“Jajaran Mabi dan Andalan yang hadir mencapai 44 orang,” tambahnya.

Senada Kepala Pusdiklatcab, H Ike Nachrawi berharap melalui KOS, jajaran Mabi dan andalan cabang akan memahami dan mengetahui tugas dan tanggung jawabnya sesuai bidang tugasnya.
“Jajaran Mabi dan andalan juga perlu memahami tupoksinya,  sehingga akan meningkatkan pengabdian  dalam Gerakan Pramuka,” pungkasnya. 


Sumber: http://pramukaslawi.com - http://pramuka.or.id
19 Pontren Ramaikan Kemah Pramuka Santri

19 Pontren Ramaikan Kemah Pramuka Santri

Tarub – 18 Desember 2011, Sebanyak 19 Pondok Pesantren (Pontren) se Kabupaten Tegal turut ambil bagian dalam gelaran kemah pramuka santri, mufakat dan pekan porseni daerah (pospeda). Kegiatan yang digelar atas kerjasama Kementerian Agama Kabupaten Tegal, Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) dan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang 11.28 Tegal  itu berlangsung selama 2 (dua) hari, Sabtu (17/12/  dan berakhir Minggu (18/12) di Ponpes Hasyim Asyari, Tarub Kab. Tegal.

Berkesempatan membuka secara resmi kegiatan yaitu Wakil Bupati Tegal, H Moch Hery Soelistiyawan, SH.MHum, Sabtu (17/12) kemarin. Hadir dalam kesempatan tersebut Pengurus Kwarcab Pramuka Kabupaten Tegal, Pengurus Forum Komunikasi Ponpes (FKPP), Kepala Kemenag Kab. Tegal, Drs H Ahmad Ubaidi, M.Si, Kabag Kesra Pemkab Tegal, Dra Hj Suspriyanti, MM dan segenap pengasuh Pondok pesantren Kabupaten Tegal.

 Wakil Bupati dalam sambutannya berpesan agar dalam kegiatan kemah pramuka santri hendaknya dapat diupayakan kegiatan yang bersifat operasional dan teknik kepramukaan (tekpram). Hal tersebut dikarenakan nuasa kegiatannya adalah Pramuka.  “Karena nuansa kegiatannya Pramuka, saya pesan agar ada kegiatan operasinal dan teknik kepramukaan yang dilaksanakan,” pintanya

 Hal ini penting, kata Wabup, agar ilmu Kepramukaan di pondok pesantren (Ponpes) dapat diikuti dengan baik. Selain itu, lanjut Wabup, dalam pembinaan kepramukaan, ponpes juga dapat berkoordinasi dan menjalin kerjasama dengan Kwartir Ranting (Kwarran) dilingkungan masing – masing.  “Ponpes yang jumlahnya banyak, bisa kerjasama dengan Kwarran dalam pembinaan Pramuka,” katanya.

 Kepala Kemenag Kabupaten Tegal, Drs H Ahmad Ubaidi, M.Si dalam laporannya mengatakan kemah pramuka santri mufakat dan Pospeda merupakan program kerja kemenag Kab Tegal yang bertujuan untuk mengarahkan visi pondok pesantren, sebagai wahana kompetitif ponpes serta bermanfaat sebagai sarana taaruf dan silaturahim antara sesama pondok pesantren. “Selain itu juga sebagai wujud wacana dinamis dan tolak ukur bagi pembinaan Ponpes,” jelasnya.

Kemah pramuka santri dan Pospeda, kata Ubaidi, akan diisi berbagai kegiatan antara lain giat olahraga atletik, non atletik, giat kebersihan, tekpram, ceramah UU Pramuka oleh Pengurus Kwarcab, pendidikan karakter dan kepemimpinan serta pentas seni.   “Kegiatan diikuti oleh 19 Ponpes dan ratusan atlet Pospeda,” urainya.

 Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan operasional pondok pesantren (BOP) dari Pemkab Tegal secara simbolis oleh Wakil Bupati Tegal kepada perwakilan Forum Komunikasi Ponpes (FKPP), disaksikan Kabag Kesra Pemkab Tegal, Dra Hj Suspriyanti, MM dan Kepala Kemenag Kab. Tegal, Drs H Ahmad Ubaidi, M.Si.  “Pemberian BOP ini merupakan program tahunan Pemkab Tegal melalui Bagian Kesra. Masing – masing Ponpes mendapat bantuan sebesar 2 juta,” terang Kepala Seksi Pekapontren, Drs H Banu Hamdan, M.Pd usai upacara pembukaan.

Usai pembukaan perkemahan diisi dengan demonstrasi marching band ‘Gema Qothrun Nada’ dari Ponpes Modern Daaru Ulil Albaab Warureja dan dilanjutkan dengan peninjauan lokasi perkemahan oleh Wakil Bupati Tegal beserta undangan. 

(Sumber Berita : http://kwarcab1128.blogspot.com - http://pramuka.or.id)
Wabup Kampar Buka Lomba Tingkat III Pramuka Penggalang

Wabup Kampar Buka Lomba Tingkat III Pramuka Penggalang

Bangkinang – 18 Desember 2011,  Masa depan bangsa  tidak mungkin dicapai secara spekulatif begitu juga dengan cita-cita, keduanya hanya dapat dicapai melalui kerja keras yang ditopang oleh semangat kejuangan dan kemahiran yang profesional.

Demikian dikatakan Wakil Bupati Kampar H Ibrahim Ali SH saat membacakan sambutan Bupati Kampar selaku Kamabicab Gerakan Pramuka Kampar H Jefry Noer  pada acara Pembukaan Lomba Tingkat III Pramuka Penggalang Kabupaten Kampar Tahun 2011 di Lapangan Yon 132/BS Salo, Minggu (18/12).

“Sebagai generasi muda sudah selayaknya adik-adik berdiri digaris depan dalam memupuk dan mengembangkan secara terus menerus rasa tanggung jawab, sosial, displin, semangat kebersamaan,  jiwa kekeluargaan dan  rasa kesetiakawanan agar tetap mewarnai tatananan kehidupan masyarakat”.ujar Wakil Bupati.

Dalam kaitan tersebut Wakil Bupati meminta kepada seluruh jajaran Kwartir Ranting Cabang, Kwartir Ranting, Gugus Depan, Pelatih dan Pembinan Pramuka untuk dapat membuat program-program kegiatan  kaum  muda khususnya anggota Pramuka untuk membina kepribadian akhlak dan moral, taat kepada ajaran agama serta mempunyai pengetahuan dan ketrampilan untuk menyongsong masa depan yang lebih baik serta membangun  masyarakat bangsa dan negara.

Walapun suasana hujan lebat saat pelaksanaan acara tersebut  namun seluruh peserta tetap bersemangat dalam mensukseskan perlombaan ini .   ”hujan yang mengguyur kita saat ini adalah berkah dari Allah Swt agar kita selalu bersemangat dan siap menghapi tantangan apapun yang ada di depan kita”.ujar Ibrahim saat memulai memberikan sambutannya.

Lomba dilaksanakan selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 17-19 Desember 2011 bertempat di Batalyon 132/BS Bangkinang dan diikuti oleh 13 Kwartir Ranting Kecamatan terdiri dari Kecamatan Koto Kampar Hulu, Tapung, Kampar Kiri, Kampar, Bangkinang Barat (Kuok), Rumbio Jaya, Siak Hulu, Tapung Hilir, Kampar Kiri Hulu,Bangkinang, Gunung Sahilan, Salo, dan Kampar Kiri Tengah dengan total jumlah peserta 200 orang ditambah 25 orang Pembina Pendamping.

Perlombaan yang akan diperlombakan yaitu perkelompok tediri dari kecepatan dalam memasang tenda, PPB stock, pentas seni dll dan perorangan, sandi morse, tali temali, pidato, MTQ, cersa tangkas dll.

  (Sumber Berita : http://utusanriau.com/news - http://pramuka.or.id)
Ultimate Scouter reflects on International Volunteer Day

Ultimate Scouter reflects on International Volunteer Day



Seven decades of service

Soaring up high in British skies, locked in vicious dog fights against snarling Messerschmitts, an 18-year-old kid named Alan Griffin clung to his life – and the throttle of his Hawker Hurricane – while watching friends all around him lose theirs.
It was the Battle of Britain, a defining moment of the Second World War, and “Griff,” as he was called, was learning the most valuable lesson of his life.
The buddy system.
“They taught us to look after each other.”
Sitting in the museum he started inside Scouts Canada’s national headquarters in Nepean, Griffin reflects how well that simple lesson has served him in war, peace, and 70 years of volunteering with the organization.
It’s something the 89-year-old has strived to pass on – not only as a father and grandfather, but also as a highly-decorated Scout leader who has worked with youth of every age.
Griffin is among the countless volunteers around the globe whose efforts were recognized on Dec. 5, with International Volunteer Day, a United Nations-sanctioned event.
He has been involved in the Scouting movement since 1929, when he joined the Cubs at age six in his hometown of Leicester, U.K.
Though he has earned practically every honour Scouting can bestow – from the sewing badge on up – the latest, in his eyes, is by far the greatest.
In a surprise ceremony held Nov. 24, a crowd of Griffin’s Scouting comrades, past and present, came together at the Nepean headquarters to recognize his 70 years of volunteer service to the organization.
In addition, he learned that a fund had been set up in his name – the Alan Griffin Spirit of Scouting Fund – that will give financial help to young people who can’t afford to join Scouting without it.
But perhaps Griffin’s greatest surprise that day was seeing a Scouter who made the trip from Toronto with two kids of his own troop just to see the ceremony. Once upon a time, Griffin mentored the man when he himself just a kid.
For Griffin, it was a reminder of the less tangible rewards of a life spent in dedication to a cause.
These days, with the help of a few other volunteers, Griff minds the Scouting museum he started seven years ago inside the movement’s national headquarters.
Sorting through Scouting treasures is a treat in itself, he said, but nothing is sweeter than showing the young people who visit artifacts of the movement’s past.
The value of volunteering in an organization likes Scouts Canada, he said, is just that: the opportunity to pass something on.
It’s something he learned from the movement’s founder, Lord Robert Baden-Powell, a man Griffin met several times, fondly remembering the way he connected to the movement’s youth, “on our level.”
Says Griffin, his finger jabbing the air for emphasis: “What you instill in the next generation will take you further.”

Source
Pramuka dan Krisis Kepemimpinan Pemuda

Pramuka dan Krisis Kepemimpinan Pemuda

ADA hal yang sangat kontradiktif jika kita amati kualitas pemuda dan sistem pendidikan kita dalam beberapa waktu terakhir. Kriminalitas dan kenakalan remaja khususnya pelajar SMA sederajat meningkat tajam. Mulai dari tawuran, pemakaian narkoba, minuman keras, seks bebas bahkan kriminalitas. Di sisi lain, pelajar kita dan pemuda pada umumnya sangat “dimanjakan” oleh sejumlah kemudahan dan fasilitas penunjang. Teknologi informasi berbentuk telepon seluler dan internet seharusnya menjadi media pembelajaran tanpa batas. Beragam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dan les mandiri di rumah juga sangat lengkap, variatif dan berorientasi pada kompetensi persaingan global. Seperti penguasaan terhadap sejumlah bahasa asing dan pengaktualisasian bakat emas terutama di bidang, sains, seni dan ekonomi kreatif.

Jika dua hal kontradiktif di atas, sistem pendidikan dan output yang dihasilkan, berkembang sama pesatnya, pasti ada sesuatu yang salah, kurang atau hilang. Salah satu hal terpenting yang semakin terpinggirkan bahkan nyaris hilang dalam sistem pendidikan kita adalah pelajaran tentang nilai dan moral. Selain pelajaran agama, “ mata pelajaran” lain yang nyaris hilang adalah Pramuka. Sebuah kegiatan yang dua decade lalu bisa ditemui di semua jenjang pendidikan mulai tingkat SD, SMP hingga SMA, bahkan menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler favorit pelajar kita. Menjadi anggota Pramuka adalah sebuah kebanggan bagi pelajar Indonesia ketika itu.

Pramuka, Riwayatmu Kini


Pramuka hampir tak terdengar kabarnya terutama dalam satu decade terakhir. Ia seolah hilang ditelan kemajuan jaman. Bahkan seragam kebesaran berwarna coklat muda dan tua itu semakin jarang terlihat. Apalagi semangatnya. Anak sekolah jaman sekarang bahkan mungkin tidak tahu dan mengenal apa itu Pramuka.

Pemuda kita terutama para pelajar sekolah, kini lebih akrab dengan teknologi. Tanpa pondasi nilai dan moral yang kuat, teknologi dan hiruk pikuk globalisasi akan membentuk karakter pemuda yang hedonis, pragmatis dan anti social. Mereka tumbuh menjadi generasi yang individualis dan berpikir instan. Kepekaan social kepada sesama dan alam semakin memudar. Banyak fakta dan data yang bertebaran di sekitar kita. Kriminalitas dan kenakalan remaja meningkat tajam. Mulai dari tawuran, pemakaian narkoba, minuman keras, seks bebas bahkan kriminalitas. Jika keadaan ini tidak membaik bahkan bertambah buruk, maka ancaman krisis kepemimpinan pemuda semakin nyata di depan mata.

Sebagai ujung tombak penentu masa depan bangsa, kualitas pemuda di masa sekarang akan mempengaruhi kualitas kepemimpinan mereka di masa mendatang ketika tampuk ke kepemimpinan telah berpindah ke pundak mereka. Untuk menyongosng masa depan bangsa yang gemilang, kita tak hanya butuh pemuda yang berkompetensi tinggi namun juga beriman, bermoral, dan berhati nurani. Semua nilai ini terangkum dalam Pramuka. Sebuah kegiatan yang nyaris hilang dan terlupakan.

Menghidupkan Kembali Pramuka


Pramuka bukan sejarah, tapi ia adalah penentu masa depan. Menghidupkan kembali Pramuka terutama di lingkungan sekolah merupakan salah satu upaya penting untuk menyemai bibit-bibit kepemimpinan dalam diri pemuda sedini dan sebaik mungkin. Mengapa Pramuka penting? Karena kegiatan yang luar biasa ini bisa memberi pengaruh signifikan terhadap pembentukan kepribadian seseorang terutama pemuda. Karakter positif dan pekemimpinan pemuda dapat dibentuk melalui organisasi pramuka. Ketakwaan, cinta alam dan kasih sayang, patriot dan ksatria, patuh dan suka bermusyawarah, rela menolong dan tabah, rajin, terampil dan gembira, dan semacamnya adalah nilai-nilai yang senantiasa diajarkan di dalam kegiatan kepramukaan.
Menghidupkan kembali Pramuka dapat dimulai dengan memasukkannya sebagai pilihan dalam kegiatan ekstrakurikuler. Jika perlu, dibuat kurikulum khusus untuk Pramuka. Tentu saja kehadirannya harus dikemas sekreatif mungkin agar memiliki daya tarik di mata siswa. Jangan sampai keikutsertaan siswa hanya karena terpaksa. Kita tidak hanya mengedepankan kuantitas namun juga kualitas. Untuk itu, Pramuka harus hadir mengikuti konteks jaman tanpa kehilangan jati dirinya.

Agar tidak terkesan kuno dan membosankan, kegiatan Pramuka harus fun. Cara dan media yang digunakan bisa melalui permainan dan rekreasi. Dua kegiatan yang sangat disukai oleh anak-anak dan remaja. Seiring dengan perkembangan jaman, kegiatan Pramuka juga harus berbasis teknologi informasi dengan tetap mengedepankan aspek social dan kepedulian terhadap lingkungan. Kehadiran teknologi informasi seharusnya juga bisa menjadi sarana untuk menjalin keakraban dan jaringan serta sarana bertukar informasi antar anggota Pramuka di seluruh penjuru dunia. Pramuka harus mengemas dan mempersiapkan dirinya untuk berdimensi global. Dari sinilah pemimpin masa depan berkualitas dan berdaya saing tinggi tengah kita persiapkan. Apalagi Indonesia memiliki jumlah anggota pramuka paling banyak di dunia. World Organization of the Scout Movement (WOSM) telah menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang memegang peranan penting dalam organisasi kepanduan dunia. Banyaknya anggota pramuka di Indonesia dan peranan pentingnya di tingkat internasional merupakan sebuah potensi besar untuk menyemai sebanyak mungkin benih-benih pemimpin masa depan.

ditulis oleh: Ririn Handayani
Scouts Power Camp supports Bangladesh government energy saving campaign

Scouts Power Camp supports Bangladesh government energy saving campaign


Bangladesh Scouts collaborates with the Power Division of the Bangladesh government to organize the Power Camp, a simultaneous gathering of 579 camps across the country from 18th to 21st December 2011.



The camp is expected to bring together around 40,000 Scouts, Rover Scouts, Scouters and government officials. It is designed to educate participants on power consumption, targeting a wider participation of young people in energy-saving awareness campaigns that they could later share in their schools.
Bangladesh Prime Minister Sheikh Hasina will inaugurate the camp through video-conferencing with Scouts on 18th December from “Gonobhaban.” National television and other media will telecast the programme live.

To ensure the success of the camp, a series of preparatory courses were held at national, regional and local levels participated both by Scouts and Power Department officials.

A training handbook is published and a press conference is arranged on 17th December 2011.


Source: http://scout.org

Kwarcab Pramuka 0404 Bengkalis Gelar Siparcab 2011

Kwarcab Pramuka 0404 Bengkalis Gelar Siparcab 2011


Bengkalis, Kwartir Cabang 0404 Gerakan Pramuka Bengkalis direncanakan pada 16 hingga 18 Desember ini akan menggelar kegiatan Sidang Paripurna Cabang (Siparcab) tahun 2011. Agenda tahunan Kwarcab Pramuka Bengkalis ini akan dipusatkan di Bumi Perkemahan Pawang Perkasa II, Desa Kelapapati Bengkalis.

Ketua Kwarcab Pramuka Bengkalis H Riza Pahlefi yang ditemui disela-sela persiapan pelaksanaan kegiatan, Kamis (15/12) mengatakan, Siparcab Kwarcab Pramuka Bengkalis tahun 2011 ini nantinya akan diikuti peserta dari pengurus Dewan Kerja Ranting (DKR) se-Kabupaten Bengkalis. Masing-masing DKR akan diikuti dua utusan yang terdiri dari ketua dan wakil ketua.

“Selain diikuti para utusan pengurus DKR masing-masing Kwartir Ranting (Kwarran), dalam Siparcab ini juga akan diikuti para pengurus Dewan Kerja Cabang (DKC) Kwarcab Pramuka Bengkalis sebanyak 23 orang,” ujar Riza.

Mantan Ketua DPRD Bengkalis ini menegaskan, adapun tujuan dilaksanakannya Siparcab yang menjadi agenda tahunan pihaknya ini, diantaranya guna mengevaluasi berbagai kegiatan yang dilaksanakan sepanjang tahun 2011. Selain itu juga guna menyusun kegiatan-kegiatan Pramuka penegak dan pandega untuk program kerja tahun 2012.

“Nah, di Pramuka ini dalam pola pembinaannya, berbagai kegiatan itu rencananya dilaksanakan dan dievaluasi oleh Kwarran sendiri. Dalam hal ini, peran anggota Pramuka dewasa hanyalah sebagai pendamping dan sekaligus mengawasi kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan tersebut,” urai Riza lagi, seraya menambahkan, jika Siparcab ini menjadi salah satu ajang para DKR untuk belajar mengelola sebuah organisasi dengan berbagai kegiatan.

Dikatakan Riza lagi, berdasarkan evaluasi sementara yang dilakukan, sejauh ini masing-masing Kwarran banyak melakukan program kepramukaan, seperti pembinaan yang sampai hari ini masih berkelanjutan. Kendati demikian, ada juga beberapa Kwarran yang stagnan.

“Kita berharap karena sebagian besar pengurus ranting saat ini akan segera berakhir, pengurus ranting yang akan datang, dapat memperbaiki kinerjanya dan menjalankan program-program yang sudah ditetapkan,” pintanya.

Di bagian lain Riza menambahkan, menjelang akhir Desember ini, selain pihaknya akan menggelar Siparcab, sejumlah agenda kegiatan lain juga turut diprogramkan. Diantaranya pelaksanaan kegiatan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) yang akan dilangsungkan pada 18 hingga 20 Desember, serta Perkemahan Wirakarya Cabang I Gerakan Pramuka Bengkalis Tahun (PW Cabang) 2011 yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 26 hingga 31 Desember mendatang.** (eko/eko)

Sumber: http://utusanriau.com
DANRINDAM VI/MLW BUKA DIKLAT KARAKTER DAN PRAMUKA SISWA SMK PROVINSI KALSEL

DANRINDAM VI/MLW BUKA DIKLAT KARAKTER DAN PRAMUKA SISWA SMK PROVINSI KALSEL


ImageBanjarbaru (8/11), Bertempat di lapangan Kejujuran Rindam VI/Mlw Banjarbaru Kalsel Kamis (8/11) telah dilaksanakan  pembukaan Diklat Karakter dan Pramuka Siswa SMK Provinsi Kalsel Tahun 2011. Yang mana Diklat tersebut diikuti 79 Siswa. Hadir dalam pembukaan tersebut  Wadan Rindam VI/Mlw, Kepala Dinas Provinsi Kalsel, para Kabag, para Dansatdik, Dandodik Bela Negara dan pelatih, serta Perwira Rindam VI/Mlw.

Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Danrindam VI/Mlw Kolonel Inf Oerip Soekotjo. Rencannya diklat tersebut akan dilaksanakan selama kurang lebih tiga hari. Dalam amanatnya Danrindam VI/Mlw menyampaikan bahwa pendidikan dan latihan ini sangat singkat oleh karena itu agar gunakan sebaik mungkin untuk belajar dan berlatih, sehingga tujuan latihan kader dan kepramukaan dapat tercapai secara optimal.

Danrindam VI/Mlw juga menekankan, bahwa pelatihan ini sangat penting dalam proses belajar mengajar di sekolah, karena untuk menjadi  siswa yang baik kalian harus memiliki pengetahuan kejasama dan memiliki sikap dan perilaku disiplin, setia, taat, patuh pada hukum serta memiliki rasa wawasan kebangsaan yang tinggi, kecintaan terhadap Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kepada para peserta Diklat agar selalu memperhatikan setiap ilmu dan keterampilan yang diberikan oleh para Pelatih sehingga apa yang saudara terima di Lembaga pendidikan ini dapat dikembangkan dan diimplementasikan di dalam kehidpan sehari-hari, dan juga dapat memberikan contoh kepada siswa yang lain dalam menerapkan disiplin, peraturan yang berlaku di sekolah serta dalam hal cita terhadap Negara dan Bangsa, sebagaimana kita ketahui bahwa`perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdampak masuknya budaya dari luar yang sebagian tidak sesuai dengan budaya kita.

(Rindam VI/Mlw)

Sumber: http://www.kodam-mulawarman.mil.id/

Kategori

Kategori