Wujudkan Pramuka sebagai Pelaku Perubahan untuk Membangun Bangsa yang Bermartabat.
Lingkaran Berbelit

Lingkaran Berbelit

Tujuan:

Menyadarkan peserta tentang pentingnya rasa 1 tim untuk memudahkan proses belajar dan bekerja dalam kelompok.

Langkah-langkah :

a. Peserta berdiri dalam lingkaran, lalu menjulurkan kedua tangannya ke depan. Kemudian memegang tangan 2 peserta lainnya (missal : tangan kiri memegang tangan si A, tangan kanan memegang tangan si B) sampai membentuk suatu belitan besar.

b. Semua kerjasama untuk coba membentuk kembali lingkaran sempurna tanpa melepaskan tangan yang dipegang dan tanpa berbicara.

Bermain Tali

Bermain Tali

Latar belakang Dalam segala hal, selalu akan kita hadapi berbagai masalah, dan kita tidak akan dapat terhindar dari masalah itu. Melalui kegiatan ini kita akan dihadapkan dengan suatu masalah dan bagaimana kita dapat keluar dari masalah itu. Bahan Tali raffia

 Langkah – langkah

a. Potong tali raffia dengan ukuran 1,5 m dan bagikan kepada setiap peserta

b. Minta mereka berpasangan - pasangan, lalu masing - masing ujung tali yang satu diikatkan ke tangan sebelah kiri. Sebelum mengikat tali yang satu lagi ke tangan kanan, silangkan tali tersebut ke tali pasangannya, kemudian ikatlah ke tangan masing - masing, ingat, sebaiknya iaktan tidak terlalu kencang

c. Setelah itu minta mereka untuk dapat melepaskan diri dari ikatan tadi tanpa melepaskan ikatan tali

d. Jika ada pasangan yang berhasil melepaskan diri dari ikatan tersebut, mintalah mereka menunjukkan bagaimana cara mereka untuk melepaskan diri kepada teman - teman yang lain.

 Tanyakan kepada mereka apa hikmah dari permainan tersebut

Bercermin

Bercermin

 

Latihan yang menyenangkan ini digunakan untuk mendiskusikan perasaan dan sikap dalam menuntun dan mengikuti orang lain. Acara sore yang baik.

Prosedur :

a. Setiap peserta memilih pasangannya dan berdiri berhadapan dengan tangan ke atas dalam jarak kira-kira sejengkal. Mereka menirukan gerak pasangannya, layaknya sebuah cermin, demikian bergantian sesuai dengan keinginan mereka.

b. Untuk putaran kedua, pasangan meneruskan bercermin, tapi kali ini kedua tangannya bersentuhan dengan lembut.

c. Pada putaran ketiga, mintalah mereka merapatkan tangan dengan kuat, dan melanjutkan menuntun mengikuti bergantian.

Bahan diskusi :

1. Apa bedanya antara ketiga pengalaman tadi ?

2. Bagaimana perasaan anda pada setiap latihan menuntun dan mengikuti tadi ?

3. Adakah persamaan yang anda temukan dalam hal menuntun dan mengikuti dengan kenyataan sehari-hari?

Baut Barisan

Baut Barisan

 

Tujuan :

Agar seluruh peserta bisa berkenalan lebih jauh, fisik maupun sifat-sifat mereka, sekaligus melatih mereka bekerjasama dalam kelompok.

Langkah-langkah :

a. Peserta di bagi dalam 2 kelompok yang sama banyak (bila jumlah peserta ganjil, seorang pemandu bisa masuk ke dalam salah 1 kelompok).

b. Pemandu menjelaskan aturan permainan sebagai berikut :

* Kedua keompok akan berlomba menyusun barisan. Barisan disusun berdasarkan aba-aba pemandu :tinggi badan, panjang rambut, usia dst.

* Pemandu akan menghitung sampai 10, kemudian kedua kelompok, selesai atau belum, harus jongkok.

* Setiap kelompok secara bergantian memeriksa apakah kelompok lawan telah melaksanakan tugasnya dengan benar.

* Kelompok yang menang adalah kelompok yang melaksanakan tugasnya dengan benar dan cepat ( bila kelompok dapat meyelesaikan tugasnya sebelum hitungan ke 10 mereka boleh langsung jongkok untuk menunjukkan bahwa mereka telah selesai melakukan tugas).

c. Sebelum pertandingan di mulai bisa dicoba terlebih dahulu untuk memastikan apakah aturan mainnya sudah dipahami dengan benar.

Pelantikan Mabi Periode 2010-2013

Pelantikan Mabi Periode 2010-2013

Selain Kasal, pejabat yang dilantik sebagai Mabi adalah Dirjen Perhubungan Laut, Dirjen Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kementrian Kelautan dan Perikanan (KP3KKKP), Dirjen Pendidikan Non Formal Kemendiknas, Deputy II Kemenpora, Asisten Operasi Kasal, Asisten Personil Kasal, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Kementrian Kelautan dan Perikanan (SDMKP-KKP), Dr.Amoroso Katamsi, Sp. Kj. M.M, serta Kepala Dinas Potensi Maritim Mabes TNI AL Laksamana Pertama TNI Surya Wiranto, S.H. Beserta 71 pengurus dilantik sebagai Kapinsa Bahari.


Pelantikan Mabi Pelantikan Mabi


Pelantikan Kasal menjadi Mabi Satuan Karya Pramuka Bahari untuk mendukung pelaksanaan tugas karya, yang akan bertugas memberi bimbingan dan bantuan moril, organisatoris, material dan finansial kepada Gugus Depan (Gudep) satuan Kwartir bersangkutan.
Pelantikan ini merupakan momen penting bagi upaya menghidupkan kegiatan Saka Bahari yang merupakan salah satu wadah Nasional Gerakan Pramuka Saka Bahari sebagai komponen cadangan yang berasal dari sumber daya manusia pada hakekatnya adalah implementasi amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 tentang hak dan kewajiban seluruh warga negara dalam upaya bela negara, dengan melakukan kegiatan-kegiatan nyata produktif dan bermanfaat dalam rangka menanamkan rasa cinta tanah air yaitu kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai negara kepulauan dengan segala keberagaman/kebhinekaannya khususnya kepada generasi muda Indonesia.


TNI AL selaku salah satu Leading Sector di bidang pembinaan masyarakat maritim mencoba mengajak seluruh masyarakat maritim untuk bersama-sama membentuk wadah kegiatan tersebut melalui kedinasan mulai dari Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) untuk membentuk Pimpinan Saka (Pinsaka) Bahari di tingkat Propinsi, sampai dengan Pangkalan-pangkalan TNI AL (Lanal) dan Pos Angkatan Laut (Posal) untuk membentuk Pinsaka Bahari di tingkat Kabupaten bersama masyarakat maritim yang ada di daerah tersebut, yang rencananya pada bulan Juni 2010 Pramuka Saka Bahari akan menyelenggarakan kegiatan perkemahan di Pulau terluar (Pulau Nipa).
Sesuai amanat Presiden pada acara pelantikan pengurus Kwartir Nasional pada tanggal 20 Nopember 2009 di Istana Negara dengan semangat " we want to be a winner " bahwa kita harus menjadi pemenang dalam era globalisasi ini. Oleh karena itu tujuh sasaran pokok sesuai amanat Presiden yang harus menjadi payung dalam penyelenggaraan kegiatan adalah sebagai berikut :
1. Memperkuat Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter bangsa.
2. Meraih keberhasilan melelui kerja keras secara cerdas dan ikhlas.
3. Mengajak kaum muda untuk meningkatkan semangat bela negara.
4. Memantapkan tekad pemuda sebagai patriot pembangunan.
5. Mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.
6. Kokohkan NKRI.
7. Pengamalan Satya Dharma Pramuka.

 


(Sumber berita diambil dari Press Kit Mabes AL Dinas Penerangan
Nomor: 19/PK/III/2010)

Sayembara Desain Maskot, Logo, dan Lagu Jambore Nasional 2011

Sayembara Desain Maskot, Logo, dan Lagu Jambore Nasional 2011

Dalam rangka penyelenggaraan Jambore Nasional tahun 2011, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Selatan menyelenggarakan Sayembara Desain Maskot, Logo, dan Lagu Jambore Nasional tahun 2011.
Adapun persyaratan dan ketentuan sayembara diatur sebagai berikut :


A. KRITERIA MASKOT, LOGO DAN LAGU JAMNAS 2011


* KRITERIA MASKOT

1. Maskot Jambore Nasional 2011 adalah Bangau Bluwok (mycteria cenerea).
2. Desain Maskot yang dibuat merupakan ide/karya asli (bukan saduran/jiplakan) dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya atau diikut sertakan dalam sayembara atau lomba apapun.
3. Visualisasi Maskot dibuat dalam bentuk tiga dimensi, tampilan dalam bentuk boneka dengan teknik stilasi (penyederhanaan bentuk) sehingga dapat menampilkan karakter yang ekspresif, ceria, ramah, dinamis, dan menyenangkan.
4. Desain Maskot dilengkapi dengan penjelasan secara lengkap yang meliputi makna/filosofis Maskot, karakter serta masing-masing arti dari warna yang digunakan.
5. Warna Bangau Bluwok sesuai dengan gambar burung terlampir.
6. Bentuk penampilan dengan asesoris sesuai ciri khas Pramuka Penggalang
7. Desain Maskot Jambore Nasional 2011 dicetak diatas kertas A3 terdiri dari 4 gambar dengan ukuran :
* 100% (14cm x 14cm)
* 50% (7cm x 7cm)
* 20% (3,5cm x 3,5cm)
* 5% (1cm x 1cm)


* KRITERIA LOGO

1. Logo Jambore Nasional 2011 adalah visualisasi seni grafis dalam bentuk huruf dan gambar serta warna yang menggambarkan Jamnas IX ,ciri khas Sumsel (Jembatan Ampera) dan lambang Pramuka.
2. Relevansi Logo sesuai dengan Kegiatan Pramuka Penggalang.
3. Logo yang dibuat merupakan ide/karya asli (bukan saduran/jiplakan), dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya atau diikutsertakan dalam sayembara/lomba.
4. Logo yang dibuat mudah dikenal (komunikatif) .
5. Logo menggunakan satu atau lebih warna (maksimal lima warna),yang nantinya dapat ditampilkan ke hitam putih.
6. Logo dilengkapi penjelasan secara lengkap yang meliputi makna/filosofi logo,karakter serta masing-masing arti warna yang digunakan.
7. Desain Logo Jambore Nasional 2011 dicetak diatas kertas A3 terdiri dari 4 gambar dengan ukuran :
* 100% (14cm x 14cm)
* 50% (7cm x 7cm)
* 20% (3,5cm x 3,5cm)
* 5% (1cm x 1cm)


* KRITERIA LAGU

1. Lagu dibuat dalam dua bentumk Hymne dan Mars.
2. Durasi lagu singkat maksimun lima menit.
3. Lagu mencerminkan pengamalan Dasa Darma dan Tri Satya Gerakan Pramuka.
4. Lagu disertakan not balok dan not angka beserta syairnya.
5. Lagu yang dibuat merupakan ide/karya asli (bukan saduran/jiplakan) dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya atau diikutsertakan dalam sayembara/lomba.
6. Lagu diantaranya menjiwai unsur Nasionalisme dan Pemersatu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
7. Lagu dibuat dengan dua suara dan akapela (tanpa musik).
8. Disampaikan dalam bentuk CD dan Kaset.


B. KETENTUAN SAYEMBARA

1. Terbuka untuk anggota Gerakan Pramuka dan umum, diikuti secara perorangan setiap Warga Sumatera Selatan.
2. Peserta tidak dipungut biaya apapun.
3. Peserta melampirkan identitas diri (nama lengkap, pekerjaan/profesi,alamat kantor / rumah, nomor telepon/ handphone,email) dan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).
4. Peserta diwajibkan menandatangani surat pernyataan keaslian ide diatas materai (enam ribu).
5. Setiap peserta diperkenankan mengirimkan lebih dari satu karya untuk masing-masing lomba yaitu Maskot, Logo, dan Lagu atau Maskot dan Logo atau Maskot dan Lagu atau Lagu dan Logo atau hanya salah satu saja yaitu untuk Maskot, Logo, atau Lagu.
6. Desain Maskot dan Logo dicetak atau disajikan diatas kertas putih minimal 80 mg ukuran A3 yang ditempel diatas kertas tebal dan dalam bentuk file elektronik (CD) berformat jpg, jpeg, png, atau tif. Penjelasan/ makna Maskot dan Logo diketik secara terpisah diatas kertas putih berukuran A4.
7. Nama peserta sayembara tidak diperkenankan dicantumkan diatas lembaran karya dan penjelasan makna desain Maskot dan Logo, kecuali untuk karya Lagu.
8. Pengiriman desain (hardcopy dan softcopy) dari Maskot, Logo, Syair Lagu dan not baloknya & not angka, serta identitas peserta dimasukkan dalam amplop coklat E312 dengan tulisan SAYEMBARA DESAIN MASKOT, LOGO, DAN LAGU JAMBORE NASIONAL 2011 di sudut kanan atas dan di sudut kiri atas tuliskan pilihan lomba yang diikuti. Desain tersebut dikirim via pos, selambat-lambatnya diterima Panitia Jambore Nasional 2011 31 Maret 2010 sesuai cap pos.
9. Pengiriman ditujukan ke alamat ; KWARTIR DAERAH GERAKAN PRAMUKA SUMATERA SELATAN, JALAN AEROBIK NO.1294 POM IX KAMPUS PALEMBANG 30137
10. Daftar peserta dan pemenang sayembara Maskot, Logo, dan Lagu akan diumumkan melalui pos dan internet.
11. Panitia Penyelenggara dan Dewan Juri tidak melayani surat-menyurat dalam kaitannya dengan sayembara ini dan keputusan Dewan Juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
12. Pemenang diwajibkan menandatangani surat penyerahan dan penggunaan hasil karya di atas materai (6.000).
13. Panitia Jambore Nasional 2011 berhak melakukan penyesuaian atas hasil karya Maskot, Logo, dan Lagu yang dipilih sebagai pemenang.
14. Hasil semua karya sepenuhnya menjadi Hak Milik Panitia Penyelenggara Jambore Nasional 2011 (menjadi hak paten Kwarda Sumsel).
15. Segala konsekuensi dan biaya yang timbul dalam mengikuti sayembara ini menjadi tanggung jawab peserta.
16. Panitia memperingatkan kepada semua peserta harap berhati-hati terhadap pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab dalam memanfaatkan sayembara ini.
17. Karya yang terpilih akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebagai berikut:
- Lagu (Hymne dan Mars) Rp 15.000.000,00 beserta Sertifikat
- Maskot Rp 10.000.000,00 beserta Sertifikat
- Logo Rp 10.000.000,00 beserta Sertifikat
Jumlah imbalan tersebut belum dipotong pajak hadiah yang ditanggung sepenuhnya oleh pemenang (karya yang terpilih)
18. Hal-hal lain di luar ketentuan bukan merupakan tanggung jawab Panitia.


Palembang, Januari 2010

 

KWARTIR DAERAH GERAKAN PRAMUKA

SUMATERA SELATAN

Ketua,

Kursus Pamong Saka Bhayangkara Tingkat Nasional

Kursus Pamong Saka Bhayangkara Tingkat Nasional

Kursus pamong saka
Cibubur, gedung Lemdikanas / Pusdiklatnas, 28 Maret 2010
Kursus Pamong Saka Bhayangkara yang kelima kalinya di selenggarakan, dan saat ini sebanyak 31 orang peserta dari seluruh propinsi di Indonesia yang mengikuti kursus ini selama empat hari, 28 Maret s/d 01 April 2010.
Tujuan dari Kursus ini adalah untuk melatih para Pamong Saka Bhayangkara dari seluruh Indonesia dengan meningkatkan kegiatan kepramukaan khususnya di bidang kebhayangkaraan. Dengan materi utama kepramukaan secara umum, untuk mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Materi-materi dalam pelatihan di bidang kepramukaan ini bernuansakan atau menggunakan pendekatan peran serta masyarakat dalam menjaga dan memelihara ketertiban serta keamanan, yang secara langsung ada di tengah-tengah masyarakat dan dilakukan oleh masyarakat itu sendiri, atau disebut juga Swakarsa (suatu bentuk pengamanan yang dilakukan atas dasar kemauan sendiri dan usaha sendiri).
Kak Surmana, Kepala Biro Pembinaan Masyarakat Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Karobimas POLRI), selaku Ketua Harian Pimpinan Saka Bhayangkara Tingkat Nasional, mengatakan; disini selaku POLRI memberikan fasilitas atau memfasilitasi agar bagaimana masyarakat bisa turut serta dalam usaha-usaha untuk menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungannya masing-masing, disamping itu tujuan lainnya adalah untuk Kapasitibiling, bagaimana pembentukan karakter generasi muda sebagai penerus bangsa agar di waktu yang akan datang kita siap dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, dan jangan biarkan kita tertinggal terbelakang dari yang lain.
(dikutip dari siaran langsung Scout Radio dengan Kak Surmana, senin pagi 28/03).

Pelantikan 2008-2013

Pelantikan 2008-2013

Presiden Kukuhkan Pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka

Masa Bakti 2008 - 2013


Prof. DR. Dr. Azrul Azwar, MPH, selaku Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka terpilih, didampingi 7 (tujuh) Wakil Ketua, yakni Wakil Ketua Bidang Organisasi dan kerjasama, Wakil Ketua Bidang Kepramukaan dan Satuan Karya, Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Penelitian, Wakil Ketua Bidang Abdimas dan Siaga Bencana, Wakil Ketua Bidang Usaha dan Kemitraan dan Wakil Ketua Bidang Internasional.
Pada upacara pelantikan tersebut, Presiden RI secara simbolis menyematkan tanda pelantikan pengurus Kwarnas Gerakan Pramuka masa bakti 2008-2013.
Sebelumnya Kak Azrul Azwar beserta pengurus berikrar, akan menyetujui isi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dan akan bersungguh-sungguh melaksanakan tugas kewajiban sesuai ketentuan yang berlaku untuk mengantarkan kaum muda Indonesia ke masa yang lebih baik.
Kak Azrul Azwar terpilih menjadi Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka selama 2 (dua) periode, masa bakti yaitu 2003-2008 dan 2008-2013. Menjadi salah satu momentum  yang fenomenal selama masa bakti Kak Azrul Azwar, adalah menjalankan Revitalisasi Gerakan Pramuka yang di canangkan Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono pada 14 Agustus 2006.
Menjadikan wadah pilihan utama dan juga solusi handal bagi kaum muda, merupakan visi Kak Azrul Azwar yang di lengkapi dengan enam misi. Salah satu misinya adalah membangun kader bangsa patriot pembangunan yang berjiwa pancasila dan siap sedia untuk bela negara.

Informasi lebih lanjut hubungi:
Humas Kwarnas,
Email: kwarnas.humas@yahoo.co.id

Sambutan Dirjen Sarana Komunikasi Dan Diseminasi Informasi

Sambutan Dirjen Sarana Komunikasi Dan Diseminasi Informasi

SAMBUTAN DIRJEN SARANA KOMUNIKASI DAN DISEMINASI INFORMASI

PADA ACARA PEMBUKAAN JAMBORE ON THE AIR (JOTA) TINGKAT NASIONAL KE-66 DAN JAMBORE ON THE INTERNET (JOTI) TINGKAT NASIONAL KE-24

Cibubur, 16 Oktober 2009

Tema JOTA dan JOTI tahun 2009 ini yaitu: “INFORMATION TEGNOLOGY FOR A STRONGER UNITY” (Teknologi Informasi Untuk Menguatkan Persatuan).

Bapak Bambang Subijantoro selaku Dirjen Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi mengucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana kegiatan JOTA dan JOTI 2009 ini serta mengucapkan selamat dan memberikan penghargaan kepada Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang selalu komitmen kepada agenda kegiatan-kegiatan yang berorentasi pada pengembangan dan pemberdayaan sumberdaya manusia yang kali ini secara khusus dalam pengembangan dan pemberdayaan Teknologi  Informasi.

Beliau juga menghargai dan menganggap tema yang diambil kali ini sungguh sangat tepat, dimana semangat persatuan, persaudaraan dan kebersamaan kita dimasa kini dapat dikatakan dalam masa uji, baik diuji oleh kejadian alam dengan musibah gempa maupun sunami atau di uji dengan rongrongan keamanan dengan aktivitas gelombang yang memaksakan kehendaknya melalui terror.

Gagasan yang di prakasai Kwartir Nasional diatas adalah sejalan dengan keberadaan Departemen Komunikasi dan Informasi yang mempunyai visi, mewujutkan masyarakat informasi yang sejahtera melalui penyelenggaraan komunikasi dan informatika yang efektif dan efisien dalam kerangka Negara Kesatuan Repuplik Indonesia. Sejalan dengan visi tersebut salah satu misi yang diemban Depkominko adalah meningkatkan kapasitas layanan informasi dan pemberdayaan potensi masyarakat dalam rangka mewujutkan masyarakat berbudaya informasi.

Pramuka (Praja Muda Karana) adalah organisasi besar yang kaya akan kegiatan yang mendidik dari tingkat usia dini, remaja dan dewasa. Pramuka saat ini salah satu organisasi yang tidak pudar oleh gesekan reformasi dan tidak lekang oleh jalannya waktu. Pramuka masih solid dan komitmen terhadap pembinaan pemuda, dalam hal ini Dep. Kominfo memberikan penghargaan dan sekaligus menaruh harapan kepada Pramuka sebagai berikut:

Untuk Adik-adik Peserta:

  • Karena kegiatan ini berskala Nasional dan Internasional, jalinlah hubungan persahabatan antara anggota Pramuka di Nusantara dan seluruh dunia.
  • Manfaatkan IT dan Fasilitas yang disediakan oleh sanggar kerja dengan sebaik–baiknya.
  • Cari nilai belajar dalam kegiatan ini, sehingga paska kegiatan ini, Pramuka mampu meningkatkan kualitas anggotanya.
  • Ambil pengalaman yang baik untuk diterapkan di masing–masing Gugus Depan.

Untuk Adik-adik sanggar kerja:

  • Lakukanlah innovasi terhadap kegiatn ini, dengan melibatkan OKP OKP di tingkat Nasional agar mereka juga tahu bahwa pramuka ini mempunyai potensi pemuda yang handal sebagai partner mereka.
  • Kelola kegiatan rutin tahunan ini dengan baik, dan manfaatkan kegiatan ini sebagai media belajar untuk adik–adik Dewan Kerja Nasional dan Sanggar Kerja, ambil nilai belajar Positif dari kegiatan ini.

Terima kasih, dan Selamat Ber-Jambore

Wassalamu‘alaikum Wr Wb

Bambang Subijantoro

Jambore ASEAN 2010

image

Jambore ASEAN akan diselenggarakan pada tanggal 4 - 9 Desember 2010 di Singapura.
Kwartir Nasional memberikan kesempatan kepada anggota Gerakan Pramuka Penggalang, atau Pramuka usia 11-16 tahun (pada saat kegiatan sudah berusia 11 tahun dan belum berusia 17 tahun) untuk ikut serta dalam Jambore ASEAN.
Pendaftaran paling lambat pada tanggal 31 Agustus 2010. Silahkan langsung menghubungi :
Kak Deden Sefrudin (Biro Hubungan Luar Negeri) : HP. 08179020317, atau
Email: d_syefrudin@yahoo.com
Atau kepada para Pramuka diatas 18 tahun yang berminat menjadi IST (International Service Team) / Panitia Tamu.. juga bisa menghubungi Kak Deden
Biaya :
Camp Fee Peserta : US$ 200
Camp Fee IST : US$ 150
Tidak termasuk Tiket dan Passport
Referensi :
Leaflet Jambore ASEAN yang disebarluaskan oleh Biro Humas Kwartir Nasional.
http://www.facebook.com/photo.php?pid=31353232&id=1557696615&fbid=1527537439203&ref=mf

Charly ST 12 Jadi Duta Pramuka

Charly ST 12 Jadi Duta Pramuka  TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Vokalis ST 12 Charly van Houten secara resmi diangkat sebagai Duta Pramuka Jawa Barat. Pengangkatan Charly sebagai Duta Pramuka Jabar dilakukan oleh Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jabar, Dede Yusuf di Kantor Kwarda Gerakan Pramuka Jabar Jalan Cikutra Dalam, Selasa (26/10/2010) sore sekitar pukul 17.00.
Menurut Ketua Kwarda Pramuka Jabar, Dede Yusuf, pengangkatan Charly setelah Rancangan Undang-Undang Gerakan Pramuka disahkan Selasa siang ini sebagai Undang-Undang Gerakan Pramuka dimana undang-undang ini memungkinkan setiap Kwarda melakukan inovasi. "Dan sore ini secara sah saya memberikan inovasi ini dengan mengangkat Charly sebagai Duta Pramuka Jabar," kata Dede Yusuf.
Pengangkatan Charly sebagai Duta Pramuka Jabar disahkan melalui Surat Keputusan Kwarda Jabar No 47/2010. Pelantikan diwarnai dengan pemasangan stangan leher atau kacu gerakan pramuka serta pemakaian rompi pramuka oleh Dede Yusuf kepada Charly.
Dalam kesempatan tersebut, Charly mengaku sangat bangga ditunjuk menjadi Duta Pramuka Jabar sebab dirinya dituntut untuk melakukan kreatifitas dan inovasi positif yang bisa disumbangkan kepada generasi muda bangsa. "Saya dituntut untuk terus berkreasi positif dengan pengangkatan sebagai duta pramuka ini," ujar Charly.

Dalam Kolam

Dalam Kolam

Peralatan : Sebatang kapur

Jumlah pemain : bebas

Waktu : biasanya 10-15 menit

Tujuan :

  • Melatih kecepatan/refleks
  • Sebagai unsur  hiburan

 

Anak-anak berdiri membentuk lingkaran dan di depan mereka digambar garis dengan kapur. Tiap anak harus menyentuh garis tersebut. Bila

ada perintah “diair”, maka tiap orang melompat

dengan kedua kakinya bersama-sama, masuk ke garis lingkaran. Bila perintah

nya “didarat”,

maka tiap anak melompat mundur. Perintah

yang diberikan harus bervariasi, “diair, didarat, diair, diair”. Satu atau dua orang anak akan

melompat dan jelas mereka akan dikeluarkan. Permainan ini cukup popular dan menyenangkan.

Revitalisasi Pramuka Melalui Permainan Bahari

Revitalisasi Pramuka Melalui Permainan Bahari

Belitung: Menyusul disahkannya Undang-undang Pramuka oleh DPR Oktober lalu, Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka melakukan berbagai cara untuk lebih meningkatkan minat pemuda terhadap organisasi kepanduan ini. Salah satu pola yang kini dikembangkan Kwarnas adalah mengembangkan kepramukaan berdasarkan kegemaran dan potensi alam yang ada.

Contohnya, Jumat (5/11) hingga Minggu (7/11)  Kwarnas menggelar Kemah Wartawan dan Pramuka di Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung, Bangka Belitung. Kegiatan ini diisi dengan pengukuhan puluhan anggota Satuan Kerja (Saka) Bahari, Kwartir Cabang (Kwarcab) Belitung. Pengukuhan ini sendiri merupakan bagian dari strategi revitalsasi pramuka melalui kegemaran dan sumber daya yang ada. Belitung sejak dulu dikenal sebagai kawasan kepulauan dengan potensi perairan yang melimpah.

Selain itu budaya maritim merupakan keseharian yang menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat kepulauan kaya timah itu. Berangkat dari kegemaran dan potensi inilah Kwarnas merangkul para pemuda setempat menjadi anggota Saka Bahari. Melalui berbagai permainan dan kegemaran mengenai laut, nilai-nilai kepanduan ditanamkan dan kemudian melantik Kwarcab Negeri Laskar Pelangi ini. ‘’Ini adalah bagian dari upaya revitalisasi itu,’’ ujar Ketua Kwarnas Azrul Azwar dalam pelantikan itu.

Dengan model ini diharapkan pramuka akan semakin diminati dan mampu berperan lebih banyak dalam mendidik generasi muda. Pemberian materi melalui permainan diharap mampu mempermudah pemahaman dan lebih meningkatkan kecintaan terhadap pramuka. ‘’Biasanya kalau dimulai dengan kegemaran dan permainan akan lebih mudah,’’ tambahnya.

Sementara itu dilibatkannya sejumlah wartawan nasional dalam perkemahan pramuka ini juga dimaksudkan untuk revitalisasi itu. Kwarnas sengaja mengundang para jurnalis agar para kru media ini lebih mengenal tentang organisasi yang dirinitis Sir Baden Powell ini. Kwarnas mengharap dengan keterlibatan media akan ada pengenalan mengenai pramuka kepada masyarakat Indonesia. 

Selain perkemahan dan kegiatan kepanduan, para wartawan anggota pramuka dan warga setempat melakukan penanaman mangrove di beberapa titik di sekitar kawasan Tanjung Kelayang. Selain di lokasi ini, Kwarnas juga melakukan pengukuhan ribuan anggota Pramuka Garuda di Makassar Sulawesi Selatan, Minggu (7/11). Pramuka Garuda ini sendiri merupakan kumpulan para pandu terpilih yang dijadikan satu kesatuan. (sumber: JPNN.com)

Pramuka Mahasiwa PGRI Bantu Korban Bencana

Pramuka Mahasiwa PGRI Bantu Korban Bencana

Palembang: Mahasiswa Universitas PGRI Palembang dari unit kegiatan mahasiswa KSR PMI, Pramuka, dan Mapala menyerahkan bantuan uang Rp 8.275.000 untuk korban bencana alam di Wasior, Mentawai, dan merapi. Dana dikumpulkan 35 mahasiswa dari sumbangan warga di jalan raya dan civitas akademika Universitas PGRI Palembang.

Mereka menyalurkannya ke Dompet Kemanusiaan Sripo, Kamis (11/11). Uang pecahan nominal ribuan dan receh diwadahi empat kantong plastik diterika Sekred Sripo, H Salman Rasyidin. Koordinator mahasiswa itu, Chandra Agung, mengatakan, mereka beberapa hari terakhir turun ke jalan mengumpulkan dana didorong rasa kemanusiaan terhadap korban bencana.

"Kami tidak bisa turun langsung ke sana, tapi tetap ada cara membantu mereka. Salah satunya seperti ini," katanya. (sumber:sripo.com)

Menumbuhkan Percaya Diri Pada Anak

Menumbuhkan Percaya Diri Pada Anak

Sifat percaya diri tidak hanya harus dimiliki oleh orang dewasa, tetapi anak-anak juga memerlukannya dalam perkembangannya menjadi dewasa. Sifat percaya diri sulit dikatakan secara nyata. Tetapi kemungkinan besar orang yang percaya diri akan bisa menerima dirinya sendiri, siap menerima tantangan dalam arti mau mencoba sesuatu yang baru walaupun ia sadar bahwa kemungkinan salah pasti ada. Orang yang percaya diri tidak takut menyatakan pendapatnya di depan orang banyak. Rasa percaya diri membantu kita untuk menghadapi situasi di dalam pergaulan dan untuk menangani berbagai tugas dengan lebih mudah.

Untuk anak-anak, rasa percaya diri membuat mereka mampu mengatasi tekanan dan penolakan dari teman-teman sebayanya. Anak yang percaya diri mempunyai perangkat yang lebih lengkap untuk menghadapi situasi sulit dan berani minta bantuan jika mereka memerlukannya. Mereka jarang diusik. Justru mereka sering mempunyai daya tarik yang membuat orang lain ingin bersahabat dengannya. Mereka tidak takut untuk berprestasi baik di sekolah atau untuk menujukkan bahwa mereka memang kreatif. Percaya diri bukan merupakan bawaan dari lahir, juga tidak jatuh dari langit. Anak-anak mudah sekali merasa rendah diri, merasa tidak mampu, tidak penting, karena ada banyak hal yang harus dipelajari, dan orang yang lebih tua tampak begitu pandai. Anak-anak memerlukan dorongan dan dukungan secara terus-menerus. Jika orang tua atau guru dapat berperan dengan baik, anak-anak akan memiliki rasa percaya diri. Jika Anda ingin membangun rasa percaya diri dalam diri anak Anda, tak ada istilah terlambat untuk memulai. Anda justru akan memberikan hadiah terbaik untuk anak Anda dan diri Anda sendiri.

Membangun Rasa Percaya Diri

Walaupun sering memprotes jika merasa dibatasi, anak-anak akan menerima jika mempunyai aturan pasti dalam bertindak. Jika orangtua terus mengubah rutinitas anak Anda atau tidak konsisten dalam hal disiplin, anak akan bingung dan bimbang. Misalnya, hari ini aturannya begini, tapi besok lain lagi. Lusa, anak akan bertanya-tanya, "Sekarang saya harus bagaimana. Yang seperti kemarin atau seperti kemarin dulu?"

Tunjukkan bahwa Anda percaya anak Anda punya kemampuan, dengan memberinya tugas-tugas yang bisa dilakukannya dan menimbulkan rasa ikut memiliki. Sebagai contoh, anak-anak biasanya senang menjawab telepon. Ajari dia cara menjawab telepon yang sopan dan benar. Lalu, beri dia kesempatan untuk melakukannya. Coba juga meminta bantuan anak untuk mengambilkan barang-barang yang akan dibeli di rak pasar swalayan, tentunya barang yang tak mudah pecah, misalnya susu, sabun mandi, dan sebagainya. Tahan diri untuk cepat-cepat turun tangan membantu anak melakukan sesuatu. Membantu boleh-boleh saja, tapi tidak berarti mengambil alih atau langsung ikut campur tangan tanpa dimintanya. Doronglah dia untuk tidak terlalu gampang mengatakan, "Saya tidak bisa," "Saya tak pernah akan bisa," atau "Saya memang bodoh."

Satu hal yang penting orangtua harus menjaga jangan sampai mencap anak "pemalas", "dasar pemalu", "anak bodoh", dan sebagainya. Memang sebagian anak mungkin tak akan terlalu menghiraukan kata-kata seperti itu. Tapi sebagian lain akan membangun identitas dirinya dari komentar-komentar yang negatif ini, meskipun Anda mengucapkannya secara spontan dan sungguh tidak bermaksud merendahkan dirinya.

Tanamkan sikap bahwa berbuat salah bukanlah dosa yang tak terampuni, bahwa nilai seseorang tidak selalu bisa dihitung berdasarkan kesempurnaan hasil kerjanya. Yang penting bukan betul atau salah, tapi bagaimana cara dia melakukannya. Jadikan ini sebagai pedoman untuk diri Anda juga. Hormati dan hargai anak Anda. Jangan mempermalukan dia di depan teman-teman sebayanya, atau di depan orang dewasa lainnya, atau di depan umum. Jika anak Anda berbuat salah, panggil dia ke tempat sepi, atau bicarakan hal itu di rumah. Jika Anda berbicara, gunakan nada suara seperti yang Anda harapkan akan digunakannya saat ia berbicara.

Dengarkan anak Anda dan dorong dia untuk berpikir mandiri. Belajar mempertahankan diri sendiri memerlukan kekuatan besar. Tempat terbaik untuk berlatih menjadi orang yang percaya diri adalah di rumah. Hargai ide-ide yang dinyatakannya. Katakan berulang-ulang kepada anak Anda bahwa Anda percaya dia bisa. Dan bersikaplah positif di depan orang-orang lain tentang apa yang bisa dilakukan anak Anda. Dengan cara begitu, anak akan yakin bahwa Anda benar-benar mempercayai kemampuannya.

Ciptakan peluang untuk pengalaman-pengalaman dan tantangan baru. Perluas minat dan keterampilan anak Anda. Bersedialah menerima usaha yang telah dilakukannya, entah apa pun hasilnya. Jangan hanya melihat hasil akhirnya saja. Daripada mengatakan kepada anak apa yang tak boleh dilakukan, lebih baik katakan apa yang boleh dilakukannya. Misalnya, daripada mengatakan "Kamu tak boleh masuk ke rumah orang tanpa permisi," lebih baik katakan, "Kamu boleh masuk ke rumah orang kalau sudah permisi dan dipersilakan masuk." Sebelum mengomentari perilaku anak yang negatif, pikirlah dulu dua tiga kali, sambil mengingat untuk selalu menekankan hal-hal yang positif.

Sumber : e-smartschool.com

SYARAT-SYARAT TINGKAT PADA SKU PENEGAK BANTARA

Penegak Bantara

1. Rajin dan aktif mengikuti pertemuan-pertemuan Ambalan Penegak

2. Telah mempelajari dan menyetujui Anggaran Dasar Gerakan Pramuka

3. Mengerti dan bersungguh-sungguh mengamalkan Dasa Darma dan Tri Satya dalam kehidupannya sehari-hari

4. Dapat memberi salam Pramuka, dan tahu maksud dan penggunaannya

5. Mengetahui Struktur Organisasi Gerakan Pramuka dan Dewan Kerja Penegak dan Pandega

6. Mengetahui tanda-tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka

7. Mengetahui arti Lambang dan Gerakan Pramuka

8. Mengetahui arti Pancasila

9. Mengetahui sejarah dan arti kiasan warna-warna bendera kebangsaan Indonesia serta dapat mengibarkan dan menurunkannya dalam upacara

10. Dapat dengan hafal menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya bait pertama di muka orang banyak, dan tahu sikap yang harus dilakukan jika lagu kebangsaan diperdengarkan atau dinyanyikan pada suatu upacara

11. Mengetahui Lambang Negara Republik Indonesia

12. Bisa berbahasa Indonesia di waktu mengikuti pertemuan-pertemuan penegak

13. Mengetahui arti dan sejarah Sumpah Pemuda

14. Mengetahui perjuangan Bangsa Indonesia dan Rencana Pembangunan Pemerintah

15. Mengetahui susunan Pemerintah Republik Indonesia dari pusat sampai ke desa

16. Dapat baris berbaris

17. Selalu berpakaian rapi, memelihara kesehatan badan, dan memelihara kebersihan lingkungannya

18. Tahu pentingnya bahan-bahan makanan yang bernilai gizi, dan dapat memasak makanan di perkemahan setidaknya untuk lima orang.

19. Tahu tentang penyakit-penyakit rakyat yang terpenting dan cara-cara mencegahnya

20. Melakukan salah satu cabang olah raga atletik atau salah satu cabang olah raga renang

21. Tahu ada sopan santun pergaulan Indonesia

22. Memiliki buku Tabanas

23. Setia membayar iuran kepada gugus depannya, sedapat-dapatnya dengan uang yang diperolehnya dari usahanya sendiri

24. Menguasai suatu keterampilan di bidang pertanian, bidang industri atau bidan lain, yang dipilihnya sendiri, tetapi yang dapat diharap kelak akan berguna bagi kehidupannya

25. Dapat membaca jam dan menggunakan kompas

26. Sudah pernah berkemah sekurang-kurangnya 4 hari berturut-turut

27. Pernah ikut serta dalam kerja bakti gotong royong yang ditugaskan oleh pembinanya

28. Untuk penegak yang beragama Islam

a. Dapat mengucapkan kalimat syahadat dan tahu artinya

b. Mengerti rukun Iman dan rukun Islam

c. Melakukan shalat berjamaah

d. Tahu riwayat Nabi Muhammad Saw.

SYARAT-SYARAT TINGKAT PADA SKU PENEGAK LAKSANA

penegak laksana1. Rajin dan aktif mengikuti pertemuan-pertemuan Ambalan sebagai Penegak Bantara

2. Dapat memberi penjelasan tentang Dasa Darma dan Tri Satya

3. Tahu sejarah pendidikan kepramukaan di Indonesia dan peranannya dalam pembangunan bangsa dan negara dewasa ini

4. Tahu tentang gerakan kepramukaan sedunia, dan tentang cita-cita persaudaraan Pramuka sedunia

5. Mengetahui tentang Perserikatan Bangsa-Bangsa dan tentang beberapa badan yang terdapat dalam organisasi itu

6. Bersungguh-sungguh mengamalkan Pancasila

7. Dapat dengan hafal menyanyikan lagu-lagu di muka orang banyak sedikitnya lagu-lagu yang disyaratkan untuk SKU Penggalang Rakit

8. Tahu tentang upacara-upacara adat di daerahnya, misalnya upacara perkawinan, khitanan, penerimaan tamu terhormat dan lain-lain

9. Tahu cara merawat dan mengebumikan jenazah

10. Dapat memimpin barisan Pramuka

11. Dapat memberi pertolongan pertama pada kecelakaan

12. Jika di sekitar tempat tinggalnya ada pesawat telepon, dapat menggunakan secara baik

13. Melakukan salah satu cabang olah raga atletik atau salah satu cabang olah raga renang, dan melakukan salah satu cabang olah raga lain lagi serta tahu peraturan permainannya

14. a. Untuk Penegak Putra : Berjalan kaki selama dua hari berturut-turut dengan melaksanakan tugas yang diberi pembinanya

b. Untuk Penegak Putri : Mengurus suatu rumah tangga selama dua hari berturut-turut

15. Dapat menampilkan satu macam kegiatan seni budaya di hadapan Pramuka-pramuka atau di hadapan penonton-penonton lain

16. Menjalankan suatu proyek produktif di bidang pertanian, bidang industri atau di bidang lain, secara perseorangan atau bersama-sama orang lain dan dapat memperlihatkan hasil karyanya

17. Mengadakan peninjauan di wilayah kelurahan tempat tinggalnya untuk mempelajari masalah-masalah pembangunan, membuat laporan peninjauannya, lengkap disertai kesimpulan diikuti dengan saran-saran

18. Sekurang-kurangnya dua kali pernah ikut serta kerja bakti gotong-royong yang ditugaskan oleh pembinanya di sekolahnya, di kampungnya, di tempat ibadah atau di tempat lain, dan pernah membantu lembaga seperti PMI, LSD, BIMAS, PKK, KARANG TARUNA dan lain sebagainya

19. Dapat merencanakan, mempersiapkan serta memimpin rapat dan dapat membuat risalah rapat

20. a. Memiliki buku tabanas dan sudah menabung uang secara teratur. Dalam buku tabungan itu selama sekurang-kurangnya delapan minggu sejak menjadi penegak Bantara dan sebagian daripada uang itu diperolehnya dari usahanya sendiri

b. Dapat mengurus administrasi buku-buku tabungan Pramuka di Gugus Depannya

21. Setia membayar uang iuran kepada Gugus depannya, dengan uang yang seluruhnya atau sebagian diperolehnya dari usahanya sendiri

22. Pernah membantu dalam menjalankan administrasi keuangan Gugus Depannya atau administrasi keuangan lain

23. Membantu Pembina Siaga atau Pembina Penggalang dalam membina para Pramuka di Perindukan Siaga atau Pasukan Penggalang

24. Memiliki paling sedikit satu buah TKK

25. a. Untuk Penegak yang beragama Islam

1) Tahu syarat-syarat, rukun-rukun dan yang membatalkan sholat serta melakukan sholat dalam kehidupan sehari-hari

2) Mengetahui riwayat Nabi Muhammad Saw.

Cerita Menarik: Hidup ini Terlalu singkat

Cerita Menarik: Hidup ini Terlalu singkat

Seorang anak muda yang sedang bermain di luar kota. Angkutan umum sudah habis dan ia kesulitan untuk pulang. Maka ia memutuskan untuk menginap di rumah yang ditemuinya. “Pak, bolehkah saya menginap di sini?” tanya anak muda itu kepada pemilik rumah. “Tidak boleh! memang kamu pikir rumah ini hotel?” jawab pemilik rumah itu dengan ketus.
“Memang rumah ini dulu dibangun oleh siapa?” balas anak muda. “Oleh kakek buyut saya!” jawab pemilik rumah itu. “Lalu kakek buyut bapak sekarang dimana?” Anak muda itu tidak mau kalah. “Kakek buyut saya meninggal 40 tahun lalu, kemudian rumah ini ditinggali anaknya – yaitu kakek saya.
Sesudah kakek saya meninggal, bapak dan ibu saya tinggal di sini. Tetapi tiga tahun yang lalu bapak saya meninggal, lalu saya dan istri saya memutuskan untuk pindah ke mari dan menemani Ibu. Mungkin kelak saya akan mewariskan rumah ini pada salah satu anak saya.” Pemilik rumah itu bercerita dengan cepat.
“Lalu kenapa bapak tidak mau menyebut rumah ini sebagai hotel?” Tanya si anak muda, “Penghuni rumah ini selalu berganti, selalu datang dan pergi, seperti sebuah penginapan.”
Begitulah hidup kawan, Siapapun tahu hidup adalah sebuah proses yang singkat. Penghuni bumi selalu berganti, dari generasi ke generasi – dari keturunan ke keturunan. Orang Jawa berfilsafat bahwa “Urip iku gur koyo mampir ngombe.” atau “hidup itu cuma sekedar mampir minum”. Seperti halnya seseorang yang tengah melakukan perjalanan panjang, ia akan berhenti sejenak untuk minum sebelum melanjutkan langkahnya. Saat ‘berhenti minum’ itu yang kemudian disebut hidup. Nah, mari kita gunakan proses hidup yg kita lalui ini dengan sebaik baiknya... Karna tidak ada yang menjamin bahwa kita bisa hidup lebih lama lagi didunia ini.... Bismillah Smangattttt ...

friendship

friendship

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan
dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan
mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi
persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan
bertumbuh bersama karenanya…

friendship

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi
membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi,
demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan
diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,
namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan
dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan
untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya
ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,
tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan
dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha
pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita
membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi
mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih
dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan
dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

friendship

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya,
karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati,
namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun
ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Beberapa hal seringkali menjadi penghancur
persahabatan antara lain :
1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
2. Ketidakterbukaan
3. Kehilangan kepercayaan
4. Perubahan perasaan antar lawan jenis
5. Ketidaksetiaan.
Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan
oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.
Renungkan :
**Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri
“Dalam masa kejayaan, teman2 mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman2 kita

persahabatan

Sajak Persahabatan – Khalil Gibran
Dan seorang remaja berkata, Bicaralah pada kami tentang Persahabatan.
Dan dia menjawab:
Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.
Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “Tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “Ya”.
Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya; kerana tanpa ungkapan kata, dalam persahabatan, segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi, dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..
Kerana dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan ghairah segar kehidupan.
~ Khalil Gibran
CINCIN DAN BULU MATAMU
Awan mendung di atas Bus kota ini
Iri melihatku
: Cincin dan bulu mata yang telah kau berikan kepadaku
serta hujan yang kan turun.
Cincin ini terbuat dari genangan air mata
berbalut sutra kerinduan
diameternya membuat indah jari kelingkingku
berwarna coklat keperak-perakan.
Dan bulu mata.
Hitam lentik penuh kemilau
yang indah ketika jatuh di tanganku
yang kugenggam penuh .
di Bus kota ini kita resmi bertunangan
: cincin telah kau pakaikan
dan bulu matamu sebagai maskawin.
Supir, kenek Bus serta Dosen-dosen,
Semua penumpang menjadi saksi pertunangan kita.
BERITA PAGI INI SANGAT ANEH
Berita pagi ini sangat aneh
: Laki-laki tua terbatuk-batuk menggenggam ulat
Menawarkan kepada siapa saja yang mau membelinya
Bahkan dia berani menawarkan kepada para pejabat yang lalu-lalang melewatinya.
Berita siang ini sungguh aneh
: nenek-nenek berjalan dengan kepala dan kaki di atas
Melihat gedung-gedung perkotaan dengan ujung jari kelingkingnya
Bertanya kepada security di mana para bos-bos besar bersembunyi.
Berita sore ini teramat aneh
: bocah-bocah berlari menembus matahari
Mencercah awan-gemawan hingga fajar menyingsing.
Berita esok hari?
Kamu dan aku akankah tahu.

http://tunaskelapa-pramuka.blogspot.com

Muttaqin Zaenal

RAINAS 2012 DI PAPUA ASAL RAIMUNA

RAINAS 2012 DI PAPUA ASAL RAIMUNA

Provinsi Papua mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah perhelatan akbar perkemahan Raimuna Gerakan Pramuka tahun 2012.


Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Provinsi Papua, Amos Asmuruf SH di Biak, Senin, mengatakan jajaran Kwartir Cabang Pramuka kabupaten/kota se Papua diharapkan menyiapkan diri menyambut agenda nasional Raimuna nasional di tanah Papua.


Papua“Sebagai tuan rumah Raimuna nasional kita patut berbangga sebab daerah ini dikunjungi sekitar 10.000 anggota Pramuka dari seluruh Indonesia,” ungkap Amos.


Ia mengatakan, untuk menghadapi event nasional Pramuka di tanah Papua tahun 2012 pihak Kwarda Papua akan menyiapkan sarana fisik bumi perkemahan Pramuka di Buper Waena, terutama menyangkut fasilitas mandi cuci kakus (MCK).


Sedangkan sarana pendukung lainnya, lanjut Amos, seperti fasilitas gedung tempat kegiatan perkemahan bagi peserta sudah tersedia di areal Bumi Perkemahan Pramuka Buper Waena Kota Jayapura.


Menyinggung dampak kegiatan Pramuka di Papua, menurut Amos, cukup besar terutama dilihat dari peredaran uang yang masuk yang dibawa para peserta asal kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia untuk keperluan perkemahan Raimuna itu.


Bagi penduduk lokal seperti tukang ojek maupun pedagang sayur dan lain sebagainya, lanjutnya, akan mendapat penghasilan tambahan dari kegiatan Raimuna tingkat nasional yang berlangsung di Bumi Perkemahan Waena itu.


“Saya kira selama event nasional itu berlangsung akan banyak aktivitas peserta dari luar Papua berbelanja ke berbagai tempat di Papua sehingga memberikan kontribusi bagi penduduk setempat,” ujar Amos.


Kata Raimuna berasal dari bahasa Ambai, daerah Yapen Timur, kabupaten Yapen Waropen, Papua. Raimuna berasal dari kata Rai dan Muna. Rai berarti sekelompok orang yang berkumpul untuk mencapai tujuan tertentu yang ditetapkan bersama. Sedangkan Muna adalah daya kekuatan jiwa seseorang yang berpengaruh baik dalam mencapai kesuksesan. Dengan demikian, raimuna memiliki arti sekelompok orang yang hidup dalam suatu kekuatan dengan dijiwai oleh sesuatu daya kekuatan yang selalu memberi semangat tinggi dalam mencapai tujuan.


Amos mengimbau, semua Bupati dan Walikota se Papua sebagai majelis pembimbing Gerakan Pramuka segera menyiapkan diri secara moral dan finansial guna mendukung agenda nasional Perkemahan Raimuna tingkat nasional.

cerpen sahabat

imagePagi hari saat aku terbangun tiba-tiba ada seseorang memanggil namaku. Aku melihat keluar. Ivan temanku  sudah menunggu diluar rumah kakekku dia mengajakku untuk bermain bola basket.“Ayo kita bermain basket ke lapangan.” ajaknya padaku. “Sekarang?” tanyaku dengan sedikit mengantuk. “Besok! Ya sekarang!” jawabnya dengan kesal.“Sebentar aku cuci muka dulu. Tunggu ya!”, “Iya tapi cepat ya” pintanya.Setelah aku cuci muka, kami pun berangkat ke lapangan yang tidak begitu jauh dari rumah kakekku.“Wah dingin ya.” kataku pada temanku. “Cuma begini aja dingin payah kamu.” jawabnya.Setelah sampai di lapangan ternyata sudah ramai. “Ramai sekali pulang aja males nih kalau ramai.” ajakku padanya. “Ah! Dasarnya kamu aja males ngajak pulang!”, “Kita ikut main saja dengan orang-orang disini.” paksanya. “Males ah! Kamu aja sana aku tunggu disini nanti aku nyusul.” jawabku malas. “Terserah kamu aja deh.” jawabnya sambil berlari kearah orang-orang yang sedang bermain basket.“Ano!” seseorang teriak memanggil namaku. Aku langsung mencari siapa yang memanggilku. Tiba-tiba seorang gadis menghampiriku dengan tersenyum manis. Sepertinya aku mengenalnya. Setelah dia mendekat aku baru ingat. “Bella?” tanya dalam hati penuh keheranan. Bella adalah teman satu SD denganku dulu, kami sudah tidak pernah bertemu lagi sejak kami lulus 3 tahun lalu. Bukan hanya itu Bella juga pindah ke Bandung ikut orang tuanya yang bekerja disana. “Hai masih ingat aku nggak?” tanyanya padaku. “Bella kan?” tanyaku padanya. “Yupz!” jawabnya sambil tersenyum padaku. Setelah kami ngobrol tentang kabarnya aku pun memanggil Ivan. “Van! Sini” panggilku pada Ivan yang sedang asyik bermain basket. “Apa lagi?” tanyanya padaku dengan malas. “Ada yang dateng” jawabku. “Siapa?”tanyanya lagi, “Bella!” jawabku dengan sedikit teriak karena di lapangan sangat berisik. “Siapa? Nggak kedengeran!”. “Sini dulu aja pasti kamu seneng!”. Akhirnya Ivan pun datang menghampiri aku dan Bella.Dengan heran ia melihat kearah kami. Ketika ia sampai dia heran melihat Bella yang tiba-tiba menyapanya. “Bela?” tanyanya sedikit kaget melihat Bella yang sedikit berubah. “Kenapa kok tumben ke Jogja? Kangen ya sama aku?” tanya Ivan pada Bela. “Ye GR! Dia tu kesini mau ketemu aku” jawabku sambil menatap wajah Bela yang sudah berbeda dari 3 tahun lalu. “Bukan aku kesini mau jenguk nenekku.” jawabnya. “Yah nggak kangen dong sama kita.” tanya Ivan sedikit lemas. “Ya kangen dong kalian kan sahabat ku.” jawabnya dengan senyumnya yang manis.Akhinya Bella mengajak kami kerumah neneknya. Kami berdua langsung setuju dengan ajakan Bela. Ketika kami sampai di rumah Bela ada seorang anak laki-laki yang kira-kira masih berumur 4 tahun. “Bell, ini siapa?” tanyaku kepadanya. “Kamu lupa ya ini kan Dafa! Adikku.” jawabnya. “Oh iya aku lupa! Sekarang udah besar ya.”. “Dasar pikun!” ejek Ivan padaku. “Emangnya kamu inget tadi?” tanyaku pada Ivan. “Nggak sih!”  jawabnya malu. “Ye sama aja!”. “Biarin aja!”. “Udah-udah jangan pada ribut terus.” Bella keluar dari rumah membawa minuman. “Eh nanti sore kalian mau nganterin aku ke mall nggak?”  tanyanya pada kami berdua. “Kalau aku jelas mau dong! Kalau Ivan tau!” jawabku tanpa pikir panjang. “Ye kalau buat Bella aja langsung mau, tapi kalau aku yang ajak susah banget.” ejek Ivan padaku. “Maaf banget Bell, aku nggak bisa aku ada latihan nge-band.”  jawabnya kepada Bella. “Oh gitu ya! Ya udah no nanti kamu kerumahku jam 4 sore ya!” kata Bella padaku. “Ok deh!” jawabku cepat.Saat yang aku tunggu udah dateng, setelah dandan biar bikin Bella terkesan dan pamit keorang tuaku aku langsung berangkat ke rumah nenek Bella. Sampai dirumah Bella aku mengetuk pintu dan mengucap salam ibu Bella pun keluar dan mempersilahkan aku masuk. “Eh ano sini masuk dulu! Bellanya baru siap-siap.” kata beliau ramah. “Iya tante!” jawabku sambil masuk kedalam rumah. Ibu Bella tante Vivi memang sudah kenal padaku karena aku memang sering main kerumah Bella. “Bella ini Ano udah dateng” panggil tante Vivi kepada Bella. “Iya ma bentar lagi” teriak Bella dari kamarnya. Setelah selesai siap-siap Bella keluar dari kamar, aku terpesona melihatnya. “Udah siap ayo berangkat!” ajaknya padaku.Setelah pamit untuk pergi aku dan Bella pun langsung berangkat. Dari tadi pandanganku tak pernah lepas dari Bella. “Ano kenapa? Kok dari tadi ngeliatin aku terus ada yang aneh?” tanyanya kepadaku. “Eh nggak apa-apa kok!”  jawabku kaget.Kami pun sampai di tempat tujuan. Kami naik ke lantai atas untuk mencari barang-barang yang diperlukan Bella. Setelah selesai mencari-cari barang yang diperlukan Bella kami pun memtuskan untuk langsung pulang kerumah. Sampai dirumah Bella aku disuruh mampir oleh tante Vivi. “Ayo Ano mampir dulu pasti capek kan?” ajak tante Vivi padaku. “Ya tante.” jawabku pada tante Vivi.Setelah waktu kurasa sudah malam aku meminta ijin pulang. Sampai dirumah aku langsung masuk kekamar untuk ganti baju. Setelah aku ganti baju aku makan malam. “Kemana aja tadi sama Bella?” tanya ibuku padaku. “Dari jalan-jalan!” jawabku sambil melanjutkan makan. Selesai makan aku langsung menuju kekamar untuk tidur. Tetapi aku terus memikirkan Bella. Kayanya aku suka deh sama Bella. “Nggak! Nggak boleh aku masih kelas 3 SMP, aku masih harus belajar.” bisikku dalam hati.Satu minggu berlalu, aku masih tetap kepikiran Bella terus. Akhirnya sore harinya Bella harus kembali ke Bandung lagi. Aku dan Ivan datang kerumah Bella. Akhirnya keluarga Bella siap untuk berangkat. Pada saat itu aku mengatakan kalau aku suka pada Bella.“Bella aku suka kamu! Kamu mau nggak kamu jadi pacarku” kataku gugup.“Maaf ano aku nggak bisa kita masih kecil!” jawabnya padaku. “Kita lebih baik Sahabatan kaya dulu lagi aja!”Aku memberinya hadiah kenang-kenangan untuknya sebuah kalung. Dan akhirnya Bella dan keluarganya berangkat ke Bandung. Walaupun sedikit kecewa aku tetap merasa beruntung memiliki sahabat seperti Bella. Aku berharap persahabatan kami terus berjalan hingga nanti.

Pramuka Garuda

Pramuka Garuda

Pramuka Garuda ialah tingkatan tertinggi dalam setiap golongan Pramuka (Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega). Seorang peserta didik yang telah mencapai tingkatan terakhir dalam golongannya, dan telah memenuhi persyaratan SKK Garuda, berhak mengajukan permohonan kepada Kwartir melalui pembina gudepnyauntuk dapat mengikuti uji kelayakan untuk dapat naik ke tingkatan Garuda. Setelah mengajukan permohonan, Kwartir akan mengevaluasi peserta didik itu tentang kelayakan, baik dalam segi mental, ataupun sisi kelayakan persyaratan. Setelah dinilai cakap dan memenuhi persyaratan, calon Pramuka Garuda akan wawancarai oleh tim penguji yang terdiri dari tokoh kwartir, gugus depan, guru, orang tua, dan tokoh masyarakat.

Setelah lulus tes wawancara dan tes kecakapan, seorang peserta didik akan dilantik menjadi Pramuka Garuda. Pelantikan biasanya diselenggarakan bertepatan dengan hari yang bermakna khusus, baik bagi peserta didik tersebut ataupun bagi Gerakan Pramuka, semisal: hari ulang tahun atau Hari Pramuka. Pelantikan umumnya dihadiri oleh Tim Penguji, orang tua dan tokoh Pramuka.

 

Syarat Pramuka Garuda

Syarat-syarat Pramuka Garuda untuk Pramuka SiagaPramuka Garuda Siaga

Seorang Pramuka Siaga ditetapkan sebagai Pramuka Garuda jika telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  • Menjadi contoh yang baik dalam Perindukan Siaga, di rumah, di sekolah atau di lingkungan pergaulannya, sesuai dengan isi Dwisatya dan Dwidarma.
  • Telah menyelesaikan SKU tingkat Siaga Tata.
  • Telah memiliki Tanda Kecakapan Khusus untuk Pramuka Siaga, sedikit-dikitnya enam macam dari tiga bidang Tanda Kecakapan Khusus.
  • Dapat menunjukkan hasta karya buatannya sendiri sedikit-dikitnya sembilan macam dengan menggunakan sedikit-dikitnya tiga macam bahan.
  • Pernah mengikuti Pesta Siaga, sedikitnya dua kali.
  • Dapat membuktikan dirinya sebagai penabung yang rajin dan teratur.
  • Dapat mempertunjukkan kecakapannya di depan umum dalam salah satu bidang seni budaya.
Syarat-syarat Pramuka Garuda untuk Pramuka Penggalang

Pramuka Garuda Penggalang

Seorang Pramuka Penggalang ditetapkan sebagai Pramuka Garuda jika telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  • Menjadi contoh yang baik dalam Pasukan Penggalang, di rumah, di sekolah atau di lingkungan pergaulannya, sesuai dengan isi Trisatya dan Dasadarma.
  • Telah menyelesaikan SKU tingkat Penggalang Terap.
  • Telah memiliki Tanda Kecakapan Khusus untuk Pramuka Penggalang, sedikit-dikitnya sepuluh macam dari tiga bidang Tanda Kecakapan Khusus, sedikitnya satu macam TKK tingkat Utama dan dua macam TKK tingkat Madya, yaitu :
    • Lima buah TKK wajib yang dipilih di antara:
      • TKK Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.
      • TKK Pengatur Rumah
      • TKK Juru Masak.
      • TKK Berkemah.
      • TKK Penabung.
      • TKK Penjahit.
      • TKK Juru Kebun
      • TKK Pengaman Kampung
      • TKK Pengamat
      • TKK Bidang Olah Raga, misalnya gerak jalan, berenang, dan lain-lain.
    • Lima buah TKK pilihan, yang dapat dipilih di antara TKK yang telah ditetapkan dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
  • Dapat menunjukkan hasta karya buatannya sendiri sedikit-dikitnya sepuluh macam dengan menggunakan sedikit-dikitnya lima macam bahan.
  • Pernah mengikuti Jambore, Perkemahan, Bakti dan Lomba Tingkat.
  • Dapat membuktikan dirinya sebagai penabung yang rajin dan teratur.
  • Dapat mempertunjukkan kecakapannya di depan umum dalam salah satu bidang seni budaya.
  • Dapat menjalankan salah satu cabang olah raga, misalnya atletik, renang, senam, bela diri, gerak jalan atau cabang olah raga lainnya.
  • Telah mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat.
Syarat-syarat Pramuka Garuda untuk Pramuka Penegak

Seorang Pramuka Penegak ditetapkan sebagai Pramuka Garuda jika telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:Pramuka Garuda Penegak

  • Menjadi contoh yang baik dalam gugusdepan, di rumah, di sekolah, di tempat kerja atau di dalam masyarakat, sesuai dengan isi Trisatya dan Dasadarma.
  • Memahami Undang-undang Dasar 1945.
  • Telah menyelesaikan SKU tingkat Penegak Laksana.
  • Telah memiliki Tanda Kecakapan Khusus untuk Pramuka Penegak, sedikit-dikitnya sepuluh macam dari tiga bidang Tanda Kecakapan Khusus, sedikitnya satu macam TKK tingkat Utama dan tiga macam TKK tingkat Madya, yaitu :
    • Lima buah TKK wajib yang dipilih di antara :
      • TKK Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.
      • TKK Pengatur Rumah
      • TKK Juru Masak.
      • TKK Berkemah.
      • TKK Penabung.
      • TKK Penjahit.
      • TKK Juru Kebun
      • TKK Pengaman Kampung
      • TKK Pengamat
      • TKK Bidang Olah Raga, misalnya gerak jalan, berenang, dan lain-lain.
    • Lima buah TKK pilihan, yang dapat dipilih di antara TKK yang telah ditetapkan dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
  • Sedikit-dikitnya sudah tiga kali mengikuti pertemuan-pertemuan Pramuka untuk golongan Penegak, di tingkat ranting, cabang, daerah, nasional atau internasional.
  • Tergabung dalam Satuan Karya Pramuka, dan dapat menyelenggarakan suatu proyek produktif yang bersifat perorangan atau bersifat bersama, sesuai dengan Satuan Karya yang diikutinya.
  • Dapat membuktikan dirinya sebagai penabung Tabanas yang rajin dan teratur.
  • Dapat mempertunjukkan kecakapannya di depan umum dalam salah satu bidang seni budaya, atau membantu menyelenggarakan pertunjukan kesenian.
  • Dapat menjalankan dan memimpin salah satu cabang olah raga, yang dipilih dari cabang olahraga atletik, renang, senam, bela diri, gerak jalan atau cabang olah raga lainnya.
  • Pernah ikut serta dalam kegiatan memikirkan, merencanakan, melaksanakan dan menilai kegiatan pembangunan masyarakat di lingkungannya.
Syarat-syarat Pramuka Garuda untuk Pramuka PandegaPramuka Garuda Pandega

Seorang Pramuka Pandega ditetapkan sebagai Pramuka Garuda jika telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

  • Menjadi contoh yang baik di rumah, di sekolah/perguruannya, di tempat kerja atau di dalam masyarakat, sesuai dengan isi Trisatya dan Dasadarma.
  • Memahami Undang-undang Dasar 1945 dan GBHN.
  • Telah menyelesaikan SKU tingkat Pandega.
  • Sedikit-dikitnya telah tiga kali mengikuti acara yang dipilihnya di antaranya :
    • Pertemuan Pramuka untuk golongan Penegak dan Pandega di tingkat ranting, cabang, daerah, nasional atau internasional.
    • Perkemahan Wirakarya atau Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka) Dirgantara, Bahari, Bayangkara, Tarunabumi, Wanabakti, Kencana, dan saka lainnya di ranting, cabang, atau daerah.
    • Integrasi masyarakat atau peninjauan proyek-proyek kegiatan, atau kunjungan timbal balik diantara Pramuka Pandega antar gugusdepan, ranting, cabang, daerah atau nasional baik secara perorangan maupun secara bersama dalam ikatan satuan, dan membuat laporannya.
  • Sedikit-dikitnya sudah tiga kali ikut membuat perencanaan, persiapan, pelaksanaan, pengawasan, penilaian dan penyelesaian salah satu atau gabungan dari kegiatan-kegiatan di bawah ini:
    • Pesta Siaga.
    • Perkemahan Penggalang.
    • Raimuna, Perkemahan Wirakarya, Muspanitera, atau Pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega lainnya.
  • Sedikit-dikitnya telah tiga kali ikut membantu salah satu kegiatan masyarakat, peringatan, peralatan, proyek pembangunan dan lain-lain.

Medali Garuda

Medali GarudaBentuk penghargaan bagi Pramuka Garuda berbentuk medali, memiliki pita dengan warna pinggiran putih dan warna garis tebal di tengah merah, di ujung pita terdapat medali yang terbuat dari metal berbentuk segi lima bergambarkan Burung Garuda yang memiliki tunas kelapa di dadanya, dan memegang pita bertuliskan: "SETIA, SIAP, SEDIA" yang menggambarkan sikap yang dimiliki setiap Pramuka Garuda.

Cara mengenakan medali

Medali GarudaMedali dikalungkan dengan pita berada di bawah kacu/pita leher dengan ujung medali berada di luar, di depan kacu/pita leher dan bila dikalungkan berada tepat di ujung tulang dada. Hanya dikenakan pada upacara resmi.

Warna dasar bagi medali tadi beragam, sesuai dengan warna dasar golongan. Bagi Siaga Garuda berwarna hijau, bagi Penggalang Garuda berwarna merah, bagi Penegak Garuda berwarna kuning, bagi Pandega Garuda berwarna cokelat.

SMS Gratis

SMS Gratis

Kirim SMS Gratis ke semua operator GSM dan CDMA di Indonesia dari Internet. 

NB:  Mohon untuk digunakan dengan Bijak, Dilarang mengirim sms penipuan, asusila, atau segala bentuk  aktifitas yang mengganggu/ merugikan orang lain dan atau bertentangan dengan Hukum, Isi/ Content SMS manjadi tanggung jawab masing-masing pihak.

SMS 1

SMS 2

SMS 3 

SMS 4 (Sering trobel)







SMS 5 (Sering trobel)

SMS 6 (Sering trobel)
NB : Anda bisa memilih sms 1 sampai dengan sms 6 apa bila salah satu di atas tidak bisa mengirim sms.

Saka Dirgantara

http://2.bp.blogspot.com/_gLO19-u-4G4/SpH0pxc3ruI/AAAAAAAAA0E/6nhiXhpO9tE/s320/DIR.jpg

Airplane SATUAN KARYA PRAMUKA DIRGANTARA Airplane
(SAKA DIRGANTANTARA)

Satuan Karya Pramuka (Saka) Dirgantara adalah wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang kedirgantaraan guna menumbuhkan kesadaran untuk membaktikan dirinya dalam pembangunan nasional.

Tujuan dibentuknya Saka Dirgantara adalah untuk memberikan suatu wadah kegiatan dan latihan di bidang kedirgantaraan bagi anggota Gerakan Pramuka melalui kegiatan nyata dan praktis di bidang kedirgantaraan yang berguna, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk masyarakat, bangsa dan negara.

Kegiatan kesakaan dilaksanakan di gugusdepan dan satuan karya Pramuka disesuaikan dengan usia dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik. Kegiatan pendidikan tersebut dilaksanakan sedapat-dapatnya dengan praktek berupa kegiatan nyata yang memberi kesempatan peserta didik untuk menerapkan sendiri pengetahuan dan kecakapannya dengan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan keperluannya.

Yang dapat menjadi anggota Saka Dirgantara adalah :

  • Pramuka penggalang, usia 14 tahun ke atas, yang sudah mencapai tingkat Penggalang Terap.
  • Pemuda berusia 16-25 tahun, dengan syarat khusus
  • Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega

Saka Dirgantara meliputi 3 (tiga) krida, yaitu :

  1. Krida Olahraga Dirgantara
  2. Krida Pengetahuan Dirgantara
  3. Krida Jasa Kedirgantaraan

Krida Olahraga Dirgantara, terdiri atas 5 (lima) SKK :

  1. SKK Pesawat Bermotor
  2. SKK Pesawat Tak Bermotor
  3. SKK Aero Modelling
  4. SKK Terjun Payung
  5. SKK layang Gantung.

Krida Pengetahuan Dirgantara, terdiri atas 5 (lima) SKK :

  1. SKK Navigasi Udara
  2. SKK Pengatur Lalulintas Udara
  3. SKK Meteorologi
  4. SKK Fasilitas Penerbangan
  5. SKK Aerodinamika.

Krida Jasa Kedirgantaraan, mempunyai 4 (empat) SKK :

  1. SKK Teknik Mesin Pesawat Udara
  2. SKK Komunikasi
  3. SKK Struktur Pesawat
  4. SKK Search And Rescue (SAR).

Hasil yang diharapkan setelah mengikuti kegiatan Saka Dirgantara adalah :

  1. Memiliki Kecakapan dan keterampilan serta sikap dan usaha tertentu di bidang kedirgantaraan.
  2. Memiliki rasa bangga memperoleh TKK yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat.
  3. Memperoleh kecakapan khusus yang diakui oleh instansi pemerintah maupun swasta serta masyarakat sehingga bermanfaat secara nyata untuk dapat memperoleh pekerjaan.
  4. Mampu menimbulkan rasa cinta Dirgantara di kalangan Pramuka, Pemuda dan masyarakat.

Saka Tarunabumi

image

SATUAN KARYA PRAMUKA TARUNABUMI

(SAKA TARUNABUMI)

Satuan Karya Pramuka (Saka) Tarunabumi adalah wadah bagi para Pramuka untuk meningkatkan dan mengembangkan kepemimpinan, pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan kecakapan para anggotanya, sehingga mereka dapat melaksanakan kegiatan nyata dan produktif serta bermanfaat dalam mendukung kegiatan pembangunan pertanian.

Tujuan dibentuknya Saka Tarunabumi adalah untuk mewujudkan kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional di bidang pertanian dengan menyediakan wadah pendidikan luar sekolah di bidang pertanian kepada para Pramuka terutama Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega serta kepada pemuda calon anggota Pramuka dan para peminat yang memenuhi persayaratan.

Kegiatan kesakaan dilaksanakan di gugusdepan dan satuan karya Pramuka disesuaikan dengan usia dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik. Kegiatan pendidikan tersebut dilaksanakan sedapat-dapatnya dengan praktek berupa kegiatan nyata yang memberi kesempatan peserta didik untuk menerapkan sendiri pengetahuan dan kecakapannya dengan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan keperluannya.

Anggota Saka Tarunabumi adalah :

  • Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega
  • Pamong Saka, Instruktur Saka, Pimpinan Saka dan Mabi Saka
  • Pemuda calon anggota Gerakan Pramuka yang berusia 16-25 tahun.

Syarat menjadi Anggota Saka Tarunabumi :

  • Menyatakan keinginan untuk menjadi anggota Saka Tarunabumi secara suka rela
  • Bagi Pemuda yang belum menjadi anggota Gerakan Pramuka harus dengan sepengetahuan orang tua/walinya, dan bersedia menjadi anggota Gugusdepan Pramuka terdekat.
  • Bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega berusia 16-25 tahun diharapkan menyerahkan izin tertulis dari Pembina Satuan dan Pembina Gugusdepan dan tetap menjadi anggota Gugusdepan.
  • Bagi Pamong Saka mendapat persetujuan dari Pembina Gugusdepan dan telah mengikuti sedikitnya Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar
  • Bagi Instruktur Saka, memiliki pengetahuan, keterampilan dan kecakapan di bidang Pertanian serta bersedia memberikan ilmunya kepada anggota Saka.
  • Sehat jasmani dan rohani serta dengan suka rela sanggup mentaati segala ketentuan yang berlaku di dalam Saka Tarunabumi.
  • Pamong Saka dan Instruktur Saka tetap diangkat dan dilantik oleh Ketua Kwartir Ranting atau Ketua Kwartir cabang yang bersangkutan dengan mengucapkan Tri Satya dan menandatangani Ikrar.

  • Bagi Pimpinan Saka dan Mabi Saka, bersedia memberikan bantuan yang bersifat moril, organisatoris, materiil dan finansiil kepada Saka serta sekurang-kurangnya telah mengikuti Kursus Orientasi Kepramukaan.

  • Pimpinan Saka dan Mabi Saka diangkat dan dilantik oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan dengan mengucapkan Tri Satya dan menandatangani Ikrar.

Saka Tarunabumi meliputi 5 (lima) krida, yaitu :

  1. Krida Pertanian dan Tanaman Pangan
  2. Krida Pertanian Tanaman Perkebunan
  3. Krida Perikanan
  4. Krida Peternakan
  5. Krida Pertanian Tanaman Holtikultura.

Krida Pertanian Tanaman Pangan, terdiri atas 6 (enam) SKK :

  1. SKK Petani Padi
  2. SKK Petani Jagung
  3. SKK Petani Kacang Kedelai
  4. SKK Petani kacang Tanah
  5. SKK Petani Ubi Kayu
  6. SKK Petani Ubi Jalar.

Krida Pertanian Tanaman Perkebunan, terdiri atas 11 (sebelas) SKK :

  1. SKK Petani Cengkeh
  2. SKK Petani Kelapa
  3. SKK Petani Karet
  4. SKK Petani Obat-obatan
  5. SKK Petani Kopi
  6. SKK Petani Panili
  7. SKK Petani Coklat
  8. SKK Petani Lada
  9. SKK Petani Kapas
  10. Petani Tembakau
  11. SKK Petani Tebu.

Krida Perikanan, mempunyai 9 (sembilan) SKK :

  1. SKK Petani Ikan Nila
  2. SKK Petani Ikan Mas
  3. SKK Petani Ikan Gurami
  4. SKK Petani Ikan Lele
  5. SKK Petani Katak
  6. SKK Petani Belut
  7. SKK Petani Bandeng
  8. SKK Petani Udang
  9. SKK Petani Ikan Hias.

Krida Peternakan, mempunyai 12 (duabelas) SKK :

  1. SKK Peternak Kerbau
  2. SKK Peternak Sapi
  3. SKK Peternak Kuda
  4. SKK Peternak Sapi Perah
  5. SKK Peternak Kambing
  6. SKK Peternak Babi
  7. SKK Peternak Puyuh
  8. SKK Peternak Kelinci
  9. SKK Peternak Ayam
  10. SKK Peternak Itik
  11. SKK Peternak Lebah
  12. SKK Peternak Merpati.

Krida Pertanian Tanaman Holtikultura, mempunyai 32 (tiga puluh dua) SKK :

  1. SKK Petani Rambutan
  2. SKK Petani Pisang
  3. SKK Petani Mangga
  4. SKK Petani Nanas
  5. SKK Petani Durian
  6. SKK Petani Semangka
  7. SKK Petani Apel
  8. SKK Petani Salak
  9. SKK Petani Pepaya
  10. SKK Petani Jeruk
  11. SKK Petani Anggur
  12. SKK Petani Jambu
  13. SKK Petani Duku
  14. SKK Petani Alpokat
  15. SKK Petani Tomat
  16. SKK Petani Cabe
  17. SKK Petani Bayam
  18. SKK Petani Kangkung
  19. SKK Petani Kacang Panjang
  20. SKK Petani Kubis
  21. SKK Petani Sawi
  22. SKK Petani Wortel
  23. SKK Petani Suplir
  24. SKK Petani Palma
  25. SKK Petani Cemara
  26. SKK Petani Anggrek
  27. SKK Petani Mawar
  28. SKK Petani Melati
  29. SKK Petani Kaktus
  30. SKK Petani Seledri
  31. SKK Petani Bonsai
  32. SKK Petani Bawang Putih/Merah.

Sasaran kegiatan Saka Tarunabumi adalah agar para Pramuka Saka tarunabumi:

  1. Memiliki rasa cinta akan alam pertanian dan rasa tanggungjawab akan kelangsungan jalannya pembangunan nasional.
  2. Memiliki tambahan pengetahuan, pengalaman kecakapan dan keterampilan di bidang pembangunan pertanian serta sikap yang tanggap akan perubahan-perubahan yang selalu terjadi dalam proses kegiatan pembangunan pertanian.
  3. Mampu menyelenggarakan kegiatan-kegiatan Saka Tarunabumi secara positip, berdayaguna dan berhasilguna, sesuai dengan bakat dan minatnya di bidang pertanian, sehingga berguna bagi pribadinya, keluarganya, masyarakat bangsa dan negara.
  4. Mampu menyebarluaskan pengetahuan, pengalaman, kecakapan dan keterampilannya, yang didapat dalam kegiatan Saka kepada anggota Gerakan Pramuka di Gugusdepan masing-masing serta kepada pemuda lainnya yang berada di sekitar tempat tinggalnya.

Saka Wanabakti


Red rose SATUAN KARYA PRAMUKA WANABAKTI Red rose

(SAKA WANABAKTI)

Satuan Karya Pramuka (Saka) Wanabakti adalah wadah bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk melaksanakan kegiatan nyata, produktif dan bermanfaat dalam rangka menanamkan rasa tanggungjawab terhadap pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup.

Tujuan dibentuknya Saka Wanabakti adalah untuk memberi wadah pendidikan di bidang kehutanan kepada anggota Gerakan Pramuka, terutama Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega agar mereka dapat membantu membina dan mengembangkan kegiatan pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup, melaksanakan secara nyata, produktif dan berguna bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega sebagai baktinya terhadap pembangunan masyarakat, bangsa dan negara.

Kegiatan kesakaan dilaksanakan di gugusdepan dan satuan karya Pramuka disesuaikan dengan usia dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik. Kegiatan pendidikan tersebut dilaksanakan sedapat-dapatnya dengan praktek berupa kegiatan nyata yang memberi kesempatan peserta didik untuk menerapkan sendiri pengetahuan dan kecakapannya dengan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan keperluannya.

Anggota Saka Wanabakti adalah :

  • Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega
  • Pembina Pramuka sebagai Pamong Saka dan instruktur tetap
  • Pemuda calon anggota Gerakan Pramuka yang berusia 16-25 tahun.

Syarat menjadi Anggota Saka Wana Bakti :

  • Membuat pernyataan tertulis secara sukarela untuk menjadi anggota Saka Wanabakti.
  • Untuk calon anggota Gerakan Pramuka dan Pramuka Penegak serta Pramuka Pandega, mendapat izin tertulis dari orang tua/wali, pembina Satuan dan Pembina Gugusdepan.
  • Untuk Pamong Saka mendapat persetujuan dari Pembina Gugusdepannya dan telah mengikuti Kursus Pembina Pramuka tingkat Dasar.
  • Instruktur tetap memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kecakapan di bidang Saka Wanabakti.
  • Pamong Saka dan Instruktur tetap, diangkat oleh Kwartir Cabang.
  • Sehat jasmani dan rohani
  • Sanggup mentaati semua peraturan yang berlaku.

Saka Wanabakti meliputi 4 (empat) krida, yaitu :

  • Krida Tata Wana
  • Krida Reksa Wana
  • Krida Bina Wana
  • Krida Guna Wana.

Krida Tata Wana, terdiri atas 3 (tiga) SKK :

  1. SKK Perisalah Hutan
  2. SKK Pengukuran dan Pemetaan Hutan
  3. SKK Penginderaan Jauh.

Krida Reksa Wana, terdiri atas 13 (tiga belas) SKK :

  1. SKK Keragaman Hayati
  2. SKK Konservasi Kawasan
  3. SKK Perlindungan Hutan
  4. SKK Konservasi Jenis Satwa
  5. SKK Konservasi Jenis Tumbuhan
  6. SKK Pemanduan
  7. SKK Penulusuran Gua
  8. SKK Pendakian
  9. SKK Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan
  10. SKK Pengamatan Satwa
  11. SKK Penangkaran Satwa
  12. SKK Pengendalian Perburuan
  13. SKK Pembudidayaan Tumbuhan.

Krida Bina Wana,

  1. SKK Budidaya Jamur
  2. SKK Persuteraan Alam.

Krida Guna Wana, mempunyai 6 (enam) SKK :

  1. SKK Pengenalan Jenis Pohon
  2. SKK Pencacahan Pohon
  3. SKK Pengukuran Kayu
  4. SKK Kerajinan Hutan Kayu
  5. SKK Pengolahan Hasil Hutan
  6. SKK Penyulingan Minyak Astiri.

Hasil yang diharapkan setelah mengikuti kegiatan Saka Wanabakti adalah agar para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega :

  1. Memiliki rasa cinta dan tanggungjawab terhadap hutan dengan segala isi dan kekayaan yang terkandung didalamnya, serta kesadaran untuk memelihara dan melestarikannya.
  2. Memiliki tambahan pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan kecakapan di bidang kehutanan yang dapat mengembangkan pribadinya.
  3. Memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi segala tantangan hidup dalam hutan dengan tetap memperhatikan keamanan dan kelestarian hidup.
  4. Memiliki disiplin dan tanggungjawab yang lebih mantap untuk memelihara kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
  5. mampu menyelenggarakan kegiatan-kegiatan Saka Wanabakti secara positif, berdaya guna dan tepat guna, sesuai dengan bakat dan minatnya sehingga berguna bagi pribadinya, masyarakat bangsa dan negara.
  6. mampu menyebarluaskan pengetahuan, keterampilan dan kecakapannya kepada Pramuka Siaga dan Pramuka Penggalang serta anggota lainnya.

Saka Kencana

Saka Kencana

Left hug SATUAN KARYA PRAMUKA KELUARGA BERENCANA Right hug
(SAKA KENCANA)

Satuan Karya Pramuka (Saka) Kencana adalah wadah kegiatan dan pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan keterampilan praktis dan bakti masyarakat, dalam bidang Keluarga Berencana, Keluarga Sejahtera dan Pengembangan Kependudukan.

Tujuan dibentuknya Saka Kencana adalah untuk membina anggota Gerakan Pramuka agar dapat menjadi tenaga kader pembangunan dalam bidang Keluarga Berencana, Keluarga Sejahtera dan Pengembangan Kependudukan guna memantapkan pelembagaan NKKBS sebagai cara yang layak dan bertanggungjawab dari seluruh keluarga dan masyarakat Indonesia.

Anggota Saka Kencana adalah :
1. Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega
2. Pamong Saka, Instruktur Saka, Pimpinan Saka dan Mabi Saka
3. Pemuda calon anggota Gerakan Pramuka yang berusia 16-25 tahun.

Syarat menjadi Anggota Saka Kencana :

  1. Menyatakan keinginan untuk menjadi anggota Saka Kencana secara suka rela
  2. Bagi Pemuda yang belum menjadi anggota Gerakan Pramuka harus dengan sepengetahuan orang tua/walinya, dan bersedia menjadi anggota Gugusdepan Pramuka terdekat.
  3. Bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega berusia 16-25 tahun diharapkan menyerahkan izin tertulis dari Pembina Satuan dan Pembina Gugusdepan dan tetap menjadi anggota Gugusdepan.
  4. Bagi Pamong Saka mendapat persetujuan dari Pembina Gugusdepan dan telah mengikuti sedikitnya Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar
  5. Bagi Instruktur Saka, memiliki pengetahuan, keterampilan dan kecakapan di bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera serta bersedia memberikan ilmunya kepada anggota Saka.
  6. Sehat jasmani dan rohani serta dengan suka rela sanggup mentaati segala ketentuan yang berlaku di dalam Saka Kencana.
  7. Pamong Saka dan Instruktur Saka tetap diangkat dan dilantik oleh Ketua Kwartir Ranting atau Ketua Kwartir cabang yang bersangkutan dengan mengucapkan Tri Satya dan menandatangani Ikrar.
  8. Bagi Pimpinan Saka dan Mabi Saka, bersedia memberikan bantuan yang bersifat moril, organisatoris, materiil dan finansiil kepada Saka serta sekurang-kurangnya telah mengikuti Kursus Orientasi Kepramukaan.
  9. Pimpinan Saka dan Mabi Saka diangkat dan dilantik oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan dengan mengucapkan Tri Satya dan menandatangani Ikrar.

Saka Kencana meliputi 4 (empat) krida, yaitu :
1. Krida Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB dan KR)
2. Krida Bina Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS dan PK)
3. Krida Advokasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (Advokasi dan KIE)
4. Krida Bina Peran Serta Masyarakat (PSM).

Krida Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB dan KR), terdiri atas 4 (empat) SKK :
1. SKK Pelayanan KB
2. SKK Masalah Kesehatan Reproduksi
3. SKK Kelangsungan hidup Ibu, Bayi dan Anak Balita
4. SKK Kesehatan Reproduksi Remaja.

Krida Bina Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS dan PK), terdiri atas 3 (tiga) SKK :
1. SKK Bina Keluarga
2. SKK Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS)
3. SKK Bina Lingkungan Keluarga.

Krida Advokasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (Advokasi dan KIE), mempunyai 5 (lima) SKK :
1. SKK KIE Individu
2. SKK KIE Kelompok
3. SKK KIE Media Luar Ruang
4. SKK KIE melalui Media Cetak
5. SKK Advokasi.

Krida Bina Peran Serta Masyarakat (PSM), mempunyai 2 (dua) SKK :
1. SKK Bina Institusi Masyarakat Pedesaan
2. SKK Pendataan dan Pemetaan Keluarga.

Hasil yang diharapkan setelah mengikuti kegiatan Saka Kencana adalah agar para Pramuka :

        • Memiliki pengetahuan, pengertian, keterampilan dan pengalaman dalam memasyarakatkan NKKBS terhadap anggota Pramuka dan Keluarga Indonesia.
        • Mampu dan mau menyebarluaskan kepada masyarakat tentang informasi dan pengetahuan tentang Keluarga Berencana, Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Kependudukan serta kaitannya dengan Pembangunan sektor lain.
        • Mampu memberikan latihan dan peranserta dalam mendukung kegiatan Keluarga Berencana, Keluarga Sejahtera dan Pengembangan kependudukan kepada para Pramuka di Gugusdepannya.
        • Memiliki sikap yang rasional serta bertanggungjawab dalam mewujudkan kesadaran dan kepedulian keluarga sebagai pemrakarsa dan pelaksana pembangunan bangsa.
        • Menumbuhkembangkan minat terhadap Saka Kencana di setiap Gugusdepan dan pembentukan Saka Kencana di setiap Kwartir Ranting di seluruh wilayah Republik Indonesia yang semakin maju dan mandiri.

Kategori

Kategori